
"Tidak... bukan itu maksudku. Kenapa kau jadi salah paham begini. Kau dengarkan dulu aku bicara sampai selesai, baru kau dapat menanggapinya" ucap Alex berusaha menjelaskan apa maksud ucapannya.
"Maksudku tidak seperti itu, Anita. Cobalah untuk mengerti, aku sungguh-sungguh mencintaimu" lanjut Alex berulangkali menyatakan perasaan cintanya pada Anita.
Tapi Anita yang keras kepala memanfaatkannya untuk menambah alasan agar dia dapat menolak lamaran Alex.
"Sudahlah tuan. Kenapa anda memaksaku. Setidaknya berikan aku waktu untuk memikirkannya lebih dulu. Ini semua terlalu cepat untuk aku bisa memahaminya" ucap Anita mencoba meminta waktu.
"Baiklah, jika itu mau mu. Begitu lebih baik. Aku akan memberikan waktu untuk mu. Dan kau bebas memberikan jawaban kapan pun kau siap untuk mengatakannya padaku" ucap Alex mengalah, dia berpikir itu lebih baik dia lakukan untuk memberi waktu pada Anita.
Selama Anita tidak kemana-mana dan tidak dengan siapa-siapa. Toh Anita masih berstatus istri sahnya, meskipun dia belum bisa mempublikasikannya.
Tapi selama itu belum terwujudkan, Alex akan tetap berusaha membuat Anita jatuh cinta dan mengatakannya sendiri bahwa dia juga merasakan hal yang sama dengannya.
Kemudian acara makan malam pun selesai, meski tanpa hasil yang memuaskan untuk Alex. Namun setidaknya dia sedikit merasa lega karena telah mengutarakan isi hatinya pada Anita.
Tapi Alex tidak akan menyerah begitu saja, dia akan tetap berusaha supaya Anita dapat berkata jujur dengan perasaannya sendiri. Dia masih merasa yakin, bahwa Anita sebenarnya juga mencintainya.
Mereka terlihat sudah berada di dalam mobil, namun nampaknya Anita enggan untuk bersuara. Berbeda dengan Alex yang masih diam-diam mencuri pandang pada Anita.
Alex berusaha menerka-nerka apa yang sebenarnya membuat Anita enggan untuk mengatakan perasaan yang sebenarnya. Sambil menyetir Alex sesekali melihat ke arah Anita. Tapi Anita masih saja berpura-pura diam dan tidak ingin mengatakan sesuatu ataupun melihat ke arahnya.
Kemudian mobil pun sudah sampai di depan halaman rumah Alex. Namun tanpa sengaja Anita melihat ada motor Rio yang terparkir di garasi halaman rumah tersebut.
Dan tanpa Alex sadari, raut wajah Anita tiba-tiba kembali merasa gugup dan mulai bertanya-tanya dalam hati.
"itu... bukannya motor kak Rio. Apa dia sedang ada di dalam rumah?" tanya Anita di dalam hati sambil memandangnya dari dalam mobil.
"Aduuuh... bagaimana ini. Apa dia akan menginap di rumah ini?" lanjut Anita tiba-tiba merasa khawatir.
Kemudian Alex segera mengajaknya keluar mobil.
"Anita... Apa kau akan terus di dalam mobil seperti itu?" ucap Alex sambil sedikit menaikan nada suaranya dan bertanya pada Anita setelah dia keluar dari dalam mobil, namun masih tetap melihat Anita yang mematung di samping tempat duduknya tadi.
"Ah... iya. Maaf tuan" ucap Anita meminta maaf setelah sadar dari lamunannya dan segera keluar dari dalam mobil tersebut.
Kemudian Alex mulai melangkahkan kaki untuk masuk kedalam rumahnya.
Namun Anita yang merasa ragu, dan tidak ingin bertemu dengan Rio hanya berdiam diri di samping tempat tadi dia keluar dari dalam mobil.
"Kenapa kau diam lagi, ayo masuk" ucap Alex saat melihat Anita masih saja berdiam diri dan tidak melangkahkan kakinya dengan segera.
"Maaf tuan. Lebih baik tuan duluan saja, saya rasa di dalam sedang ada tamu. Tidak enak jika kita terlihat jalan berdua seperti ini. Pasti akan menjadi pertanyaan" ucap Anita memberitahu.
"Tamu?. Malam-malam begini. Dari mana kau tahu?" ucap Alex dan bertanya pada Anita, tidak melihat ada motor milik keponakannya.
"I.. itu tuan. Bukankah tuan tidak punya motor seperti itu?" jawab Anita dan berbalik bertanya.
