Jodohku Ayah Sahabatku

Jodohku Ayah Sahabatku
Sudah Mengetahui


__ADS_3

"Bagaimana nyonya. Apa kita bisa menyiapkan prosedurnya saat ini juga?" tanya Dokter tersebut saat melihat wajah keraguan dan rasa khawatir Anita yang bercampur aduk memikirkan hal tersebut.


"Tapi, dok..." ucap Anita berharap ada opsi lainnya lagi.


"Dokter... lakukan saja apa yang seharusnya di lakukan" ucap Alex pada Dokter saat melihat keraguan di mata Anita dan dia langsung masuk tanpa permisi sama sekali.


Rupanya Alex sudah berada di depan pintu kamar tersebut cukup lama dan diam-diam dia tengah mendengarkan ucapan Dokter dan Anita.


"Kamu?" ucap Anita merasa kaget saat mendengar dan melihat wajah Alex yang sudah berada di hadapannya.


"Tuan Alexander Wijaya?.... Tapi maaf tuan, kami sedang membutuhkan golongan darah tertentu yang mungkin salah satu keluarga pasien tersebut yang dapat mendonorkannya " ucap Dokter tersebut dengan sopan memberitahu Alex.


Rupanya Dokter sudah mengenal Alexander Wijaya sebagai donatur terbesar rumah sakit tersebut.


Tapi dia tidak tahu kalau Alexander Wijaya sudah pernah menikah lagi, apalagi untuk mengetahui memiliki anak dan anak tersebut adalah orang yang sedang di tanganinya saat ini.


"Kau tidak perlu khawatir, aku sudah tahu. Kau bisa mengambil darahku dan berikan kepada anak itu" ucap Alex sambil melihat ke arah Alexa yang sedang pingsan tak berdaya.


"Tapi tuan, golongan darah anak ini cukup sulit untuk mendapatkannya. Kemungkinan terbesar harus di dapatkan dari salah satu keluarganya" ucap Dokter masih belum mengerti bahwa Alex berniat mendonorkan darahnya tersebut karena dia adalah keluarganya dan dia merasa yakin bahwa dia adalah ayah kandung dari anak itu.


"Aku ayah kandungnya. Apa itu sudah cukup meyakinkan mu untuk melakukan prosedur operasinya sekarang" ucap Alex terlihat nampak dingin, membuat Dokter dan suster yang masih berada di tempat tersebut merasa terkejut dan tak menyangka.


"Ba... baik, tuan. Kami akan segera menyiapkannya" ucap Dokter tersebut mendadak takut.


"Tapi ingat, jangan sampai ada kesalahan sedikit pun. Dan jika terjadi sesuatu yang buruk lagi pada anakku, aku pastikan karirmu akan berhenti sampai di sini dan rumah sakit ini akan ku tuntut" ucap Alex pada Dokter yang sedang menangani anaknya dengan sedikit ancaman.


Kemudian mereka pun segera pergi meninggalkan Alex, dan Anita hanya bisa terdiam tak bisa berkata-kata lagi untuk menolak bantuan Alex tersebut karena hal tersebut menyangkut masa depan anaknya juga.


Namun setelah mereka pergi, Anita mulai memberanikan diri untuk berbicara pada Alex. Setelah sebelumnya dia merasa itu seperti mimpi yang tadi dia alami.

__ADS_1


Tapi sebelum itu, Rafi yang melihat raut wajah Anita seperti tidak menerima apa yang di lakukan tuannya dan hendak bicara pada Alex. Tanpa menunggu di usir tuannya, Rafi segera pergi keluar menyusul Dokter dan suster yang telah lebih dulu keluar.


"Kalau begitu saya permisi dulu tuan, nyonya" ucap Rafi sambil menunduk sedikit dan langsung keluar.


"Apa yang anda lakukan. Kenapa anda berkata seperti itu pada mereka?" ucap Anita pada Alex, dengan raut wajah tidak sukanya.


"Memangnya kenapa?. Aku ayahnya, apa kau ingin melihat anak mu cacat seumur hidupnya... karena keteledoran mu sendiri" ucap Alex pada Anita.


Membuat Anita kembali merasa bersalah dan sesaat terdiam tidak bisa membela diri.


"Tapi tetap saja. Anda... anda tidak berhak menyebut diri anda sebagai ayahnya" ucap Anita pada Alex tanpa berani melihat dan menatapnya langsung.


"Memangnya kenapa.... Apa karena kau masih marah padaku. Hingga kau tidak memperbolehkan aku mengatakan bahwa aku adalah ayahnya?" ucap Alex tidak mau mengalah. Membuat Anita terdiam tidak dapat mengelak ucapannya.


