Jodohku Ayah Sahabatku

Jodohku Ayah Sahabatku
Makan Nasi Goreng


__ADS_3

Namun sebelum Anita mengikuti Rafi, dia mencoba mencari alasan untuk bisa pulang ke kosannya terlebih dulu.


"Tapi bagaimana dengan pakaian ku dan juga pekerjaan ku besok?. Tidak mungkin aku keluar begitu saja. Aku belum sebulan bekerja disana" ucap Anita dengan wajah bingungnya dan mencoba bernegosiasi dengan Rafi.


"Untuk masalah pakaian dan barang-barang Anda di kosan, anda tidak perlu khawatir orang-orang kami sudah mengambilnya dan sedang di bawa ke rumah tuan Alex saat ini" ucap Rafi meyakinkan.


"Apa?. Kalian sudah membawa barang-barangku" pekik Anita merasa tak percaya.


"Gila... ini benar-benar gila. Seniat itu dia ingin membuatku tersiksa di rumahnya" pikir Anita menerka-nerka.


"Dan untuk masalah pekerjaan. Anda juga di larang untuk bekerja, selain di rumah tuan Alex. Dan untuk itu, anda tidak perlu lagi cape-cape pergi ketempat kerja anda yang sebelumnya. Dan jika anda melanggar semua itu, tentu anda akan kembali ke tempat itu lagi" ucap Rafi menjelaskan kembali tanpa menghiraukan ucapan Anita sambil menunjukkan kantor polisi yang masih setia berada di belakangnya.


Mendengar hal itu membuat raut wajah Anita semakin terlihat prustasi namun enggan untuk kembali ketempat tersebut.


Hingga akhirnya dengan terpaksa Anita ikut bersama Rafi menuju rumah Alexander Wijaya. Meskipun sebenarnya Anita benar-benar tidak mau dan tidak suka di paksa seperti itu.


Namun mengingat hukuman penjara yang lumayan lama menurutnya, membuat Anita tidak bisa menolak ataupun berdebat lagi.


Kemudian Rafi pun segera meminta Anita yang terlihat manyun untuk masuk kedalam mobil dan segera membawanya pergi dari tempat tersebut.


Sementara itu, Alex sudah mendapatkan informasi mengenai kedatangan Anita yang akan kerumahnya.


Mendengar hal itu membuat Alex merasa senang. Dia berpikir rencananya sudah berhasil, meskipun awalnya di luar dugaan.


Saat itu Alex sedang berada di lantai atas, kemudian datang seorang pelayan dengan membawa barang-barang Anita.


"Hey kau... apa yang kau bawa itu?" teriak Alex dari atas lantai saat melihat salah satu pelayannya membawa sesuatu.


"Maaf tuan. Saya hanya di suruh tuan Rafi untuk membawa barang-barang ini ke kamar tamu. Saya tidak tahu kalau isi nya ada apa saja" ucap pelayan tersebut jujur.


Sementara Alex sudah mengerti saat pelayan tersebut menyebutkan nama Rafi dan menyuruhnya untuk melanjutkan pekerjaannya.


"Baiklah. Lanjutkan pekerjaan mu!" perintah Alex.


Alex yakin apa yang di bawa pelayan tadi adalah barang-barang milik Anita. Dan untuk sesaat dia merasa tenang karena Anita sudah dapat di pastikan akan mengikuti segala ucapannya. Mengingat, Rafi telah berhasil membuat Anita menandatangani surat kontrak yang telah dia buat.


Masih di lantai atas rumahnya, Alex terlihat tersenyum miring saat mengingat apa yang akan di lakukannya nanti pada Anita.


Namun sebelum itu, Alex masih bisa menunggu dan bisa tidur dengan tenang.


Untuk malam ini, Alex merasa tidak perlu dulu untuk bertemu dengan Anita. Dia merasa masih ada pekerjaan lain yang lebih penting yang harus segera dia selesaikan di ruangan kerjanya.

__ADS_1


Sementara itu, Anita dan Rafi baru setengah jalan menuju rumah Alexander Wijaya. Tiba-tiba terdengar suara perut keroncongan dari perut Anita.


Hal itu membuat Anita merasa malu dan bersikap seolah tidak mendengar apa-apa. Dengan menggigit bibir bawahnya, Anita mencoba untuk bersikap biasa saja.


Namun Rafi yang mendengar perutnya berisik dan melihat gelagat Anita dari kaca spion, tentu membuat Rafi peka dan segera menyuruh sopir untuk menghentikan mobilnya lebih dulu.


Setelah mobilnya berhenti, segera Rafi membuka pintu dan keluar dari mobil tersebut tanpa berkata apa-apa pada Anita.


Anita yang melihatnya keluar mobil merasa bingung dan kembali mendengar raungan perutnya. Membuatnya terus-terusan menekan perutnya agar tidak lagi berteriak-teriak minta di isi.


Bagaimana tidak, Anita baru makan di siang hari saja. Dan saat sudah pulang dia sudah di jemput oleh polisi sampai dia berada di dalam mobil tersebut seperti sekarang ini, hingga dia sendiri lupa tidak sempat untuk makan malam.


Kemudian tiba-tiba pintu jendela mobil Anita dibuka. Di lihatnya Rafi yang telah membukanya dari luar.


"Silahkan nona" pinta Rafi supaya Anita bisa keluar.


"Loh... kok di buka. Apa kita sudah sampai di depan rumah tuan Alex?" tanya Anita merasa bingung saat melihat Rafi membuka pintu mobilnya.


"Belum nona. Tapi saya harap anda dapat keluar terlebih dulu!" pinta Rafi sopan.


"Tapi kenapa?" tanya Anita sambil keluar dari dalam mobilnya.


"kriuk... kriuk... " perut Anita berbunyi lagi.


