Jodohku Ayah Sahabatku

Jodohku Ayah Sahabatku
Seram


__ADS_3

Malam harinya Anita sedang mengurusi anak laki-lakinya tersebut untuk berganti pakaian. Tiba-tiba datang Lolita ikut nimbrung bersama mereka.


"Hay adik kecil ku yang tampan" ucap Lolita menggoda adiknya sambil mengemut permen lollipop setelah masuk kedalam kamar adiknya tersebut.


"Apa kau mau ini?" lanjut Lolita menawari permen Lollipop di tangannya.


"Tidak... Kata mamah kalau malam-malam gak boleh makan permen. Itu tidak baik, bisa membuat gigi bolong dan ada kuman nya" ucap Alexa menolak tawaran kakak perempuannya.


"Benarkan, mah" lanjut Alexa mencari pembenaran ibunya.


"Tentu saja sayang. Itu tidak boleh" ucap Anita pada anaknya setelah selesai mengancingkan pakaian tidur anaknya tersebut.


"Lalu kenapa kak Loli masih saja memakannya?" ucap Alex tidak ingin melihat kakak perempuannya makan lolipop di malam hari.


"Oke... oke... baiklah. Aku tidak akan memakannya lagi. Apa kau puas sekarang?" ucap Lolita tidak ingin memberi contoh buruk, yang di jawab anggukan boleh Alexa.


"Kalau begitu sekarang cium aku" lanjut Lolita sambil meminta dicium di pipinya dengan menunduk menyamakan tingginya dengan Alexa.


Kemudian Alexa pun menurut dan mencium dengan gemas kakak perempuannya tersebut.


"Terima kasih adikku sayang...." ucap Lolita kembali, sambil tersenyum dan mencubit kedua pipi Alexa dengan gemasnya.


"Aduh... adududuh sakit kak" ucap Alexa merasa kesal karena cubitan kakaknya terlalu keras, di cubit gemas.


"Kakak sakit tahu... aku bilangin Deddy loh ya" ucap Alexa merengek.


"Bilangin aja, kakak gak takut... uweee... " ucap Lolita kembali menggoda adiknya tersebut sambil menjulurkan lidahnya sengaja membuat adiknya merasa kesal dan berlari mengejar dirinya memutari ranjang kasur yang ada di tempat.


Sementara Anita yang melihat Lolita kekanak-kanakan seperti itu hanya dapat tersenyum dan melihat tingkah laku mereka berdua.


Anita merasa senang, karena Lolita dari awal dapat menerima kehadiran Alexa sebagai adik laki-lakinya.


Dia tidak menyangka dapat melihat sahabatnya tersebut begitu bahagia memiliki adik dari ibu sambung seperti dirinya.


Tapi kini dia mulai memikirkan tentang perasaan apa yang sebenarnya dia miliki untuk Alex.


Kini dia sudah mengetahui reaksi dan perasaan sahabatnya tersebut dengan hubungan yang sudah terjalin di antara dirinya dengan ayah sahabatnya tersebut.


Namun dia masih bingung dengan perasaannya sendiri. Dia masih belum yakin bahwa Alex akan benar-benar mencintainya.


Dan dia sendiri juga belum yakin kalau dirinya dapat menerima Alex kembali.


Lama dia melamun dalam pikirannya sendiri, hingga Lolita dan Alexa menatap satu sama lain setelah cape berlarian saling kejar mengejar. Namun mereka melihat Anita yang sedang tiba-tiba melamun di atas ranjang Alexa.


Kemudian mereka berdua berniat untuk mengagetkan Anita yang sedang melamun tersebut, dan doorr.... mereka pun benar-benar melakukannya, mengagetkan Anita.


"Hayoo... lagi mikirin apa coba?. Sampe melamun begitu" ucap Lolita giliran mengganggu Anita dan dengan senyumnya yang meminta penjelasan.


"iih.. kamu... enak aja. Aku gak mikirin apa-apa. Udah ah.... Ayo cepet kita keluar, pasti makan malam udah jadi" ucap Anita mencoba mengelak.


"Aku tuh cuma pusing. Lihat kalian berdua malah main kejar-kejaran di malam hari" lanjut Anita kembali membuat alasan baru.


"Sudah cukup lebih baik kita pergi ke meja makan sekarang. Pasti ayah kalian sedang menunggu lama disana" ucap Anita kembali.


"Emmhh... bohong. Pasti habis ngelamunin Daddy ya" ucap Lolita sengaja menggoda seperti itu.

__ADS_1


"Bagaimana dia itu?" ucap Anita dalam hati, merasa heran.


