Jodohku Ayah Sahabatku

Jodohku Ayah Sahabatku
Pemikiran


__ADS_3

Hal tersebut segera di manfaatkan Alex untuk segera mengajak Anita ke kamar mereka berdua. Supaya dia dapat berduaan dan bermesraan dengan Anita.


Diam-diam hal tersebut membuat Alex tersenyum setelah melihat anak laki-lakinya sudah tertidur pulas.


Mereka berdua pun segera beranjak dari tempat tidur Alexa.


Anita yang merasa kembali sedikit malu sempat ingin menolak. Tapi bagaimana pun Alex sudah menjadi suaminya meskipun belum sempat di publikasikan.


Sementara itu, Raja dan Lolita sudah selesai berdansa dan kembali lagi ke tempat meja makan tuan Laksamana dan istrinya tersebut.


Mereka nampak terlihat senang setelah berdansa bersama-sama.


Kini mereka kembali lagi sedikit berbincang dan setelah itu barulah tuan Laksamana memberitahukan kontrak bisnis perusahaan nya akan di berikan pada siapa.


Hal tersebut tentu membuat Lolita merasa deg degan. Namun berbeda dengan Raja yang nampak terlihat santai dan biasa saja. Entah Raja sangat mengharapkan kontrak kerja bisnis tersebut atau tidak.


Tapi yang jelas Lolita sangat mengharapkan kesempatan itu datang padanya.


"Baiklah.. seperti yang telah aku katakan tadi. Aku akan menyerahkan hasilnya pada istri ku ini. Jadi siapa pun nanti yang di pilih istriku, aku akan menyetujui nya" ucap tuan Laksamana setelah beberapa saat mereka berbincang lebih dulu setelah selesai berdansa.


"Apa papi yakin, ingin menyerahkannya padaku?" ucap nyonya Sri pada suaminya tersebut.


"Tentu saja. Dalam hal ini papi juga yakin mami dapat memutuskannya dengan baik dan benar" ucap tuan Laksamana mempercayakan hal tersebut pada istrinya.


"Baiklah... kalau menurut papi seperti itu" ucap nyonya Sri pada suaminya.


Sementara itu Lolita nampak harap-harap cemas untuk mendengarkan keputusan nyonya Sri.


Hingga akhirnya, nyonya Sri memutuskan untuk memberikannya pada mereka berdua. Hal itu dia putuskan setelah cukup banyak mendengar tentang mereka berdua yang ternyata perusahaan mereka juga sudah join satu sama lain.


Nyonya Sri tentu tidak begitu saja memberikan hal tersebut pada mereka. Dia juga tentu sudah mempertimbangkannya lebih dulu sebelum mereka bertemu sebelumnya.


Meski hal tersebut membuat sedikit bingung Raja dan Lolita hasilnya akan seperti itu. Tapi bagaimana pun juga keputusan ada di tangan tuan Laksamana dan nyonya Sri.


Dan akhirnya mereka berdua lah yang mendapatkan kontrak besar tersebut.


Keesokan paginya mereka berdua bertemu kembali saat mereka hendak pergi pulang kembali.


Namun tidak ada yang begitu memperdulikan. Mereka hanya bertemu dan saling memandang remeh satu sama lain, kemudian pergi begitu saja.


Sepertinya di antara mereka masih tersimpan dendam yang tidak jelas. Tapi dari keduanya memperlihatkan raut wajah tidak suka.


Sementara itu, Rafi yang melihat raut wajah mereka seperti itu hanya dapat melihatnya merasa heran dan bingung. Meskipun mereka berdua sudah berhasil mendapatkan kontrak bisnis tersebut.


Entah mereka tidak puas dengan hasil tersebut atau ada hal lain yang membuat keduanya masih saja saling memandang kesal.


Membuat Rafi menebak-nebak apa yang terjadi sebenarnya dengan mereka berdua. Dan setelah itu mereka pun menaiki mobilnya masing-masing untuk kembali.


Sementara itu di kantor Raja, Anita sudah berencana untuk segera keluar dari perusahaan milik Raja.


Anita berencana untuk memberikan langsung surat pengunduran dirinya pada Raja. Namun saat itu Raja sedang tidak di tempat.


Hingga akhirnya mau tidak mau dia memberikan langsung pada HRD di perusahaan tersebut.


