
"Terima kasih, dad" ucap Lolita sambil membalas pelukan ayahnya tersebut.
"Tapi sepertinya wajah Daddy tidak merasa senang dengan pencapaian ku" ucap Lolita yang masih merasa ayahnya tersebut tidak begitu antusias dengan pencapaian nya saat ini.
"Tidak sayang.... bukan itu yang membuat Daddy tidak senang. Justru Daddy sangat senang dan bangga pada mu" ucap Alex pada anaknya tersebut.
"Baiklah, maafkan Daddy. Daddy tidak bermaksud membuat mu tersinggung dengan sikap Daddy seperti ini" lanjut Alex kembali meminta maaf karena moodnya yang tiba-tiba tidak baik dan membuat anaknya harus melihat raut wajah tidak menyenangkannya tersebut.
"Tidak apa-apa, Dad. Aku mengerti" ucap Lolita penuh pengertian.
"Ya Sudah kalau begitu, aku akan ke luar dulu" lanjut Lolita berbicara.
Kemudian Lolita pun segera keluar meninggalkan Alex di ruangannya tersebut.
Sementara itu di tempat lain, ada seseorang yang sedang melihat berita yang mana isinya adalah rencana pesta peresmian pernikahan Alex yang akan di selenggarakan dengan Anita.
Rupanya Alex sudah mengumumkan dan memberitakan hal tersebut di koran dan majalah. Dia ingin dunia tahu kalau sebentar lagi dia akan memperkenalkan istrinya pada banyak orang.
Namun hal tersebut rupanya membuat seseorang yang merasa dendam pada Anita dan Alex menjadi tahu di mana mereka akan menyelenggarakannya sehingga membuat orang tersebut berencana untuk masuk ke acara tersebut diam-diam, bagaimana pun caranya.
"Setelah sekian lama, akhirnya aku mendapatkan kesempatan untuk menghabisi kalian" ucap orang tersebut dengan tatapan dan senyuman jahatnya, setelah dia berhasil mengetahui keberadaan Alex dan Anita.
"Kalian telah membuat hidupku hancur. Dan kali ini aku juga akan membuat kalian hancur sehancur-hancurnya" lanjut orang tersebut berbicara sendiri.
Sementara itu di kantor, Anita sudah hampir menyelesaikan tugasnya. Namun waktu sudah menunjukan jam istirahat. Dan saatnya dia untuk makan siang.
Namun Anita merasa bingung, hingga saat ini Raja belum kembali ke kantornya dan sebagai sekertaris nya, Anita tidak di kabari.
Dia ingin berbicara langsung lebih dulu dengan Raja sebelum dia benar-benar harus keluar dari kantornya.
Tapi sepertinya untuk saat ini, Anita harus menunggu kembali.
Sementara itu, nyonya Maia dan teman-teman nya yang masih di restoran sedang melanjutkan arisannya dengan makan siang bersama.
Namun saat dia melihat ke jendela luar, tanpa sengaja dia melihat seorang perempuan yang di kenalnya. Dia nampak tersenyum dan segera berdiri untuk menyapanya lebih dulu.
"Tunggu Jeng Maia... mau pergi kemana?" ucap salah satu temannya yang melihat nyonya Maia berdiri dan hendak pergi.
"Iya Jeng, memangnya mau kemana?" ucap teman arisan lainnya.
"Sebentar... saya mau memperkenalkan seseorang pada kalian. Tunggu sebentar" ucap nyonya Maia pada teman-teman arisannya.
Kemudian nyonya Maia pun segera beranjak dan menyusul orang yang di kenalinya tersebut.
"Tunggu!.. Kamu Lolita kan?" ucap nyonya Maia sambil menghentikan orang yang di kenalnya tersebut.
Rupanya orang itu Lolita yang hendak makan siang di sebuah kafe yang dekat dengan restoran tempat nyonya Maia sedang mengadakan arisan.
Namun Lolita yang baru sekali bertemu dengan nyonya Maia, membuatnya sedikit berpikir sejenak lalu kemudian dia merasa terkejut dan merasa bingung setelah menyadari siapa orang tua tersebut yang ada di hadapannya.
