Jodohku Ayah Sahabatku

Jodohku Ayah Sahabatku
Tidak Perlu Bekerja Lagi


__ADS_3

Beberapa menit kemudian, Alex sudah menjemput Anita. Mereka sedang berada di dalam mobil menuju rumahnya.


Mereka nampak terlihat bahagia setiap kali mereka bertemu. Dan kali ini Alex berniat untuk meminta istrinya tersebut untuk tidak bekerja lagi.


Selama ini, Alex membiarkannya bekerja supaya Anita tidak merasa di kekang dan bisa hidup bebas di rumahnya saat Anita masih marah dengan Alex.


Tapi kini setelah Alex melihat Anita mulai menunjukan kesungguhan dan rasa cintanya, Alex berpikir untuk meminta Anita tidak lagi bekerja.


Apalagi mengingat acara pesta peresmian pernikahan mereka akan segera di selenggarakan.


Tentu hal itu membuat Alex ingin segera membicarakan hal tersebut dengan Anita, meski sebenarnya Alex merasa sedikit takut Anita akan tersinggung.


Dan dengan perasaan yang sedikit cemas dan khawatir Alex mulai membicarakannya.


"Euhmm... sayang boleh aku berbicara sesuatu" ucap Alex memulai pembicaraan sambil memegang tangan Anita.


"Iya, tentu saja sayang. Ini kan mobil mu, kenapa harus meminta izin untuk berbicara pada ku" ucap Anita pada suaminya.


"Begini sayang... sebentar lagi kita kan akan segera melangsungkan pesta peresmian pernikahan kita... Bisakah kamu tidak usah bekerja lagi?" ucap Alex dengan rasa khawatirnya.


Dan hal tersebut sukses membuat Anita nampak terlihat meredupkan senyumnya setelah mendengar ucapan Alex tersebut dan mulai menarik tangannya dari genggaman Alex.


Membuat Alex bertambah khawatir dan mulai merasa apa yang diucapkannya adalah sebuah kekeliruan.


"Bisakah kamu menyampingkan mobilnya lebih dulu" ucap Anita begitu pelan tanpa menjawab pertanyaan Alex sebelumnya, membuat Alex semakin cemas, berpikir istrinya tersebut kembali tersinggung karena ucapannya.


Kemudian Alex pun menuruti ucapan Anita untuk bertepi dan mematikan mesin mobilnya terlebih dahulu.


"Kenapa kamu menyuruhku untuk tidak bekerja lagi?" ucap Anita bertanya dengan dingin setelah dia melihat Alex mematikan mesin mobilnya.


"I..itu karena aku" ucap Alex terbata-bata, tidak ingin membuat Anita kembali tersinggung.


"Karena aku apa?..." ucap Anita lebih tegas.


"Katakan lebih tegas dan jelas!" lanjut Anita berbicara masih dengan menampkraut wajah dingin dan tidak sukanya.


Namun hal itu mendadak membuat Alex menjadi gugup dan salah tingkah, dan tidak berani menatap Anita langsung.


Tapi ternyata diam-diam Anita tertawa melihat tingkah laku suaminya tersebut yang mendadak tidak dapat tegas ataupun menatapnya langsung dengan berani.


Rupanya Anita sengaja bersikap dan berbicara seperti itu untuk melihat reaksi apa yang akan di tunjukan Alex padanya.


"Katakan... kenapa aku tidak boleh bekerja?" ucap Anita masih dengan pertanyaan yang sama.


"Karena... karena aku tidak ingin melihat mu dekat dan terus bertemu dengan Raja... yang kamu bilang teman baik mu itu" ucap Alex dengan perasaan berdebar-debar, memikirkan reaksi Anita yang akan tersinggung.


"Bagaimana aku bisa tenang, jika aku tahu kamu masih berhubungan baik dengan Raja" lanjut Alex berbicara tanpa berani melihat reaksi Anita yang dipikirnya akan tersinggung dan marah.


"Apalagi aku tahu, kalian bekerja dalam satu kantor" ucap Alex masih tidak berani menatap langsung.


"Lalu...?" ucap Anita sambil tersenyum dan melihat ekspresi Alex yang nampak terlihat lucu untuk Anita.


"Apa?.. Lalu?..." ucap Alex merasa kesal, dikiranya Anita tidak peka dengan rasa cemburunya, sambil memberanikan diri untuk menatap Anita langsung.