Sementara itu, Alex yang sudah berada di kantornya nampak sedang mengetik sesuatu di depan leptopnya.


Dia nampak terlihat sibuk dan fokus, mungkin karena dia ingin mengejar waktu untuk segera menyelesaikan segala pekerjaan kantornya sebisa mungkin, agar tidak dapat menghambat acara resepsi pernikahannya nanti.


Namun di tengah kesibukannya, tiba-tiba ada seseorang yang ingin bertemu dengan Alex. Dia pun segera masuk setelah Alex mengizinkannya.


"Masuk!" ucap Alex setelah mendengar pintu di ketuk dan menghentikan pekerjaannya sejenak.


"Rossa?. Kenapa kau pagi-pagi datang ke kantor ku?" ucap Alex bertanya pada Rossa.


"Memangnya kenapa. Apa aku tidak boleh datang pagi-pagi ke kantor mu?" ucap Rossa menjawab dengan balik bertanya.

__ADS_1


"Kau ini... Ditanya malah balik bertanya" ucap Alex pada Rossa.


"Apa kau tidak ada kerjaan hingga kau punya waktu pagi-pagi untuk datang ke kantor ku?" lanjut Alex bertanya kembali dengan sinisnya.


"Ya Tuhan... kau ini masih saja sinis padaku, ya" ucap Rossa yang masih merasa di perlakukan tidak baik oleh Alex.


"Bukannya kau sudah baikkan dengan istri simpanan mu itu?" ucap Rossa sedikit menyindir.


"Sudahlah... tidak perlu berbasa-basi lagi padaku" ucap Alex tidak ingin berbasa-basi lebih lama lagi dengan Rossa.


Entah apa yang membuat Alex masih saja menjaga jarak dengan Rossa meski dia telah memberitahu siapa sebenarnya Anita yang kini masih menjadi istrinya tersebut.


"Oke baiklah aku tidak akan berbasa basi lagi. Tapi kau harus tahu, apa yang akan aku sampai kan ini mengenai istrimu itu" ucap Rossa hendak memberi tahu sesuatu pada Alex.


"Dalam peresmian pernikahan nanti kau harus berhati-hati menjaganya" lanjut Rossa berbicara pada Alex.


"Apa maksudmu. Kenapa kau berkata seperti itu?" ucap Alex bertanya, merasa bingung bagaimana Rossa dapat berkata seperti itu.


"Kau tidak perlu tahu bagaimana aku mengetahuinya. Tapi yang jelas aku tahu ada seseorang yang berniat jahat padanya" ucap Rossa membuat Alex bertambah penasaran sekaligus khawatir.


"Aku heran.... Kenapa kau bisa tahu banyak tentang Anita dan orang-orang yang sedang berniat jahat padanya. Sementara kau baru bertemu dengan Anita. Sebenarnya apa yang sedang kau rencanakan?" ucap Alex merasa curiga dan masih bingung dengan apa yang di lakukan Rossa untuk Anita.


"Kau tidak perlu heran dengan apa yang aku lakukan. Lagi pula aku tidak berniat untuk menjahatinya. Justru aku ingin melindunginya" ucap Rossa tidak berniat untuk mengatakan yang sejujurnya pada Alex.


Namun apa yang dia katakan saat ini juga sebagian dari kebenarannya.


Sementara itu di kantor, Anita nampak sedang melakukan tugasnya setelah dia memberikan surat pengunduran dirinya pada HRD perusahaan tersebut untuk menyelesaikan pekerjaannya sebelum dia benar-benar harus keluar dari perusahaan tersebut.


Dan sementara itu, nyonya Maia ibu dari Raja sedang mengadakan pertemuan dengan teman-teman arisannya di suatu restoran yang cukup mewah di tempat tersebut.


Sambil berbincang dan mengocok arisan siapa yang akan mendapatkannya hari ini. Mereka bercerita tentang anak-anak mereka yang sebagian sudah sukses dan menikah hingga ada yang sudah memiliki bayi.


Lalu salah satu temannya menyeletuk dan bertanya pada nyonya Maia, bahwa kapan anaknya akan segera menikah. Mengingat anak-anak teman seusianya tersebut sudah menikah bahkan ada yang sudah punya anak.


Hal tersebut tentu membuat nyonya Maia merasa sedikit bingung untuk menjawab pertanyaannya tersebut.


