
Kemudian setelah beberapa lama Alex dan tuan Adipati Xander berbicara serius hingga pada suatu kesempatan dan jabatan tangan yang terlihat membuat keduanya tersenyum senang.
Sementara itu Anita juga mulai berbincang dengan istri tuan Adipati Xander hingga Nino tertidur di pelukan Anita. Membuat neneknya merasa senang melihatnya.
Dia tidak menyangka bahwa Nino yang sulit di atur bisa diam dan tetap duduk di samping Anita.
Selama ini setiap kali mereka mengajak Nino pasti harus membawa beberapa bodyguard dan juga baby siter untuk menjaga dan mengawasi Nino yang super aktif tidak bisa diam, supaya tidak lepas dari jangkauan mereka.
Namun tanpa di sangka-sangka Nino yang sempat hilang malah membawa Anita sebagai peri penolongnya.
Kemudian setelah Alex dan tuan Adipati Xander selesai dengan urusan mereka. Segera mereka kembali ke meja sebelumnya. Dan melihat Nino tengah tidur di pelukan Anita.
"Wah.. Nino tumben sekali dia sudah tidur jam segini" ucap kakek Adipati saat melihat cucunya sudah tertidur pulas di pelukan Anita.
"Iya sayang, sepertinya cucu kita merasa nyaman berada dekat dengan nona Anita. Tuan Alex beruntung sekali mendapatkan istri cantik, muda dan pintar berinteraksi dengan anak kecil seperti ini" ucap nenek Nino memuji Anita.
Yang di puji tentu merasa malu dan sedikit salting, merasa apa yang di katakan nenek Nino terlalu berlebihan.
"Lain kali kalau datang ke kota ini lagi, kita bisa makan malam bersama lagi ya seperti ini. Nino pasti senang melihat kamu lagi" ucap nenek Nino sambil melihat ke arah Anita.
"Iya nyonya. Tentu saja" ucap Alex menanggapi ucapan nyonya Adipati, sengaja mendahului Anita. Karena dia merasa Anita pasti bingung harus menjawab apa.
"Ya sudah kalau begitu, karena Nino sudah tidur dan kerja sama kita juga sudah lancar, kita pamit dulu. Mudah-mudahan lain kali kita bisa makan malam bersama lagi" ucap kakek Adipati mengakhiri perjumpaan mereka malam itu.
Kemudian dia juga memanggil baby sitter Nino untuk segera membawa cucunya tersebut dari pelukan Anita.
"Kalau begitu saya ucapkan terima kasih kembali karena tuan sudah bersedia bekerjasama dengan perusahaan kami" ucap Alex pada tuan Adipati.
"Sama-sama tuan Alex. Tapi anda juga jangan lupa untuk berterima kasih pada istri anda ini. Dan jangan lupa untuk mengundang kami ke acara resmi pernikahan kalian" ucap tuan Adipati sambil mengingatkan Alex, yang secara tidak langsung menyuruhnya untuk segera mengumumkan pernikahannya dengan Anita.
Karena jelas orang seperti tuan Adipati dapat mengetahui dan mencari tahu data mengenai rekan bisnisnya tersebut.
Yang saat ini dia tahu, bahwa Alex belum pernah menikah lagi ataupun jika ada pernikahan, belum terdengar berita mengenai pernikahannya tersebut.
"Ya tentu saja, tuan. Anda orang pertama yang akan mendapatkan undangan resmi pernikahan kami" ucap Alex tidak perduli apa yang akan terjadi nanti.
__ADS_1
Kemudian tuan Adipati Xander dan keluarga serta orang-orang yang di bawanya segera pergi meninggalkan Alex dan juga Anita di meja makan tersebut.
Dan setelah mereka benar-benar pergi, Anita segera memasang wajah jutek dan penuh dengan pertanyaan mengenai dirinya yang di bilang istri tercintanya tadi.
"Tuan, apa maksudnya tadi itu. Kenapa tuan harus mengatakan bahwa saya adalah istri tuan?" tanya Anita tidak bisa menunda lagi.
"Memangnya kenapa kalau aku memperkenalkan dirimu sebagai istriku" ucap Alex sambil makan malam yang tadi belum sempat dia lakukan.
"Bukannya kau memang sudah sah menjadi istri ku, seperti apa yang telah di katakan warga kampung tempo dulu" ucap Alex santai sambil menyuap makanannya, merasa benar dengan apa yang telah di katakannya.