"Kamu..." ucap Alex sedikit terkejut saat melihat Anita yang tersenyum menertawai sikapnya, berbeda dengan apa yang tengah di kiranya akan marah dan tersinggung.


"Kenapa?... Apa kamu masih cemburu dengan Raja?" ucap Anita sambil meledek suaminya tersebut.


"Cemburu?" ucap Alex.


"Tit... tidak. Bukan itu maksud ku. Aku memintamu untuk tidak bekerja lagi supaya Alexa bisa ada teman di rumah saat dia kembali dari sekolahnya" ucap Alex terbata-bata mendadak gengsi mengatakan alasan yang sebenarnya bahwa dia memang cemburu.


"Benarkah?" ucap Anita berpura-pura ragu sambil menaikkan alisnya satu.


"Tentu saja" ucap Alex dengan salah tingkahnya.


"Baiklah kalau begitu..." ucap Anita sambil menyilangkan kedua tangannya di dada.


"Karena suami ku tidak cemburu, jadi aku akan tetap bekerja di kantor Raja. Dan masalah Alexa, ada Mbo Inah yang menemaninya" lanjut Anita berbicara tanpa ragu, sengaja mengatakan hal tersebut untuk membuat Alex mengakui rasa cemburunya.


"Jaj..jangan sayang" ucap Alex sambil segera memeluk perut Anita di dalam mobil, membuat Anita merasa terkejut namun kembali tersenyum melihat sikap Alex yang dirasanya kekanak-kanakan namun terlihat lucu dan romantis.

__ADS_1


"Baiklah aku akan mengakuinya. Aku cemburu, aku tidak ingin melihatmu dekat dengan pria lain" ucap Alex berkata jujur.


"Jadi aku mohon, kau tidak perlu lagi bekerja. Aku seorang CEO dan aku bisa memberikanmu apapun. Dan kamu hanya perlu menjaga Alexa, supaya dia tidak merasa kesepian di rumah dan kamu tidak perlu lagi cape-cape bekerja di luar" lanjut Alex berbicara sambil melihat dan menatap Anita kembali.


Membuat Anita sedikit tersentuh dan mulai luluh.


"Baiklah... aku akan mengikuti perkataan mu dan tidak akan bekerja lagi. Apa kau senang?" ucap Anita pada Alex.


Mendengar hal tersebut tentu membuat perasaan Alex tenang dan bahagia mendengarnya.


Seketika itu Alex pun kembali memeluk Anita dengan erat dan sayang.


Sementara itu, di kapal pesiar sudah nampak pesta yang mewah sedang berlangsung.


Dan Lolita sudah nampak siap dengan dandanannya. Dia nampak cantik dan anggun dengan gaun yang sudah tersedia di kopernya.


Pada hal Lolita tidak sempat menyiapkan pakaian untuk dirinya sendiri karena pemberitahuan ayahnya yang mendadak.


Namun rupanya daddynya tersebut sudah meminta Mbo Inah untuk menyiapkan segala keperluan Lolita selama perjalan dan Alex juga meminta Mbo Inah untuk menyiapkan gaun yang sudah di belinya untuk Lolita, tanpa sepengetahuannya.


Dan kini Lolita tengah memakai gaun yang di belikan ayahnya tersebut. Lolita tampak menyukai gaun pilihan ayahnya itu setelah dia mendapatkan pesan singkat dari daddynya yang menanyakan suka atau tidak dengan gaun tersebut.


"Bagus juga pilihan, Daddy" ucap Lolita setelah memakai gaun tersebut.


Sementara itu Rafi juga sudah siap dan dia sedang berdiri di depan pintu kamar Lolita untuk menjemputnya.


"Nona Lolita, apa anda sudah siap?" ucap Rafi setelah dia mengetuk pintu beberapa kali.


"Iya... tunggu sebentar" teriak Lolita memberitahu dari dalam kamarnya.


Rafi pun dengan sabar harus menunggu kembali Putri tuan nya tersebut.


Lalu kemudian Lolita pun segera membuka pintu kamarnya. Dan saat Rafi melihat ke arah Lolita, dia nampak takjub dan terpanah melihat anak perempuan bosnya tersebut.


"Bagaimana Rafi. Apa gaun ini bagus?" ucap Lolita bertanya setelah membuka dan menutup kembali pintunya.


