Jodohku Ayah Sahabatku

Jodohku Ayah Sahabatku
Momen Berdua


__ADS_3

"Dan ingat Alex... jangan jadikan ini sebuah masalah besar untuk mu karena kau merasa bersalah pada Anita atas kematian ayahnya. Tapi aku bicara seperti ini, agar kau semakin mencintai Anita dan menjaganya dengan baik. Mungkin takdir tidak mempersatukan kita, supaya kita dapat membalas kebaikan Kusuma pada anaknya dan membuat Anita bahagia seperti sekarang ini" ucap Rossa kembali mengingatkan Alex.


"Kau harus menjaga Anita. Tidak perduli kau menjaganya karena dia istrimu atau karena Anita adalah anak dari sahabatmu. Jangan sakiti dia lagi... Dan aku rasa Anita juga sangat mencintai mu" lanjut Rossa mewanti-wanti dan sedikit memberitahu Alex berdasarkan pengamatannya kalau Anita juga mencintainya.


Entah apa yang di pikiran Rossa untuk Anita, sehingga dia begitu perduli pada Anita saat. Entah karena dia sering merasakan sakit di jantungnya saat dia merasa ada seseorang yang menyakiti anak pemilik jantung yang saat ini bersemayam di tubuhnya atau karena hal lainnya.


Kemudian setelah Rossa cukup bercerita panjang lebar pada Alex tentang siapa Anita sebenarnya untuk mereka.


Rossa pun segera pergi tanpa perduli apakah Alex bersedia dia bantu atau tidak untuk lebih dekat dengan Anita.


Namun yang jelas saat ini Rossa sudah merasa sedikit tenang dan damai dengan perasaannya sendiri, setelah menceritakan hal tersebut pada Alex dan juga setelah mengetahui bahwa Anita adalah anak dari Kusuma teman di masa lalunya yang telah mendonorkan jantung padanya.


Tapi kini, giliran Alex yang mulai kembali tidak tenang setelah mengetahui hal tersebut dari mantan kekasihnya itu.


Awalnya Alex mengira kembalinya Rossa adalah untuk mengganggu hubungannya dengan Anita.


Tapi rupanya Rossa berniat untuk segera menyatukan mereka berdua.


Tapi hal tersebut membuat Alex kembali merasa bersalah di tambah lagi jika Anita benar-benar adalah anak dari sahabatnya tersebut, membuatnya tentu merasa terbebani karena dia yang bertanggung jawab atas kematian orang tua Anita.


"Bagaimana ini mungkin. Kenapa aku bisa lupa untuk mencaritahu keberadaan keluarga Kusuma" ucap Alex setelah Rossa pergi. Dan Alex terlihat nampak sedikit setres dan bingung saat mengetahui kenyataan tentang Anita.


"Ya Tuhan... kenapa takdir begitu rumit dalam kehidupan ku" ucap Alex mengeluh pada Tuhan nya sambil mengusap wajah dengan kedua tangannya, merasa bingung.


"Lalu bagaimana aku harus bersikap nanti pada Anita. Kalau begini caranya, ini semua bisa membuat aku benar-benar gila" ucap Alex berbicara sendiri, tidak perduli Rossa sudah pergi atau belum.


"Tapi aku benar-benar mencintai Anita... Apa Anita akan memaafkan aku, jika dia tahu kalau ayahnya meninggal gara-gara ulahku" ucp Alex merasa takut kehilangan Anita kembali, dan dia juga takut dengan reaksi dan pemikiran Anita tentangnya, jika mengetahui kenyataan tentang hal tersebut.


"Tapi apa yang di katakan Rossa benar... aku tidak bisa membiarkan hal ini menjadi suatu masalah besar. Aku tidak ingin Anita pergi lagi dari hidup ku... Tidak perduli dia akan marah ataupun kecewa nantinya. Tapi untuk saat ini, aku tidak boleh membiarkan siapapun tahu dengan masalah ini" ucap Alex tidak ingin kehilangan Anita bagaimana pun masalahnya.


"Maafkan aku Kusuma... Aku telah menjadikan anakmu sebagai istri ku. Tapi aku benar-benar mencintainya, aku berjanji aku akan menjaganya dan mencintainya sepanjang hidup ku" ucap Alex berjanji, seolah berbicara pada sahabatnya tersebut.


Sore pun tiba, waktu nya untuk Anita pulang kembali ke rumah Alex. Namun saat dia hendak menunggu ojek online, tiba-tiba ada mobil yang berhenti di depannya.


Anita pun merasa terkejut, namun saat melihat orang yang keluar dari mobil tersebut, membuat Anita merasa heran dan jarang-jarang orang tersebut datang menjemputnya.


