Jodohku Ayah Sahabatku

Jodohku Ayah Sahabatku
Buruk Sangka


__ADS_3

Beberapa hari kemudian di kediaman Alexander Wijaya, Alex sudah mulai bisa berjalan dengan benar meski kadang masih terasa sakit.


Namun diam-diam Alex sengaja tidak memberitahu siapa pun termasuk Anita. Awalnya dia ingin memberitahu Anita terlebih dahulu bahwa dia sudah sembuh.


Namun saat ingin memberitahu nya, Alex tanpa sengaja mendengar percakapan Anita dengan Raja yang ingin mengajaknya jalan-jalan.


Dan hal itu, entah mengapa membuat Alex kembali merasa tidak senang apalagi saat melihat Anita dapat tersenyum ceria ketika mengobrol dengan Raja di telpon.


Dan hari itu kebetulan Anita di beri libur, karena Alex melihatnya cukup bekerja keras dalam merawatnya selama beberapa hari ini.


Dan saat Anita hendak siap-siap untuk berangkat menemui Raja, tiba-tiba Alex berteriak memanggilnya. Dan baru pertama kali ini dia memanggil Anita dengan memanggil namanya.


"Anitaaa" teriak Alex dari dalam kamarnya, membuat Anita yang sedang siap-siap merasa ragu dengan pendengarannya, bahwa yang memanggilnya adalah Alexander Wijaya.


Meski suaranya terdengar sama dengan Alex tapi dia merasa tidak yakin, karena selama ini Alex selalu memanggilnya dengan sesuka hati dan tidak pernah memanggil Anita dengan namanya sendiri, pikir Anita.


Kemudian datang Mbo Inah menegor dan menghampirinya, memberitahu bahwa tuannya berteriak memanggil-manggil namanya dari dalam kamar.


"Nak Anita!" seru Mbo Inah.


"Tuan dari tadi manggil-manggil nama nak Anita terus" lanjut Mbo Inah memberitahu.


"Sana samperin dulu, tuan tidak mau dengan yang lain ataupun dengan Mbo" lanjut Mbo Inah berbicara.


"Apa Mbo?" pekik Anita merasa tidak percaya.


"Jadi tuan Alex yang manggil nama saya, Mbo?"


"Iya. Memangnya kenapa. Kok seperti kaget begitu" ucap Mbo Inah dan bertanya, saat melihat Anita malah terlihat kaget ketika di beritahu bahwa tuannya yang manggil-manggil namanya.


"Ahh ... tidak Mbo. Tapi ada apa ya Mbo?. Bukannya saya sudah di beri izin hari ini dapet libur boleh keluar".


"Mbo juga tidak tahu, nak Anita. Lebih baik nak Anita samperin tuan dulu. Siapa tahu dia butuh sesuatu yang lainnya".


"Ya sudah Mbo, kalau begitu saya samperin tuan dulu, ya"


Kemudian Anita segera menghampiri Alex setelah berbicara dengan Mbo Inah.


Perlahan Anita berjalan dan menaiki tangga untuk menuju kamar tuan Alex.


"Permisi, tuan. Apa tuan memanggil saya?"


"Hemm... " ucap Alex dengan berdehem.


"Apa tuan butuh bantuan?"


"Hemm.. " sekali lagi Alex berdehem menanggapi pertanyaan Anita.


"Kalau begitu saya panggil bang Asef, ya tuan" ucap Anita mengira tuannya perlu bantuan untuk di bantu berjalan. Mengingat dia harus cepat-cepat keluar ada janji temu.


"Ee e ehh... tidak perlu memanggil Asef" ucap Alex tidak mau.


"Tapi, tuan" ucap Anita hendak menolak.


"Aku bilang tidak perlu. Lalu untuk apa aku memanggilmu kesini?" ucap Alex kembali sinis.


"Tapi tuan. Bukankah anda sendiri yang sudah memberi saya libur dan mengizinkan saya keluar hari ini" ucap Anita memberanikan diri.


"I..iya" ucap Alex terbata-bata.


"Tapi itu kemarin saat aku pikir kau tidak akan pergi kemana-mana" ucap Alex cepat-cepat, merasa malu takut Anita mengerti apa maksud ucapannya.


"Maksud tuan apa?" tanya Anita merasa bingung.


"Ah.. sudahlah lupakan. Kau mau membantuku atau tidak" ucap Alex dengan sedikit kesal.


Namun membuat Anita sedikit berpikir-pikir, takut terlambat menemui Raja.

__ADS_1


"Baiklah. Tuan mau di bantu apa sama saya" ucap Anita setelah berpikir-pikir tadi.


"Bantu aku bawa ke toilet, sekarang" pinta Alex.


"Ya Allah aku pikir apa. Bukannya dia sendiri juga udah bisa ke toilet sendiri" ucap Anita dalam hati, merasa heran dengan permintaan tuannya itu.