Dan untuk sesaat Rafi nampak terlihat terpesona saat melihat dan menatap Lolita yang sedang berada di hadapan nya.


"Rafi.... apa kau baik-baik saja?" tanya Lolita pada Rafi saat melihatnya tidak ada jawaban dengan tatapan anehnya.


kemudian setelah beberapa saat Rafi pun tersadar dan meminta maaf atas kelancangannya.


"Rafi!" ucap Lolita sedikit berteriak.


"I..iya... maaf nona" ucap Rafi sedikit terkejut mendengar teriakan Lolita padanya.


"Kenapa?" lanjut Rafi bertanya.


"Ah... sudahlah lupakan. Lebih baik kita jalan sekarang" ucap Lolita merasa sedikit kesal.


Sementara itu Raja sudah berada di acara pesta tersebut lebih dulu. Bersama beberapa rekan saingannya Raja nampak sedang berbincang sambil menikmati minuman di tangannya.


Lalu saat dia melihat seseorang masuk ke dalam acara tersebut, Raja nampak terpanah dan mematung. Sama seperti apa yang terjadi pada Rafi tadi.


Rupanya yang Raja lihat adalah Lolita, namun dia masih belum sadar siapa yang sebenarnya dia lihat saat ini hingga membuatnya mematung sesaat.


Pada hal selama dia mencintai Anita belum pernah dia bersikap seperti itu. Meski memang Raja sering diam-diam mengagumi Anita dalam diam.


Sementara Lolita yang tanpa sengaja melihat sikap Raja seperti itu saat melihatnya. Dia nampak menghampiri Raja dan hendak ingin mulai menggoda dan menjaili Raja lagi.


"Hallo...." ucap Lolita saat melihat Raja masih mematung melihat dirinya sendiri sambil mencoba melambai-lambaikan tangannya di hadapan wajah Raja.


"Dia kenapa... kenapa terus menatap ku seperti itu tanpa merespon" ucap Lolita pelan, merasa aneh dan heran.


"Sepertinya tuan Raja terpesona melihat anda, nona. Sama seperti ku tadi" celetuk Rafi menjawab pertanyaan Lolita menanggapi ucapan nona nya.


"Jadi maksud mu, kau tadi juga sempat terpesona melihat ku, begitu?" tanya Lolita dengan nada dinginnya. Membuat Rafi tersadar dengan apa yang di ucapkannya barusan.


"Tit... tidak bukan begitu, nona.... Ma..maaf lebih baik saya ambilkan nona minum dulu" ucap Rafi mendadak sedikit takut menyadari kelancangannya tadi menatap terpesona melihat anak tuannya tersebut.


Lalu kini dia cepat-cepat berusaha menghindar dari hadapan Lolita.

__ADS_1


Namun Lolita tiba-tiba tersenyum melihat Rafi sudah pergi, merasa lucu sendiri saat dirinya membuat Rafi merasa lancang dan takut padanya.


Kemudian dia kembali melihat ke arah Raja yang masih mematung cukup lama.


"Ya Tuhan... apa aku benar-benar membuatnya terpesona sampai orang ini terus memandang ku tak berkedip seperti ini?" ucap Lolita merasa tak percaya bahwa dirinya yang telah membuat Raja mematung terpesona menatapnya.


Lalu Lolita mulai berbuat usil pada Raja dengan memegang-megang hidungnya yang nampak mancung, membuat Lolita ingin terus memainkannya saat Raja mematung seperti itu.


Tapi saat Lolita mulai memainkan hidung Raja, Rupanya dia sudah tersadar dari beberapa menit lalu.


"Heh... apa yang kau lakukan dengan hidung ku?" ucap Raja sambil menampakkan wajah dan ekspresi dinginnya pada Lolita.


"Apa?" ucap Lolita nampak terkejut dan membelalakkan matanya melihat Raja yang ternyata sudah sadar.


"Kak..kau" ucap Lolita dengan tangan yang masih memegang hidung Raja.


"Lepaskan hidungku!" ucap Raja dingin, memerintahkan Lolita untuk melepaskan tangannya sendiri dari hidungnya.


"Ma..maaf. Aku pikir kau.." ucap Lolita mendadak salah tingkah.


"Kenapa. Apa kau pikir aku terpesona melihat mu dan membuat diriku mematung, begitu?" ucap Raja begitu sinis.


