Jodohku Ayah Sahabatku

Jodohku Ayah Sahabatku
Berpura-pura


__ADS_3

"Raja... Apa kamu sayang sama mami, nak?" tanya nyonya Maia dengan lirih bertanya pada anaknya.


"Tentu saja, Mih. Kenapa mami bertanya seperti itu?" ucap Raja pada ibunya.


"Kalau kamu benar-benar sayang sama mamih, kapan kamu akan membawa calon istri mu?" ucap nyonya Maia.


"Mami sudah semakin tua dan mulai sakit-sakitan, Mami pengen lihat kamu menikah dan punya anak" lanjut nyonya Maia berbicara pada anaknya, meyakinkan Raja seolah hidupnya tidak akan lama lagi.


"Wah... luar biasa. Ternyata mamih pintar berakting juga. Tadi saja, dia terlihat gugup. Sekarang... benar-benar terlihat meyakinkan kalau dia beneran sakit parah" ucap tuan Hartono memuji istrinya dalam hati.


"Kalau begitu aku juga tidak boleh kalah akting sama dia. Aku harus membantunya juga, dan meyakinkan Raja kalau mamihnya benar-benar sakit parah" lanjut tuan Hartono dalam hati.


"Mamih jangan bicara yang tidak-tidak. Mami pasti akan melihat Raja menikah. Tapi bukan sekarang-sekarang ini, Mih" ucap Raja mencoba memberi pengertian pada ibunya.


"Tapi sayang... Umur kamu kan juga sudah cukup matang untuk menikah sekarang-sekarang ini" ucap nyonya Maia masih berusaha, supaya anaknya segera menikah.


"Apa... Apa jangan-jangan... kamu tidak suka perempuan?" lanjut nyonya Maia menduga-duga dengan expresi wajahnya yang nampak terlihat tidak ingin mendengar hal buruk tersebut.


"Mami... Bagaimana mami bisa bicara seperti itu" ucap Raja merasa kaget dengan apa yang di pikirkan ibunya tersebut.


"Aku ini masih normal, Mih. Hanya saja... aku belum siap untuk menikah" ucap Raja pada ibunya.


"Memangnya apa yang membuat kamu belum siap menikah, sayang?" ucap nyonya Maia bertanya, membuat Raja tidak dapat menjawab pertanyaannya.


"Pokoknya mami gak mau tahu... Setidaknya kamu kenalin pacar kamu. Biar mami mu ini gak kepikiran kemana-mana. Selama ini kamu kan tidak pernah ngenalin gadis manapun" lanjut nyonya Maia berbicara.


"Mami mu benar, Raja. Setidaknya kamu kenalkan pacar kamu pada kami. Kalau kamu belum mau menikah sekarang-sekarang ini. Supaya mami mu tidak berpikiran yang tidak-tidak lagi dan membuatnya sakit" ucap tuan Hartono membantu istrinya meyakinkan Raja untuk segera membawa pacar dan mengenalkannya pada mereka.


Hal tersebut membuat Raja serba salah. Bukannya dia tidak ingin menikah ataupun tidak ingin memperkenalkan pacar, tapi orang yang dia cintai ternyata sudah kembali pada suaminya, yaitu Anita.


Selama ini Raja memang tidak pernah memperkenalkan Anita sebagai teman ataupun teman spesialnya pada mereka. Karena setiap kali Raja mengajak Anita untuk bertemu dengan kedua orangtuanya pasti Anita akan menolaknya secara halus.


Anita tahu, bahwa Raja mencintainya. Bahkan Raja sudah pernah menyatakan perasaannya. Namun karena Anita sudah menikah dengan Alex dan sudah memiliki anak darinya, tentu Anita tidak ingin memberi harapan pada Raja.


Hingga membuatnya selalu mencari alasan untuk menolak ajakan Raja bertemu dengan kedua orangtuanya meskipun saat itu Anita sudah lama meninggalkan Alex.


"Baiklah... Raja akan pikirkan lagi masalah itu nanti. Tapi sekarang.... Raja mohon, mami jangan berpikiran yang tidak-tidak lagi. Lebih baik mami istirahat sekarang. Raja akan pulang dulu" ucap Raja dengan berat hati memikirkan hal tersebut.


"Tapi sayang... kenapa kamu tidak menginap saja disini. Ini kan juga rumah kamu...." ucap nyonya Maia sambil berpura-pura batuk di akhir kalimat, supaya anaknya kembali percaya bahwa dirinya sedang sakit parah.


"Mami.. " ucap Raja merasa khawatir saat melihat ibunya kembali batuk-batuk lagi.


"Baiklah... Raja akan menginap malam ini. Sekarang mami tidur, ya" ucap Raja pada ibunya.


Kemudian nyonya Maia pun mengikuti ucapan anaknya tersebut. Dan diam-diam dia merasa senang karena anaknya percaya bahwa dia sedang sakit parah.