"Cepetan. Mikir apa lagi!" pekik Alex saat melihat Anita masih berpikir.


"i..iya tuan" ucap Anita terbata-bata saat tuannya terdengar membentaknya.


Kemudian Anita pun mulai mendekati Alex dan menggandeng, membantunya berjalan munuju toilet.


"Kau tunggu aku sampai aku selesai. Kalau tiba-tiba pergi, aku tidak akan mengizinkan mu untuk pergi ke luar lagi. Mengerti!" ucap Alex sebelum masuk ke dalam toilet dan sedikit terdengar mengancam.


"Ba..baik, tuan" ucap Anita masih terbata-bata.


Lalu Alex pun segera masuk kedalam toilet sambil berpura-pura melakukan sesuatu dan sengaja berlama-lama di dalam toilet, supaya Anita terlambat menemui Raja dan jika perlu sampai Anita tidak jadi menemui Raja.


Sementara itu Anita yang mulai gelisah, sesekali melihat jam di tangannya. Dia mulai tidak sabaran karena Alex sudah cukup lama di dalam toilet.


"Tuan, sudah selesai belum?" tanya Anita di depan pintu toilet namun tidak ada jawaban.


"Dia itu lama sekali. Apa yang di lakukannya, coba?" ucap Anita dan sedikit bertanya.


"Kalau begini, pasti aku akan telat menemui Raja" ucapnya dengan terlihat masih gelisah.


Kemudian Alex pun keluar dengan lupa pura-pura berjalan dengan kaki terpincang-pincang.


Membuat Anita sedikit merasa heran saat melihat Alex berjalan dengan biasa-biasa saja.


"Tuan, anda sudah berjalan dengan benar" ucap Anita merasa heran namun dengan tersenyum senang melihat Alex kembali berjalan dengan benar.


"Wah... Alhamdulillah. Aku senang melihatnya" jujur Anita pada Alex.


Namun tanpa sadar, Anita tiba-tiba memeluk Alex merasa bahagia saat melihat Alex kembali dapat berjalan dan sembuh total.


Lalu Anita segera melepaskan pelukannya saat dia sadar itu terlalu berlebihan, mengingat dia seorang asisten pribadi biasa dan Alex adalah tuannya.


"Ma..maaf tuan" ucap Anita setelah melepaskan pelukannya dan menunduk malu.


Sementara Alex hanya tersenyum tipis dan mengangguk pelan.


"Kalau begitu, saya permisi, sekalian izin pamit keluar dulu ya, tuan" lanjut Anita merasa canggung setelah tiba-tiba memeluk tuannya, jika berlama-lama di hadapan Alex.


Kemudian Anita pun segera pergi keluar kamar Alex dan bermaksud menemui Raja.


Sementara itu Alex yang sudah melihat Anita keluar dari kamarnya, merutuki ke bodohnya.


"Haa ah... bodoh sekali kau ini Alex, membiarkannya begitu saja" ucap Alex tanpa sadar sedang merasa cemburu.


"Kenapa kau malah terlihat baik-baik saja, kaki?" ucapnya seloroh, bertanya pada kakinya sendiri, merasa tidak bisa di ajak kerja sama.


Kemudian singkat cerita Anita dan Raja bertemu di sebuah kafe yang tidak terlalu jauh dari kediaman Alex.


Raja tidak marah saat Anita datang terlambat menemuinya. Jika perlu dia akan menunggu Anita seharian, asalkan Anita benar-benar datang menemuinya.


Bertemu dengan Anita saja dia sudah merasa bahagia, meskipun hanya sebentar.


Tidak lama mereka menghabiskan waktu bersama, hingga sampai makan malam selesai Anita harus segera pulang kembali.


Entah mengapa Anita merasa kurang nyaman dan kepikiran Alex, meskipun dia sudah melihat Alex tadi baik-baik saja.


Sementara Raja, waktu bersama Anita begitu cepat berlalu. Tapi dia juga tidak ingin menahan Anita, takut menyinggung perasaannya. Bahkan dia juga tidak berani mempertanyakan pekerjaan Anita padanya.


Namun kali ini Raja memberanikan diri memaksa Anita untuk mau di antar pulang ke tempat dia sekarang tinggal.


Kemudian dengan terpaksa Anita pun mengizinkannya. Meski sempat menolak Raja untuk tidak mengantarkannya pulang, takut merepotkan Raja.

__ADS_1


Sementara itu di kamar Alex, dia merasa gelisah karena dia tahu Anita sedang jalan dengan seorang pria yang bernama Raja.


Kemudian terdengar suara mobil dari luar rumahnya, Alex diam-diam melihat keluar jendela.


Dilihatnya Anita sudah pulang, dia diantar Raja sampai depan rumah Alex dengan mobilnya. Tapi Raja tidak tahu bahwa rumah tersebut adalah milik Alexander Wijaya.


Alex masih menatap mereka dari atas kamarnya, tidak suka dengan kedekatan Raja dan Anita, apalagi saat Raja mulai berani memegang kedua tangannya dengan tersenyum.


