Jodohku Ayah Sahabatku

Jodohku Ayah Sahabatku
Menaruh Racun?


__ADS_3

Setelah melewati perjalanan yang cukup panas, akhirnya Anita sampai di gedung Alexander corp, dimana itu adalah perusahan utama milik Alexander Wijaya yang sesuai dengan namanya sendiri.


Sesampainya di gedung tersebut. Anita segera ke tempat resepsionis untuk menanyakan keberadaan Alex.


"Selamat siang. Maaf mba, mau tanya. Apa pak Alex nya ada" tanya Anita ramah.


"Maaf apa Anda sudah ada janji dengan beliau" ucap petugas resepsionis yang menilai Anita dari ujung kaki sampai ujung kepala merasa tidak yakin kalau bosnya sudah membuat janji dengan orang yang di pikir nya tidak terlihat seorang yang penting.


"Janji?" ucap Anita sedikit bingung dan mulai berpikir, dia merasa pernah masuk kedalam tanpa harus membuat izin terlebih dahulu. Namun saat ingin mengatakannya, tiba-tiba suara Alex terdengar dan mengomelinya.


"Hey kau, kemari" teriak Alex memanggil Anita tanpa menyebut namanya, dan membuat resepsionis yang melihatnya mengira mungkin Anita adalah seorang pengantar makanan jika melihat dari pakaian dan apa yang dibawanya untuk Alex "ah... mungkin dia tukang antar makanan kali, ya. Tapi tidak biasanya pak Alex datang sendiri menjemputnya." pikir resepsionis dalam hati namun sesaat kemudian mengabaikannya.


"Kenapa kau begitu lama sekali, aku sudah menunggu mu dari tadi" ucap Alex kesal tanpa meninggikan suara setelah Anita menghampirinya.


"Maaf tuan. Aku sudah berusaha secepat mungkin" ucap Anita sambil menunduk, menggigit bibir bawah dan menurunkan egonya walau sebenarnya dia ingin sekali berteriak dan memaki Alex di hadapan semua orang yang ada di sana, tapi kenyataannya dia tidak berani.


Namun saat Anita menunjukan ekspresi rasa bersalah nya dengan menggigit bibir, hal itu tanpa di sadarinya membuat Alex yang melihatnya seketika menjadi fokus pada bibir Anita, tertegun melihatnya dan menelan ludahnya cepat.


Alex yang melihatnya merasa hal itu terlihat manis dan menggemaskan di matanya dan seakan ingin **********, tapi sesaat kemudian tersadar saat bibir itu terhalang oleh tangan Anita yang hendak memberikan makan siang padanya.


"Ini tuan makan siang anda. Setelah ini saya akan pergi" lanjut Anita sambil menyerahkan makan siang, yang membuat Alex tersadar dari lamunan ngenes nya.


"Memangnya.... siapa yang menyuruh mu untuk pergi" sindir Alex pada Anita, sambil mengalihkan pandangannya takut ketahuan Anita dengan apa yang sedang di pikirkan nya.


"Ta..tapi Tuan. Saya sudah mengikuti apa yang tuan inginkan, bukan" ucap Anita terbata-bata sambil menatap Alex langsung. Merasa takut akan ketahuan apa yang di lakukan pada makanannya.

__ADS_1


"Kau benar. Tapi bukan berarti kau bisa pergi begitu saja" ucap Alex menjelaskan sambil terus mengalihkan pandangannya.


"Ta.. tapi tuan" lanjut Anita masih berusaha mencari alasan.


"Kenapa?. Apa kau menaruh racun di dalam makanan ku?" ucap Alex sambil menggerakkan salah satu alisnya ke atas saat menerka-nerka melihat Anita terus berusaha menolak.


"Ti..tidak tuan. Mana mungkin saya berani melakukan nya" celetuk Anita gugup sambil berusaha tersenyum manis saat berpikir Alex mulai curiga dengan apa yang telah dilakukannya pada makanan Alex. "Haduh... bagaimana ini" lanjut Anita dalam hati takut ketahuan karena berniat mengerjai Alex.


"Sudah cukup. Jangan tersenyum seperti itu ke padaku" celetuk Alex sambil menutup wajah Anita dengan tangan kiri yang masih tersenyum kepadanya, hal itu di lakukan karena Alex merasa seolah Anita sedang menggoda dan membuat hatinya merasa aneh dan panas.


"Kau bawa makan siangku dan ikuti aku. Mengerti" perintah Alex pada Anita, dan saat Alex menutup wajah dengan tangannya seketika Anita membuat respon kesal dengan kedua alis di gerakan keatas dan bibir manyun ke depan itu malah terlihat lucu di wajahnya, namun Alex tidak menyadarinya.


Setelah itu lift terbuka kemudian Alex masuk dengan di ikuti oleh Anita di belakang lalu memencet tombol nomor 15.


Saat itu tidak ada orang yang berani masuk kedalam lift karena di dalamnya ada Alex yang sudah pada tahu bahwa Alex tidak suka jika ada orang lain satu lift dengan nya terkecuali dengan klien atau asisten pribadi nya. Sehingga yang ada di dalam lift tersebut hanya ada Alex dan Anita.


Ting suara lift tanda berhenti. Terlihat Anita masih menunduk dan hendak berjalan, namun gedebug suara tubuh Anita menabrak punggung Alex yang di kiranya Alex sudah berjalan keluar lebih dulu. Sontak membuat Anita kaget dan badannya yang kecil sedikit terpental kebelakang. Membuat Alex lagi-lagi mengomel kepadanya.


