Jodohku Ayah Sahabatku

Jodohku Ayah Sahabatku
Tamparan Keras


__ADS_3

Sementara Alex sedang berpidato berbagi pengalaman, proses dimana dia bisa sampai sukses dan susah payah mempertahankan nya.


Sedangkan disisi lain Anita merasa kurang nyaman karena tidak ada yang dikenal nya. Dia merasa sendiri di antara orang banyak.


Anita berusaha untuk membuat dirinya senyaman mungkin, hingga akhirnya dia menuju pinggiran kolam renang yang di rasa tidak begitu banyak orang dan jauh dari suara bising sound.


Sementara di sudut lain, Sonia sekertaris nya Alex diam-diam dari tadi memperhatikan Anita.


Sonia merasa dia tidak asing dengan gadis yang di bawa oleh tuannya. Dia terus mengingat-ngingat dimana dia pernah bertemu dengannya.


Hingga akhirnya, Sonia mengingat Anita sebagai gadis pengganggu saat dia sedang mencoba menggoda Alex waktu itu. Namun tanpa di sengaja Anita masuk ke ruangan Alex dan mengganggu semua rencananya, begitu pikir Sonia.


"Brengsek... ternyata dia gadis yang waktu itu mengganggu rencana ku. Dasar wanita sialan, berani-beraninya dia mencoba mendahuluiku untuk mendapatkan tuan Alex. Aku tidak bisa terima ini. Lihat saja nanti, apa yang akan aku lakukan padamu. Gadis kampung!" ucap Sonia pelan, namun penuh dengan nada kebencian dan amarah saat menyadari siapa wanita yang telah dibawa oleh Alex ke acara tersebut, dengan tatapan tertuju pada Anita.


Sementara teman Sonia yang dari tadi mengikutinya, merasa takut dan melotot melihat reaksi dan kata-kata Sonia yang penuh dengan kebencian dan amarah tersebut. Hingga dia sendiri tidak berani berkata apa-apa lagi, terlebih dia tadi telah memuji Anita tanpa tahu siapa Anita sebenarnya.


Kemudian Sonia berniat untuk menghampiri dan membuat masalah dengan Anita. Melihat sudah tidak ada orang lagi yang berada di sekitar Anita, sambil mengajak temannya bernama Renata yang dari tadi terus mengikutinya.


"Renata. Kau ikut aku sekarang. Aku sudah tidak sabar lagi ingin menampar wanita sialan itu" marah Sonia pada Anita sambil mengajak temannya tersebut.


Anita yang sebentar baru merasakan ketenangan, tidak menyadari dirinya dari tadi sedang di awasi oleh Sonia.


Sementara Sonia sudah mulai mendekat dan melabrak Anita yang jelas-jelas tidak tahu permasalahannya sama sekali.


"Heh gadis kampung. Kau yang waktu itu datang ke kantor tuan Alex, kan?" Pekik Sonia menghina dan bertanya pada Anita saat sudah berada di hadapannya. Sementara Anita hanya menatapnya heran dan mengangguk, benar.


"Oh.. rupanya benar, kau gadis yang waktu itu. Tidak tahu sopan santun dan kampungan" pekik Sonia meledek Anita.


"Maaf. Kenapa anda tiba-tiba berbicara seperti itu" ucap Anita menanggapinya dengan sopan.


"Jangan berpura-pura sok lugu di depanku. Dasar gadis munafik" pekik Sonia bertambah kesal.


"Tunggu sebentar. Saya benar-benar tidak mengerti maksud anda apa" ucap Anita jujur merasa heran.


"Aaah sudah cukup. Aku sudah tahu apa maksud mu waktu itu datang ke kantor tuan Alex. Kau sengaja datang untuk menggodanya, kan. Merayu dan meminta tuan Alex untuk membawa mu ke acara ini, sehingga membuat orang-orang yang melihatmu bersama tuan Alex berpikir kau adalah kekasihnya, benar begitu kan" ucap Sonia panjang lebar, menuduh Anita sesuka hatinya.

__ADS_1


"Anda salah paham. Saya dan tuan Alex ..." ucap Anita hendak menjelaskan. Tapi Sonia yang sudah di bakar api cemburu tidak mau mendengar penjelasan apapun hingga tanpa alasan yang jelas tiba-tiba menampar Anita.


"Plakk..." suara tamparan yang cukup keras tiba-tiba mendarat di pipi Anita hingga membuat bibir Anita terluka dan sedikit berdarah.


Namun nampaknya tidak ada orang yang melihat ataupun mendengar suara tamparan Sonia pada Anita karena suara sound yang cukup keras dan orang-orang yang fokus pada pidato yang sedang mengisi acara. Membuat Sonia merasa leluasa berbuat sesuka hati pada Anita.


Sementara teman Sonia yang berada di sampingnya terbelalak, tak percaya melihat apa yang di lakukan Sonia pada Anita.


