Jodohku Ayah Sahabatku

Jodohku Ayah Sahabatku
Kesalahpahaman


__ADS_3

Sementara itu Lolita yang masih tertawa melihat kakak sepupunya tersebut segera menghampirinya dan berbalik mengejek Rio.


"Aduuhh kasihan... kakakku yang tampan ini. Habis nabrak kudanil, ya. Gimana rasanya" seloroh Lolita masih dengan tertawa mengejeknya sambil mensejajarkan tubuhnya dengan posisi Rio yang masih terduduk di lantai.


"Kau ini bukannya bantuin aku berdiri malah mengejekku" ujar Rio


"Salah sendiri kenapa tadi mengejekku. Ayo sini aku bantuin" dendam Lolita dan akhirnya membantu Rio berdiri juga.


"Ayo berdiri kak... aduuuh berat banget sih kak. Sengaja ya bikin aku susah" pinta Lolita pada kakak sepupunya, namun yang di tarik malah sengaja membuat Lolita susah untuk membantunya berdiri, merasa berat saat menarik tangan Rio.


"Enak aja siapa bilang. Kamunya aja yang lemah. Ayo coba lagi. Pegang tanganku erat-erat makanya" ujar Rio membuat bibir Lolita memanyun dan memintanya kembali untuk menarik tangannya.


"Ayooookk" ucap Lolita sambil menarik tangan Rio sekuat tenaga, terlihat Lolita menengadah ke atas menutup mata mengumpulkan kekuatannya untuk menarik Rio.


Namun Rio yang jail malah terlihat tertawa melihat adik sepupunya susah payah mengumpulkan tenaga untuk membantunya.


Melihat Lolita seperti itu, lama-lama Rio merasa kasihan juga dan hendak melepaskan tangannya dari Lolita untuk dia berdiri sendiri.


Namun pada saat dia ingin melepaskan tangannya dari tarikan Lolita, tanpa sengaja dia malah menarik Lolita dan jatuh tepat di atas tubuh Rio.


"Sudah.. sudah. Biar aku berdiri sendiri. Kau ini lemah se..." ucapnya sambil tertawa sedikit dengan menarik tangannya dan brug, Lolita jatuh menimpanya.


Namun sesaat membuat mereka saling menatap satu sama lain, terlebih Rio tiba-tiba merasa ada yang aneh, hatinya terasa ada yang menggelitik dan menelan salipanya cepat saat menatap langsung Lolita dari jarak yang begitu dekat.


Rio merasa Lolita begitu cantik dan mempesona saat melihatnya begitu intim. Namun kembali Rio membuang pikirannya yang tidak-tidak. Mengingatkannya kembali bahwa Lolita adalah adik sepupunya yang tidak boleh ada perasaan seperti itu di hatinya.


Meskipun sebenarnya tidak ada masalah jika mereka sampai menikah.


Sementara Lolita malah teriak saat wajahnya begitu dekat dengan wajah Rio.


"Aahhh...." teriak Lolita kemudian menjedotkan jidatnya ke kepala Rio spontan. Lalu cepat-cepat berdiri dan mengeprik-ngeprik pakaiannya seolah-olah habis terkena debu.


"Awww... aww sakit" rengek Rio sambil memegang kepalanya yang sakit.


"Loli.... sakit tahu" pekik Rio menyebut nama Lolita dan mengadu.

__ADS_1


"Habis kak Rio sih, jail mulu" ucap Lolita dengan bibir manyunnya merasa kakak sepupunya tersebut terus-terusan menjaili nya.


"Udah ah... aku masuk duluan. Kak Rio berdiri sendiri aja" kesal Lolita dan hendak meninggalkan Rio yang masih terduduk di lantai parkiran.


"Heh.. tunggu. Jangan pergi gitu aja" pekik Rio sambil cepat-cepat berdiri dan menyusul Lolita.


Sementara itu, Anita dan Raja sudah menunggu di restoran untuk memesan makanan terlebih dulu sambil menunggu kedatangan Lolita dan Rio.


Namun sesaat kemudian Raja izin dulu pada Anita sebentar hendak ingin ke toilet, Anita pun mengangguk dan melihat Raja pergi.


Kemudian seorang pelayan restoran datang memberikan menu makanan pada Anita untuk dapat memilihnya.


Beruntung menu makanan tersebut tidak ada harga yang tercantum di menu makanannya. Kalau ada mungkin bisa membuat Anita berpikir berkali-kali untuk dapat memesannya.


Namun karena Anita tidak tahu kesukaan Raja, akhirnya dia memutuskan untuk menunggu Raja terlebih dahulu dan meminta pelayannya untuk kembali lagi nanti.


Sementara itu Lolita yang sudah masuk segera menelpon Anita dan menanyakan keberadaan posisinya dimana sekarang.