Seperti yang mereka saat ini lihat, ada dua orang pria tampan yang sedang bergandengan tangan lewat di depan mereka.


Hal tersebut membuat mereka jadi julid dan tiba-tiba membuat nyonya Maia jadi teringat anaknya sendiri yang belum menikah.


Membuat nyonya Maia berpikiran bahwa Raja bisa saja seperti itu. Tapi dengan cepat dia menggelengkan kepalanya, berharap anaknya tidak mungkin seperti itu


Tapi nyonya Maia jadi berpikir harus segera membuat Raja cepat-cepat menikahi wanita yang di kenalnya waktu itu.


"Jeng Maia, anda kenapa?" ucap salah satu temannya, tidak sengaja mendapati nyonya Maia menggelengkan kepalanya.


"Ah... tidak .. tidak apa-apa" ucap nyonya Maia dan langsung bersikap biasa saja, tidak ingin ketahuan bahwa dirinya sedang memikirkan sesuatu tentang anaknya tersebut.


"Sudah cukup.... abaikan saja mereka. Lebih baik kita sekarang mulai arisannya saja" lanjut nyonya Maia berbicara, sambil memperingatkan teman-teman arisannya untuk tidak memperdulikan urusan orang lain.


Kemudian mereka pun mulai fokus dengan tujuan mereka datang ke acara arisan tersebut.


Sementara itu di kantor, Alex terlihat nampak termenung setelah tadi mendengarkan pernyataan Rossa mengenai Anita.


Dia masih tidak mengerti, mengapa Rossa bisa setahu dan seperduli itu pada Anita. Berbeda dengan sikapnya dulu yang egois dan tidak perduli dengan orang lain.


Kemudian setelah beberapa saat melamun, tiba-tiba pintu kantor Alex terdengar kembali di ketuk. Lalu dia segera tersadar dari lamunannya dan menyuruh tamu tersebut untuk masuk.


Rupanya yang datang adalah Rafi, dia langsung menuju ke kantor dan ke ruangan Alex untuk menginformasikan pekerjaannya bersama Lolita.


Rafi juga memberitahu bahwa Raja juga ikut dalam acara meeting tersebut. Bahkan Lolita dan Raja sempat berdansa bersama.


Mendengar hal tersebut membuat Alex terkejut, merasa bingung dan mulai bertanya pada Rafi.


Bukan masalah Raja ikut dalam acara meeting tersebut, melainkan bagaimana anak perempuannya tersebut dapat berdansa dengan Raja jika di antara mereka tidak saling mengenal.

__ADS_1


"Apa?. Lolita dan Raja berdansa?" ucap Alex dengan nada tingginya bertanya pada Rafi.


"I..iya tuan. Itu benar. Tat... tapi mereka berdansa karena di minta oleh istri tuan Laksamana sendiri, untuk menemani mereka berdansa bersama" ucap Rafi terbata-bata, merasa takut tuannya marah dengan hal tersebut.


Terlebih Rafi tahu, jika sebenarnya tuannya tersebut tidak begitu menyukai Raja.


"Aku tidak perduli. Kau suruh seseorang untuk kembali mengawasi Lolita. Aku tidak mau si Raja berengsek itu sampai mendekati anak perempuan ku" ucap Alex nampak terlihat kesal dan marah.


Alex berpikir, Raja sengaja mendekati anak perempuan nya untuk balas dendam karena Anita yang pernah di cintai Raja lebih memilih dirinya.


Hingga akhirnya dia berpikiran sendiri tanpa berniat mencaritahu lebih dulu kebenarannya tersebut.


"Bak..baik, tuan" ucap Rafi terbata-bata, sambil menunduk sedikit.


Kemudian dia segera keluar dari ruangan Alex tersebut.


Lalu berganti dengan Lolita yang baru saja hendak menyusul Rafi untuk memberitahu keberhasilannya mendapatkan kontrak bisnis tersebut.


Beruntung Lolita tidak mendengarkan apa yang di katakan Alex pada Rafi.


"Rafi!..." ucap Lolita saat dia melihatnya keluar dari ruangan ayahnya.


Namun dia sedikit lupa bahwa sekertaris ayahnya tersebut terus memperhatikannya, dan mulai melihat Lolita dengan tatapan tajam saat mendengar nama Rafi di panggil begitu saja.