"Iihh Loli... masih saja suka ngegoda orang seperti itu... Ya sudah aku pergi sendiri saja. Kalian kalau mau masih disini, gak usah makan malam" ucap Anita merasa kesal sambil beranjak ke luar dan menutup pintu membiarkan anak-anaknya di dalam kamar.


"Loh... kok marah?" ucap Lolita dan Alexa berbarengan sambil saling menatap satu sama lain.


"Tunggu ... kami ikut... Ayo sayang kita kejar Mamih" ucap Lolita dan segera menggandeng adiknya untuk mengejar ibunya tersebut yang di pikir nya sedang ngambekan.


Sementara itu di luar kamar Alex, dirinya sudah rapih hendak pergi makan malam.


Namun bukan makan malam dengan keluarganya sendiri, melainkan makan malam dengan Rossa yang tadi siang sudah berjanji.


Alex pun turun dan hendak berpamitan dengan anak-anak nya.


Sementara itu Anita yang melihatnya merasa heran dan kepikiran bahwa Alex pasti akan pergi dengan wanita lain seperti yang tadi siang dia dengar.


Namun entah mengapa Anita merasa marah saat mengingat Alex akan pergi dengan wanita lain.


"Daddy... Apa Daddy gak salah kostum lagi?" ucap Lolita yang sebelumnya pernah melihat ayahnya berpakaian formal menawan hanya untuk makan malam bersama di rumah untuk mendapatkan perhatian Anita.


"Tidak sayang... Daddy malam ini memang mau pergi dan tidak makan malam di rumah. Jadi Daddy mau pamit dan pergi dulu, kalian baik-baik di rumah ya" ucap Alex pada anaknya dan di depan Anita.


"Memangnya Daddy mau pergi kemana?. Setahuku di kantor tidak ada jadwal meeting untuk Daddy" ucap Lolita menyelidik.


"Memang tidak ada meeting dengan klien, sayang. Tapi Daddy ada janji dengan seseorang" ucap Alex dengan tanpa bersalahnya, sambil diam-diam melihat ke arah Anita yang sudah nampak kekesalan di raut wajah Anita yang sedang berusaha di sembunyikannya.


Sementara itu, Lolita juga diam-diam memperhatikan Anita yang sedang berusaha untuk tidak mendengar percakapan mereka yang entah mengapa membuatnya kesal dengan hanya mendengarkannya.


"Tapi Daddy..." ucap Lolita hendak melarang ayahnya tersebut. Tapi Alex segera diam-diam memberitahu anaknya tersebut dengan kode untuk melihat reaksi sahabatnya yang nampak menahan rasa cemburunya.


Kemudian Lolita pun melihat ke arah sahabatnya tersebut yang duduk persis di sampingnya.


Dan dia melihat Anita yang sedang membuang muka untuk tidak melihat ke arah Alex dan berpura-pura tidak mendengar percakapan ayah dan anak tersebut.


Melihat hal itu, Lolita menyadari satu hal bahwa sahabatnya itu diam-diam sedang merasa tidak nyaman dan kemungkinan sedang merasa cemburu.


"Oke... Baiklah. Tapi Daddy jangan malam-malam pulangnya" ucap Lolita tiba-tiba memberi izin ayahnya.


Namun sesaat kemudian, Anita yang mendengar Lolita mengijinkan ayahnya untuk pergi, tiba-tiba berdiri sambil memukul meja dengan lumayan keras. Membuat orang-orang yang berada di tempat merasa kaget dan heran.


Rupanya tanpa sadar Anita merasa marah dan kesal karena sahabatnya tersebut malah membiarkan ayahnya pergi untuk bertemu dengan wanita lain.


"brug..." suara meja di pukul.


"Maaf... saya mau bantu Mbo Inah dulu ke belakang" ucap Anita nampak masih kesal dan mencoba menghindari percakapan tersebut, tanpa berani menatap Alex atau pun Lolita. Lalu dia pun segera pergi ke dapur.


Anita masih dengan egonya dan tidak berniat melarang Alex untuk tidak pergi bertemu dengan wanita lain.


Sementara Lolita dan Alex masih nampak tercengang setelah melihat reaksi Anita yang di luar dugaan. Namun diam-diam membuat mereka berdua merasa berhasil dan sedikit senang.


"Daddy.. Kak Loli, kenapa mamah terlihat seperti kesal dan marah?" ucap Alexa yang masih belum mengerti dengan keadaan yang sebenarnya.


"Tidak sayang... Mamih tidak sedang marah. Tapi reaksi itu bisa di sebut dengan sebutan... cem... bu.. ru" ucap Lolita memberi tahu adiknya.


"Cemburu?. Tapi kenapa harus terlihat marah dan kesal?" ucap Alexa kembali bertanya, masih merasa belum mengerti.