Terdengar suara nada dering panggilan di hp Anita, kemudian dia segera menerima panggilan tersebut setelah tahu dari Lolita.


"Hallo, Nit. Iya, aku sudah sampai nih. Kamu nunggu di mana?" jawab Lolita lalu bertanya balik menanyakan keberadaannya.


"Aku lagi di restoran sushifood" jawab Anita.


"Oh.. ok baiklah. Aku segera kesana" ucap Lolita.


Kemudian Lolita pun segera berjalan menuju tempat tersebut. Sementara Rio masih berjalan cepat di belakangnya.


Terlihat Anita sedang menunggu kedatangan mereka.


Dan beberapa menit kemudian Lolita melihat plang restoran yang tadi Anita sebutkan, segera Lolita berjalan cepat dan tanpa sengaja menabrak seseorang yang telah keluar dari toilet di samping restoran tersebut.


"brug" suara tabrakan tubuh Lolita dengan seseorang.


"Maaf...maaf aku tidak sengaja" ucap Lolita sambil memegang kepalanya yang terbentur dada orang tersebut.

__ADS_1


"Tidak masalah. Aku juga minta maaf. Apa kepalamu baik-baik saja?" ucap orang tersebut yang berbadan tinggi dari Lolita, sambil mengecek keadaan Lolita yang terlihat meringis memegang kepalanya.


Sementara itu Rio yang masih jauh di belakang Lolita segera berlari saat melihat adik sepupunya dikira sedang di ganggu oleh seorang laki-laki.


"Woy... lepasin!" pekik Rio sambil melepaskan tangan orang tersebut dengan kasar.


Kemudian melihat wajah Lolita, mengecek keadaannya. Namun Rio keburu emosi dan hendak membuat masalah dengan pria tersebut. Merasa tidak terima melihat adik sepupunya meringis kesakitan di pelipisnya.


"Heh... kemari kau" pekik Rio kembali melihat pria tersebut dan hendak meremas kerah bajunya.


Namun beruntung Lolita segera melerainya dan menarik Rio dari hadapan orang tersebut.


Kemudian Anita tiba-tiba datang saat dia berpikir untuk keluar menghampiri sahabatnya tersebut, namun dia malah melihat Lolita dan Rio sedang berdebat dengan seseorang. Yang ternya orang itu adalah Raja saat Anita melihat ke arah Raja.


Buru-buru Anita menghampiri mereka dan menghentikan kesalahan pahaman tersebut.


"Tunggu... tunggu. Ada apa ini. Kenapa Kak Rio terlihat marah seperti itu?" ucap Anita merasa bingung dengan apa yang telah terjadi.


"Aku marah karena orang itu, sudah membuat Lolita terluka" marah Rio sambil menunjuk ke arah Raja yang dipikirnya telah melukai adik sepupunya.


"Kak Rio... cukup. Aku gak kenapa-napa. Kak Rio salah paham" ucap Lolita menjelaskan sambil tetap memegang tangan Rio dengan erat.


"Itu benar Anita. Tadi aku tidak sengaja keluar dari toilet dan tiba-tiba gadis itu menabrak tubuhku. Ini semua hanya salah paham" ucap Raja santai sambil menjelaskan pada Anita.


Sementara Lolita yang mendengar pria tersebut menyebut nama Anita di hadapannya, perlahan melepaskan tangan Rio dari pegangannya dan berkata.


"Kak Raja?" tanya Lolita memastikan saat berpikir orang tersebut adalah teman Anita yang pernah diceritakan oleh sahabatnya tersebut.


"I.. iya. Namaku memang Raja" ucap Raja merasa heran, bagaimana gadis di hadapannya bisa tahu namanya.


Sementara Anita terlihat sedang tersenyum melihat kesalah paham tersebut. Berbeda dengan Rio yang masih terlihat kesal dan ikut merasa heran saat melihat adik sepupunya malah seolah mengenali orang yang hendak di ajak ribut olehnya.


"Kamu gak usah kaget Za. Dia sahabat aku, namanya Lolita yang mau jalan bareng sama kita. Dan si pemarah itu kakak sepupunya namanya Rio. Maaf ya, tolong di maklumin. Dia melakukannya karena dia sayang sama Lolita adik sepupunya satu-satunya" ucap Anita menjelaskan sambil tersenyum manis pada Raja, yang di jawab anggukan dan senyuman kembali oleh Raja.


Namun berbeda dengan Rio yang terlihat bertambah kesal saat melihat Anita tersenyum manis pada Raja.

__ADS_1


Seolah ada sesuatu di antara mereka berdua, terlebih Rio belum pernah melihat Anita tersenyum manis seperti itu padanya, kemudian sesaat memalingkan wajahnya melihat Lolita, juga tersenyum manis pada Raja. Seolah hanya dia yang tidak suka dan merasa kesal pada Raja. Namun tidak ada yang menghiraukan wajah kesalnya.


__ADS_2