Jodohku Ayah Sahabatku

Jodohku Ayah Sahabatku
Harus Pergi


__ADS_3

Sementara Kang Asef penjaga gerbang saat itu yang melihat Anita hendak pergi merasa heran dan segera menghampirinya.


"Anita kamu mau pergi kemana malam-malam begini, pake bawa koper segala?" ucap kang Asef setelah mendekatinya.


"Saya harus pergi kang. Tuan juga sudah mengusir saya, jadi tidak ada alasan lagi untuk saya tetap tinggal disini" ucap Anita dengan mata sembabnya sambil menunduk tidak mau memperlihatkan kesedihannya dan membuat Kang Asef yang sudah di anggap sebagai kakak nya sendiri merasa khawatir.


"Malam-malam begini. Apa kamu yakin. Kenapa tidak tunggu sampai besok pagi saja?" tanya Kang Asef merasa khawatir.


"Tidak apa-apa. Kalau begitu saya pergi dulu ya, Kang" lirih Anita tak bersemangat hendak ingin pergi dari tempat tersebut.


"Tunggu Anita, jangan kemana-mana dulu" pinta Kang Asef pada Anita.


Kang Asef merasa tidak percaya bahwa tuannya sampe tega menyuruh Anita untuk pergi larut malam seorang diri. Hingga akhirnya dia berinisiatif untuk mencaritahu kebenarannya.


Namun sesampainya di depan pintu kamar Alex dia menjadi ragu dan takut Alex benar-benar mengusir Anita dan berbalik marah-marah padanya.


Hingga akhirnya Kang Asef memilih memberitahu Mbo Inah untuk membujuk Anita pergi besok saja.


Kemudian setelah memberitahu Mbo Inah, mereka segera berlari keluar untuk menemui Anita.


Namun ternyata Anita sudah tidak ada di tempat, entah kemana dia pergi. Membuat Kang Asef dan Mbo Inah merasa khawatir dan bingung.


"Loh Sef, mana nak Anita nya?" ucap Mbo Inah tidak melihat ada Anita di mana-mana.


"Tadi saya udah suruh tunggu disini, Mbo. Kok gak ada ya. Apa jangan-jangan dia udah pergi, Mbo" ucap Kang Asef pada Mbo Inah menunjuk tempat yang tadi Anita sempat berdiri sambil mencari-cari dan melihat-lihat ke tempat lain.


"Gimana sih kamu ini. Udah tahu larut malam begini malah membiarkannya sendirian. Bagaimana kalau terjadi sesuatu pada nak Anita, mana dia perempuan" ucap Mbo Inah sedikit kesal dan merasa khawatir pada Anita.


"Mbo jadi khawatir kalau begini. Gimana nanti kalau non Lolita sampai menanyakan keadaannya" lanjut Mbo Inah terlihat bersedih dan merasa bingung bagaimana nanti dia mengatakannya pada Lolita.

__ADS_1


Keesokan paginya, Alex terbangun tidak seperti biasanya lagi. Kali ini dia benar-benar kaget saat terbangun, sadar dan melihat tubuhnya yang tanpa berbusana dan tertidur di lantai.


Dan dia lebih kaget lagi saat dia mulai mengingat perlakuan kasarnya pada Anita tadi malam tadi.


Segera dia bangkit dan berlari menuju kamar mandi terlebih dahulu.


Sambil mengingat-ingat kejadian malam tadi, dia baru menyadari hal tersebut adalah salah.


Meskipun dia merasa kecewa dan marah pada Anita. Tapi bukan berarti dia harus melakukan hal tersebut padanya, terlebih saat dia dalam keadaan mabuk dan terpengaruh minuman.


Kini membuatnya merasa menyesal dan merutuki perbuatannya yang terbilang jahat dan kasar, meskipun dia melakukannya masih sebagai suami sah dari Anita.


Namun kini semuanya sudah terlambat dan Anita pun sudah pergi dari rumahnya tersebut.


Tapi Alex yang belum tahu bahwa Anita sudah pergi dari rumahnya tadi malam. Segera dia berlari menuju kamar Anita, berniat untuk meminta maaf dan melihat keadaannya langsung.