__ADS_1


"Aduuh Daddy... bagaimana cara menjelaskannya?" ucap Lolita merasa bingung sendiri.


"Sudah... kamu tidak perlu menjelaskannya" ucap Alexa pada anak perempuannya.


"Sayang Daddy mau pergi dulu. Lebih baik sekarang kamu mulai makan ya, dan nanti kamu bisa tanyakan pada mami mu. Apa itu cemburu" ucap Alex sambil berjongkok berbicara pada anak laki-laki nya mencoba memberi pengertian.


Kemudian dia segera mencium sayang anak laki-lakinya dan segera pergi dari ruang makan tersebut.


"Kalau begitu Daddy pergi dulu ya" ucap Alex hendak beranjak pergi.


"Tunggu Daddy. Ingat jangan sampai macam-macam" ucap Lolita menghentikan ayahnya sejenak dan mengingatkannya dengan pelan-pelan.


"Tenang saja" ucap Alex pada anak perempuannya.


Sementara itu Anita yang sedang di dapur masih terlihat kesal dan marah juga nampak ngedumel dan uring-uringan sendiri.


"Iihh... dasar laki-laki.. sama saja. Sudah tahu punya anak dua masih saja keganjenan. Apa dia sudah lupa kalau dia itu sudah tua. Bukannya duduk manis di rumah dan menghabiskan waktu dengan keluarga, malah pergi dengan wanita lain" ucap Anita meluapkan kekesalannya dengan mengomel-ngomel sendiri di depan wastafel dapur.


Kemudian tiba-tiba Mbo Inah datang dan melihat Anita yang sedang mengomel-ngomel sendiri.


"Nyonya Anita... Kenapa ada di sini. Apa anda tidak makan malam?" ucap Mbo Inah sambil menghampiri Anita.


"Eh.. Mbo.. Belum Mbo... Aku lagi cuci tangan dulu" ucap Anita beralasan.


"Ya udah Mbo saya kembali dulu" ucap Anita segera hendak kembali ke meja makan.


Membuat Mbo Inah merasa heran dengan tingkah Anita yang nampak terlihat sedikit aneh di rasanya.


Sementara itu Anita sudah kembali dan duduk di kursinya tadi. Dan diam-diam Anita mengedarkan pandangannya untuk melihat keberadaan Alex.


"Daddy sudah pergi, Mami ku yang cantik..." ucap Lolita sengaja berkata seperti itu saat dirinya melihat Anita yang diam-diam mencari keberadaan ayahnya tersebut.


"Yeeh siapa juga yang nanyain Daddy mu itu" ucap Anita masih berlagak tidak memperdulikan ayah sahabatnya tersebut.


"Yakin tidak nyariin?..." ucap Lolita sekali.


"Yakin tidak kepikiran?..." ucap Lolita kedua kali.


"Yakin tidak cem...." ucap Lolita yang di tahan Anita dengan suapan dadakannya.


"Yakin gak cape bicara terus" ucap Anita menghentikan ucapan sahabatnya tersebut yang terus menggoda nya sambil memberikan satu suapan pada Lolita supaya diam.


"Eehhm .. " ucap Lolita sambil menutup mulut mengunyah makanannya dengan sedikit sebal yang di paksakan Anita.


"iiihh... jahat banget sih. Gimana kalau tadi aku keselek, coba?" ucap Lolita pada ibu sambungnya setelah menelan makanannya dengan cepat.


"Benar kata orang ya. Kalau ibu tiri itu... jahat" lanjut Lolita berdrama sambil sedikit mendekatkan wajahnya pada telinga Anita.


"Sudah tidak perlu berdrama... Apa kamu belum pernah melihat ibu tiri yang mencabik-cabik anak tirinya dan kemudian memakannya dengan lahap?" ucap Anita sambil memotong-motong daging makan malamnya yang sengaja dia tunjukan pada Lolita untuk menakut-nakuti, lalu segera memakan sedikit potongan daging tersebut sambil menatap Lolita dengan seram.


"Ya Tuhan.... aku tidak menyangka, sahabatku ini kalau cemburu ternyata bisa seram juga seperti ini" ucap Lolita dalam hati sambil menelan ludah saat dirinya menatap Anita yang sedikit terlihat ngeri di lihatnya saat ini.


"Tit... tidak... Lebih baik aku lanjutkan makan malam ku saja.... he he he " ucap Lolita mendadak terbata-bata pada Anita dan dengan segera mengalihkan pandangannya pada makanan di meja dan dengan tawanya yang terlihat di paksakan.


"Ayo sayang cepat habiskan makan malam mu" lanjut Lolita mengalihkan ucapannya pada adik laki-laki nya tersebut. Merasa Anita sedang tidak dapat di ajak bercanda saat ini.

__ADS_1


__ADS_2