Jodohku Ayah Sahabatku

Jodohku Ayah Sahabatku
Orang Dari Masa Lalu


__ADS_3

Setelah Anita dan Lolita selesai makan dan juga Rio kembali ke acara sang pacar, akhirnya mereka memutuskan untuk segera pulang karena malam pun sudah hampir menjelang tengah malam.


Ke esokan hari nya, seperti biasa Anita dan Lolita bertemu di kampus. Namun tidak biasa nya Anita terlihat menyendiri, memikirkan sesuatu yang membuatnya gelisah dan murung di bawah pohon halaman kampus sebelum Lolita menghampirinya.


flash back on


setelah Anita sampai di kosannya dan ingin merebahkan tubuhnya yang sudah terasa pegal dan capek setelah beraktivitas seharian, tiba-tiba ada telpon dari no yang tidak dia kenal. Sehingga membuat Anita membiarkan nya begitu saja, namun karena hp nya terus berdering berkali-kali dari no yang sama membuat Anita bertanya-tanya "siapa yang iseng tengah malam begini" ucap Anita pada dirinya sendiri, kemudian dengan terpaksa menerima panggilan tersebut "hallo..." ucap Anita "siapa ini. Tolong jangan iseng. Apa anda tidak tahu ini sudah tengah malam" lanjut Anita sebelum orang di ujung telpon membalas ucapannya.


Namun saat orang di ujung telpon berbicara, raut wajah Anita mendadak mulai gelisah dan takut, ternyata itu telpon dari orang yang membuat masa lalu nya teringat kembali.


Masa lalu yang membuat hatinya sakit dan terluka setiap kali mengingatnya. Dimana dia harus meninggalkan Neneknya sendiri.

__ADS_1


Namun, neneknya yang selama ini merawatnya tidak tega melihat Anita harus mengalami kekerasan dan hinaan dari paman dan bibi nya setiap hari, sehingga menyuruh Anita harus pergi sejauh mungkin dan terpaksa meninggal kan neneknya.


"Hallo... Anita. Apa kamu sudah ingat sekarang" ucap orang di ujung telpon dengan seringai menakutkan nya. "Pa.. paman Jaka" ucap Anita terbata-bata sesaat setelah mengingat nya yang kemudian membuat Anita ingin segera menutup telepon tersebut, namun orang tersebut seolah tahu Anita ingin menutup telponnya dan segera berkata "tunggu Anita" ucap paman nya "apa kamu tidak ingin melihat nenek mu lagi" lanjut paman mengancamnya. Seketika itu Anita pun merasa gelisah saat nama nenek nya di sebutkan dan berkata "apa maksud paman. Apa yang terjadi pada nenek" ucap Anita khawatir dan penasaran.


"Untuk saat ini nenek mu masih baik-baik saja" ucap Jaka pada keponakan nya, yang sesaat membuat lega hati Anita "tapi akan bermasalah jika kamu tidak menuruti keinginan ku" lanjut Jaka mengancam pada Anita. Sontak ucapan pamannya membuat Anita kembali khawatir pada nenek nya.


"Maksud paman apa. Aku tidak mengerti apa yang paman inginkan dari ku" ucap Anita panik, yang sudah tahu tabiat asli pamannya. "Aku hanya inginkan uang ku kembali" ucap Jaka pada Anita. "Ta.. tapi, paman" ucap Anita terbata-bata "aku tidak pernah mengambil uang paman sepeserpun" lanjut Anita merasa tak pernah mengambil ataupun meminta uang dari pamannya tersebut. "Cukup Anita. Jangan berlaga bodoh pada ku. Apa kau lupa, dengan kau lari dari rumah Tuan Wiguna kau sudah membuat ku kehilangan banyak uang. Dan sekarang aku meminta uang ku kembali beserta bunganya. Kalau tidak, kau akan tahu nenek mu hanya akan tinggal nama" ucap Jaka panjang lebar dengan ancamannya yang tidak masuk akal. Namun begitu, cukup membuat Anita semakin khawatir pada neneknya, Anita tahu pamannya itu orang jahat dan nekat.