Memang benar Anita masih marah pada Alex dan membuatnya enggan untuk menerima kenyataan bahwa Alex memang ayah dari anaknya tersebut.


"Anita... aku tahu, aku salah. Aku telah memperlakukanmu tidak adil dan... berbuat kasar padamu. Tapi aku mohon... Tolong maafkan aku" lanjut Alex sungguh-sungguh, dengan nada yang lebih halus dari sebelumnya.


Dia lebih memilih diam dan pergi meninggalkan Alex di kamar ruang inap anaknya tersebut.


Sementara Alex yang melihat Anita tiba-tiba pergi meninggalkannya di ruangan tersebut, membiarkan Anita pergi memberi waktu untuknya berpikir.


Alex mengerti mungkin Anita butuh waktu untuk menenangkan diri setelah melihat keberadaannya yang datang tiba-tiba.


Sementara itu, Alex kembali lebih fokus menatap anaknya yang kini sudah berusia enam tahun.


Alex merasa tidak menyangka, di usianya yang sudah menginjak umur 50 tahun dia memiliki anak dari orang yang selama ini dia cari-cari.


Namun di dalam kesedihannya masih di abaikan Anita, dia masih merasa senang saat dia tengah menatap lekat anak laki-lakinya tersebut.

__ADS_1


Dia merasa senang saat mengetahui bahwa malam itu telah membuatnya menanam benih cinta buah hatinya, meski malam itu dia melakukannya dengan kasar dan sedang mabuk berat.


Tapi apa yang dilakukannya malam itu membuat Anita menjadi menjauh darinya. Namun kini dia akan berusaha membuat Anita untuk dapat memaafkannya.


Tidak perduli berapa lama waktu yang akan di butuhkan untuk membuat Anita kembali luluh dan memaafkannya.


Tapi yang pasti saat ini Alex sedikit merasa senang dan bahagia setelah bertemu dengan Anita, dan terlebih dengan mendapat kejutan seorang anak laki-laki yang hadir di dalam hidupnya.


Namun berbeda dengan Anita yang saat ini sedang berada di dalam toilet, dia terlihat menumpahkan tangisnya setelah bertemu dengan Alex yang selama ini tengah berusaha untuk melupakannya.


"Kenapa dia hadir saat aku susah payah untuk melupakannya.... Bagaimana dia tahu kalau aku ada di rumah sakit ini, dan sekarang dia juga sudah tahu kalau aku memiliki anak darinya. Tapi kenapa dari sekian tahun, dia baru berhasil menemukan keberadaan ku. Jika dia benar-benar mencariku selama ini" ucap Anita sambil meneteskan air mata di sela-sela ucapannya.


Beruntung saat itu tidak ada orang yang mendengar tangisan dan ucapannya di dalam toilet.


Namun Anita yang masih tetap bersedih berpikir bahwa Alex tidak mencarinya selama ini. Dia berpikir pertemuannya saat ini adalah suatu kebetulan.


"Pasti ini hanya kebetulan, tidak mungkin dia mencariku selama ini... Tapi bagus lah, setidaknya Alexa dapat tertolong. Dan aku tidak boleh egois untuk keselamatan Alexa, anakku" lanjut Anita dengan pemikirannya sendiri.


"Aku harus bertahan. Dan mau tidak mau, aku harus menghadapi dia sampai Alexa benar-benar pulih dan aku bisa membawanya kembali ke kota tempat tinggal kami" ucap Anita berusaha tegar dan menerima keberadaan Alex saat ini.


Sementara Lolita yang sudah pulang ke rumahnya, tidak melihat ada daddy nya yang biasanya pulang lebih awal semenjak dia datang kembali ke rumah tersebut setelah menyelesaikan studinya di luar negri.


Meski semenjak kepergian sahabatnya, Lolita sering mengabaikan daddynya hanya untuk supaya daddynya benar-benar mencari keberadaan Anita dan membawanya pulang kembali ke rumah tersebut.


Namun sampai saat ini, baik dia maupun daddynya juga belum berhasil menemukan keberadaan sahabatnya tersebut.


Tapi dia tidak tahu bahwa saat ini daddynya sudah menemukan Anita dan sedang berada di ruang kamar inap adik seayahnya.


Entah apa yang akan di lakukan Lolita jika dia sampai tahu bahwa dia memiliki adik laki-laki dari sahabat dan daddynya sendiri.

__ADS_1


Selama ini Lolita begitu menyayangi sahabatnya tersebut. Tapi tidak tahu, apa dia juga akan menyayangi anak sahabatnya tersebut yang sekaligus juga menjadi adik laki-laki satu-satunya.


__ADS_2