Jodohku Ayah Sahabatku

Jodohku Ayah Sahabatku
Candu


__ADS_3

Setelah mereka menaiki pesawat kota tujuan dan sampai di kota tersebut dengan aman, segera mereka di jemput oleh pak Amin.


Kemudian saat Anita hendak masuk kedalam mobil dan Anita tiba-tiba mengingat Alex terakhir kali sinis dan marah-marah padanya hanya karena dia duduk di belakang di sampingnya tanpa izin.


Membuat Anita tidak ingin mengulang lagi kejadian tersebut dan berinisiatif untuk duduk di depan saja di samping pak Amin.


Namun Alex yang sedang bucin, tentu tidak membiarkan Anita duduk di depan begitu saja. Dia segera menyuruh Anita untuk duduk pindah ke belakang di samping dirinya.


"Sayang... kenapa kamu duduk di depan?" tanya Alex dengan lembut.


"Cepat keluarlah dan duduk disini di sampingku" lanjut Alex membuat Anita merasa sedikit malu dan kikuk terlebih saat Anita melihat reaksi pak Amin yang tiba-tiba terkejut mendengar tuannya memanggil dia dengan sebutan sayang.


Berbeda jauh saat terakhir kali pak Amin mengantarkan mereka ke bandara.


Membuat pak Amin mendadak kepo dan bertanya-tanya dalam hati.


"Sayang?... Apa aku tidak salah dengar. Tuan memanggil non Anita dengan sebutan sayang. Apa yang sudah terjadi dengan mereka?" tanya pak Amin dalam hati


"Apa jangan-jangan sudah terjadi sesuatu disana?" ucap pak Amin dalam hati, sedikit membuatnya geleng-geleng kepala sambil tersenyum dan menerka-nerka apa yang sudah terjadi.


"Tit... tidak, tuan. Lebih baik saya di sini saja" ucap Anita mencoba menolak.


"Kalau begitu pak Amin pindah kesini dan biarkan saya yang menyetir, pak Amin" ucap Alex pada pak Amin tidak terima jika Anita lebih dekat dengan pria lain, walaupun itu hanya dengan pak Amin.


Membuat pak Amin dan Anita merasa terkejut dan saling menatap satu sama lain merasa heran mendengar permintaan Alex tersebut.


"Jangan, tuan. Biarkan saya saja yang menyetir" ucap pak Amin merasa tidak mungkin membiarkan tuannya menyetir sendiri.


"Sudah non Anita, lebih baik pindah ke belakang saja, ya. Turuti apa kata tuan Alex" lanjut pak Amin meminta dengan lembut pada Anita sambil mengedipkan matanya berharap Anita mau melakukannya.


Beruntung Anita mengikuti saran dari pak Amin yang sudah di anggapnya sebagai ayahnya sendiri. Meskipun sebenarnya Anita masih merasa risih dengan sikap Alex yang terlalu berlebihan padanya.


Seolah Anita lebih memilih menerima sikap Alex yang sebelum-sebelumnya dari pada saat ini yang terkesan terlalu posesif padanya.


"Tuh dengar apa kata pak Amin. Cepat keluarlah, pindah kemari dan duduk di samping ku" ucap Alex pada Anita.


"Iya.. baiklah, tuan" ucap Anita lirih meski dengan wajah manyunnya.

__ADS_1


"Ya Allah... Kenapa tuan Alex jadi terkesan posesif begini padaku" lanjut Anita berkata dalam hati merasa apa yang di lakukan tuannya tersebut terlalu berlebihan.


"Apa yang akan di katakan orang rumah nanti kalau melihat tuannya terus-terusan memperlakukan aku seperti ini?" ucap Anita memikirkan apa yang akan orang rumah sangka padanya.


"Pasti mereka berpikir yang tidak-tidak padaku, meskipun itu benar. Tapi mereka kan belum tahu kalau aku sudah menikah lebih dulu dengan tuan Alex" lanjut Anita sedikit prustasi memikirkannya.


"Hey... kenapa kamu malah melamun. Ayo cepatlah" ucap Alex tidak sabaran, namun tetap dengan nada lembutnya


Kemudian Anita pun segera beranjak dan pindah ke belakang dan setelah itu Alex meminta pak Amin untuk segera melajukan mobilnya tersebut.


Namun sebelum itu Alex meminta pak Amin untuk mengantarkannya lebih dulu ke kantor, meskipun sebenarnya sudah agak siang untuk ke kantor tapi yang namanya bos ya bebas-bebas saja.


"Oh iya... Pak Amin antarkan saya lebih dulu ke kantor, ya. Baru setelah itu antarkan non Anita ke rumah" ucap Alex pada pak Amin.


"Tuan mau langsung ke kantor. Apa tidak cape?" tanya Anita merasa penasaran.


"Iya sayang masih ada banyak tugas yang belum aku selesaikan" ucap Alex menanggapi ucapan Anita, masih dengan memanggilnya dengan sebutan sayang.


Seolah dia tidak perduli dengan pemikiran orang lain termasuk pak Amin yang selama ini sering melihat mereka berdebat satu sama lain.


"Kenapa, apa kamu mulai merindukan aku?" lanjut Alex merasa pede, menggoda Anita kembali.