"Tunggu... bukankah ini maminya kak Raja. Kenapa dia bisa ada disini?" ucap Lolita dalam hati setelah dia mengingat siapa nyonya Maia.
"Aduuh... bagaimana ini. Aku harus bilang apa padanya?... Kalau aku pura-pura tidak mengenalnya, mungkin dia akan tersinggung. Dan kemungkinan aku akan bertemu lagi dengan nya" lanjut Lolita berbicara masih di dalam hatinya.
"Sayang... kenapa kau melamun. Apa kau tidak mengenali ku?" ucap nyonya Maia mulai menampakkan rasa khawatirnya tidak di kenali.
"Bu... bukan Tante. Aku hanya sedikit kaget saja bisa bertemu dengan tante disini. Apa yang Tante lakukan disini?" ucap Lolita merasa sedikit canggung.
"Tante lagi ngadain arisan di sini" ucap nyonya Maia.
"Kamu ikut Tante dulu sebentar, ya. Nanti tante kenalin sama temen-temen arisan Tante. Mau ya" ucap nyonya Maia sedikit memaksa.
"Ta...tapi tante. Sa...saya" ucap Lolita hendak menolak. Tapi sayangnya nyonya Maia tetap menarik paksa Lolita untuk ikut bersamanya.
Hingga akhirnya pun Lolita terpaksa mengikuti nya.
Setelah nyonya Maia membawa nya masuk ke dalam restoran tersebut. Dia mulai memperkenalkan Lolita pada teman-temannya.
__ADS_1
"Eh.. Jeng... Itu siapa yang di bawa?. Cantik sekali" ucap salah satu teman nyonya Maia bertanya.
"Iya.. jeng, cantik sekali" ucap yang lainnya memuji Lolita.
"Iya dong, tentu saja cantik. Perkenalkan ini pacar anakku namanya Lolita. Cantik kan dia?" ucap Nyonya Maia memperkenalkan Lolita sebagai pacar anaknya.
Namun hal tersebut tentu membuat Lolita merasa kaget dan bingung. Lagi-lagi dia harus kembali berbohong dan menambah orang-orang yang harus di bohonginya.
Dia hanya dapat tersenyum memaksakan diri, dan berpura-pura mengiyakan.
"Aduuh... bagaimana ini. lagi-lagi aku harus berbohong pada orang lain. Gara-gara dia aku harus terus berbohong. Menyebalkan..." ucap Lolita dalam hati.
Sementara itu, tiba-tiba nada dering handphone nyonya Maia terdengar. Dia segera mengangkatnya.
"Hallo..." ucap nyonya Maia setelah mengangkat teleponnya.
"Sayang kamu sudah pulang?.. Mami lagi ada di restoran, lagi ada arisan sama teman-teman mami" ucap nyonya Maia pada orang di ujung telpon.
"Coba tebak, mami lagi sama siapa?" ucap nyonya Maia kembali bertanya.
"Mami juga lagi sama Lolita pacar kamu" lanjut nyonya Maia terus berbicara pada anaknya.
"Apa?. Mami sedang bersama Lolita?" ucap Raja sedikit terkejut.
"Iya Lolita, pacarmu" ucap nyonya Maia memberi tahu kembali dengan pelan.
"Baiklah aku akan kesitu. Mami tolong Sherlock" ucap Raja pada ibunya.
Kemudian setelah mendengar ibunya memberitahu bahwa Lolita bersamanya, hal itu membuat Raja sedikit khawatir dan segera hendak menemui mereka.
Sementara itu, Lolita dengan terpaksa harus mengikuti acara tersebut sambil makan siang bersama dengan nyonya Maia dan teman-teman nya.
Meski awalnya Lolita merasa tidak nyaman berada di antara mereka, tapi lama kelamaan diapun mulai sedikit terbawa suasana mereka.
Hal itu membuat nyonya Maia yang melihatnya jadi semakin bertambah senang dan bahagia dapat melihat Lolita dapat berbaur dengan teman-teman arisannya tersebut.
Hingga beberapa lama kemudian, Raja pun datang dan menghampiri mereka.
"Hai sayang... kenapa kau tidak bilang akan bertemu dengan mami" ucap Raja saat dia mulai melihat Lolita dan memeluknya.
