Jodohku Ayah Sahabatku

Jodohku Ayah Sahabatku
Tidak Perduli


__ADS_3

Beberapa jam kemudian, Alex terlihat sudah datang. Namun sepertinya dia dalam keadaan mabuk berat.


Rupanya setelah mendengar pengakuan Anita tadi siang membuatnya prustasi dan tidak dapat menerima kebohongan Anita sehingga Alex melampiaskannya ke minuman.


Dengan langkah lunglainya dan tanpa ingin di bantu siapa pun membuatnya berkali-kali terjatuh karena mabuk berat.


Namun tidak perduli dia jatuh berkali-kali, Alex terus berusaha jalan sendiri menuju kamar pribadinya.


Hingga sampai di tengah tangga Alex kembali terjatuh lagi.


Dan Anita yang telah mendengar mobil Alex kembali, segera dia keluar dari dalam kamarnya sambil menyeret koper dan hendak berpamitan pada Alex.


Namun saat dia hendak berpamitan, Anita melihat Alex nampak kacau dan sedang berusaha berdiri di tengah tangga, segera Anita melangkahkan kakinya cepat dan berusaha membantunya berdiri untuk membawa Alex ke kamarnya.


"Tuan apa yang terjadi. Kenapa anda jadi seperti ini?" tanya Anita sambil berusaha mengangkat nya.


"Ehh .. gadis pembohong. Kenapa kau belum pergi juga?" ucap Alex dalam ke adaan mabuknya.


"Tuan tenang saja, aku baru saja mau pergi. Tapi kali ini biarkan aku membantu tuan terlebih dahulu untuk terakhir kalinya. Setelah itu aku akan pamit dan benar-benar pergi dari rumah ini" ucap Anita mencoba berusaha tegar di depan Alex.


"Bagus. Kalau begitu cepat bantu aku berdiri dan bawa aku ke kamar ku. Supaya kau bisa cepat enyah dari hadapan ku" ucap Alex dengan wajah teler dan suara mabuknya.


Kemudian Anita pun berhasil membawa Alex ke kamarnya dengan susah payah dan menidurkannya di atas ranjang.


Lalu Anita mulai membukakan sepatunya terlebih dahulu.


Dan setelah itu Anita mulai berpamitan pada Alex yang terlihat sedang memejamkan matanya.


"Kalau begitu saya pamit tuan. Maafkan saya telah membuat anda seperti ini" lirih Anita tidak perduli Alex mendengarkannya atau tidak.


Kemudian Anita segera menarik selimut dan menggunakannya untuk menutupi tubuh Alex.


Namun saat Anita menyelimuti tubuh Alex sampai ke lehernya dan hendak berbalik pergi meninggalkannya. Tiba-tiba dengan cepat Alex menggenggam tangan Anita dan menariknya hingga dia terjatuh di pelukan Alex.

__ADS_1


Rupanya Alex tidak benar-benar tertidur, dia masih belum bisa menerima kepergian Anita begitu saja. Hingga membuatnya mendadak berubah menjadi laki-laki gila dan menakutkan.


"Kau mau kemana?" ucap Alex saat menarik tangan Anita dan membuatnya terjatuh.


"Kau pikir kau bisa pergi begitu saja setelah kau berhasil membuatku jatuh cinta dan terluka seperti ini" lanjut Alex nampak terlihat merah di matanya, sedang terpengaruh minuman beralkuhul.


Anita yang menyadari hal itu segera dia buru-buru bangkit dari posisinya.


"Lepaskan saya tuan. Saya harus pergi. Tolong lepaskan saya" ucap Anita setelah bangkit dan berusaha melepaskan genggaman tangannya.


Dia mulai merasa bahwa Alex dalam keadaan berbahaya untuknya berlama-lama di dalam kamar tersebut.


Dengan keras Anita berhasil melepaskan cengkraman tangannya dari tangan Alex dan segera hendak berlari.


Namun lagi-lagi dengan cepat Alex berhasil mencengkram tubuh Anita yang berusaha melarikan diri. Dan dengan erat Alex memeluk pinggang Anita dari belakang.


Dia mulai menyentuhkan pipi dan bibirnya dengan leher jenjang Anita, bergantian kiri dan kanan dengan sedikit kasar.


Sementara Anita yang di perlukan seperti itu mulai menangis dan merasa ketakutan dengan sikap Alex yang berubah menyeramkan.


Dengan posisi yang masih sama, Alex nampak ketagihan membuat banyak tanda di leher jenjang Anita.


Seolah tidak perduli dengan air mata dan suara tangis Anita, Alex terus membuat luka di hatinya menjadikannya objek pelampiasan kemarahannya dengan cara kasar yang saat ini sedang dia lakukan.


