
Sementara Anita yang sudah sampai rumah Alex dari tadi, baru keluar dari kamar Alex. Yang mana tadi, Anita sedang membereskan dan mengembalikan barang-barang dan pakaian ke lemari pakaiannya Alex.
Namun karena dia merasa kelelahan, akhirnya tanpa sadar Anita ketiduran di kamar tersebut. Dan saat dia terbangun hari sudah nampak siang.
Kemudian Anita pun perlahan keluar dari kamar Alex dan hendak mengambil minum, merasa kehausan.
Namun saat hendak masuk ke ruangan dapur, tiba-tiba Anita mendengar dua pelayan tukang nyinyir sedang membicarakannya.
"Eh Cha, lo tadi lihat gak tuh si Anita jalannya sampe ngangkang begitu setelah pulang nemenin tuan Alex dari luar kota" ucap Mawar pelayan rumah Alex, mulai bergosip dan nyinyir tidak tahu bahwa Anita sedang menguping pembicaraannya.
"Memangnya kenapa kalau Anita sampai jalannya ngangkang?" tanya Icha tidak mengerti.
"Lo ini pura-pura polos apa sok polos sih. Masa begitu aja gak ngerti" ucap Mawar kesal dengan sikap sok polos temannya tersebut.
"Maksud gue itu, berarti si Anita habis melakukan sesuatu sama tuan Alex disana" lanjut Mawar memberitahu.
"Oh... Memangnya Anita habis melakukan sesuatu apa sama tuan Alex?" tanya rekan pelayannya yang bernama Icha, masih belum paham dengan apa yang di katakan Mawar padanya.
"iiihhh...gue kira Lo udah ngerti ngomong oh.. dasar lemot. Sini kuping lu, biar gue bisikin" ucap Mawar, lagi-lagi membuatnya kesal dan sedikit heran dengan sok polos temannya tersebut.
Namun tetap saja berusaha memberitahu temannya itu. Hingga akhirnya Mawar membisikkan apa yang di pikirkannya tentang Anita dengan gamblang pada Icha.
Membuat Icha yang tadinya tidak mengerti, terlihat tiba-tiba menganga menutup mulutnya, merasa tidak percaya dengan apa yang baru di bisikan Mawar padanya.
"Apa?... Bagaimana mungkin. Masa Anita serendah itu, sampai berani segitunya" ucap Icha merasa kaget dan tidak habis pikir dengan apa yang telah di dengarnya dari mulut temannya tersebut.
"Ya... mungkin saja. Namanya juga demi duit, apalagi di jaman sekarang ini, bisa menghalalkan segala cara demi uang. Ya termasuk si Anita itu" ucap Mawar menjelek-jelekan Anita.
"Berarti, termasuk kamu juga dong?" celetuk Icha dengan polosnya.
"Eeeh.. maksud lu apa, ngomong kaya gitu?" kesal Mawar merasa tersinggung dengan ucapan temannya tersebut.
"Iya.. kamu tadi bilang. Anita jalannya ngangkang karena habis melakukan sesuatu dengan tuan Alex, seperti yang kamu bisikan tadi ke aku" ucap Icha mengutarakan pendapatnya.
__ADS_1
"Iya terus hubungannya dengan ku apa?" tanya Mawar masih tidak paham.
"Iya soalnya, aku kan pernah lihat kamu jalannya ngangkang juga waktu kamu habis pulang malam-malam di anter sama pacar kamu itu" ucap Icha kembali dengan wajah polosnya.
Membuat Mawar yang mendengarnya, mendadak menelan salipanya cepat, merasa tersindir dengan apa yang di katakan teman polosnya tersebut.
Namun tentu saja Mawar tidak mengakuinya dan beralibi dengan hal lain.
"Itu beda, Lu jangan samain gua dengan si Anita. Waktu itu gua seperti itu karena kaki gua keseleo aja, jadinya bikin kaki gua kalau jalan terlihat ngangkang" ucap Mawar beralibi, merasa tidak terima dengan tuduhan tersebut. Meskipun benar adanya.
"Lagian sebenarnya lu itu dukung gue apa lagi belain si Anita sih?" tanya Mawar protes pada temannya tersebut.
"I..iya maaf. Aku kan gak ngerti" ucap Icha pada Mawar.
"Tapi... kamu tahu dari mana kalau Anita sedang berusaha mengambil hati tuan Alex dan sedang mengincar hartanya. Bukannya selama ini mereka sering berdebat terus" lanjut Icha merasa penasaran.
"Ya justru itu karena Anita sering banget berdebat dengan tuan, pasti dia sengaja memanfaatkan keadaan. Gue yakin, disana pasti Anita berusaha menggoda dan merayu tuan Alex sampai dia rela memberikan harga dirinya, supaya dia bisa mengambil hati tuan dan dengan begitu dia bisa mendapatkan uang dan harta dari tuan Alex" ucap Mawar menerka-nerka, seolah dia tahu segalanya tentang Anita.
Tidak suka jika melihat Anita dan tuannya lebih dekat di banding dengan pelayan lainnya.