Membuat Lolita tidak bisa berkata apa-apa dan hanya dapat tersenyum merasa bingung.
"Mami sama Lolita tidak sengaja bertemu. Jadi mami sekalian saja ajak dia dan mengenalkannya pada teman-teman arisan mami. Tidak apa-apa, kan sayang?" ucap nyonya Maia menjawab pertanyaan anaknya tersebut.
"Tidak apa-apa, mi" ucap Raja pada ibunya.
"Tapi sekarang Raja harus bawa Lolita ke suatu tempat dulu. Raja mau bikin kejutan buat dia" lanjut Raja sambil berbisik-bisik pada ibunya, sengaja mengatakan hal tersebut supaya dapat membawa Lolita lebih cepat dari tempat tersebut.
Raja takut diam-diam Lolita akan mengatakan kebenaran nya pada ibunya tersebut, tentang kebohongannya.
"Kamu mau bikin surprise buat dia" ucap nyonya Maia terlihat senang mendengar hal tersebut.
"Ssuut... mami jangan keras-keras, nanti Lolita bisa dengar" ucap Raja pada ibunya, berpura-pura khawatir takut ketahuan, padahal sebenarnya dia tidak perduli dengan hal tersebut.
"Maaf sayang... ya sudah kamu bawa dia sekarang" ucap nyonya Maia, dia pikir suprise yang akan di lakukan anaknya tersebut untuk melamar Lolita. Sehingga membuatnya tidak ingin menahan-nahan Lolita lagi di tempat tersebut.
Kemudian setelah itu, Raja pun segera membawa Lolita dari kumpulan ibu-ibu arisan tersebut.
Namun sebelum itu, Lolita pun berpamitan lebih dulu pada mereka dan segera mengikuti langkah kaki Raja kemana pergi, tanpa ada perlawanan ataupun rasa marah.
Tapi setelah Raja membawanya jauh dari tempat nyonya Maia dan teman-temannya, barulah Lolita bertingkah dan meminta Raja untuk melepaskan dirinya.
"Sudah cukup... sekarang lepaskan tangan ku. Kita sudah jauh dari mami mu" ucap Lolita meminta untuk di lepaskan dari tangan Raja dengan sedikit terlihat kesal.
Kemudian Raja pun segera melepaskan tangan Lolita dan mulai bertanya padanya.
"Heh... kenapa kau bisa bertemu dengan ibuku dan pergi dengannya?" ucap Raja bertanya pada Lolita.
__ADS_1
"Aku juga tidak tahu. Kami tidak sengaja bertemu dan ibu mu memaksaku untuk ikut dengannya. Apa itu salahku?" ucap Lolita mencoba menjelaskan.
"Ini semua gara-gara kau. Kenapa kau masih belum mengatakan yang sebenarnya pada mami mu itu. Apa perlu aku yang membantu untuk mengatakannya pada ibu mu?" lanjut Lolita berbicara, merasa kesal dan tidak ingin berbohong lagi.
"Tidak perlu... Kau jangan mengatakannya. Biarkan ibuku tetap tahu kalau kita memang pacaran" ucap Raja pada Lolita.
"Tapi kenapa harus aku. Kau kan bisa cari wanita lain untuk kau jadikan kekasih" ucap Lolita pada Raja.
"Karena ibuku sudah menyukaimu sebagai pacarku" ucap Raja dengan mudahnya.
"Apa kau yakin hanya itu?" ucap Lolita memastikan.
"Baiklah, kalau begitu aku akan membuat ibu mu tidak suka pada ku" ucap Lolita.
"Kau!" ucap Raja sedikit marah.
"Jangan berani-beraninya kau mengatakan yang sebenarnya pada ibuku. Jika kau melakukannya, aku juga akan membuat Anita menjauh dari ayah mu itu" lanjut Raja kembali mengancam Lolita.
"Lalu aku harus sampai kapan berbohong terus?" ucap Lolita bertanya pada Raja.
"Sampai aku yang akan memutuskan nya. Apa kau mengerti?" ucap Raja mengakhiri pembicaraan.
Kemudian dia pun segera pergi entah kemana. Meninggalkan Lolita di tempat dengan perasaan gundahnya.
"Dasar egois, menyebalkan.... Dasar pemaksa" ucap Lolita berbicara sendiri setelah melihat Raja pergi dari hadapannya.