Lalu Raja segera keluar dari kamar ibunya setelah menyelimuti dan melihatnya memejamkan mata.


Bersama dengan ayahnya, Raja mulai berpamitan pada tuan Hartono untuk segera ke kamarnya yang ada di rumah tersebut.


Tapi sebelum itu, Tuan Hartono berbicara lebih dulu pada anaknya.


Dia berpura-pura mengatakan bahwa kondisi ibunya sangat mengkhawatirkan dan hidupnya tidak akan lama lagi.

__ADS_1


"Tunggu Raja..." ucap tuan Hartono menghentikan langkah anaknya tersebut.


"Papi mau bicara... Ini tentang kondisi mami mu" lanjut tuan Hartono berbicara.


"Maksud papi, apa?" ucap Raja biasa saja, karena dia mengira dia sudah tahu kalau maminya memang sedang sakit saat ini.


"Kemarilah... Ikut Papi" ucap tuan Hartono dan menyuruh anaknya untuk mengikutinya ke ruangan lain.


Mau tidak mau, Raja pun mengikuti ayahnya tersebut.


"Sekarang papi mau bicara apa?" ucap Raja sedikit penasaran setelah mereka berdua sudah berada di ruangan tempat biasanya tuan Hartono melakukan pekerjaan kantornya jika sudah berada di rumahnya.


"Begini Raja... Papi tahu kamu sayang sama mami mu. Tapi kamu juga harus tahu... kalau sebenarnya... hidup mami mu tidak akan lama lagi" ucap tuan Hartono mulai berakting seperti istrinya.


"Apa maksud papi?... Papi jangan bicara sembarangan. Mami memang sedang sakit, tapi bukan berarti dia akan pergi meninggalkan kita" ucap Raja merasa sedikit shok mendengar hal tersebut dari ayahnya.


"Tapi itu kenyataannya Raja... Dokter telah memponis, bahwa hidup mami mu tidak akan lama lagi. Dia menderita kangker dan papi juga baru tahu itu. Tapi papi meminta Dokter untuk tidak memberitahu mami mu. Supaya tidak membuatnya kepikiran" ucap tuan Hartono dan mulai menampakkan rasa sedihnya, supaya lebih meyakinkan anaknya tersebut.


"Jadi maksud papi.. hidup mami tidak akan lama lagi, begitu" ucap Raja kembali bertambah khawatir.


Dia tidak mengira kalau ibunya benar-benar sedang sakit parah.


"Iya Raja... itu sebabnya papi mengajak mu kesini. Supaya mami mu tidak mendengar apa yang sedang kita bicarakan tentang penyakitnya itu" ucap tuan Hartono begitu meyakinkan.


Hingga membuat Raja percaya apa yang sedang di ucapkan ayahnya adalah benar.


"Dan papi harap kamu bisa mengikuti semua keinginan mami mu sebelum dia benar-benar meninggalkan kita untuk selama-lamanya" lanjut tuan Hartono berbicara pada anaknya.


Membuat Raja terdiam dan terlihat nampak bersedih juga khawatir mengingat kondisi ibunya tersebut.


"Ya sudah, kalau begitu... papi temani mami mu dulu. Papi harap kamu mengerti" ucap tuan Hartono sambil menepuk pundak anaknya yang terlihat bersedih.


Kemudian dia sendiri pergi meninggalkan anaknya tersebut di tempat.


Sementara Raja nampak masih terdiam dan merasa serba salah juga bersedih mendengar hidup ibunya yang tidak akan lama lagi.


Di sisi lain, Alex dan keluarganya sudah berada di dalam mobil untuk kembali ke rumah mereka.


Namun sebelum sampai ke rumah mereka, Alex lebih dulu mengajak keluarganya untuk makan malam di restoran.


"Daddy... kenapa kita malah ke restoran?" ucap Lolita bertanya pada ayahnya.


"Kita akan makan malam dulu. Kalau langsung pulang, nanti akan terlalu malam untuk makan malam di rumah. Lagi pula pasti kalian juga belum makan malam, kan?" ucap Alex pada anaknya tersebut.


"Baiklah kalau begitu... Ayo kita keluar sekarang, sayang" ucap Lolita sambil mengajak adik laki-lakinya untuk lebih dulu keluar dari mobil tersebut yang duduk berdampingan di belakang kursi kemudi.


Sementara itu Alex dan Anita yang masih di dalam mobil hendak keluar mengikuti mereka.


Namun sebelum itu, saat Anita hendak melepas seatbelt nya, tiba-tiba Alex sudah berada dekat dengan wajahnya.


Alex nampak memasang senyuman manis di di hadapan wajah Anita. Dia berniat ingin mendapatkan ciuman dari Anita.


