
Kemudian setelah itu, Anita pergi ke belakang halaman rumah untuk menenangkan diri sebentar.
Dimana tempat tersebut tidak ada orang sama sekali, sehingga membuatnya bisa dengan leluasa mencurahkan perasaannya dengan menangis.
Sementara Alex yang merasa ingin cepat-cepat pulang dan ingin bertemu dengan Anita, segera melangkahkan kakinya.
Tidak perduli waktu pulang masih satu jam lagi, tapi karena dia bos merasa wajar wajar saja dengan apa yang tengah dia lakukan.
Hingga akhirnya dia pun masuk ke dalam mobil asisten pribadinya yang kuncinya dia minta dari Rafi terlebih dahulu.
Tidak perduli nanti Rafi pulang naik apa, tapi yang jelas Alex ingin segera buru-buru bertemu dengan Anita.
Merasa rindu terlalu berat meski dia baru tadi pagi bertemu dengan Anita.
Seperti baru pisah LDR ran, Alex merasakan dadanya yang menggebu-gebu, tidak sabaran ingin segera bertemu dengan pujaan hati yang saat ini baru menempati relung hatinya.
Selama ini, Alex sudah lama merasa hampa dan hatinya terasa kosong setelah kepergian istrinya yang sudah begitu lama meninggalkannya sendiri bersama anak tercinta satu-satunya.
Tapi kali ini, entah kenapa setelah melewati satu malam yang menegangkan bersama Anita, membuatnya menjadi candu dan merasakan ada perasaan yang berbeda.
Di dalam perjalanan menuju rumahnya, Alex nampak terlihat senyam senyum sendiri sambil mengendarai mobilnya dengan tetap fokus menyetir.
Sementara itu, Anita yang merasa sudah agak lebih tenang kembali bangkit dari posisi duduknya. Dia sudah mulai merasa lapar lagi setelah terakhir makan tadi pagi.
Akhirnya dia memutuskan untuk kembali ke dapur, berharap dua pelayan tadi sudah pergi dari tempat tersebut. Supaya dia bisa membuat mie instan sebagai pengganjal perutnya.
Sesampainya di dapur, Anita sudah tidak melihat mereka berdua. Namun ada Mbo Inah yang sedang menyiapkan bahan makanan untuk nanti membuat makan malam.
"Mbo dari mana saja tadi?" tanya Anita pada Mbo Inah, merasa tidak melihatnya dimana-mana tadi.
"Eh... nak Anita. Tadi Mbo habis dari supermarket membeli barang-barang yang sudah pada kosong" ucap Mbo Inah memberitahu.
"Tadinya Mbo mau mengajak nak Anita, tapi setelah Mbo pikir-pikir nak Anita kan baru pulang dari luar kota pasti sedang kecapean, jadinya Mbo memutuskan untuk pergi sendiri saja" lanjut Mbo Inah memberitahu Anita.
"Oh... " Anita hanya berkata begitu saja sambil mengangguk pelan.
"Kalau begitu biar aku bantu membereskannya Mbo. Sini" lanjut Anita berpikir untuk membantu Mbo Inah.
"Ya sudah kalau begitu, Mbo tinggal dulu sebentar" ucap Mbo Inah pada Anita.
"Ya Mbo"
__ADS_1
Kemudian Anita pun lebih memilih untuk membereskan barang bawaan Mbo Inah di bandingkan dengan dia yang niat awalnya ingin mengisi perutnya dengan mie instan.
Sementara itu Alex yang sudah sampai di depan halaman rumahnya segera keluar dari dalam mobil dengan terburu-buru, hingga membuatnya hampir mau terjatuh saat langkah kakinya sendiri membuatnya tersandung.
Dia merasa tidak sabaran ingin segera bertemu dengan Anita.
Sementara para penjaga dan pelayan yang sedang berada di luar dan melihat kedatangan tuannya yang seperti itu membuat mereka merasa heran dan hendak ingin tertawa melihat tuannya tersebut, namun takut di anggapnya tidak sopan dengan menertawakannya.
Tapi Alex yang hatinya sedang berbunga-bunga tidak terlalu ambil pusing dengan apa yang terjadi padanya. Dia segera berdiri dan bersikap biasa saja kemudian segera kembali fokus pada niat awalnya.
Dia segera masuk ke dalam rumah, mulai celingak celinguk mencari seseorang yaitu mencari Anita.
Sementara Anita yang masih sedang membereskan barang belanjaan Mbo Inah tidak menyadari bahwa Alex sudah pulang lebih awal dari biasanya.
Sehingga membuatnya santai-santai saja melakukan hal tersebut. Sambil sesekali bersenandung menghilangkan rasa prustasinya yang tadi sempat terusik oleh orang-orang yang tidak penting tersebut.
Namun Alex yang masih mencari-cari Anita tanpa memanggil-manggilnya masih belum menemukan dimana pun sampai dia memberanikan diri membuka pintu kamar Anita yang ternyata juga kosong tak ada orang.
Akhirnya diam-diam Alex mendengar seseorang yang samar-samar terdengar sedang bersenandung, suaranya terdengar tidak jauh dari kamarnya Anita.
Membuatnya pelan-pelan mengikuti arah suara tersebut, dan di lihatnya Anita yang sedang bersenandung sambil membereskan barang-barang di atas meja dapur.
Alex yang tidak menyangka dengan suara Anita yang terdengar bagus dan indah di dengarnya, mencoba bersabar untuk dapat memeluk Anita.