Rupanya yang datang adalah Alex dengan membawa bunga mawar di tangannya.


Alex segera menghampiri Anita dan memberikan bunga tersebut. Tidak perduli Anita akan menerimanya atau tidak, tapi yang jelas untuk saat ini Alex hanya ingin lebih dekat dengan Anita.


"Untuk mu" ucap Alex pada Anita sambil memberikan bunga mawar tersebut.


"Tuan?" ucap Anita merasa terkejut dengan kedatangan Alex sebelum dia dapat menerima bunga yang di bawakan Alex untuknya.


"Kenapa. Apa kau tidak suka aku datang menjemput mu?" ucap Alex pada Anita.


"Tidak... bukan begitu" ucap Anita merasa tidak biasanya Alex datang untuk menjemputnya sambil membawa bunga.


"Kalau begitu ambilah bunga ini" ucap Alex memaksa Anita untuk menerima bunganya.


"Tapi kenapa tuan menjemput ku. Dan kenapa repot-repot membawa bunga segala" ucap Anita dan bertanya pada Alex sambil menerima bunga tersebut.


"Aduuh... kau ini terus bertanya. Memangnya aku tidak boleh menjemput istri ku pulang kerja?" ucap Alex mulai sedikit merasa kesal.

__ADS_1


Namun kata-kata istri yang dia sebutkan, membuat Anita nampak terdiam dan sedikit merasa senang diam-diam.


"Ayo masuk" ucap Alex kembali, sambil membukakan pintu mobil untuk Anita dan segera menyuruhnya untuk masuk ke dalam mobil.


Dan mau tidak mau, Anita pun mengikuti perintah suaminya tersebut dan masuk kedalam mobil.


Lalu Alex segera berlari kecil ke sebelah pintu mobil kemudi.


Setelah itu, Alex pun segera menancapkan gasnya dan mobil pun melaju membawa mereka ke tempat tujuan.


Sementara itu, Raja yang melihat Anita mulai di jemput Alex, entah mengapa perasaannya begitu sakit dan terluka kembali.


Meskipun dia berusaha untuk merelakan Anita untuk bersama orang yang di cintainya. Tapi tetap saja hatinya tidak dapat di bohongi, entah berapa lama waktu yang harus dia lalui untuk menghilangkan perasaan yang bertepuk sebelah tangan tersebut.


Tapi dia tidak ingin putus hubungan pertemanan dengan Anita. Meskipun dia harus tetap merasakan sakitnya perasaan tersebut.


Kemudian Raja pun segera pergi dari tempat dia berdiri saat ini dengan perasaan yang sulit untuk di atasi sekarang ini.


Sementara itu, Alex yang telah membawa Anita bersamanya, hendak pergi ke suatu tempat untuk dapat berbicara berdua dengan Anita.


Di dalam perjalanan, tidak ada pembicaraan yang mereka mulai.


Hingga pada saat Alex menghentikan mobilnya, Anita nampak terlihat terbelalak saat melihat tempat yang sedang di kunjunginya saat ini.


Anita segera keluar dari dalam mobil, dan untuk pertama kalinya dia dapat melihat keindahan sunset yang begitu memukau mata.


Untuk sesaat Anita melihat ke arah Alex, dan dalam waktu dan suasana yang indah secara bersamaan momen ketika sunset terjadi, hal tersebut menambah kehangatan perasaan Anita yang tiba-tiba muncul di dadanya.


Suasana indah yang tercipta dari secercah cahaya matahari yang mulai meredup, membuat mereka menikmati momen indah tersebut.


Namun Anita sadar atau tidak dengan perasaannya sekarang ini, yang jelas untuk saat ini Anita begitu tersentuh dan terpukau dengan apa yang di lakukan Alex untuk membawanya ke tempat indah tersebut.


"Tuan... bagaimana anda tahu ada tempat seindah ini?" ucap Anita merasa penasaran.


"Kenapa... apa kau suka tempatnya?" ucap Alex dan balik bertanya.


Hingga dia melihat senyuman Anita yang nampak tulus dengan sedikit anggukan kepala dan mata yang kembali menatap ke arah sunset.


Hal itu tentu memberi jawaban bahwa Anita memang menyukai hal tersebut.


Membuat Alex yang melihat reaksi Anita ikut tersenyum dan merasa senang dengan apa yang telah di lakukannya saat ini.


Untuk sesaat tidak ada pembicaraan yang begitu sering di antara mereka. Mereka hanya ingin menikmati momen indah tersebut.