"Jangan kepedean kamu... Dasar bodoh..." lanjut Raja berbicara sambil mendorong pelan kening kepala Lolita dengan telunjuknya, merasa gengsi jika Lolita tahu kalau dirinya memang sempat terpana oleh kecantikan Lolita saat ini.


Beruntung orang-orang tidak memperhatikan mereka berdua saat bertengkar.


Tapi rupanya ada seorang ibu-ibu yang memperhatikan tingkah laku mereka berdua yang nampak terlihat menggemaskan dan romantis menurutnya.


"Sayang... Kau sedang melihat siapa?" ucap seorang bapak yang sepertinya adalah suaminya.


"Lihat mereka itu.... Mereka mengingatkan aku pada waktu kita masih muda seperti mereka, suka berdebat dan bertengkar tapi akhirnya sekarang kita bersama sampai saat ini" ucap ibu-ibu tersebut mengingat masa mudanya yang mengesankan bersama suaminya tersebut.


"Mami... bisa saja..." ucap suaminya menanggapi ucapannya istrinya.


"Tunggu... tapi sepertinya aku mengenal mereka" lanjut orang tersebut berbicara, saat melihat mereka dan merasa kenal dengan Raja dan juga Lolita.


"Benarkah?" ucap ibu-ibu tersebut menanggapi ucapan suaminya.


"Bukankah mereka, orang-orang yang ikut mencoba untuk mendapatkan kontrak kerja dengan kita. Dan salah satu dari mereka akan menjadi partner bisnis perusahaan kita, Mih" ucap suaminya ibu-ibu tersebut memberi tahu.


Rupanya mereka adalah suami istri yang menyelenggarakan acara pesta ulang tahun pernikahan mereka, sekaligus orang yang tadi sempat meeting dengan Raja dan Lolita, yaitu tuan Laksamana Cheng dan istrinya bernama nyonya Sri Laksamana Cheng.


"Kalau begitu kita ajak mereka untuk makan malam bersama, Pih. Mami terkesan dengan mereka berdua" ucap nyonya Sri pada suaminya, merasa terkesan dan ingin berbicara langsung dengan Lolita dan Raja.


"Apa Mami yakin ingin mengundang mereka?" ucap tuan Laksamana dan bertanya untuk meyakinkannya.


"Tentu saja, Pih" ucap nyonya Sri.


"Baiklah, kalau itu yang mami inginkan" ucap tuan Laksamana menuruti keinginan istrinya tersebut.


"Sony... cepat kau panggil mereka yang tadi meeting dengan kita. Namanya Raja dan Lolita" ucap tuan Laksamana pada asisten pribadinya yang slalu mengintil di belakang.


Dan tuan Laksamana juga nampak mengingat dengan jelas siapa saja yang tadi meeting dengannya.


"Baik, tuan" ucap asisten pribadi tuan Laksamana sambil sedikit menunduk patuh.


Dia pun segera melaksanakan apa yang di perintahkan tuan nya tersebut.


Kemudian dia segera menghampiri Raja dan Lolita yang masih terus berdebat dan saling mengejek satu sama lain.


Hingga tanpa mereka sadari mereka berdua sama-sama meninggikan suaranya pada asisten pribadi tuan Laksamana tersebut.


"Ada apa?" ucap Lolita dan Raja bersama-sama sambil melihat ke arah orang yang menegur mereka.


"Eh.. maaf, asisten Sony. Ada apa anda memanggil kami" ucap Lolita meminta maaf dan bertanya saat tahu siapa yang memanggilnya.


"Maaf nona mengganggu waktu kalian berdua. Tapi saya di perintahkan tuan Laksamana untuk memanggil kalian berdua untuk menemuinya" ucap asisten pribadi tuan Laksamana memberitahu Lolita dan Raja.


"Apa?. Tuan Laksamana memanggil kami?" ucap Lolita merasa sedikit terkejut karena mendapatkan panggilan dari tuan rumah acara tersebut.


"Benar, nona. Dan anda berdua sedang di tunggu kedatangannya sekarang juga" ucap Sony kembali memberitahu dan membenarkannya.

__ADS_1


"Apa hanya kami berdua yang di panggil tuan Laksamana?" ucap Lolita bertanya, merasa penasaran apa mereka berdua yang hanya di panggil oleh tuan Laksamana.


__ADS_2