Jodohku Ayah Sahabatku

Jodohku Ayah Sahabatku
Bucinnya Alex


__ADS_3

Setelah mereka menyelesaikan sarapan paginya, mereka segera menyiapkan barang-barang. Tapi kali ini Alex yang berinisiatif membereskan semuanya, termasuk barang-barang Anita.


Bahkan sampai baju dalam Anita juga dia yang membereskannya. Namun tentu saja Anita tidak diam saja, dia sendiri sampai malu saat Alex sudah terlanjur memegangnya.


Berbeda dengan Alex yang merasa senang-senang saja melihat dan memegang pakaian dalam istrinya sendiri.


Rupanya saat ini, Alex sedang bucin-bucinnya terhadap Anita. Entah berapa lama hal itu akan bertahan.


Tapi yang pasti Anita malah malu sendiri dan masih merasa aneh dengan sikap Alex yang seperti itu.


"Sudah sayang... kali ini kau duduk saja, ok. Biarkan aku yang melakukannya. Aku tahu kau pasti masih merasa sakit, kan di bagian itu" ucap Alex sambil menggoda Anita dengan sengaja, tentu hal itu membuat Anita sedikit merasa malu dan tiba-tiba membuatnya mendadak gugup saat sedang membereskan pakaiannya.


"Ah... tidak siapa bilang" ucap Anita mencoba mengelak, namun raut wajahnya semakin menampakkan kegugupannya.


Membuat Alex yang melihatnya malah merasa gemas dan menggoda.


"Tidak apa-apa, tuan. Biar saya saja yang melakukannya sendiri" lanjut Anita sambil berusaha menormalkan perasaannya.


"Sudah biarkan aku saja yang melakukannya. Kau duduk saja dengan tenang dan santai" ucap Alex kembali memaksa.


"Jangan, tuan. Biarkan aku saja yang membereskannya" ucap Anita masih tetap dengan keinginannya.


Hingga akhirnya membuat mereka saling tarik menarik di atas ranjang, yang sebelumnya sedang membereskan barang-barang dan pakaiannya hendak memasukkannya kedalam koper.


Namun karena keduanya tidak mau mengalah, dan Alex terlalu bersemangat menarik pakaian Anita yang hendak di masukan kedalam koper, membuatnya tanpa sengaja menarik Anita kedalam pelukannya hingga mereka terjatuh di atas kasur tersebut.


Dan dalam sesaat membuat mereka saling menatap satu sama lain, namun Anita yang gugup terlihat mengedip-ngedipkan matanya merasa aneh.


Sementara Alex yang terlihat sedang tertindih oleh Anita, membuatnya malah merasa senang dan menikmati posisinya tersebut sambil tersenyum dan berkata.


"Ok, kalau begitu. Apa kau ingin aku melakukannya lagi, seperti malam tadi?" ucap Alex sambil tersenyum usil, sedikit menakut-nakuti Anita supaya mau mendengarkan ucapannya, agar Anita bersedia di bantu olehnya.


Anita yang mendengarnya tentu saja membuat dia merasa ngeri dan langsung terperanjat menjauh dari tubuh Alex. Hingga akhirnya dia membiarkan Alex untuk membantunya.


"Jaj...jangan. Yasudah lakukanlah sesuka hati, tuan!" ucap Anita sedikit manyun setelah kembali duduk.


Namun Alex yang salah paham dengan kata 'lakukanlah sesuka hati, tuan' malah mencoba kembali mendekati Anita secara perlahan-lahan berniat menjalankan niatnya.


Membuat Anita merasa heran saat melihat Alex malah terus-terusan mendekatinya. Kemudian Anita mulai menyadari kata-kata yang dia ucapkan terdengar ambigu.

__ADS_1


"Tuan. Maksud saya, lakukanlah jika tuan ingin membantu saya" ucap Anita yang sedang berusaha menahan tubuhnya yang hendak jatuh karena menghindari tubuh Alex yang terus mendekatinya sambil memberikan salah satu pakaiannya pada wajah Alex.


Kemudian Alex pun mendadak berhenti dan sedikit merasa malu sambil memundurkan kembali tubuhnya.


Lalu menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal, merasa prustasi karena tidak dapat melancarkan niatnya.


Jadinya membuat Alex berubah tak bersemangat, tapi tetap mau tidak mau membantu Anita membereskannya.


Namun saat Alex mulai membereskan pakaian Anita, tanpa sadar dia juga membereskan dalaman Anita.


Yang saat dia sadari, perlahan Alex mengangkatnya pelan-pelan sambil kembali bersemangat dan tersenyum sendiri sambil menunjukkannya pada Anita.


"Wow..." ucap Alex sambil pelan-pelan mengangkat barang antik milik Anita di hadapannya.


"Apa kau sengaja tidak membereskan yang ini lebih dulu?" lanjut Alex dengan senyumannya sambil menunjukkannya pada Anita.


"Tit... tidak. Sini, tuan. Yang itu biar aku saja yang melakukannya" ucap Anita gelagapan, merasa malu saat melihat barang pusakanya belum dia amankan lebih dulu.


