Jodohku Ayah Sahabatku

Jodohku Ayah Sahabatku
Merasa Malu


__ADS_3

Kemudian Anita pun datang dan kembali mengambil hpnya.


"Hallo... Apa kau masih disitu Lit" tanya Anita sambil menghadapkan kamera hp pada wajahnya.


Lalu bertanya pada Jono dengan gerakan kepala, karena tidak ada jawaban ataupun wajah orang di sebrang telponnya. Jono hanya menanggapinya dengan gerakan bahu tanda tidak tahu.


"Hallo... Hello..." Berkali-kali Anita mencoba kembali menyapa, namun tidak ada jawaban juga. Akhirnya Anita menutup telponnya karena waktu jam istirahat juga mulai habis.


Bersamaan dengan Rio yang hendak ingin kembali menatap layar hp tersebut. Namun hpnya keburu terputus dan Rio pun mulai kesal kembali.


"Nit... Hallo, Nit.. Aduuh kenapa sih nih hp butut" pekik Rio berusaha membuat koneksi kembali, berharap hanya sinyalnya yang sedang bermasalah.


"Sudah... sini hp ku. Panggilannya sudah di tutup kakak ku tersayang. Pake ngatain hp ku butut lagi, gak tau diri" pekik Lolita memberitahu sambil hendak mengambil kembali hp miliknya dari tangan Rio, dengan tidak terima hpnya di bilang butut.


"Tunggu bentar, Lit" pekik Rio menahan hp Lolita untuk di ambilnya.


"Hay Om... " ucap Rio pura-pura ada Alex datang, sehingga membuat Lolita melihat ke arah belakang dan berpikir ayahnya sudah pulang dengan cepat. Namun ternyata Rio hanya mengerjai Lolita untuk dapat mengambil hpnya dan mengirimkan no kontak Anita ke hp nya sendiri.


"Kak Rioooo.... " teriak Lolita merasa kesal karena di kerjai oleh kakak sepupunya tersebut.


Sementara Rio segera menjauh, namun Lolita cepat-cepat berlari untuk mengejar dan mengambil hpnya tersebut. Lolita sudah curiga bahwa Rio sengaja mengambil hpnya untuk mencuri no kontak Anita dari hpnya tersebut.


Terjadilah kejar mengejar di antara mereka, sambil sesekali Rio meledek Lolita dengan menjulurkan lidahnya, tidak dapat mengejarnya.


Kemudian Lolita pun berhenti, merasa sudah lelah mengejar kakak sepupunya tersebut. Sementara Rio sudah berhasil dengan apa yang di inginkannya.


Lalu segera mengembalikan hp Lolita padanya sambil terus meledek Lolita dan berkata "terimakasih adik sepupuku tersayang... yang...yang..." ujarnya sambil tersenyum dan berlalu pergi.


"Iihhh .... nyebelin. Jangan balik lagi ke rumah ku. Aku aduin Daddy nanti" rengek Lolita merasa kesal pada kakak sepupunya tersebut. Yang di balas Rio dengan ledekan sambil memperlihatkan bola matanya satu.


Sementara itu, Anita kembali lagi melanjutkan pekerjaannya bersama Jono sambil celingak-celinguk berharap dia tidak bertemu lagi dengan Raja di tempat kerja.


Sore pun menjelang, waktunya Anita untuk pulang. Namun dia merasa bingung karena nanti malam dia sudah janji makan malam bersama Raja, saat itu Anita belum tahu ternyata Raja adalah bosnya.

__ADS_1


Tapi kini dia sudah tahu, dan membuatnya merasa tidak nyaman dan sedikit canggung. Tapi dia juga tidak ingin mengingkari janji yang telah dibuatnya.


Nada dering telpon Anita terdengar. Namun terlihat Anita sesaat berpikir karena melihat nama kontak tersebut adalah Azza.


Kemudian perlahan Anita mulai mengangkat panggilan tersebut, meski terasa canggung setelah mengetahui Raja adalah bosnya.


"Hallo, Nit. Kamu udah selesai kerjanya, kan?" tanya Raja di sebrang telepon.


"Iya tuan" celetuk Anita merasa masih dalam wilayah kerjaannya.


"Nit, please..." ucap Raja tidak mau mendengar Anita memanggilnya dengan sebutan tuan.


"Ma.. maksudku, Azza" ucap Anita merasa canggung dan paham apa yang Raja katakan.


"Nit, kamu gak berubah pikiran kan dengan janjimu tadi untuk makan malam bersamaku" tanya Raja memastikan, takut Anita menjaga jarak darinya dan berubah pikiran setelah tahu dia adalah bosnya.


"I..iyah. Tentu saja. Aku sudah janji" ucap Anita terbata-bata masih merasa canggung.


