Jodohku Ayah Sahabatku

Jodohku Ayah Sahabatku
Bayangan Masa Lalu


__ADS_3

Kemudian waktu pun sudah menunjukan makan siang. Anita segera beranjak dari tempat duduknya.


Namun kemudian, Raja tiba-tiba datang dan memintanya untuk makan siang bersama.


Awalnya Anita hendak ingin menolak tapi di karenakan dia sudah sering merepotkan Raja akhirnya sebagai gantinya dia berniat untuk mentraktir Raja dalam kesempatan itu.


Mereka pun pergi bersama-sama ke sebuah kafe yang tidak jauh dari tempatnya bekerja.


Anita mulai memesan makanannya, dan begitupun juga dengan Raja.


Setelah itu, Raja pun memulai pembicaraannya dengan Anita.


"Anita... Apa kau merasa bahagia akhir-akhir ini?" tanya Raja memulai pembicaraan.


"Tentu saja... Tapi kenapa kamu tiba-tiba bertanya seperti itu?" ucap Anita dan kembali bertanya merasa sedikit aneh dengan pertanyaannya.


"Tidak kenapa-kenapa... Baguslah kalau begitu. Aku ikut merasa senang mendengarnya" ucap Raja pada Anita.


"Kalau begitu... Apa hubunganmu juga baik-baik saja dengan tuan Alex?" lanjut Raja berbicara dan mulai bertanya kembali pada Anita.


Namun pertanyaannya kali ini sedikit membuat Anita tertegun dan merasa bingung harus berkata apa mengenai hal tersebut.


Bukannya Anita tidak ingin berterus terang mengenai kemajuan hubungannya dengan Alex pada Raja. Tapi dia sendiri juga belum yakin dengan perasaannya tersebut, terlebih lagi dia tidak ingin membuat Raja merasa kecewa.


Anita sendiri tahu perasaan Raja terhadapnya seperti apa. Tentu dia tidak ingin membuat Raja salah paham padanya.


"Untuk saat ini, hubungan kami baik-baik saja" ucap Anita setelah beberapa saat termenung.


"Jadi... apa kalian akan segera meresmikan hubungan pernikahan kalian?" ucap Raja sambil menahan rasa sakit yang entah dari mana datangnya untuk mendengar pernyataan Anita yang mungkin akan membuat perasaannya sedikit terluka.


"Itu... Aku tidak tahu Za. Kami hanya sekedar melakukan tanggung jawab sebagai orang tua Alexa dan tidak lebih dari itu" ucap Anita nampak terlihat tidak bisa menatap Raja dengan fokus.


Entah karena dia takut Raja melihat perasaan yang sebenarnya untuk Alex atau memang dia masih belum tahu pasti hubungan apa yang akan mereka jalani kedepannya dengan Alex.


"Sudahlah.. tidak perlu kamu pikirkan lagi. Lebih baik kita makan siang dulu sekarang. Maaf kan aku bertanya terlalu jauh padamu" ucap Raja merasa tidak enak hati membuat Anita harus berpikir keras menjawab pertanyaan tentang hubungan pribadinya dengan Alex.


Beruntung Raja laki-laki yang sangat pengertian. Namun di sisi lain juga membuat perasaan Anita menjadi serba salah untuk menanggapinya.


Dan Raja yang tadinya ingin mengajak Anita untuk makan malam, membuatnya kembali berpikir ulang untuk tidak melakukannya setelah melihat reaksi Anita yang nampak terlihat serba salah, pikir Raja.


Kemudian mereka pun melanjutkan makan siang mereka dengan tanpa berbicara lagi dan setelah itu mereka kembali ke kantor bersama.


Sementara itu, Alex nampak bertemu dengan Rossa untuk membicarakan kelanjutan masa depan perusahaan mereka yang beberapa hari lalu mereka tandatangani kontrak kerjasama di antara perusahaan mereka, namun tanpa kedatangan pihak dari perusahaan Raja.


Membuat Alex bertanya-tanya pada Rossa.


"Hay Alex... Apa kabar?" ucap Rossa saat bertemu dengan Alex.