"Motor?... Pasti itu motornya Rio. Dasar anak itu kebiasaan kalau datang dan pergi tidak pernah bilang padaku. Seperti jelangkung saja" lirih Alex dan sedikit mengernyitkan dahinya saat tadi dia mendengar ada motor di parkiran halaman rumahnya.
"Yasudah kalau begitu. Kau masuk lewat belakang saja, ini sudah malam dan sepertinya juga mau hujan, cepatlah masuk" lanjut Alex berkata pada Anita.
__ADS_1
Tidak mau melihat Anita kedinginan meski sebenarnya malam itu memang sedikit dingin tapi tidak kelihatan akan hujan.
Terlebih Alex tidak ingin sampai Rio melihat Anita dalam keadaan pakaian yang masih terlihat cantik dan menggoda seperti saat ini.
Dia tahu pasti, Rio adalah seorang playboy dan pasti juga akan menggoda Anita jika melihatnya di depan mata.
Terlebih Rio belum tahu, bahwa Anita sebenarnya juga sudah menjadi tantenya.
Kemudian Anita pun menuruti kata-kata Alex dan segera masuk ke rumah lebih dulu, tidak perduli masuk dari belakang dan bersembunyi-sembunyi dari orang lain.
Sementara itu Alex yang masih memantau kepergian Anita dari pandangannya, masih tetap berdiri sesaat, memastikan Anita sudah masuk ke dalam rumahnya.
Lalu dia pun segera menyusul masuk setelah melihat Anita tidak lagi terlihat dari pandangannya.
Kemudian Alex perlahan masuk ke dalam rumah setelah Mbo Inah membukakan pintu untuknya dan di lihatnya Rio sedang terbaring di atas sofa ruang tamu. Sepertinya Rio ketiduran dan terlihat acak-acakan dengan posisi tidur yang tidak jelas.
Kepala kebawah dan kedua kaki ke atas tidak perduli dia sedang berada dimana.
Alex yang melihat kelakuan ponakannya seperti itu hanya geleng-geleng kepala dan mulai bertanya pada Mbo Inah tentang kedatangan ponakannya tersebut.
"Dasar ponakan gak tahu diri" ucap Alex di depan Mbo Inah, saat melihat kelakuan ponakannya tersebut sambil geleng-geleng kepala.
"Sejak kapan dia sudah ada disini, Mbo?" tanya Alex pada Mbo Inah dengan wajah yang masih menatap ke arah posisi tidur Rio yang amburadul.
"Belum lama tuan. Baru beberapa menit yang lalu" jawab Mbo Inah pada tuannya.
"Oh iya, tuan. Nak Anita nya mana?" tanya Mbo Inah merasa khawatir tidak melihat Anita masuk bersama tuannya tersebut.
"Syukurlah kalau begitu. Mbo lega mendengarnya" ucap Mbo Inah merasa tenang.
"Apa tuan, mau saya membangunkan den Rio?" lanjut Mbo Inah bertanya setelah melihat tuannya terus saja melihat ke arah Rio.
"Tidak usah Mbo. Biar saya saja yang melakukannya. Mbo kembali lah beristirahat!" ucap Alex dan menyuruh Mbo Inah untuk kembali ke tempatnya.
"Baik tuan. Kalau begitu saya permisi dulu" ucap Mbo Inah pada tuannya, lalu segera pergi dari hadapan tuannya tersebut.
Kemudian setelah Mbo Inah pergi dari hadapan Alex, dia segera mendekati ponakannya tersebut dan berusaha membangunkannya.
"Hey..kau bangun. Dasar ponakan kurang ajar. Sedang apa kau ada disini?" pekik Alex dan terus-terusan membangunkan Rio yang tak kunjung bergerak seperti orang mati.
"Hey bangun" pekik Alex yang tidak melihat reaksi ponakannya tersebut.
Kemudian Alex merasa curiga dan mulai mencium bau alkohol dari nafas ponakannya tersebut.
"Dasar pemabuk. Berani-beraninya kau datang ke rumahku setelah mabuk-mabukkan seperti ini" marah Alex sambil menutup hidungnya yang mulai merasa menyengat bau alkohol dari tubuh ponakannya tersebut.
"Rio bangun. Cepat pindah ke kamar" kesal Alex pada ponakannya yang sulit sekali di bangunkan sambil akhirnya menjewer telinga Rio dengan keras.
"Aw, aw, aw.... Sakit" rengek Rio yang mulai terbangun dari tidurnya sambil masih terlihat teler dan mulai menyadari kehadiran pamannya tersebut.
"Eh... Om Alex.... hehehe... Sejak kapan Om sudah kembali?" ucap Rio malah cengengesan dan mulai berbasa-basi pada pamannya.