Meski Anita terus berusaha untuk menolaknya tapi Alex tidak bergeming dan semakin rakus meluapkan kemarahannya pada tubuh Anita yang sedikitpun tidak ingin dia lewatkan.


Tidak seperti dulu Anita merasakan kelembutan Alex pada setiap sentuhannya. Tapi kini yang ada Anita merasa jijik dengan apa yang sedang Alex lakukan pada tubuhnya.


"Cukup tuan, lepaskan saya. Saya mengaku salah, saya akan pergi dan meninggalkan tempat ini. Saya juga tidak akan bersahabat lagi dengan putri tuan. Tapi tolong lepaskan saya" rintih Anita sudah tidak tahan dengan perlakuan Alex terhadapnya saat ini.


Namun Alex yang telah terpengaruh oleh minuman dan rasa kecewanya, membuat dia tidak dapat mendengar dengan baik dan benar apa yang Anita katakan padanya.


Seolah saat ini hanya tubuh Anita yang menjadi fokusnya.

__ADS_1


Anita yang tidak ingin pasrah begitu saja, terus berusaha melepaskan cengkraman Alex terhadapnya.


Anita sedikit berhasil melepaskan diri dari cengkraman Alex dan hendak berlari keluar kamar.


Namun Alex yang lebih cepat dan kuat berhasil kembali menangkap Anita. Hingga akhirnya Alex memaksa Anita merebahkan diri di lantai kamar dinginnya, Anita terus saja meronta-ronta tidak bisa diam begitu saja menerima perlakuan kasar yang saat ini harus dia terima.


Tapi Alex yang sedang Kalaf tidak berniat untuk menghentikan aksinya. Sekarang dengan senyum jahatnya, Alex sudah berada di atas tubuh Anita berhasil membuat kedua tangan Anita tidak lagi bisa bergerak untuk terus memberontak menghalanginya berbuat yang lebih padanya.


Kemudian tanpa berlama-lama lagi dan dengan perasaan yang sudah lama dia tahan-tahan. Tapi sekarang setelah dia mengetahui kebohongan Anita dan membuatnya marah besar terlebih saat ini dia sedang berada dalam pengaruh minuman, membuatnya tidak perduli lagi dengan apa yang akan terjadi nanti.


Segera Alex melampiaskan hasratnya, tidak perduli Anita menangis meminta untuk menghentikan aksi gila Alex saat ini.


Hingga akhirnya Alex berhasil melampiaskan hasrat terpendamnya selama ini pada Anita dengan kasar dan arogan.


Sementara Anita yang merasa tak percaya dengan apa yang telah di lakukan Alex padanya, membuat tubuhnya bergetar dan menangis sejadi-jadinya dengan Alex yang tertidur di atas tubuhnya saat ini.


Dia merasa Alex telah memperkosa dirinya, meskipun saat ini dia masih sah sebagai istri Alex.


Walaupun sebelumnya dia pernah melakukannya dengan Alex, tapi waktu itu Alex melakukannya dengan lembut dan hangat sehingga Anita dapat menerimanya dengan baik dan membalas sentuhannya.


Namun kali ini Anita merasa teraniaya dan hanya ingin menangis meluapkan kekecewaannya.


Kemudian Anita yang melihat Alex langsung tertidur setelah melepaskan hasrat gilanya tersebut, segera dia menyingkirkan Alex dari atas tubuhnya.


Anita terhimpit tubuh Alex yang cukup besar dan berat dengan berusaha keras Anita mendorong tubuhnya yang masih nampak kekar dan berotot dengan wajah sembab dan tangisnya.


Segera setelah itu, Anita memunguti pakaiannya sendiri yang sebelumnya dengan paksa Alex berhasil melepaskan seluruh pakaiannya dari tubuh Anita, tadi.


Kemudian dengan pelan Anita segera mengenakan seluruh pakaiannya dengan benar, meskipun tangisannya masih saja terdengar pilu.


Lalu tanpa memperdulikan Alex lagi yang tengah tertidur di lantai tanpa berbusana, Anita segera keluar dari kamar Alex dan berniat pergi untuk selama-lamanya dari kehidupan Alex dan juga putrinya, Lolita.


Setelah kejadian barusan, hal itu menambah keyakinan Anita bahwa dirinya sudah tidak bisa lagi tinggal di rumah tersebut.

__ADS_1


Tidak perduli sudah larut malam, Anita segera menyeret kopernya dengan wajah sembab dan lelahnya.


Hingga akhirnya dia benar-benar pergi dari rumah tersebut dan entah mau pergi kemana.


__ADS_2