"Ja... jangan. Nanti kita ketemu langsung aja di tempat kamu inginkan. Nanti kamu sharelok aja tempatnya" tolak Anita saat Raja hendak ingin menjemputnya "yaa ... itupun kalau kamu gak mau aku berubah pikiran... heee..." seloroh Anita mulai mencoba kembali seperti biasanya.


"hmmm... ok baiklah, aku ikut kamu saja" pasrah Raja tidak ingin Anita sampai membatalkan makan malam bersamanya.


Malam pun tiba, begitupun dengan Anita yang sudah sampai di tempat yang telah Raja sharelok tadi.


Sementara Raja sudah menunggu di luar parkiran di samping mobilnya sambil sesekali menendang-nendang sesuatu yang tidak jelas untuk menghilangkan kebosanannya.


Lalu Anita melihat Raja dan segera menghampirinya. Kemudian merekapun hendak masuk kedalam sebuah restoran yang cukup mewah.


Anita yang melihat orang lain berpakaian bagus dan mewah, tidak seperti dirinya yang memakai pakaian biasa saja tidak sempat pulang ke kosan untuk mengganti pakaiannya.


Seketika membuatnya enggan untuk masuk dan menghentikan langkahnya cepat. Raja yang menyadari hal itu ikut berhenti lalu bertanya pada Anita.


"Ada apa, Nit. Kenapa kamu berhenti?" tanya Raja saat melihat Anita berhenti.

__ADS_1


"Za.. apa kita tidak bisa makan malam di tempat lain saja. Aku merasa tidak nyaman kalau sampai masuk kedalam, terlebih bajuku juga tidak sesuai dengan kebanyakan orang di dalam. Aku malu" ucap Anita jujur.


"Tidak apa-apa, Nit. Kenapa kamu harus malu. Lagi pula kita kesini untuk makan, bukan untuk berpesta" ucap Raja mencoba meyakinkan Anita.


"Apa kamu yakin tidak apa-apa?" tanya Anita memastikan meski tetap merasa belum nyaman. Kemudian Raja menanggapinya dengan senyuman dan anggukan mata, tanda tidak jadi masalah.


"Ayo kita masuk!" ajak Raja. Namun Anita masih terlihat enggan untuk masuk. Kemudian Raja mempunyai ide untuk memakaikan jasnya pada Anita agar terlihat sedikit lebih baik dan nyaman.


"Tunggu... kalau kamu masih belum nyaman, kamu pakai jas aku saja ya, seperti ini" ucap Raja sambil mengenakan jasnya di bahu Anita tanpa memasukannya lengkap. Jadi terlihat lebih menarik dan sedikit lebih baik dari sebelumnya.


Kemudian dengan senyum terpaksa akhirnya Anita berusaha untuk ikut, melihat Raja yang terus memaksa dan tidak ingin mengecewakannya.


Setelah masuk, Anita dan Raja duduk di samping jendela yang dapat melihat suasana di luar juga agak jauh dari hadapan orang-orang yang mungkin akan melihat dan menilai Anita sebelah mata, sengaja Raja memilih tempat duduk tersebut.


Sementara itu, di tengah-tengah tempat duduk yang agak jauh dari tempat Anita, terlihat Alex sedang berbicara dengan seseorang yang sepertinya itu salah satu kliennya.


Mereka terlihat begitu serius berbicara, hingga akhirnya klien tersebut berjabatangan dengan Alex lalu pergi.


Kemudian tanpa sengaja Alex melihat Anita saat kliennya berdiri dan pergi. Membuatnya menatap Anita lekat-lekat.


Ada sedikit rasa cemburu yang terlihat dari wajah Alex tanpa dia sadari saat melihat Anita bersama pria lain.


Kemudian tanpa berpikir panjang lagi, Alex segera menghampiri meja tempat duduk Anita dan Raja.


Seolah merasa dekat dengan Anita, tanpa berbasa-basi lagi Alex tiba-tiba duduk di samping Anita dan juga Raja.


Sontak membuat Anita dan Raja saling menatap heran dan merasa Alex sok akrab dengan mereka. Meskipun Raja mengenalnya sebagai partner bisnis ayahnya.


Namun dengan sok asyiknya Alex mengganggu kebersamaan Anita dan Raja.


Sepertinya Alex tidak perduli lagi dengan kewibawaannya di hadapan Raja.


Anita yang bingung, hanya bisa diam dan merasa bertambah malu pada Raja. Meskipun Anita merasa tidak punya hubungan apapun dengan Raja, tapi melihat sikap Alex yang tidak seperti seorang CEO membuatnya merasa malu sendiri.

__ADS_1


__ADS_2