Dan tidak perduli dengan apa yang sedang mereka bicarakan, membuatnya merasa marah saat melihat hal tersebut dan tanpa sadar meremas kain penutup jendela kamarnya.


Dia sendiri masih tidak sadar bahwa dia sedang cemburu pada Raja. Padahal dia bukan siapa-siapanya Anita.


Kemudian Raja pun berlalu pergi meninggalkan Anita di tempatnya berdiri.


Lalu Anita segera masuk diam-diam karena dilihatnya beberapa ruangan, lampunya sudah mati. Itu artinya orang-orang sudah mulai tidur dan Anita tidak ingin membuat orang-orang terbangun terutama Alex, tidak ingin mengganggu waktu istirahatnya.


Lalu saat Anita menutup pintunya pelan-pelan, tiba-tiba Alex sudah berada di hadapannya dengan jarak yang begitu dekat dan seketika membuat Anita kaget dan mengelus dadanya pelan, dengan ruangan yang keadaan gelap hanya sedikit lampu remang-remang yang menerangi mereka.


"Tuan. Membuatku kaget saja" ucap Anita sambil mengelus dadanya.


"Tuan, kenapa belum tidur beristirahat" tanya Anita sopan sambil menatap tuannya sedikit aneh.


Dilihatnya Alex hanya menatapnya tanpa berkata sedikitpun.


Namun hal itu membuat Anita malah merasa aneh dan takut. Tatapan Alex terlihat tajam dan dingin seolah-olah ada rasa marah yang tersimpan di wajah Alex.


"Tuan, apa anda baik-baik saja?" tanya Anita lirih, dengan tetap memberanikan diri menatapnya langsung.


"Kenapa jam segini baru pulang?" tanya Alex sinis namun dengan suara yang pelan tapi tidak menghilangkan tatapan dinginnya.


Namun saat Alex mulai bertanya dan bersuara, Anita sedikit mencium bau alkohol dari mulut Alex yang memang saat itu terlalu dekat dengannya.


"Tuan, kenapa anda minum alkohol. Andakan baru sem..." ucap Anita memberanikan diri saat mencium bau alkohol darinya, tapi tiba-tiba Alex menutup mulut Anita dan menghimpit tubuhnya ke pintu yang saat itu memang masih berada di depan pintu rumah.


"Cukup, jangan berpura-pura perduli padaku dan mengalihkan pembicaraan" ucap Alex sinis dengan tetap menutup mulutnya kemudian perlahan membuka tangannya dari mulut Anita setelah Alex berhasil menghimpit tubuhnya ke dinding pintu.


Beruntung Anita tidak berteriak sehingga tidak membangunkan orang-orang yang sedang beristirahat di rumah tersebut.


Namun Alex tetap menahannya di dinding pintu dengan kata-katanya yang mulai ngaco dan dengan sedikit amarahnya.


"Sekarang aku tahu sebenarnya, beberapa hari ini kau baik dan perduli padaku agar aku mengizinkanmu jalan dan bermesra-mesraan dengan laki-laki itu, kan" ucap Alex membuat Anita kaget tak percaya dengan apa yang di katakan tuannya tersebut.


"Kau menggodanya supaya kau bisa merayunya dan meminta uang darinya untuk melunasi hutangmu padaku. Begitu kan?" lanjut Alex dengan segala buruk sangka nya pada Anita.


"Tidak tuan. Anda salah sangka pada saya" ucap Anita mencoba menjelaskan.


*mohon maaf reader menggantung part ini, berhubung hari ini sedang puasa dan kelanjutan part ini ada sedikit adegan intimnya meski tidak sampai berbuat yang aneh2 tapi saya rasa tidak baik juga dan pas-pasan di siang hari yang sedang puasa ini. Jadi saya pikir masukan part ini untuk nanti malam saja, ya. Tapi sebenarnya saya juga bingung masukin atau Enggak, mana lagi puasa*


"Menurut kalian masukin atau enggak, ya?"


Juga saya mau mengucapkan...


*Selamat Menunaikan Ibadah Puasa*


Dan tetap menjaga hati dan pikirannya, ya.


Terutama di bulan Ramadhan ini.


Dan juga, saya mohon untuk tidak berkomentar yang hanya membuat saya malas-malasan untuk melanjutkan cerita ini.


Jika ada yang tidak suka dengan karya saya ini, anda bisa menskipnya tanpa meninggalkan komentar yang tidak perlu, itu lebih baik. Terimakasih.


Tapi saya benar-benar ingin mengucapkan terima kasih banyak pada kalian semua yang sudah mensuport saya dengan like, komentar, hadiah, vote dan sharenya.


Dan saya lihat lebih banyak yang komen baik, jadi itu membuat saya tetap bersemangat untuk tetap melanjutkan cerita ini.


*Terimakasih*

__ADS_1


__ADS_2