"Ma.. maksud ku tuan, Rafi" ucap Lolita saat menyadari sekertaris ayahnya tersebut sedang memperhatikannya.


"Kenapa anda cepat sekali keluarnya?" lanjut Lolita berbicara dan bertanya pada Rafi.


"Apa tuan Alex sudah di beri tahu kalau kita berhasil mendapatkan kontrak besar itu?" ucap Lolita sengaja di tinggikan suaranya supaya terdengar oleh sekertaris ayahnya tersebut yang sering menganggapnya remeh.


Mendengar hal tersebut, tentu membuat sekertaris Alex merasa kesal dan menyadari kesengajaan Lolita yang meninggikan suaranya agar terdengar olehnya.


"Sialan... wanita itu pasti sengaja meninggikan suaranya supaya terdengar oleh ku dan pamer pada ku" ucap sekertaris Alex berbicara sendiri sambil menahan rasa kesalnya.


"Palingan dia menggunakan cara licik untuk mendapatkan kontrak besar itu. Dasar wanita sombong kurang ajar. Lihat saja nanti, aku pasti akan membuatmu keluar dari perusahaan ini" lanjut orang tersebut berbicara sendiri sambil tetap memandang ke arah Lolita yang sedang berbicara dengan Rafi.


"Ya sudah kalau begitu, aku masuk dulu untuk menemui tuan Alex" ucap Lolita pada Rafi.


Kemudian Rafi pun segera meninggalkan tempat tersebut sambil melewati sekertaris Alex yang hendak menyapanya.


"Tu.. tuan, Rafi" ucap sekertaris Alex hendak berdiri dan menyapa Rafi yang terus berjalan tanpa memperdulikannya.


Hal tersebut membuat sekertaris Alex kembali merasa kesal.


Sementara itu, Lolita yang melihatnya di acuhkan segera masuk ke dalam ruangan ayahnya tersebut sambil mengejek sekertaris tersebut.


"Brengsek... tambah berani dia mengejekku. Dasar wanita sialan" ucap sekertaris Alex merasa kesal sambil sedikit memukul mejanya meluapkan kekesalan.


Kemudian setelah Lolita segera masuk sambil tertawa ke dalam ruangan ayahnya, Alex merasa sedikit heran dan mulai bertanya pada anak perempuannya tersebut.


"Sayang... kenapa kau masuk sambil tertawa seperti itu. Apa kau sengaja membuat sekertaris Daddy kesal lagi?" ucap Alex sambil bertanya memastikan.


"Maaf, Dad" ucap Lolita sambil perlahan menghilangkan rasa tawanya tersebut.


"Kamu ini... Masih saja melakukan hal seperti itu" ucap Alex sambil sedikit menggelengkan kepalanya, sudah tahu kebiasaan anak nya tersebut setiap kali sebelum masuk kedalam ruangan nya.


"Sudahlah.... Apa ada yang ingin kau katakan?" ucap Alex nampak bersikap dingin pada anaknya tersebut.


"Daddy jahat sekali... Memangnya tadi Rafi tidak memberi tahu kalau aku berhasil mendapatkan kontrak besar itu?" ucap Lolita pada ayahnya sambil mengingatkan kembali apa yang telah di dapatkannya.


Namun dia juga merasa ayahnya tersebut nampak terlihat tidak senang saat ini.


"Tentu saja Rafi sudah memberitahu Daddy. Dan dia juga sudah memberitahu daddy kalau kamu dan ..." ucap Alex merasa tersulut saat mengingat Raja berhasil mendekati anak perempuannya tersebut, namun dia tidak berniat untuk melanjutkan kata-katanya pada Lolita.


"Dan...?. Dan apa Dad?" ucap Lolita sedikit penasaran.

__ADS_1


"Tit... tidak. Lupakanlah... Maafkan Daddy" ucap Alex mulai menyadari sikapnya yang terlalu berlebihan menanggapi pikirannya sendiri tentang Raja dan Lolita.


"Harusnya daddy menyambut mu dengan bangga dan memeluk mu. Kemarilah!... Selamat sayang. Kamu sudah berhasil mendapatkan kontrak besar itu" ucap Alex sambil memeluk Lolita mencoba memberi apresiasi pada anak perempuannya tersebut atas apa yang telah dicapainya saat ini.


__ADS_2