Jodohku Ayah Sahabatku

Jodohku Ayah Sahabatku
Kurang Ajar


__ADS_3

Kemudian setelah Alex berpura-pura tidak mengetahui kebusukannya, orang tersebut segera pergi dari ruangan Alex setelah dia mendapatkan apa yang dia inginkan.


Dan diam-diam orang tersebut meremehkan Alex dan menganggapnya bodoh.


Namun dia tidak tahu apa yang sebenarnya sedang di rencanakan Alex dan Lolita untuk membongkar kebusukannya tersebut.


Sementara itu di tempat lain Anita dan Raja nampak sedang mengadakan meeting bersama para karyawan lainnya di perusahaan Raja.


Nampak Anita sedang mempresentasikan sesuatu. Tapi Raja sepertinya lebih fokus menatap Anita yang sedang berbicara sambil memikirkan sesuatu.


Entah apa yang sedang di pikirkan Raja tentang Anita saat ini. Tapi yang jelas saat Anita telah selesai berbicara dan mulai bertanya tanggapannya, Raja terlihat tak bergeming dan melamun.


Membuatnya nampak sedikit terkejut namun kembali berpura-pura tidak terjadi apa-apa dan segera menanggapi apa yang tadi di presentasikan Anita di hadapannya.


Setelah semuanya selesai dan sebagian karyawan lebih dulu pergi meninggalkan ruangan meeting tersebut, Anita segera menghampiri Raja dan mulai bertanya kembali padanya.


"Tuan... Apa kau baik-baik saja?" tanya Anita pada Raja setelah melihat karyawan lainnya sudah pergi.


"Iya... ya... aku baik-baik saja. Kenapa memangnya?" ucap Raja berbohong.


"Apa anda yakin?" ucap Anita bertanya kembali meyakinkan.


"Tentu saja" ucap Raja menanggapi Anita.


"Tapi sepertinya tadi anda tidak fokus. Apa ada yang mengganggu pikiran anda?" ucap Anita masih dengan perasaannya.


"Aku bilang... Abu baik-baik saja. Sekarang kau boleh pergi.. Silahkan!" ucap Raja mendadak sedikit sinis dan tidak memperdulikan perasaan Anita dengan berbicara terdengar kasar seperti itu.


Membuat Anita terdiam dan hendak pergi meninggalkan Raja di tempat.


Namun saat Anita hendak benar-benar pergi, Raja segera menghentikan Anita dan meminta maaf atas ucapan yang terdengar sedikit sinis padanya.


"Tunggu..." ucap Raja mengehentikan langkah Anita.


"Maafkan aku Anita. Aku tidak bermaksud" lanjut Raja berbicara namun tidak berani memandang Anita.


"Iya tuan, tidak apa-apa. Kalau begitu saya pergi dulu. Permisi" ucap Anita tidak masalah, namun membuatnya merasa sedikit aneh dengan sikap Raja yang terlihat dingin padanya.


Kemudian Anita pun segera beranjak dan pergi meninggalkan Raja.


Sore pun menjelang, waktunya untuk mereka kembali pulang.


Namun Raja, lagi-lagi kembali ke club malam untuk menghilangkan rasa gundahnya.


Berbeda dengan Anita dan Alex yang tengah bersiap membicarakan pesta peresmian pernikahan mereka.


Mereka nampak senang dan bahagia menyambut acara pesta tersebut sambil merencanakannya di ruang keluarga.


Namun Lolita yang nampak terlihat sudah siap untuk pergi ke suatu acara temannya hendak berpamitan pada ayah dan ibu sambung kecilnya tersebut.


"Waaah... sepertinya kalian begitu bahagia. Apa yang sedang kalian bicarakan?" ucap Lolita menghampiri keluarganya.


"Eh... sayang...." ucap Alex pada anaknya.


"Tentu saja kami bahagia, sebentar lagi kita kan akan mengadakan acara pesta peresmian pernikahan. Apa kamu lupa?" lanjut Alex berbicara pada Lolita.


"Benarkah. Apa kalian akan segera meresmikannya?. Syukurlah kalau begitu, aku merasa senang mendengarnya. Kapan kalian akan melangsungkannya?" ucap Lolita merasa ikut bahagia mendengarnya.