"Kenapa kau datang sendiri?" ucap Alex nampak dingin saat melihat hanya Rossa yang datang.


"Memangnya siapa lagi yang kau harapkan datang, tuan Alex?" ucap Rossa nampak sengaja memainkan nada suaranya.


"Kau bilang kita akan membicarakan masalah kerjasama di antara perusahaan kita dan juga perusahaan Raja, bukan begitu?" ucap Alex sedikit menahan kesal.


"Itu memang benar. Tapi bukannya kita sudah menyelesaikannya waktu" ucap Rossa membuat Alex semakin tidak mengerti dengan maksudnya.


"Jadi... Kalau begitu, untuk apa kau mengundangku kemari?" tanya Alex selidik.

__ADS_1


"Tenang lah Alex... Aku hanya ingin sekedar berbincang dengan mu" ucap Rossa saat melihat Alex mulai tak bersahabat.


"Apa kau bilang. Berbincang?. Kau pikir aku tidak ada kerjaan lain" ucap Alex merasa kesal.


"Ya Tuhan... kau ini masih saja seperti dulu, ya. Suka marah-marah dan menyebalkan. Tapi itu yang aku suka dari mu" ucap Rossa tidak ada takut-takutnya sama sekali pada Alex.


"Pantas saja Anita takut pada mu" lanjut Rossa berbicara saat melihat Alex hendak beranjak dari tempat duduknya tersebut.


"Apa maksudmu bicara seperti itu?" ucap Alex mendadak menghentikan langkahnya saat mendengar Rossa menyebut nama Anita.


"Dan bagaimana kau tahu tentang Anita?" lanjut Alex kembali bertanya sebelum pertanyaan sebelumnya di jawab oleh Rossa.


"Jelas aku tahu... Apa kau lupa, aku ini juga seorang psikolog. Dengan hanya melihat tatapan mu dan wanita yang di bawa Raja saat itu, tentu aku tahu bagaimana persaan mu padanya dan masalah dari mana aku tahu dia, tentu aku bisa menyuruh orang untuk mencari tahu segala informasi tentangnya" ucap Rossa memberitahu.


"Dan tidak hanya itu... kemarilah!" ucap Rossa sambil meminta Alex untuk lebih mendekat kepadanya.


"Aku juga sudah tahu kalau kau dan dia juga sudah pernah menikah" lanjut Rossa berbisik-bisik pada telinga Alex yang sebelumnya Alex mengikuti ucapannya untuk lebih mendekat padanya.


"Bukankah aku benar?" ucap Rossa kembali berbicara.


Membuat Alex yang mendengarnya merasa heran dan tidak mengerti apa maksud Rossa dengan berkata seperti itu.


Sebelumnya Alex mengira bahwa Rossa akan berusaha mendekatinya kembali seperti dulu dan tanpa rasa malu.


Namun kali ini, Alex benar-benar di buatnya bingung dan tidak mengerti dengan maksudnya tersebut.


"Apa maksudmu dengan berbicara seperti itu padaku?" ucap Alex pada Rossa.


"Sebenarnya aku tidak ada maksud apa - apa. Hanya saja aku ingin membantu mu untuk lebih dekat dengan gadis pujaan hati mu itu" ucap Rossa dengan rasa percaya dirinya.


"Apa otakmu sudah koslet. Kenapa kau tiba-tiba ingin membantu hubungan ku dengan wanita lain?" ucap Alex merasa tak percaya dengan niat Rossa padanya.


"Sebenarnya apa yang sedang dia rencanakan. Kenapa dia tiba-tiba ingin membantu hubungan ku dengan Anita. Tapi dia juga berterus terang kalau dia ingin melakukannya karena ada maunya. Tapi apa yang sebenarnya dia inginkan?" ucap Alex dalam hati dan nampak berpikir apa yang sebenarnya Rossa inginkan.


"Sudah cukup... Aku tidak tertarik dengan tawaran mu itu" ucap Alex pada Rossa.


"Baiklah kalau begitu... Tapi aku rasa. Kau akan menyesal setelah aku menceritakan apa yang terjadi di masa lalu antara kau, aku dan sahabat mu itu" ucap Rossa pada Alex.