Dan untuk lebih santai, Alex tiba-tiba mengangkat tubuh Anita ke atas mobilnya.


"Kemarilah!" pinta Alex pada Anita.


"Kenapa tuan?" ucap Anita merasa kaget saat Alex tiba-tiba mengangkat tubuhnya ke atas mobil.


"Bagaimana... Apa sekarang lebih jelas?" ucap Alex, setelah menempatkan Anita dengan baik di atas mobilnya yang di jawab anggukan dan senyuman oleh Anita.


Kemudian Alex pun mulai ikut naik dan duduk di samping Anita.

__ADS_1


Mereka berdua melihat sunset tersebut dari atas mobil sambil duduk bersama berduaan.


Mereka nampak terlihat seperti sepasang kekasih yang sedang di mabuk asmara untuk pertama kalinya.


Entah perasaan apa yang saat ini mereka rasakan satu sama lain. Namun kini keduanya nampak terlihat dapat menerima satu sama lain.


Seolah untuk sesaat tidak nampak ada beban ataupun masalah yang terjadi di antara mereka.


Anita dan Alex benar-benar menikmati momen tersebut tanpa ada perdebatan ataupun pembicaraan yang menyebalkan.


Dan setelah sunset menghilang dari pandangan, mereka tidak langsung pergi dari tempat tersebut.


Keduanya nampak berbaring di atas mobil bersama-sama, sambil melihat pemandangan langit yang sudah menutup sore.


Diantara keduanya belum ada yang memulai pembicaraan. Mereka masih enggan untuk bergeming saat mata mereka melihat indahnya langit di malam hari.


Kemudian setelah beberapa menit, barulah Alex mulai mengajak Anita berbicara.


"Anita..?" ucap Alex menyebut nama Anita sambil masih dengan posisi terlentang menatap langit.


"Yah?" ucap Anita irit, dengan posisi yang sama menatap langit.


"Apa kau menyukai suasana ini?" ucap Alex bertanya.


"iya..." ucap Anita kembali dengan satu katanya.


"Apa kau senang berada di samping ku?" ucap Alex sedikit menjebak Anita yang dari tadi terus menjawabnya dengan kata-kata iya.


"Iya..." ucap Anita tidak fokus, namun mampu membuat Alex merasa senang dan sedikit tersenyum di buatnya.


"Ahh... Maksudku.." ucap Anita kembali saat dirinya mulai sadar dengan jawabannya yang sedikit ambigu untuk di mengerti.


Namun dia sendiri tidak mampu untuk menjelaskannya dan lebih memilih untuk tidak menghiraukannya.


"Maksud mu... kau tidak ingin jauh-jauh dariku, begitu?" ucap Alex sengaja menambah keisengannya.


"Aah... sudahlah... terserah tuan saja mau menganggapnya seperti apa" ucap Anita masa bodo.


"Baiklah kalau begitu. Aku tidak akan sungkan-sungkan. Aku akan mendekatimu dan lebih dekat lagi sampai kau sendiri yang akan terus mendekatiku dan tidak mau berjauh-jauhan denganku" ucap Alex dengan percaya dirinya sambil memberanikan diri untuk terus mendekati Anita yang saat itu sama-sama terlentang di atas mobil.


"Tuan... jangan macam-macam, jangan suka iseng. Kita lagi di atas mobil, kalau aku jatuh bagaimana" ucap Anita menganggap Alex sedang berbuat usil padanya.


"Kalau kau jatuh... maka aku yang akan terluka" ucap Alex dan tiba-tiba menarik tubuh Anita supaya dapat berhadapan langsung dengannya, namun dengan posisi yang masih tiduran di atas mobil. Sambil menatap Anita sedikit serius.


Membuat Anita merasa sedikit gugup di tatap dan di perlakukan seperti itu oleh Alex.


"Jadi aku tidak akan mungkin membiarkanmu terjatuh" lanjut Alex berbicara pada Anita.


Membuat keduanya berlama-lama saling menatap, kemudian Alex benar-benar memeluk Anita dengan posisi yang masih sama seperti tadi.


"Ku mohon... biarkan aku sesaat memelukmu seperti ini" ucap Alex kembali, saat merasakan tubuh Anita yang meminta untuk di lepaskan.


Namun anehnya, Anita pun perlahan mengikuti keinginan Alex tersebut. Meskipun Alex tahu, kalau posisi tersebut mungkin dapat membuat tubuhnya terasa pegal dan juga tidak nyaman.

__ADS_1


Tapi kali ini, mereka nampak terlihat begitu damai dan tenang, juga benar-benar menikmati momen kebersamaan mereka saat ini.


__ADS_2