"Kalau tidak ada kendala. Kami akan segera melangsungkannya minggu-minggu ini. Dan kau harus membantu kami menyiapkannya" ucap Alex pada anaknya.


"Tentu saja. Aku pasti akan ikut menyiapkan peserta pernikahan kalian. Dan akan membuatnya terlihat lebih spesial untuk Daddy dan Mami kecilku ini" ucap Lolita sambil segera memeluk Anita dari belakang dan mencium pipinya sayang.


"Terima kasih Lolita. Kamu sudah begitu baik dan mau menerimaku sebagai ibu sambungmu dan tetap menjadi sahabat terbaik ku" ucap Anita jujur dan begitu tulus pada sahabatnya tersebut.


"Sudah jangan sedih-sedih lagi. Sampai kapanpun aku akan menjadi sahabat terbaik mu. Tapi sebelum kita merencanakan pesta itu, aku akan pergi dulu untuk bersenang-senang..." ucap Lolita pada mereka berdua dengan rasa senangnya.


"Kalian bersenang-senanglah juga, dan Daddy setelah nanti kalian selesai meresmikan pernikahan kalian, Daddy harus segera mengajak mami kecilku ini honey moon ke tempat yang paling indah dan romantis. Biar dia tambah cinta dan lengket dengan Daddy" ucap Lolita kembali menggoda mereka berdua.


"Ya sudah aku pergi dulu ya, dad" lanjut Lolita berbicara sambil hendak beranjak pergi.


"Ehh .. tunggu dulu. Kamu mau pergi kemana?" ucap Alex sambil berteriak menanyakan kepergian anak perempuannya.

__ADS_1


"Jangan malam-malam pulangnya!" lanjut Alex berbicara tanpa mendengar jawaban dari anak perempuannya tersebut.


"Dasar anak itu... " ucap Alex berbicara sendiri.


"Sudah sayang jangan kesal begitu... Biarkan sekali-kali Lolita bahagia dengan acaranya sendiri" ucap Anita membela sahabatnya tersebut sambil memeluk Alex sedikit merayunya.


"Kamu ini... mentang-mentang dia sahabatmu. Kamu bela terus" ucap Alex sedikit berpura-pura kesal.


"Baiklah kalau begitu... Berarti aku juga boleh bersenang-senang dengan mu, kan?" ucap Alex kembali, dan nampak terlihat mulai menggoda Anita untuk melakukan sesuatu sambil hendak menciumnya.


"Tut..tunggu dulu sayang. Lihat itu... Disini masih ada Alexa. Apa kamu lupa?" ucap Anita memberitahu suaminya bahwa masih ada anak laki-lakinya yang masih bermain mobil-mobilan di tempat tersebut.


"Oohh... maaf kan aku sayang. Aku lupa, berarti kalau begitu kita bisa melakukannya di ruangan lain, bukan?" ucap Alex dengan beraninya.


"Mbo...." ucap Alex segera memanggil Mbo Inah, berniat untuk menitipkan anak laki-lakinya tersebut pada Mbo Inah.


"Iya, tuan. Ada apa?" ucap Mbo Inah setelah cepat-cepat datang menghampiri tuannya.


"Mbo tolong awasi Alexa. Sepertinya dia masih mau bermain, kami pergi dulu sebentar" ucap Alex pada Mbo Inah.


"Baik, tuan" ucap Mbo Inah sambil menunduk pelan.


"Tut.. tunggu dulu. Tapi Alexa bagaimana" ucap Anita kembali mendadak gugup saat suaminya tersebut menarik tangannya untuk ikut bersamanya ke suatu tempat yang ada di rumah tersebut.


"Sudah tenang saja. Kan ada Mbo Inah yang akan menjaganya" ucap Alex sambil memaksa membawa Anita.


"Tat..tapi" ucap Anita malu-malu kucing.


"Tidak apa-apa, nyonya. Biar den Alexa saya yang jaga" ucap Mbo Inah mencoba menenangkan Anita dan membantu keinginan tuannya yang ingin berduaan dengan istrinya tersebut.


"Tuh dengar sendiri kan ... sudah ayo ikut aku" ucap Alex pada Anita.


Kemudian mau tidak mau Anita pun mengikuti kemana Alexa membawanya.