"Tapi paman saat ini aku tidak punya uang. Bagaimana aku harus membayarnya" ucap Anita sungguh-sungguh. "Aku tidak mau tahu bagaimana kau akan mendapatkan uang ku kembali. Yang jelas kau harus menggantinya. Dan aku ingin 100 juta" ucap Jaka seenaknya.


"Aku sudah bilang, aku tidak mau tahu bagaimana atau dari mana kau akan mendapatkan uang itu" ucap Jaka tidak mau tahu "tapi aku akan sedikit berbaik hati padamu, aku akan memberikan jangka waktu untuk kau mendapatkan uang ku kembali" ucap Jaka berlagak berbaik hati "aku hanya akan memberi waktu 1 bulan dari sekarang. Jika aku tidak mendapatkan uang ku kembali dalam 1 bulan itu, kau akan tahu akibatnya" ancam Jaka pada Anita "dan ingat aku tidak mau di cicil" lanjut Jaka serius kemudian menutup teleponnya tanpa mau mendengarkan lagi ucapan Anita.

__ADS_1


"Paman... hallo paman" panggil Anita berniat untuk bernegosiasi namun telponnya sudah terputus. "Bagaimana ini, 1 bulan. Dari mana aku bisa mendapatkan uang 100 juta dalam waktu dekat" tanya Anita pada dirinya sendiri merasa bingung "sementara, kerjaan saja aku sudah di pecat. Bagaimana bisa aku mengumpulkan uang sebanyak itu. Uang ku yang ada pun hanya cukup untuk kebutuhan ku beberapa hari ke depan" lanjut Anita merasa galau "Ya Tuhan... tolong aku. Aku tidak mau terjadi sesuatu pada nenek ku" ucap Anita sungguh-sungguh.


flash back off


"Andai saja waktu itu nenek bisa ikut dengan ku kabur tanpa ketahuan paman... Tapi bagaimana pun juga, aku gak mau terjadi sesuatu pada nenek" ucap Anita pada dirinya sendiri "pada siapa aku harus meminjam uang sebanyak itu..." lanjut Anita bicara pada dirinya sendiri "Lolita. Gak... aku gak bisa memanfaatkan kebaikan nya. Dia bisa saja membantuku, tapi aku tidak mau membebaninya dalam urusan masalahku" ucap Anita prustasi sambil sesekali mengusap wajah nya bingung.


Tiba-tiba Lolita datang dan mengagetkan Anita yang sedang melamun "hey... hayo lagi ngelamun apa" ucap Lolita usil sambil menggoda Anita. "Ah.. kamu Lit. Aku kira siapa. Mengagetkan ku saja" ucap Anita basa basi menutupi kegelisahan nya "a.. aku gak ngelamun" ucap Anita pada sahabatnya.


Namun saat Lolita melihat Anita yang tadi sempat menyendiri dan terlihat prustasi tentu membuat Lolita bertanya-tanya "terus ngapain kamu sendirian disini tumben-tumbenan, itu juga wajah kamu ke lihatan kusut banget. Apa kamu ada masalah" tanya Lolita penasaran "a..aku gak... gak kenapa-napa, Lit" ucap Anita terbata-bata menyembunyikan sesuatu. "Beb.. denger ya. Kalau kamu menganggap aku ini sahabat baik mu, jangan pernah nyembunyiin sesuatu dari aku. Apa lagi kalau kamu ada masalah, jangan ragu-ragu untuk bilang pada ku" ucap Lolita sungguh-sungguh berharap sahabat nya tersebut mau berterus terang.


"Iya bawel... tentu aku akan bilang pada mu lebih dulu. Dan mungkin... aku akan mempersulit mu" ucap Anita berbohong dengan senyum ceria menyembunyikan kegelisahannya.

__ADS_1


"aku tahu Lit, kamu pasti akan bantu aku dengan masalahku saat ini. Tapi aku gak mau, jika harus memanfaatkan mu. Aku gak mau orang terus berpikir, aku bersahabat denganmu karena kamu kaya dan bisa memanfaatkan mu" ucap Anita dalam hati tanpa Lolita sadari.


Setelah itu, Anita pun segera mengajak Lolita ke kelas yang sesaat lagi akan di mulai belajar.


__ADS_2