"Tidak apa-apa nona. Saya mengerti. Itu sebabnya saya meminta anda untuk keluar lebih dulu" ucap Rafi saat mendengar perut Anita kembali lagi bersuara.


"Saya sudah pesankan nasi goreng untuk anda. Saya tahu pasti anda dari tadi belum makan malam, kan. Tapi maaf saya hanya menemukan tukang nasi goreng. Tapi kalau anda mau dan bisa menunggu lebih lama lagi, kita bisa ketempat yang lebih baik" lanjut Rafi menawarkan makanan dan tempat yang lebih baik lagi.


"Tidak... tidak perlu. Itu sudah cukup. Terimakasih sudah memperhatikan saya" ucap Anita merasa tersentuh.


"Kalau begitu silahkan. Sepertinya nasi gorengnya sudah jadi" ucap Rafi sambil memberi jalan Anita untuk segera jalan menghampiri tempat nasi goreng tersebut.


Tidak perlu menunggu lama lagi, nasi goreng yang tadi sudah di pesan Rafi sudah jadi dan siap untuk di makan.


Kemudian tanpa malu-malu lagi, Anita segera menerima nasi goreng tersebut dan segera melahapnya, antusias.


Namun saat suapan ke tiga kali, Anita mendengar suara gemuruh dari perut Rafi yang berada persis samping Anita.


Tentu Anita tahu ternyata Rafi juga sedang kelaparan mengingat dari tadi Rafi terus mengikutinya. Dan pastinya Rafi pun juga belum sempat makan malam.


Kemudian tanpa basa basi lagi, Anita segera meminta abang tukang nasi gorengnya untuk membuatkannya satu lagi.

__ADS_1


"Bang... Tolong bikinin satu porsi lagi, ya. Yang cepet!" pinta Anita pada Abang tukang nasi goreng.


"Siap neng" ucapnya.


"Gila.. Yang itu aja belum habis dimakan. Udah pesen lagi. Luar bisa ternyata nafsu makan wanita tuan Alex ini" ucap Rafi dalam hati saat melihat Anita memesan lagi nasi gorengnya dan berpikir pesanan yang kedua kalinya untuk Anita makan juga.


"Apa dia bakalan habis memakan sebanyak itu?" lanjut Rafi dalam hati saat melihat nasi goreng kedua pesanan Anita.


Kemudian Anita pun segera menyuruh Rafi untuk duduk di kursi yang kebetulan berada persis berhadapan dengannya. Namun sesaat Rafi merasa bingung dan tidak berani duduk berhadap-hadapan dengan wanita tuannya sendiri.


Tapi Anita terus memaksanya untuk duduk, sehingga akhirnya terpaksa Rafi pun duduk berhadapan dengan Anita.


"Kenapa nona menyuruh saya untuk duduk?" tanya Rafi setelah duduk berhadapan dengan Anita.


"Makanlah. Saya juga tahu, pasti anda juga lapar, kan?" ucap Anita meminta Rafi untuk makan malam juga bersamanya.


"Ti...tidak nona. Saya tidak berani. Saya tidak lapar" tolak Rafi sambil cepat-cepat kembali berdiri mencoba menolak tawaran Anita, takut ketahuan oleh bosnya.


"Baiklah... Kalau begitu aku buang saja nasi goreng ini" ucap Anita sedikit menggertak, sambil hendak membuang makanan tersebut ke sampah, agar terlihat oleh Rafi bahwa dia tidak main-main untuk membuangnya.


Sementara Rafi yang melihatnya merasa bingung dan sayang jika sampai makanan tersebut benar-benar di buang oleh Anita. Terlebih dia sendiri juga sebenarnya sedang lapar dan belum makan malam.


Akhirnya dengan rasa takut pada Alex namun sayang melihat makanannya di sia-siakan, terpaksa Rafi menghentikan Anita untuk membuangnya dan mengambil makanan tersebut hingga akhirnya kembali duduk untuk memakan nasi goreng tersebut.


Sementara itu, Anita yang merasa senang dan tersenyum saat melihat Rafi mau memakan juga nasi gorengnya, kembali dia melanjutkan makanannya sendiri sampai habis.


Meskipun Rafi terlihat canggung saat memakan nasi goreng tersebut di hadapan wanita bosnya dengan cepat-cepat dia ingin segera menghabiskan makanan tersebut takut ketahuan oleh bosnya terlebih saat duduk berhadapan seperti ini dan duduk di bangku yang sama.


Beberapa menit kemudian, terasa suara nada getar pesan masuk milik Rafi di balik saku celananya.


Segera dia mengeceknya dan melihat beberapa panggilan masuk dari Alex yang tanpa sengaja tidak dia angkat kemudian segera melihat isi pesan yang baru saja masuk.


Sambil dia minum dan membuka pesan masuk dari bosnya, byurr Rafi menyemburkan minuman yang tadi belum selesai dia telan saat tahu apa isi pesannya.


Ternyata isi pesan yang dia terima dari bosnya adalah sebuah foto yang mana dia sedang makan nasi goreng bersama dengan Anita, seperti saat ini.


"Rafi!. Apa yang kau lakukan. Kenapa kau enak-enakan malah makan berduaan dengannya. Hah?!" tanya Alex di pesan yang Rafi baca dengan terlihat ada emoticon marah di pesannya tersebut.


"Cepat kau bawa gadis itu ke rumahku. Sekarang!" lanjut Alex dalam pesan singkatnya.


Tanpa sadar ternyata Alex cemburu pada asisten pribadinya tersebut yang bernama Rafi itu.

__ADS_1


Tentu hal itu membuat Rafi kaget dan melongo, dia merasa takut, bingung dan serba salah. Ternyata apa yang di takutkannya kejadian.


__ADS_2