"Apa kau masih ingat dengan sahabatmu yang bernama Kusuma?" ucap Rossa kembali, mencoba mengingat seseorang di masa lalu pada Alex.


"Kusuma?. Ya Tuhan... Bagaimana aku sampai lupa untuk mencaritahu keberadaan keluarganya" ucap Alex dalam hati, mendadak ingat dengan orang yang selama ini dia cari namun terlupakan karena lebih fokus pada Anita.


"Kau tidak akan lupa kan siapa sebenarnya yang bertanggung jawab atas kematiannya saat itu" ucap Rossa pada Alex.


Membuat ingatan Alex di masa lalu kembali teringat dan membekas di ingatannya.


Tiba-tiba bayangan masa lalunya memenuhi ingatan di kepalanya.


Masa lalu tersebut mengingatkannya pada kejadian di sebuah jalan yang mana saat itu Alex sedang mabuk berat karena putus dengan Rossa yang saat itu menjadi ke kasihnya.


Namun sahabatnya yang bernama Kusuma, senantiasa mengawasi dan mengikuti Alex kemana-mana pasa saat itu.


Karena takut terjadi sesuatu pada Alex yang sedang putus cinta.


Dan benar saja, Alex yang saat itu sedang mabuk dan sedikit tidak sadar tiba-tiba naik ke atas tiang jembatan jalan.


Dan Kusuma yang melihatnya, tentu merasa khawatir. Dia mengira Alex akan bunuh diri dan segera menyuruhnya untuk turun dari tiang jembatan tersebut.

__ADS_1


Namun Alex yang sedang dalam ke adaan mabuk, tidak begitu perduli ataupun mendengarkan ucapan sahabatnya tersebut.


Hingga akhirnya pada saat Kusuma menarik Alex untuk turun dan memintanya berhenti berbuat yang tidak-tidak, tanpa sengaja Alex malah mendorong Kusuma ke belakang jalan dan saat yang bersamaan mobil datang lalu menabrak Kusuma yang terdorong oleh Alex.


Kecelakaan pun tidak dapat di hindari, dan Alex pun mulai tersadar saat Kusuma tertabrak oleh sebuah mobil dengan sangat keras.


Membuat Kusuma terpental beberapa meter. Dan Alex yang melihat kejadian tersebut untuk sesaat hanya dapat tertegun tak percaya dengan apa yang telah di lihatnya saat itu.


Kemudian setelah itu, Alex segera berlari menghampiri tubuh sahabatnya tersebut dan segera membuat panggilan telepon untuk membawanya segera ke rumah sakit.


Setelah di rumah sakit, Kusuma segera di tangani dengan baik oleh para dokter yang ada, atas perintah Alex saat itu.


Namun sayang, hanya beberapa saat setelah operasi di nyatakan berhasil, takdir berkata lain.


Namun sebelum kematiannya, dia sempat berbicara dengan Alex mengenai istrinya yang sedang hamil tua.


"Alex... Sepertinya hidupku tidak akan lama lagi" ucap Kusuma di atas ranjang rumah sakit dengan suara beratnya pada Alex.


"Aku tidak bisa menemani istri ku yang sedang hamil tua. Bisakah kau menjaga keluargaku, demi aku" lanjut Kusuma, masih dengan nada beratnya yang sedang dia usaha kan untuk tetap berbicara menyampaikan keinginan terakhirnya.


"Dan satu hal lagi. Jika aku meninggal, tolong kamu berikan jantung ku pada Rossa" ucap Kusuma lanjut berbicara pada Alex.


"Apa maksud kamu. Kenapa Rossa harus menerima jantung mu?" ucap Alex merasa terkejut dan bertambah cemas.


"Iya Lex. Selama ini Rossa membutuhkan donor jantung. Dan itu sebabnya dia memutuskan kamu. Karena dia mengira hidupnya tidak akan lama lagi" ucap Kusuma dengan nafas terakhirnya.