Membuat Anita jadi serba salah menanggapi ucapan Alex karena dia juga merasa benar apa yang di katakan Alex memang benar.
Anita mendadak kehilangan kata-katanya saat dia ingin protes dan marah pada Alex. Ucapan Alex berhasil membuatnya mendadak bungkam.
Sedikitnya entah kenapa bisa membuat Anita merasa senang saat mendengar dan mengingat Alex mengakui dirinya sebagai istri sahnya.
Namun tentu dia tidak ingin memperlihatkan ekspresi perasaan bahagianya saat berada dekat dengan Alex. Dia masih merasa bahwa Alex hanya sekedar ngomong doang dan tidak sungguh-sungguh dengan ucapannya.
"Kenapa kau mendadak diam begitu. Apa kau sakit? tanya Alex pada Anita, merasa aneh melihat Anita tidak mendebat ucapannya lagi.
"Apa kau yakin?" tanya Alex meyakinkan, yang hanya di jawab anggukan oleh Anita.
"Kalau begitu kenapa kau tidak makan?. Aku lihat dari tadi kau hanya menyuapi anak bandel itu" lanjut Alex menyinggung Nino.
"Dia itu bukan bandel, tapi terlalu aktif. Mungkin tuan saja yang tidak suka anak kecil" ucap Anita membela Nino.
"Kau ini... Terus saja membela anak bandel itu" ucap Alex merasa tidak terima.
"Sudah tidak usah membahas anak bandel itu lagi, aku jadi tidak berselera untuk melanjutkan makan lagi"
"Yee... ngambekan. Apa tuan cemburu dengan anak kecil?" goda Anita.
"Siapa yang cemburu?" ucap Alex masih gengsi.
"Aku? cemburu sama anak kecil. Tidak mungkin, enak saja. Apalagi dengan anak bandel itu, mana mungkin" lanjut Alex dengan wajah yang terlihat berusaha untuk menyembunyikan perasaannya.
__ADS_1
"Sudahlah. Lebih baik kau habiskan makananmu dan setelah itu kembali ke kamar. Aku masih ada urusan lain" ucap Alex berusaha mengalihkan pembicaraan.
"Memangnya masih ada urusan lain apalagi, tuan" tanya Anita sedikit penasaran.
"Aku masih ada meeting lain" ucap Alex memberitahu.
"Meeting lagi?" pekik Anita merasa bingung.
"Iya meeting lagi. Tapi kali ini kau tidak perlu repot-repot untuk ikut" ucap Alex memberitahu.
"Tapi kenapa tadi aku harus ikut?" tanya Anita penasaran.
"Karena tuan Adipati memintaku untuk membawa keluarga, itu sebabnya aku terpaksa membawamu untuk menemani istrinya tadi" ucap Alex pada Anita.
"Jadi tuan mengajakku hanya untuk..." ucap Anita merasa tertipu.
"Kenapa. Apa kau pikir aku sengaja membawamu untuk di perkenalkan sebagai istri tercintaku?" ucap Alex dengan senyum mengejeknya.
"Tit..tidak. Aku tidak berpikir seperti itu" ucap Anita gelagapan, merasa tadi sempat gr dan merasa senang saat dia mengira bahwa Alex benar-benar telah menerimanya sebagai istri sahnya.
"Kalau begitu kau jangan cemburu karena aku akan meeting dengan seorang perempuan cantik" ucap Alex percaya diri sengaja menggoda Anita balik.
"Terserah tuan. La... lagi pula kenapa aku harus cemburu" ucap Anita terlihat ingin menyembunyikan raut wajahnya dari tatapan Alex.
"Baiklah. Tapi... kau jangan sampai tidak bisa tidur karena kepikiran tentangku dengan wanita lain" ucap Alex pelan di samping telinga Anita langsung.
Kemudian perlahan Alex pun pergi dan meninggalkan Anita sendiri di tempat tersebut.
Sementara Anita yang berpura-pura tidak perduli merasa resah dan gelisah saat Alex berkata bahwa dia akan bertemu dengan wanita lain.
Namun lagi-lagi dia mencoba untuk menepis perasaan cemburunya tersebut. Dia tidak ingin berpikir terlalu jauh tentang dirinya dan juga Alex.
Anita berusaha untuk masa bodo dengan apa yang akan di lakukan Alex dengan wanita manapun.
Kemudian Anita pun segera melangkahkan kakinya untuk segera pergi ke kamarnya. Dan berharap pikirannya bisa kembali jernih seperti sebelumnya.
__ADS_1