"Kau ini kenapa. Aku yang sebesar ini masih saja kau tabrak. Apa kau buta" omel Alex saat merasa tubuhnya di tabrak dari belakang "atau... jangan-jangan kau sengaja menggodaku" lanjut Alex menerka-nerka kepedean.


"Ti.. tidak tuan. Bagaimana mungkin saya berani menggoda tuan. Saya minta maaf, saya kira tuan tadi sudah jalan duluan" pekik Anita menolak tuduhannya "ih... pede gila. Amit-amit gue harus godain orang macam anda, udah tua, dingin, galak, diktator pula" lanjut Anita dalam hati.


"Makanya kalau jalan itu jangan sambil melamun" ucap Alex kesal.


"Iya tuan, maaf" lirih Anita.

__ADS_1


Kemudian mereka pun keluar dari lift. Setelah itu mereka menuju ruangan Alex. Namun sebelum masuk ke ruangan Alex, terlihat sekertaris nya yang bernama Sonia sedang berdandan di depan meja demi untuk menggoda bosnya tersebut.


Namun saat melihat Alex membawa gadis lain, terlebih gadis itu adalah Anita seketika itu membuat Sonia terlihat kesal dan murka tanpa Alex sadari, hingga terlihat tatapan kebencian untuk Anita yang saat itu berada di belakang Alex.


Anita yang menyadari tatapan sinis dan tajam dari Sonia merasa aneh dan segera menundukkan kepalanya lalu pergi mengikuti Alex dan berkata "kenapa dia menatapku seperti itu. Apa aku melakukan sesuatu yang salah" bingung Anita dalam hati yang hampir lagi-lagi menabrak Alex.


Kemudian setelah Alex dan Anita masuk ke dalam ruangan tempat Alex bekerja, terlihat Sonia sekertaris Alex merasa kesal dan uring-uringan sendiri "sial... kenapa gadis itu lagi. Dia sudah menghancurkan lagi rencana ku. Sebenarnya siapa dia, kenapa pak Alex terlihat begitu dekat dengannya. Bahkan sapaan ku saja di abaikan pak Alex" pekik Sonia, merasa heran dan bertanya-tanya pada dirinya sendiri.


Sementara di dalam ruangan kantor Alex, terlihat Anita masih melamun memikirkan tatapan sekertaris Alex padanya. Dia merasa tatapan Sonia penuh kebencian dan rasa kesal, tapi dia tidak tahu apa yang menyebabkan sekertaris tuan Alex begitu marah padanya.


"Kenapa dia terlihat begitu kesal dan marah padaku" tanya Anita dalam hati "waktu itu dia kesal pada ku karena dia mengira aku sudah mengganggunya dan sekarang sepertinya dia terlihat begitu marah padaku" lanjut Anita dalam hati membandingkan kejadian pertama kali bertemu dengan Sonia saat itu dan sekarang.


Hingga akhirnya Alex menegur dan membuyarkan lamunannya.


"Hey... gadis kecil, kenapa kau dari tadi tidak fokus. Aku perhatikan dari tadi kau terus saja melamun. Apa kau sedang memikirkan sesuatu untuk lepas dari janji dan tanggung jawabmu padaku" tuduh Alex pada Anita, hingga membuat Anita geram dan melawan ucapan Alex padanya.


"Hey... tuan. Kenapa anda terus menuduhku dan memanggilku dengan hey, kau, gadis kecil. Aku punya nama, nama ku Anita. Tidak bisakah tuan memanggilku dengan nama saja" pekik Anita merasa geram dan mulai berani bersuara lantang.


Alex yang melihat keberanian dan kekesalan Anita padanya hanya fokus menatap dan melihat Anita, lalu berkata menanggapi permintaan nya "ok baiklah... Na-ma" seloroh Alex pada Anita yang membuat Anita tambah kesal "bukan begitu maksudnya, tuan. Tapi A... ni... ta" tolak Anita sambil mengeja namanya menjelaskan pada Alex.


Namun sebenarnya, bukan Alex tidak mengerti dengan hal tersebut tapi ntah mengapa nama Anita mengingatkannya pada sahabat anaknya sekaligus mengingatkannya juga pada saat malam pertama kali bertemu dengan sahabat anaknya tersebut. Dan hal itu membuat Alex risih dan ingin melupakan nya.


Dan lagi-lagi Alex tidak curiga ataupun menyadari bahwa nama yang ada di pikirannya dengan orang yang ada di hadapannya adalah sama, sama-sama satu orang yaitu Anita sendiri.


Begitupun sebaliknya, meskipun awalnya Anita merasa curiga kenapa nama Alex dan nama ayah sahabatnya tersebut begitu mirip dan sama tapi karena dia belum pernah di bawa atau di perkenalkan pada perusahaan milik sahabatnya tersebut jadi dia membuang jauh-jauh rasa curiganya dan menganggap hal tersebut sebuah kebetulan yang mungkin banyak orang menggunakan nama yang sama.

__ADS_1


Sekalipun pada kenyataannya mereka sudah di perkenalkan satu sama lain oleh Lolita tapi tidak dalam situasi yang dapat melihat wajah mereka masing-masing, itu sungguh aneh sekali.


__ADS_2