Membuat Alex yang melihat kematiannya langsung, merasa terpukul dan merasa bersalah dengan apa yang telah terjadi pada sahabatnya tersebut.


Kemudian ingatan masa lalu pun terhenti, saat Rossa kembali lagi berbicara padanya.


"Bagaimana, apa kau sekarang sudah mengingatnya?" ucap Rossa pada Alex, tanpa sadar menghentikan bayangan masa lalunya.


Untuk sesaat membuat Alex menutup matanya, dan tidak di sangka ada setitik cairan bening yang jatuh dari matanya saat dia mengingat kembali apa yang terjadi pada sahabatnya tersebut.


"Tetapi... Apa hubungannya semua itu dengan Anita?" ucap Alex masih belum memahami ucapan Rossa.


"Tentu saja ada hubungannya. Dan kau pasti tidak akan menduganya" ucap Rossa masih membuat Alex merasa penasaran.


"Rossa.. bisakah kau tidak berbelit-belit dengan ucapan mu itu. Katakan saja apa yang sebenarnya ingin kau katakan" ucap Alex mulai terpancing amarahnya.


"Baiklah... Aku akan mengatakannya.... Bahwa Anita ada hubungannya dengan Kusuma, karena Anita adalah Putri dari Kusuma sahabatmu" ucap Rossa, membuat Alex merasa tidak percaya dan tidak habis pikir.


"Kau jangan mengada-ada. Bagaimana mungkin itu bisa terjadi?" ucap Alex nampak tidak terima dengan apa yang dikatakan Rossa padanya.


"Untuk takdir itu bisa saja terjadi... Seperti kau dan aku, dulu kita saling mencintai dan berjanji sehidup semati. Tapi lihat sekarang, takdir merubah segalanya. Dan terima atau tidak kita sudah memiliki keluarga masing-masing" ucap Rossa pada Alex, dengan menjawab menggunakan contoh takdirnya sendiri.


"Tapi tetap saja... Ini tidak mungkin. Anita pernah bilang kalau orang tuanya meninggal karena pamannya sendiri. Dan.... Mungkin saja informasi yang kau dapatkan itu salah" ucap Alex masih merasa tidak percaya.


Bagaimana tidak, jika itu benar. Berarti dia telah menikahi anak sahabatnya sendiri dan dia juga sudah memiliki anak dari anak sahabatnya tersebut.


Itu membuatnya merasa aneh dan membingungkan.


Dan bukan hanya itu, jika Anita benar anak sahabatnya. Apa yang akan Anita pikirkan jika tahu bahwa orang yang bertanggung jawab atas kematian orang tuanya adalah dirinya, pikir Alex.


"Mungkin saja kau benar. Aku yang salah dalam menerima informasi. Tapi perlu kau tahu. Selama ini, aku mencari keluarganya karena jantung ku ini selalu merasa tidak tenang dan sering kali bermimpi tentang Kusuma" ucap Rossa mulai emosional.


"Awalnya aku mengira itu normal-normal saja. Tapi lama kelamaan, jantungku sering terasa sakit dengan tiba-tiba. Dan anehnya dokter bilang, bahwa jantungku baik-baik saja" ucap Rossa lebih lanjut.

__ADS_1


"Namun begitu... aku merasa seolah-olah jantung ini merasakan seseorang yang sedang terluka. Entah yang punya jantung ini ingin aku melihat keadaan keluarganya atau mencaritahu anaknya yang belum sempat dia lihat. Tapi saat aku bertemu dengan Anita langsung, jantungku seolah-olah merasa tenang dan damai. Dan semenjak pertemuan meeting itu, aku tidak lagi merasakan sakit yang begitu sering. Itu membuat ku yakin, bahwa Kusuma pemilik jantung ini hanya ingin bertemu anaknya yang belum sama sekali dia sempat melihatnya" ucap Rossa bercerita panjang lebar dengan air mata yang dia coba untuk tahan.


"Aku harap setelah ini, kau tidak lagi menyakiti perasaan Anita. Karena jika itu terjadi, kau sama saja menyakiti jantungku" ucap Rossa kembali dengan mode sinisnya namun nampak membela Anita.


__ADS_2