Kemudian Lolita pun segera kembali ke kantornya dengan perasaan kesal dan bere setelah bertemu dengan Raja.
Sementara itu, Anita yang sudah makan siang sudah berada di kursi mejanya sambil kembali melanjutkan pekerjaannya.
Dan setelah beberapa lama, barulah dia melihat Raja datang ke kantornya. Namun apa yang di lihat Anita dari raut wajah Raja, dia nampak terlihat kesal dan tidak menyenangkan untuk di perhatikan.
Tapi meskipun begitu Anita tetap menyapanya layaknya seorang bawahan pada atasannya.
"Sepertinya beberapa hari ini Raja slalu memasang wajah juteknya pada ku. Apa karena...." ucap Anita setelah menyapa dan melihat Raja masuk ke dalam ruangannya. Tapi apa yang di pikirkan Anita tidak yakin untuk dia ucapkan.
Tapi bagaimana pun keadaan nya, Anita tetap harus mengatakan langsung pada Raja bahwa dirinya akan segera keluar dari perusahaan Raja.
Setelah mengumpulkan keberaniannya, Anita pun segera menghadap Raja untuk mengatakan hal tersebut.
Mendengar bahwa dirinya akan segera keluar, Raja nampak biasa saja dan menerima keputusan Anita untuk keluar dari pekerjaannya di kantor tersebut.
"Baiklah... Jika itu keputusan mu, aku hanya dapat mendukung mu. Aku harap kau akan baik-baik saja di mana pun kau berada" ucap Raja setelah Anita mengatakan niatnya pada Raja.
Dia tidak mempertanyakan alasannya sama sekali. Entah karena dia sudah tahu alasannya kenapa Anita mengundurkan diri, atau memang dia sudah tidak perduli dengan apa yang akan di lakukan Anita ke depannya bersama Alex.
Tapi yang jelas, setelah Anita keluar dari ruangannya. Saat ini Raja nampak terlihat sedih dan sedikit frustasi menerima kenyataan tersebut.
Malam pun menjelang, Alex dan Anita sudah sama-sama berada di rumahnya.
Mereka nampak sudah siap untuk makan malam bersama di rumah. Alexa dan Lolita juga sudah siap untuk makan malam.
Mereka nampak begitu terlihat bahagia sebagai satu keluarga yang utuh. Meskipun sebenarnya masih ada perasaan yang mengganjal di hati Anita mengenai apa yang akan terjadi nantinya dengan persahabatannya dan Raja.
Tapi apa boleh buat, Anita sudah akan resmi menjadi istrinya Alex. Dan dia hanya ingin menjaga keutuhan keluarga nya tanpa di pengaruhi oleh sangkaan dan pemikiran orang lain nantinya.
Anita hanya dapat berdoa dan berharap jika suatu hari nanti Raja akan menemukan kebahagiaan dan cinta nya dari orang lain.
Cepat atau lambat Anita yakin bahwa Raja juga pasti akan mendapatkan kebahagiaan nya sendiri meski tanpa dirinya.
Sementara itu, Alex yang melihat istrinya sedang melamun. Dia segera mencium pipinya untuk menyadarkan istrinya tersebut meskipun di hadapan anak-anaknya.
Membuat Anita kembali tersadar dan sedikit malu-malu karena apa yang di lakukan Alex di lihat oleh anak-anaknya.
Sementara Lolita yang melihatnya, hanya dapat menggoda seperti biasa dan Alexa berpura-pura menutup matanya, tidak ingin melihat.
"euhm..euhmm... yang sebentar lagi mau meresmikan acara pernikahannya, sepertinya makin lengket aja. Sampe gak perduli di hadapannya masih ada orang jomblo dan anak kecil yang harus melihatnya" ucap Lolita menyindir ayah dan mami kecilnya tersebut di meja makan malam.
__ADS_1
"Terus aja pamer..." lanjut Lolita terus berbicara, saat ayahnya kembali dengan sengaja mencium Anita di hadapannya lagi.
"Makanya kamu itu cepat nikah... Supaya kamu bisa merasakan bermesraan itu seperti apa" ucap Alex berbicara pada anak perempuannya tersebut.