Sementara itu di tempat lain, Raja sudah menghabiskan beberapa gelas minuman yang dia pikir akan membantunya untuk melupakan Anita.


Hingga membuatnya beberapa kali tertidur di atas meja bar dan setelah sadar kembali dia meminum alkuhul tersebut.


Dan di tempat dan waktu yang bersamaan, ternyata Lolita juga datang ke tempat tersebut untuk merayakan acara pesta teman lainnya tersebut.


Dia tidak tahu kalau Raja juga sedang berada di tempat itu. Hingga beberapa waktu, dia masih bersenang-senang menikmati acara temannya tersebut.


Dan Raja yang sudah mulai mabuk berat hendak pergi sambil sempoyongan. Juga Lolita yang sedang menari bersama dengan teman-temannya tidak tahu akan ada orang yang mengganggunya dengan tidak sengaja.


Rupanya Raja yang sudah tidak sadarkan diri, tiba-tiba sambil berjalan sempoyongan menabrak semua orang yang menghalanginya.


Dan pada saat yang bersamaan, dia pun menabrak Lolita tanpa sengaja.


Namun kali ini, Raja tersandung kaki pengunjung lain dan membuatnya menabrak Lolita hingga mereka berdua jatuh bersamaan.


Tapi posisi jatuh mereka membuat Lolita terbelalak dan merasa kaget juga merasa sangat malu.


Bagaimana tidak, posisi Raja saat ini di atas tubuh Lolita dan tanpa sengaja mencium bibirnya.


Tentu saja hal itu membuat Lolita amat kesal dan marah menerima perlakuan dadakan yang terbilang melecehkan harga diri dan martabatnya dari orang yang tidak di kenalnya.


Terlebih dengan lampu-lampu remang yang sulit untuk mengenali wajah seseorang.


Hingga akhirnya dengan rasa kesal dan marahnya, Lolita segera mendorong Raja dari atas tubuhnya kemudian tanpa segan-segan segera memukul-mukul dan menampar Raja yang dia sangka laki-laki hidung belang.


"Kurang ajar... brengsek... dasar sialan. Berani-beraninya kau menciumku di depan banyak orang!" ucap Lolita dengan tanpa ampunnya.


Lolita yang tadinya memiliki sifat manja dan penakut, tiba-tiba berubah menjadi wanita yang sedikit mengerikan.


Membuat teman-temannya yang melihat hal tersebut merasa tercengang dan sesaat terbengong melihat amukan Lolita yang mendadak barbar tersebut.


Namun mereka juga merasa itu hal wajar saja terjadi pada perempuan yang tiba-tiba di lecehkan di depan banyak orang, sama seperti yang di alami Lolita saat ini.


Sementara Raja, hanya dapat menahan amukan Lolita dengan tangannya sendiri. Sambil meminta maaf dan menutup matanya merasa pusing, lalu tiba-tiba pingsan di bawah amukan Lolita.


"Sudah cukup Lolita... Lihat dia pingsan" ucap salah satu teman Lolita yang melihat Raja sudah pingsan.

__ADS_1


"Apa?..." ucap Lolita sambil menghentikan pukulannya.


Kemudian pelan-pelan dia menatap laki-laki tersebut dengan saksama.


Dan betapa kagetnya dia saat melihat wajah Raja di balik lampu yang minim dengan cahaya.


"Kak Raja...?" ucap Lolita merasa kaget.


"Lolita, apa kau mengenal laki-laki ini?" ucap salah satu temannya bertanya.


"Aduuh... bagaimana ini. Aku tidak sengaja membuat kak Raja pingsan" ucap Lolita dalam hati berbalik merasa tidak enak hati.


"Ayo bangun... cepat tolong dia" ucap teman-teman Lolita yang lainnya membantunya berdiri.


Kemudian membantu Raja yang tergeletak di lantai dan mengangkatnya ke sofa tempat mereka tadinya duduk.


"Bagaimana ini, sepertinya dia masih pingsan. Lolita, apa kau benar-benar mengenal laki-laki ini?" ucap teman laki-laki bertanya pada Lolita.


Membuat Lolita merasa sedikit malu dan tidak tahu harus berbuat apa lagi padanya.