"Aduuhh... salah ngomong lagi deh. Kenapa dia ini jadi kepedean begini, sih" ucap Anita dalam hati.


Namun Anita tidak terlalu menanggapi ucapan Alex, dia hanya bisa tersenyum. Takut-takut apa yang dia ucapkan di terima Alex dengan salah paham lagi.


Hingga akhirnya mereka sampai di perusahaan Alex. Namun Alex yang masih menatap Anita lekat, membuatnya tidak sadar kalau mereka sudah sampai di tempat tersebut.


"Tuan... tuan, sadarlah" ucap Anita mencoba menyadarkan Alex dari pandangannya.


"Ah.. iya sayang. Kenapa?" tanya Alex saat sudah sadar dari lamunan panjangnya.


"Kita sudah sampai di depan perusahaan, tuan" ucap Anita memberitahu.


"Oh iya maaf, sayang. Kau membuat dunia ku menjadi teralihkan" ucap Alex semakin terang-terangan merayunya sambil menyapu dagu Anita dengan jemarinya kemudian segera keluar dari mobil dan hendak berjalan masuk ke dalam perusahaannya.


Sementara itu Anita yang mulai geli dengan tingkah laku Alex, membuatnya sesaat bergidik ngeri setelah melihat Alex sudah keluar dari dalam mobil dan meninggalkannya di dalam.

__ADS_1


"Iihh... dasar.... aneh sekali dia itu" ucap Anita dalam hati sambil bergidik ngeri, menyadari masih ada pak Amin di dalam mobil.


"Ah iya.. sayang. Nanti siang kamu tidak perlu mengantarkan aku makan siang. Lebih baik kamu gunakan untuk beristirahat saja, ya" ucap Alex yang tiba-tiba kembali membuka pintu mobil yang sedikit mengagetkan dan memberitahu Anita.


"Dan pak Amin. Hati-hati, jangan ngebut-ngebut. Awas kalau sampai terjadi apa-apa pada Anita. Mengerti" lanjut Alex bicara pada pak Amin.


"Siap, tuan. Pasti saya akan berhati-hati" ucap pak Amin, meski dia masih merasa aneh dengan sikap tuannya kali ini.


Kemudian Alex pun benar-benar pergi dan masuk ke dalam perusahaannya.


"Ya sudah pak Amin, ayo kita jalan" ucap Anita mengajak pak Amin segera pulang ke rumah Alex.


Sementara itu Alex yang moodnya sedang bagus, tidak biasanya dia menyapa karyawannya dengan senyum manisnya.


Membuat mereka yang melihatnya merasa heran namun juga ada yang ke grran melihat sikap Alex yang seperti itu.


Terlebih saat Sonia sekertarisnya Alex yang melihat tuannya seperti itu. Dia berpikir tuannya sudah mulai tertarik padanya, sehingga membuatnya merasa senang dan bahagia.


Namun ketika makan siang berlangsung dan Sonia berniat pamer pada karyawan lainnya bahwa dirinya telah mendapatkan respon yang baik dari bosnya, ternyata karyawan lain juga berpikiran yang sama.


Rupanya mereka berpikiran salah paham menanggapi sikap Alex yang tiba-tiba baik dan memberikan senyumannya pada setiap orang yang di temuinya.


Membuat Sonia yang mengetahui hal itu, mendadak meradang dan berpikir kembali kenapa tuannya bisa sampai bersikap seperti itu.


Dia mulai curiga bahwa tuannya tersebut pasti habis bertemu dengan seseorang yang sangat istimewa sehingga membuat moodnya begitu baik. Dan tentunya orang itu pasti seorang wanita, begitu pikir Sonia.


Dan kalaupun itu benar, Sonia merasa dia tidak bisa diam begitu saja. Dia harus mencari tahu siapa wanita yang telah berhasil membuat tuannya tersebut mendadak baik dan tersenyum seperti itu.


Sementara Alex yang sedang di ruangan kantornya, terlihat masih senyam senyum sendiri mengingat-ngingat kejadian tadi malam bersama Anita.


Membuatnya tidak habis pikir, bagaimana hatinya begitu bahagia setiap kali teringat Anita saat itu. Rasanya dia sudah mulai sadar dengan perasaannya sendiri terhadap Anita.


"Ya Tuhan... kenapa hatiku kali ini merasa senang terus setiap kali aku teringat padanya" ucap Alex sambil mengelus dadanya yang tidak sakit di atas kursi ke besarannya.


"Apa mungkin aku sudah mulai jatuh cinta padanya?" lanjut Alex bertanya pada diri sendiri sambil masih tetap tersenyum seperti orang gila.


"Ah dasar bodoh... kenapa tadi aku menyuruhnya untuk tidak mengantarkan makan siang ku. Sekarang aku jadi tidak bisa melihatnya lagi" ucap Alex menyesali kebodohannya.

__ADS_1


"Kenapa aku mendadak merindukannya lagi. Padahal baru tadi aku bertemu dengannya. Ya Tuhan... baru pertama kali aku menyentuhnya tapi dia sudah membuatku candu dan gila seperti ini" lanjut Alex mengenang momen kebersamaannya dengan Anita malam itu.


__ADS_2