__ADS_1
"Tidak perlu berbasa-basi. Kau mau ku usir atau cepat pindah ke kamar mu sekarang juga" pekik Alex masih merasa kesal pada Rio, tapi tidak tega juga mengusir ponakannya tersebut dalam ke adaan mabuk seperti itu. Takut terjadi sesuatu di tengah jalan.
"Iya om siap. Aku akan ke kamar" ucap Rio setengah sadar sambil tiba-tiba memberi hormat pada pamannya tersebut.
Kemudian Rio mulai berjalan menuju kamar yang biasa di tempatinya saat dia menginap di rumah pamannya.
Namun karena dia masih setengah sadar, dia berjalan sempoyongan dan malah hendak menaiki tangga menuju kamar atas. Alex yang masih memantau ponakannya tersebut segera menghentikannya.
"Ee...e..eh kau mau kemana?" tanya Alex merasa kesal.
"Mau ke kamar Om" celetuk Rio dengan ketidak sadaran nya.
"Iya.. tapi kamar mu di bawah" ucap Alex memberitahu, sambil bergegas memilih untuk menuntun ponakannya tersebut.
Dia merasa takut juga, salah-salah ponakannya tersebut malah masuk ke kamar Anita yang juga tidak jauh dari kamar yang biasa Rio tempati di rumahnya.
Kemudian Alex pun segera membawa Rio masuk kedalam kamar dan membaringkannya di atas kasur tersebut.
Lalu dia segera keluar dan menutup pintu kamar Rio dengan rapat. Kemudian dia teringat dengan posisi kamar Anita yang lumayan dekat dengan kamar ponakannya tersebut.
Alex takut ponakannya yang sedang mabuk itu tiba-tiba keluar dan tanpa sadar masuk ke kamar Anita tanpa sepengetahuannya.
Kemudian segera Alex menuju pintu kamar Anita untuk mengecek dan mencoba membuka pintu kamar tersebut untuk memastikan bahwa kamar Anita sudah di kunci dari dalam.
Lalu beberapa kali Alex mencoba membuka pintu tersebut, dan ternyata Anita sudah menguncinya dari dalam. Dan Alex pun merasa tenang kemudian dia kembali menuju kamarnya sendiri untuk beristirahat.
Sementara itu, Anita yang sedang mencoba membuka resleting gaunnya tiba-tiba menghentikan gerakannya.
Dia mendengar pintu kamarnya tengah berusaha di buka dari luar dan sesaat membuatnya mematung meyakinkan pendengarannya bahwa pintu tersebut benar-benar sedang berusaha di buka oleh seseorang.
Setelah Anita tidak lagi mendengar suara dari balik pintu kamarnya, pelan-pelan dia melangkahkan kakinya dan memberanikan diri untuk mengecek siapa yang sebenarnya tengah mencoba membuka gagang pintunya tersebut.
Pintu pun di buka olehnya tapi dia merasa heran dan bingung, di lihatnya sudah tidak ada siapa-siapa di luar pintu kamarnya. Kemudian Anita pun menutup pintu kamarnya kembali dan segera menguncinya rapat-rapat.
Lalu Anita kembali untuk membuka resleting gaunnya dan menggantinya dengan baju tidur. Tapi sebelum itu, dia lebih dulu membersihkan tubuhnya lalu kemudian dia baru beristirahat dan tidur di atas kasurnya sendiri.
Meskipun dengan perasaan yang campur aduk setelah tadi dia mendengarkan ungkapan perasaan cinta Alex padanya.
Namun dia masih merasa serba salah untuk dia menyatakan perasaan cintanya juga atau tetap berusaha memendam perasaannya sendiri untuk Alex. Demi menjaga perasaan sahabatnya tersebut.
*******************
Terima kasih untuk para Reader yang sudah setia membaca novel saya sampai saat ini.
Dan maaf untuk kalian yang merasa kecewa karena merasa cerita ini terlalu berbelit-belit, tapi disini saya hanya mencoba untuk memperlihatkan proses kisah cinta Alex dan Anita supaya tidak terlihat jatuh cinta terlalu cepat dan instan. Apalagi mengingat tokoh yang saya ambil menceritakan seorang duda yang jatuh cinta pada gadis sahabat anaknya sendiri.
Semuanya perlu proses guys, dan mohon untuk tidak menanggapinya terlalu serius. Ini hanya cerita fiktif dan bisa saja tidak sesuai dengan yang kalian harapkan.
Jika cerita ini membuat kalian merasa kecewa, silahkan kalian bisa menggap cerita ini sudah selesai dan di skip saja.
Tapi saya sangat berterima kasih kepada kalian yang sudah mampir ke novel saya dan berusaha bersabar menunggu kelanjutan cerita ini.
__ADS_1
Terimakasih Reader 😇😇