Namun Anita pun tidak bisa marah begitu saja pada mereka, karena dia merasa apa yang mereka katakan memang benar adanya.
Hanya saja mereka tidak tahu bahwa dirinya sudah menikah dengan tuannya lebih dulu sebelum apa yang mereka tuduhkan tersebut di lakukan.
Dan juga membuat Anita tambah sedih lagi, saat dia di tuduh melakukan hal tersebut hanya karena ingin mendapatkan uang dan harta Alex.
Ditambah lagi saat Anita di tuduh berteman dan bersahabat dengan Lolita karena dia sengaja mendekatinya untuk kepentingan pribadinya.
Membuat Anita semakin terluka dan sakit hati mendengarnya.
"Dan gue juga yakin, pasti selama ini si Anita itu mendekati non Lolita ya karena duit juga. Pertama dia mendekatinya dan sekarang dia mendekati bapaknya juga bahkan sampai rela memberikan ke hormatannya sendiri pada tuan Alex. Apalagi coba kalau bukan karena duit?" ucap Mawar merasa yakin dengan apa yang tengah di katakannya tersebut.
Lalu kemudian setelah Anita mendengarkan semuanya, perlahan ia menghapus air matanya. Dia berusaha untuk tegar dan memberanikan diri masuk ke dapur meskipun masih ada mereka.
__ADS_1
Terlihat orang yang nyinyir tersebut rupanya tidak hanya puas membicarakan Anita di belakang tapi dia juga dengan sengaja menyindir Anita saat melihatnya masuk ke dapur tersebut.
"Tuh kan lihat, Cha. Dia itu memang gak tahu malu, gak tahu diri, jam segini aja baru bangun. Mentang-mentang di istimewakan oleh tuan, jadinya bikin dia belagu dan bekerja sesuka hatinya dia. Orang lain cape-cape kerja, dia malah enak-enakan tidur, di kamar tuan Alex pula" ucap Mawar tidak perduli kata-katanya tersebut dapat membuat hati orang lain tersakiti.
Sementara Anita terlihat masa bodo dengan apa yang di katakan Mawar tentang dirinya, sambil mengambil air minum dan menenggaknya di hadapan Mawar dan juga Icha.
Seolah Anita sedang memberitahu, bahwa dirinya tidak perduli dengan apa yang mereka katakan.
Terserah mereka mau bilang apa, tapi yang jelas Anita merasa apa yang tengah mereka bicarakan tentangnya semua itu tidak benar dan fitnah.
Kemudian dengan hanya menatap mereka intens dan dengan mata dinginnya, Anita mulai menunjukan keberaniannya pada mereka.
Sambil mendekati mereka yang sedang menghalanginya untuk mencuci gelas di westafel.
Tanpa banyak bicara Anita hanya menggunakan matanya yang seketika membuat mereka tiba-tiba menyingkir tanpa harus di suruh.
Dan terus melihat ke arah Anita yang sedang mencuci gelas bekas minumnya sendiri sambil tetap menatap Mawar yang tadi banyak bicara dan memfitnahnya.
Kemudian Anita pun segera pergi meninggalkan mereka tanpa berniat untuk berdebat dengan Mawar.
Anita merasa, cukup dengan memperlihatkan matanya yang pasti sudah di anggap mereka sebagai peringatan tanpa harus banyak bicara menjelaskan pada mereka, yang di anggap Anita akan percuma juga untuk menjelaskan pada orang yang sudah benar-benar membenci dirinya.
Setidaknya hal tersebut mengurangi rasa kesalnya pada Mawar. Meskipun Anita tahu bahwa Mawar orang yang tidak akan puas untuk berhenti membicarakan keburukan orang lain.
Walaupun Anita sendiri tidak tahu jelas, apa penyebab dirinya sampai di benci oleh si tukang nyinyir tersebut.
Dan tanpa berlama-lama lagi, Anita pun segera keluar dari dapur dan meninggalkan mereka berdua di tempat.
"Kau lihat itu, tingkahnya benar-benar senga, belagu dan menyebalkan sekali. Berani-beraninya dia menatapku seperti itu, dia pikir dia siapa. Baru hanya menjadi mainan tuan saja lagaknya udah selangit" ucap Mawar dengan marahnya, merasa tidak terima di tatap dingin dan sinis seperti tadi oleh Anita.
Sementara itu Anita yang sudah berada di dalam kamarnya sendiri kembali merasa sedih dan menangis.
Sebenarnya dia tidak ingin bersedih ataupun menangis, tapi setelah mendengar ucapan Mawar yang terakhir dan masih terdengar oleh Anita.
__ADS_1
Membuat hatinya kembali merasa terluka dan bersedih. Bagaimana tidak, dia menjadi berpikir bahwa apa yang di lakukan Alex tadi malam hanya sekedar menjadikannya mainan Alex untuk melepaskan hasratnya.
Tentu hal itu membuat Anita berpikiran negatif terhadap Alex dan membuat hatinya sendiri merasa terluka dan sakit hati.