Namun Alex yang ingin iseng pada Anita, tidak langsung memberikannya. Dia sengaja memainkannya, meski Anita terus berusaha mengambilnya dari tangannya langsung.


Membuat Anita terlihat meloncat ke kiri dan ke kanan demi untuk mengambil barang pusakanya yang di mainkan oleh Alex.


Terlihat Anita masih malu-malu karena ketahuan dan sempat di mainkan oleh Alex.


Siapa yang tidak malu kalau pakaian ********** di lihat langsung dan di mainkan begitu saja di hadapannya sendiri oleh laki-laki, meskipun laki-laki tersebut sudah sah menjadi suaminya.


Kemudian Alex yang melihat reaksi Anita yang masih terlihat malu-malu malah bertambah berani untuk menggoda Anita.


"Hey... kenapa kau masih malu-malu begitu. Lagipula aku kan juga sudah melihatnya, dan bahkan tub.." ucap Alex pada Anita hingga sesuatu menutup wajahnya dan menghentikan Alex untuk melanjutkan ucapannya.


"Cukup, tuan. Jangan di teruskan lagi" ucap Anita sambil melempar barang antiknya tepat di wajah Alex, yang sempat tadi dia sembunyikan di belakang punggungnya.


"Tub..buh.. indah mu" lirih Alex melanjutkan ucapannya sambil melihat kepergian Anita dari hadapannya.


Kemudian Anita pun segera pergi keluar dari kamarnya sudah terlanjur malu dan tidak ingin mengingat kembali kejadian tadi malam yang telah di laluinya bersama Alex.


Sementara itu, Alex yang masih di tempat hanya tersenyum senang sambil kembali melihat barang antik milik Anita.


Lalu kembali melanjutkan lagi membereskan barang dan pakaian Anita, kemudian segera memasukkannya ke dalam koper.

__ADS_1


Sementara itu, Rio yang sedang menginap di rumah Alex baru terbangun dari tidurnya.


Bahkan dia tidak menyangka bahwa pamannya sedang kebetulan tidak ada di rumah. Sehingga dia memanfaatkan keadaan untuk bisa menginap di rumah pamannya tersebut.


Sudah menganggap rumah sendiri, sampai dia tidak meminta izin pada Alex. Hingga membuatnya harus cepat-cepat pergi keluar rumah Alex sebelum pamannya tersebut tiba-tiba datang dan memarahinya.


Namun sebelum itu, Rio mewanti-wanti Mbo Inah untuk tidak mengatakannya bahwa dia telah menginap di rumah pamannya tersebut.


Sementara itu Alex dan Anita sudah check out dari hotelnya. Mereka sudah berada di dalam mobil taksi menuju bandara.


Terlihat Alex yang terus-terusan melihat dan menatap Anita yang sedang berada di samping tempat duduknya sambil tetap tersenyum bahagia melihat Anita.


Seolah Alex sedang kasmaran seperti anak remaja yang baru jatuh cinta lagi, sepertinya Alex sedang mengalami puber keduanya pada Anita.


Sementara yang di tatap merasa tidak nyaman dan gelisah. Membuatnya tidak bisa duduk dengan tenang.


"Tuan, bisakah anda tidak menatap saya seperti itu lagi. Saya tidak nyaman jika tuan terus-terusan melihat saya seperti itu" ucap Anita jujur.


"Memangnya kenapa. Aku suka melihat mu seperti ini" ucap Alex dengan senyum manisnya, masih enggan untuk melepaskan tatapannya dari Anita.


"Tuan... aku risih kalau di lihat seperti itu terus" ucap Anita dengan bibir manyunnya.


Namun Alex masih saja tidak mau mendengar rengekan Anita padanya.


"Tuan..." rengek Anita sambil mengalihkan tatapan Alex dari hadapannya dengan cara menyentuh pipinya langsung ke arah yang berlawanan dengannya.


Namun Alex kembali lagi melihat ke arah Anita, membuat Anita kembali lagi mengalihkan pandangan Alex dari wajahnya. Hingga begitu seterusnya sampai Anita jengah sendiri melihat kelakuan Alex yang terlalu bucin saat ini.


Hingga akhirnya Anita membiarkan Alex untuk terus menatapnya sampai dia bosan sendiri.


Sementara Anita hanya menarik nafas prustasi, masih tidak menyangka Alex yang selama ini dingin dan suka marah-marah terus padanya, kali ini dapat melihat sisi lain dari Alex.


Sampai di bandara, Alex tidak sedikit pun membiarkan Anita membawa apapun di tangannya. Hingga tas selendang yang sempat Anita gunakan, dipaksanya untuk di lepas saat keluar dari dalam mobil taksi.


Alex berpikir, Anita tidak boleh sampai kecapean ataupun kelelahan.


Dan entah apa yang merasuki jiwa Alex hingga sebegitunya perduli dan perhatian terhadapnya.


Membuat Anita hanya bisa pasrah, menatapnya heran dan geleng-geleng kepala.

__ADS_1


__ADS_2