
Setelah itu, Anita segera kembali ke meja tempatnya bekerja.
Sementara Alex, kini sedang menidurkan Alexa di pangkuannya di dalam mobil di belakang kursi kemudi.
Kini Alex tidak lagi menyetir seperti sebelumnya. Dia lebih memilih membuat anaknya merasa nyaman dalam dekapannya.
Namun dia tidak dapat melupakan apa yang terjadi pada anak laki-lakinya. Alex segera menyuruh anak buahnya untuk mencari ibu dan anak nakal tadi.
"Segera cari tahu dan beri mereka pelajaran, sekarang!" ucap Alex dengan wajah dinginnya dan menyuruh anak buahnya untuk segera melakukan sesuatu pada orang-orang yang telah berani membuat anaknya menangis dan menghinanya.
"Baik tuan" ucap anak buah Alex dan menunduk di hadapannya, yang mana Alex sedang berada di dalam mobil.
Kemudian anak buahnya pun segera melaksanakan apa yang telah di perintahkan Alex.
Dan Alex nampak sesaat sedang memikirkan sesuatu. Kemudian beralih menatap kembali anaknya yang sedang tertidur pulas di pangkuannya.
"Pak Amin, jalan!" ucap Alex meminta sopirnya untuk segera menjalankan mobilnya dan kembali pulang ke rumah.
Sementara itu dia nampak memikirkan sesuatu sambil mengusap rambut kepala Alexa dan menatapnya.
"Maafkan Daddy anakku. Selama ini kamu pasti sudah melewati hari-hari yang tidak menyenangkan di sekolah mu. Dan mamah mu juga pasti sudah mengalami hari-hari terberatnya. Maafkan Daddy yang telah membuat kalian menderita" ucap Alex dalam hati.
"Maafkan aku Anita. Pasti kamu sudah banyak menderita karena aku. Maafkan aku yang bodoh ini" lanjut Alex kembali menyesali apa yang telah terjadi pada Anita dan Alexa selama mereka jauh dari jangkauannya.
Sementara itu, Anita yang sudah kembali ke meja kerjanya, nampak sudah tidak lagi terlihat cemas dan khawatir.
Dia mulai melakukan pekerjaannya kembali dengan serius dan benar.
Kemudian sore pun menjelang, Alex dan anak laki-lakinya sudah kembali ke rumah.
Alex merasa tidak dapat meninggalkan anak laki-lakinya tersebut. Hingga akhirnya hari itu dia habiskan waktu bersama Alexa di rumah.
Dia mencoba untuk mengganti waktu yang selama ini telah di habiskan tanpa melihat tumbuh kembang anaknya.
Alex nampak menyesali apa yang telah terjadi selama dirinya tidak tahu apa yang telah terjadi pada Anita dan anaknya.
Namun kini Alex berjanji tidak akan membiarkan siapa pun menyakiti ataupun menyinggung perasaan anak laki-lakinya tersebut.
Dia juga akan membalas orang-orang yang telah berani menghina dan menyakitinya.
Sementara itu, Alexa nampak senang bermain dengan ayah nya. Dia terlihat bahagia dan tidak jarang tawa riang menggema di rumah tersebut.
Membuat orang-orang yang berada di rumah tersebut ikut merasa bahagia melihat kedekatan antara ayah dan anak tersebut.
Hingga Mbo Inah pun tanpa sadar meneteskan air mata saat melihat tuan dan anaknya bermain bersama dengan bahagia dan gembira.
__ADS_1
Selama ini Mbo Inah tidak pernah melihat tuannya sesebahagia saat ini semenjak istri pertamanya meninggal. Dia ikut terharu bahagia melihat Alexa dapat meluangkan waktu bersama anak laki-lakinya.
Hingga sore menjelang, Anita sudah kembali pulang ke rumah Alex setelah jam kerja selesai.
"Mbo apa Alexa dan tuan sudah pulang?" tanya Anita setelah berada di dapur.
"Eh non Anita, sudah pulang rupanya" ucap Mbo Inah lebih dulu menyapa sebelum menjawab pertanyaannya.
"Sudah Non. Sudah dari tadi siang, malah tuan Alex tidak kembali ke kantornya hari ini. Beliau lebih memilih menemani Aden Alexa untuk bermain seharian di rumah" lanjut Mbo Inah memberitahu.
"Benarkah?" ucap Anita, namapak terlihat merasa heran.
"Kalau Lolita, apa dia sudah pulang juga?" lanjut Anita bertanya.
"Kalau non Lolita belum. Sepertinya non Lolita akan pulang terlambat. Tadi menelpon ke rumah bilangnya seperti itu" ucap Mbo Inah menjawab pertanyaan Anita.
"Ya Sudah kalau begitu, saya ke kamar dulu ya Mbo. Terima kasih" ucap Anita pada Mbo inah.
Kemudian Anita pun segera ke kamar pribadinya sendiri. Dia berniat untuk segera membersihkan tubuhnya setelah seharian bekerja yang cukup melelahkan.
Sementara itu di kamar Alexa, dia dan anaknya nampak ke tiduran bersama setelah seharian mereka bermain.
Anita yang saat itu sudah selesai mandi dan mengganti pakaiannya, segera ke kamar Alexa untuk melihat keadaannya.
Namun dia tidak tahu kalau Alex juga berada di kamar anaknya.