Namun dia tidak mendengar jawaban dari dalam kamar Anita, kemudian mencoba membuka pintu kamar tersebut.


Deg... membuat Alex merasakan jantungnya berdegup kencang, tiba-tiba ada perasaan yang menyayat hati saat tahu pakaian Anita sudah tidak ada di lemari.


Dia segera ke ruangan dapur, dimana Anita biasa melakukan aktivitas paginya di tempat tersebut.


Namun lagi-lagi dia tidak menemukannya, dan hanya ada Mbo Inah dengan para pelayan yang sedang membantunya.


"Mbo, Anita nya mana?" tanya Alex terlihat cemas, masih berharap Anita berada di rumahnya.


"Tuan, apa anda lupa kalau anda sudah memecat nak Anita dan mengusirnya tadi malam. Bahkan nak Anita pergi larut malam. Saya tidak menyangka tuan setega itu pada nak Anita" ucap Mbo Inah terlihat sedih kembali dan memberanikan diri mengatakan hal tersebut pada tuannya yang selama ini dia selalu bersikap hormat pada Alex.


Tapi Alex yang merasa bersalah dan terlihat sedih juga nampak tidak membuatnya tersinggung dengan ucapan Mbo Inah padanya.

__ADS_1


Namun membuatnya semakin merasa bersalah dan bingung harus mencarinya kemana.


Kemudian Alex pun segera kembali ke kamarnya untuk bersiap-siap pergi ke kantor namun dengan perasaan yang tak bersemangat dan kacau.


Meskipun dia masih merasa marah dan benci pada kebohongan Anita yang baru jujur padanya dan juga sempat mengusirnya, tapi entah mengapa kepergiannya juga menambah beban pikirannya.


Kemudian seperti biasa Alex menyuruh Rafi untuk mencari tahu keberadaan Anita dimana sekarang.


Meskipun Alex tidak tahu apa yang akan di lakukannya nanti setelah menemukan Anita, setidaknya hal itu dapat mengurangi beban pikirannya seperti saat ini.


Sementara di tempat lain, terlihat Anita sudah berada di atas ranjang seseorang dengan kain kecil di atas kepalanya sambil tertidur.


Wajahnya terlihat sayu dan bersedih, rupanya dia tengah mengalami demam tinggi hingga membuatnya harus di kompres dan beristirahat.


Lalu tiba-tiba datang seorang laki-laki dengan membawa nampan berisikan bubur hangat dan segelas air putih, menghampiri Anita yang terlentang tak berdaya.


"Hey.. bangunlah. Kau harus segera sarapan dan meminum obatmu" ucap laki-laki tersebut dengan halus dan sopan, setelah mengecek suhu tubuh Anita dan melepaskan kain putih kecil dari keningnya.


"Aku... aku dimana?" ucap Anita lirih setelah pelan-pelan terbangun, merasa asing dengan tempat tersebut sambil menyentuh kepalanya yang masih terasa pening.


"Tenang lah. Kau aman berada di apartemenku" ucap laki-laki tersebut mencoba menenangkan perasaan Anita"


"Azza?. Bagaimana aku bisa berada di apartemen mu?" kaget Anita saat melihat wajah Raja yang telah menolongnya.


"Tenanglah dulu. Nanti setelah sarapan dan meminum obatmu, aku akan menceritakannya padamu. Sekarang sarapan lah dulu" ucap Raja setelah Anita melihat wajahnya. Sambil Raja memberikan semangkuk bubur pada Anita dan menyuruhnya untuk makan dan minum obat.


Kemudian Anita pun mengikuti permintaan Raja padanya.


Pelan-pelan Anita mulai memakan bubur yang di berikan Raja dengan sedikit-sedikit memaksakan diri untuk memakannya.

__ADS_1


Lalu setelah menghabiskan setengah dari mangkuk bubur tersebut, Anita segera meminum obat yang telah di berikan padanya.


Dia berpikir tidak ingin membuat Raja merasa khawatir dan semakin membuatnya repot, jadi dia harus segera sembuh supaya bisa cepat-cepat pergi dari tempat tersebut.


__ADS_2