Dia hanya dapat mengangguk dan sedikit merasa bersalah, meskipun dia yang mendapatkan perlakuan tidak baik dari Raja.


"Aaahh.. jangan-jangan di antara kalian ada hubungan spesial ya. Sampai-sampai dia berani menciumu di depan kami" ucap salah satu teman Lolita berbicara, membuat Lolita tiba-tiba merasa salah tingkah.


"Tit.. tidak. Aku tidak ada hubungan apapun dengannya" ucap Lolita mencoba mengelak.


"Ahh... kau tidak perlu bohong begitu. Buktinya, wajah mu kenapa tiba-tiba merona begitu" ucap temannya kembali membuatnya salah tingkah.


"Sudah teman-teman.. Lebih baik kita kembali bersenang-senang lagi. Biarkan Lolita yang menemani laki-laki ini" ucapnya kembali dan segera mengajak teman-teman lainnya berdansa dan meninggalkan Lolita berdua dengan Raja di sofa.


"Tut.. tunggu, kalian salah paham" ucap Lolita mencoba membuat mereka mengerti.


Kemudian mereka pun tetap pergi dan tidak menghiraukan ucapan Lolita.


Sementara itu, Lolita kembali merasa bingung. Dia tidak tahu apa yang harus di lakukannya dengan Raja yang masih tidak sadarkan diri.


"Aduuh... bagaimana ini. Sekarang aku harus apa, masa iya harus nunggu dia sampai siuman. Mana tubuhnya bau banget alkuhul lagi. Berapa banyak yang sudah dia habiskan" ucap Lolita berbicara sendiri sambil melihat tubuh Raja yang masih belum sadarkan diri.


"Kenapa wajahnya terlihat begitu sedih sekali. Apa dia habis putus cinta?" ucap Lolita menduga-duga.


Lolita tidak tahu kalau Raja memang sedang patah hati karena sahabat dan ayahnya tersebut.


Kalaupun dia mengira Raja sedang patah hati, tapi dia tidak tahu kalau ternyata diam-diam Raja menyimpan cinta untuk sahabatnya tersebut.


"Wanita mana yang begitu tega membuat nya terluka seperti ini?" ucap Lolita sambil menatap wajah Raja.


"Kasihan sekali..." lanjut Lolita berbicara mengasihani seorang Raja.


"Sudahlah lebih baik aku tinggal sebentar dulu ke toilet" ucap Lolita sambil berdiri dan hendak pergi melewati Raja yang sedang tertidur pingsan.


Tapi saat Lolita melangkah pergi melewati Raja, tiba-tiba tangannya di genggam oleh Raja dan membuat Lolita menghentikan langkahnya.


Kemudian dengan cepat tangan Raja menarik tangannya hingga Lolita terduduk di sampingnya.


"Tunggu... jangan pergi" ucap Raja sambil tetap memejamkan matanya.


"Jangan tinggalkan aku. Aku mohon" ucap Raja kembali saat Lolita mulai terduduk di sampingnya.


Lalu tiba-tiba Raja memeluk perut Lolita yang dekat dengan jangkauannya sambil tetap menutup matanya tidak sadar.


Membuat Lolita merasa sangat gugup dan bingung di perlakukan Raja seperti itu.


Sementara salah satu temannya yang hendak mengambil minum di depan mejanya kembali menggoda Lolita dan menyangka mereka sedang berbuat mesra.


"Loli... kau ini. Katanya tidak mengenal laki-laki ini. Baiklah aku tidak akan mengganggu. Aku hanya mengambil minuman ku. Lanjutkan lah" ucap teman laki-lakinya mengira yang tidak-tidak.


"Tit.. tidak.. kau salah paham. Dia.. dia" ucap Lolita mencoba hendak menjelaskan kembali, namun temannya tetap terus pergi meninggalkannya bersama Raja yang sedang mengigau.


"Aduuh.. Kak Raja sadarlah.. kau membuat teman-teman ku jadi salah paham padaku" ucap Lolita sambil berusaha menyadarkan Raja.


"Kak Raja lepaskan aku... Sadarlah... bangun" ucap Lolita sambi terus berusaha melepaskan pelukannya dan menyadarkan Raja yang masih belum juga sadar.

__ADS_1


__ADS_2