Tapi Anita yang merasa sedikit terkejut dan malu, hanya dapat memasang wajah malu-malu nya.

__ADS_1


"Sayang... jangan disini. Nanti mereka melihat kita" ucap Anita nampak malu-malu menolak keinginan suaminya tersebut.


"Tidak apa-apa, sayang. Mereka kan sudah keluar dan tidak akan kembali untuk melihat kita" ucap Alex meyakinkan Anita, bahwa anak-anak mereka sudah pergi lebih dulu masuk ke dalam restoran dan tidak akan melihat apa yang akan mereka lakukan di dalam mobil.


Membuat Anita mau tidak mau harus menerima dan mengikuti apa yang hendak ingin Alex lakukan padanya.


Namun pada saat Alex sedikit lagi ingin mencium bibir istrinya tersebut, tiba-tiba anak laki-lakinya mengetuk-ngetuk pintu sebelah Anita. Membuat Anita merasa terkejut dan segera menghentikan suaminya.


Namun membuat Alex sedikit merasa kesal dan kecewa. Tapi dia tidak bisa meluapkan kekesalannya tersebut. Karena yang mengganggunya adalah anaknya sendiri.


"Tok.. tok .." suara pintu mobil di ketuk.


"Mami... Daddy... kenapa kalian lama sekali ke luarnya. Aku sudah lapar..." ucap Alexa memanggil ayah dan ibunya sambil mengetuk-ngetuk pintu mobil.


Sementara Lolita hanya dapat tertawa melihat adik laki-lakinya tersebut menggoda kesenangan ayahnya itu.


Lolita sudah tahu apa yang hendak di lakukan daddy nya tersebut pada sahabatnya.


Sehingga dia membiarkan Alexa untuk mengganggu mereka berdua.


"I... iya... sayang. Tunggu sebentar. Kami akan segera keluar" ucap Anita sedikit berteriak menanggapi panggilan anaknya, merasa sedikit kaget.


"Lihat itu sayang... Anak kita sudah memanggil. Lebih baik kita segera keluar, ya" ucap Anita kembali, berbicara pada Alex.


"Baiklah... tapi nanti kita lanjutkan di rumah, ya" ucap Alex nampak terlihat sedikit kesal dan tetap meminta Anita untuk melanjutkannya nanti di rumah.


"I..iya... Baiklah" ucap Anita mengiyakan lebih dulu.


Kemudian mereka pun segera keluar dari dalam mobil menyusul anak-anaknya tersebut.


"Mami... kenapa lama sekali. Apa yang kalian lakukan di dalam mobil" ucap Alexa saat ibunya membuka pintu dan menengadah melihat raut wajah Anita.


Mendapatkan pertanyaan seperti itu dari anak laki-lakinya, tentu membuat Anita merasa sedikit malu harus menjawab apa, mengingat apa yang hendak tadi mereka lakukan di dalam mobil terbilang privasi.


"Sudah sayang... Lebih baik kita masuk sekarang, ya. Kak Loli juga sudah lapar. Ayo!" ucap Lolita setelah melihat raut wajah Anita yang tidak bisa menjawab pertanyaan adik laki-lakinya tersebut, namun Lolita sudah dapat memahami apa yang sedang di pikirkan sahabatnya tersebut.


"Iya baiklah... Ayo Mami, kita masuk bersama" ucap Alexa dan segera menggandeng tangan ibu dan kakak perempuannya tersebut dengan meninggalkan ayahnya di tempat.


"Ehh... tunggu. Kenapa kalian meninggalkanku" ucap Alex merasa di abaikan oleh anak dan istrinya tersebut.


Sementara itu, Lolita diam-diam membisikkan sesuatu di telinga Anita sambil mereka berjalan menuju restoran.


"Apa Daddy ku melakukannya lagi?" ucap Lolita dengan senyuman usilnya di telinga Anita.


"Loli... sudah cukup. Nanti adikmu mendengarnya" ucap Anita merasa malu kembali.


"Daddy mu itu, memang sudah keterlaluan. Tidak tahu tempat sama sekali" ucap Anita diam-diam sedikit kesal dengan kelakuan suaminya tersebut dan berbicara pada anaknya.


"Tapi... kamu suka, kan" ucap Lolita kembali menggoda sahabatnya tersebut, hingga akhirnya mereka duduk di meja makan yang ada di restoran tersebut dengan di susul Alex di belakangnya.


Sementara itu, di kamar orang tua Raja. Tuan Hartono nampak sudah berada di kamarnya untuk membangunkan istrinya yang sedang pura-pura sakit.


Mereka nampak tertawa dengan ke pura-pura mereka membohongi anaknya tersebut. Sementara Raja merasa khawatir dengan kondisi orang tuanya.

__ADS_1


Namun mereka melakukan hal tersebut, berpikir untuk kebahagiaan anaknya, Raja.


__ADS_2