Namun saat dia melihat ke dalam kamar anaknya, Anita melihat Alex dan anaknya tengah ketiduran di atas kasur dan mainan anaknya.
Dia tidak menyangka Alex dapat menemani Alexa hingga sampai ketiduran bersama.
Anita tidak lagi berteriak memanggil anaknya. Dia mulai menatap mereka berdua bergantian. Terlebih saat Anita melihat Alex dengan tatapan cinta yang tanpa dia sadari mulai tumbuh kembali.
Diam-diam Anita merasa senang melihat Alex yang begitu perhatian dan meluangkan waktu untuk menjaga anaknya.
Anita mulai merasa bahwa Alex adalah ayah yang baik untuk Alexa. Dia mulai menurunkan egonya yang sedikit-sedikit berpikiran buruk tentang Alex.
Kemudian tidak lama setelah menatap mereka yang sedang tertidur pulas. Pelan-pelan Anita mulai melangkah kan kakinya bermaksud melihat anaknya lebih dekat.
Namun saat Anita berniat hendak ingin mencium anaknya yang sudah di rindukannya.
Tiba-tiba tanpa sengaja Anita terpeleset mainan anaknya sendiri. Membuatnya terjatuh tepat menindih tubuh Alex yang sedang tertidur di samping anaknya.
Beruntung Alex yang entah apa membuatnya tiba-tiba terbangun dan sigap langsung menahan tubuh Anita dengan kedua tangannya.
Namun hal tersebut malah membuat keduanya tiba-tiba membelalakkan matanya masing-masing.
__ADS_1
Rupanya apa yang di lakukan Alex, tanpa sengaja menyentuh dada Anita yang niatnya menahan tubuh Anita untuk tidak menindihnya.
Dan pada saat Anita mulai menyadari hal itu, tiba-tiba dia hendak berteriak merasa malu dengan posisi Alex di bawah dan dirinya yang di tahan oleh kedua tangan Alex menyentuh dadanya.
Tentu hal itu membuat Anita merasa tidak nyaman. Dan saat Anita hendak berteriak, Alex segera menutup mulut Anita lalu berguling ke bawah dan menahan kepala Anita dengan tangannya sendiri.
Beruntung lantai kamar Alexa di lapisi dengan bahan karet tebal sehingga membuat mereka tidak mengalami cedera parah.
Dan untungnya lagi, Alexa tidak terganggu ataupun terbangun dengan apa yang terjadi pada kedua orang tuanya tersebut.
"Sssutt..." ucap Alex sambil memberi kode supaya Anita tidak berteriak dan membangunkan anaknya.
Kemudian Anita pun mengerti dan mulai mengedipkan mata nya supaya Alex melepaskan tangan dari mulut nya.
Alex pun perlahan melepaskan tangan nya dari mulut Anita.
Namun nampaknya mereka tidak langsung bergegas mengubah posisi mereka saat ini.
Entah apa yang merasuki perasaan mereka berdua saat ini. Mereka saling menatap lekat satu sama lain.
Diam-diam Alex mulai mendekatkan wajahnya pada wajah Anita yang di rasanya tidak ada penolakan dari Anita.
Namun tentunya, jantung Anita tidak dapat sesantai itu. Tapi dia sendiri membiarkan Alex hendak melakukan sesuatu padanya.
Hingga sampai Alex sedikit lagi menyentuh bibir ranum Anita, tiba-tiba ada orang yang mengganggu mereka.
"Daddy... Mamah... Apa yang sedang kalian lakukan?" tanya Alexa dengan polosnya dari atas kasur sambil melihat mereka berdua.
Tentu hal itu membuat mereka berdua segera mengubah posisinya dan gelagapan menanggapi pertanyaan anaknya tersebut.
Alex dan Anita segera terbangun dan berdiri membenarkan pakaiannya sambil terlihat malu-malu di wajah keduanya.
"Kenapa Daddy dan Mamah wajahnya jadi merah begitu?" tanya Alexa kembali membuat kedua orangtuanya menjadi salah tingkah.
"Masa sih... mungkin karena udara disini agak panas, sepertinya Ac-nya rusak" ucap Anita mencari-cari alasan sambil mengibas-ngibas tangan pada wajahnya dengan tersenyum kaku.
"Bukan begitu saay... yang" ucap Anita mencari pembenaran pada Alex. Namun dengan terpaksa dan canggung dia harus menyebut Alex dengan sebutan sayang di depan anaknya tersebut.
"I..iya benar... Kalau begitu Daddy akan segera menyuruh orang untuk memeriksa ac-nya dulu ya. Kamu sama Mamah" ucap Alex merasa canggung dan segera keluar dari kamar anaknya tersebut untuk menghindari hal-hal yang tidak di inginkan.
Sementara Alexa yang masih kecil dan belum mengerti hanya dapat bersikap datar dan menatap kepergian Daddy nya dengan bingung.
"Ya Tuhan... Bisa-bisanya dia mau menciumku di kamar anaknya sendiri" ucap Anita dalam hati setelah melihat Alex pergi dari kamar tersebut, merasa malu pada anaknya sendiri.
"Sudah sayang. Kamu tidak perlu memikirkan hal tadi ya. Lebih baik kamu sekarang mandi, dan setelah itu kita akan makan malam bersama. Bagaimana?" ucap Anita mencoba mengalihkan situasi.
__ADS_1
Kemudian Alexa pun menurut dan mengikuti apa yang di ucapkan ibunya tersebut.