Alex terlihat menikmati pemandangannya, dia juga terlihat sesekali menutup matanya mencoba menikmati suara indah Anita dari telinganya.
Sementara Anita masih tidak sadar, bahwa dirinya sedang di perhatikan dari balik punggungnya.
Hingga akhirnya dia hendak menaruh sesuatu ke dalam kulkas. Tapi sebelum dia menjalankan niatnya, Anita malah kaget duluan dan berteriak saat dia berbalik dan melihat Alex sudah berada di samping kulkas raksasa tersebut.
"aaah ... " teriak Anita saat melihat Alex sudah berada di samping kulkas, merasa malu karena rupanya Alex diam-diam mendengarkan suaranya.
"Tut ...tuan. Sejak kapan berada di situ?" tanya Anita terlihat malu-malu.
"Yah lumayan lama untuk mendengarkan suara indah mu itu dan membuatku terpaku untuk mendengarnya terus" ucap Alex mulai menggombal.
"Tat..tapi, tuan. Kenapa anda anda sudah pulang jam segini?" ucap Anita terbata-bata masih terlihat gugup dan mencoba mengalihkan pembicaraan.
"Memangnya kenapa kalau aku pulang lebih awal dari biasanya?" ucap Alex sambil mulai melangkah, perlahan mendekati Anita.
"Ti .. tidak kenapa-napa, tuan" ucap Anita sambil membalikkan badannya saat melihat Alex terus melangkah menghampirinya.
__ADS_1
Anita yang tiba-tiba merasa gugup dan deg-degan, saat melihat Alex terus-terusan melangkah dan mendekatinya hendak pergi melangkah dari tempatnya tersebut.
Tapi Alex yang sudah berada tepat di belakangnya, membuat Anita tidak bisa melangkahkan kakinya.
Terlebih saat Alex tiba-tiba memeluknya dari belakang. Entah mengapa dalam sesaat membuat Anita menerima perlakuan Alex tersebut, meski dengan perasaan yang tidak menentu.
Sementara Alex yang mulai berani menunjukan perasaannya, tidak segan-segan lagi mencium pipi Anita dengan mesra.
"Tapi... bagaimana kalau aku yang sedang merindukan mu" ucap Alex lirih sambil memeluk Anita dari belakangnya dan mulai mencium pipi Anita tanpa ada rasa beban di pikirannya.
"Kau tahu, aku dari tadi sudah tidak sabar ingin segera bertemu denganmu, dengan istriku" lanjut Alex masih dengan pelukannya dan kata-kata terakhirnya mampu membuat Anita menghangat dan tertegun mendengar kata-kata Alex yang menyebutnya sebagai istri.
Kemudian, Alex yang melihat tidak ada penolakan dari Anita, segera membalikan badannya supaya bisa menatapnya dengan jelas.
Membuat mereka saling bertatapan satu sama lain. Sementara Alex sambil pelan-pelan menyapu wajah Anita dengan jari-jarinya.
Melihat wajah Anita dengan senyuman yang sulit di artikan, dan Anita hanya bisa diam membisu menerima perlakuan Alex yang seperti itu.
Entah mengapa setiap kali Alex menganggapnya sebagai istri, membuat Anita tidak bisa berkutik setiap kali Alex menyentuh dan memperlakukannya dengan lembut.
Hingga pada saat Alex mencondongkan wajahnya dan berniat hendak ingin mencium bibir Anita, dia pun tanpa sadar seolah mengizinkan Alex untuk melakukannya.
Tapi pada saat hendak terjadi, tiba-tiba terdengar suara Mbo Inah datang tanpa tahu bahwa tuannya juga sudah berada di dapur.
"Nak Anita, apa sudah selesai membereskannya?" teriak Mbo Inah di depan tempat masuk ke dapur sebelum masuk ke dalam dapurnya.
Membuat Anita yang hendak di cium Alex mendadak terkejut dan gelagapan sambil spontan berpura-pura membereskan kembali barang-barang yang masih berada di atas meja di hadapannya.
"I..iya Mbo. Sebentar lagi" ucap Anita merasa salting sambil berpura-pura membereskan barang yang berada di atas meja.
Sementara Alex yang masih berdiri di tempat, hanya bisa menarik nafas kesal. Merasa apa yang hendak ingin di lakukannya pada Anita gagal total gara-gara Mbo Inah yang tiba-tiba berteriak dan mengganggu ke romantisannya.
Namun Mbo Inah yang tidak tahu apa-apa, bersikap biasa saja dan mulai mempertanyakan tuannya yang di lihatnya sudah pulang lebih awal.
"Eh... ada tuan juga rupanya. Tumben tuan jam segini sudah pulang lebih awal" ucap Mbo Inah saat sudah berada di dapur dan melihat keberadaan tuannya.
"Apa ada yang tuan inginkan. Biar saya antarkan nanti" tanya Mbo Inah, mengira tuannya berada di dapur menginginkan sesuatu yang berada di tempat tersebut.
"Ah iya Mbo. Saya pengen di buatkan kopi hitam, tapi tadi saya sudah bilang sama Anita dan menyuruhnya untuk mengantarkannya sendiri ke ruangan saya" ucap Alex beralibi, namun sambil memanfaatkannya supaya bisa bertemu kembali dengan Anita di ruangannya sendiri.
"Kalau begitu saya ke kamar dulu, ya Mbo" lanjut Alex berbicara pada Mbo Inah.
__ADS_1
Kemudian Alex pun pergi menuju kamarnya dengan perasaan kecewa yang tidak jadi mencium Anita.