Sebenarnya Renata temannya Sonia merasa kasihan pada Anita tapi dia lebih takut pada Sonia yang bisa melakukan apapun jika sedang marah. Renata hanya bisa menatapnya kasihan tanpa bisa berbuat sesuatu.


Sementara di dalam ruangan yang banyak dengan orang-orang penting. Terlihat Raja sedang mendengarkan seseorang sambil meminum wine di gelasnya.


Namun nampaknya Raja tidak tertarik dengan apa yang di bicarakan orang tersebut. Sehingga membuatnya melihat kemana saja sesuka hatinya.


Lalu saat dia melihat ke samping jendela kaca yang transparan dan di sampingnya pinggiran kolam, membuatnya dapat melihat apa yang terjadi di samping kolam tersebut.


Dan saat itu tanpa sengaja Raja melihat Anita sedang berada di tempat tersebut dengan dua orang wanita yang belum pernah di kenal sebelumnya.


Namun Raja merasa Aneh dengan sikap dan raut wajah salah satu gadis yang terlihat sedang marah-marah pada Anita.


Sementara Alex yang masih berbicara di hadapan orang banyak dan orang-orang penting lainnya tidak tahu dan tetap melanjutkan pidatonya sampai selesai.


Kemudian Raja yang sudah berada di pinggir kolam dan sudah berada di hadapan Anita, Sonia dan juga Renata. Melihat Anita tertunduk dan memegang pipinya, sakit.


Tentu hal itu membuat Raja bertanya-tanya dan merasa khawatir pada Anita.


"Hey... apa yang sudah kalian lakukan pada Anita" ucap Raja saat melihat Anita memegang pipinya.


Sementara Sonia yang mendengar suara Raja dari belakang, kemudian berbalik melihatnya dan langsung kabur mengajak Renata, karena tahu siapa yang datang tersebut dan tidak ingin ada masalah dengannya.


Lalu Raja hendak ingin menangkap Sonia dan Renata, namun lebih memilih melihat keadaan Anita yang dirasa Anita lebih membutuhkan bantuannya.


"Apa kau baik-baik saja" tanya Raja pada Anita sambil memegang bahunya dan melihat pipinya yang terus di pegang Anita.


"Bibir mu berdarah" pekik Raja saat melihat ada darah di sudut bibir Anita, tanpa mendengarkan terlebih dahulu jawaban Anita sebelumnya. Namun kali ini Anita membalas ucapan Raja padanya.

__ADS_1


"Tidak... saya tidak apa-apa. Tolong jangan membuat saya merasa lebih malu lagi" ucap Anita merasa tidak enak hati dan merasa malu dengan apa yang telah di lakukan Sonia padanya tadi.


"Lebih baik anda pergi dan kembali ke acara orang tua anda" lanjut Anita sopan sambil tetap memegang pipinya dan menunduk tidak berani menatap orang yang saat ini berada di hadapannya.


"Sudah cukup. Jangan bicara lagi. Sekarang kau ikut aku. Biar aku obati lukamu" ucap Raja kemudian menarik tangan Anita dan hendak membawanya ke suatu tempat.


Namun hal itu tentu membuat Anita mencoba menolaknya, merasa malu jika sampai di lihat orang lain.


"Tidak tuan, tolong lepaskan saya. Saya tidak apa-apa. Biar nanti saya obati sendiri" rengek Anita tidak mau ikut Raja, merasa tidak mengenal laki-laki tersebut. Meskipun sebelumnya Anita merasa pernah bertemu dengannya.


Tapi Raja tetap memaksa dan tidak perduli dengan rengekan Anita. Hingga akhirnya Raja dapat membawa Anita ke suatu tempat yang jauh dari keramaian dan suara bising.o


Lalu Raja terlihat sedang menelpon menggunakan telpon rumah meminta seseorang untuk membawakan kotak P3K.


Kemudian menyuruh Anita untuk duduk tenang, yang dilihatnya dari tadi masih berdiri dan terlihat tidak nyaman.


"Sini duduklah" ucap Alex hangat sambil menunjukan kursi supaya di duduki oleh Anita.


"Kau tenang saja. Aku tidak akan menyakitimu" lanjut Alex berbicara dengan senyum hangatnya.


"Tapi tuan. Anda tidak seharusnya melakukan hal ini pada saya. Seharusnya anda kembali bertemu dengan rekan-rekan kerja ayah anda" ucap Anita mencoba membuat Raja mengerti.


"Ini hanya luka kecil. Saya bisa mengatasinya sendiri. Anda tidak perlu repot-repot seperti ini. Lagipula kita tidak saling mengenal satu sama lain" Lanjut Anita berusaha untuk di mengerti.


Lalu pelayan datang membawakan kotak P3K sesuai yang di pinta Raja tadi. Membuat Anita diam dan menunggu untuk melihat reaksi Raja.


"Ini tuan kotak P3K yang anda minta" ucap pelayan tersebut sambil memberikan kotak P3K nya.


"Terimakasih" ucap Raja pada pelayannya setelah menerima yang dia pinta, namun sesaat kemudian menghentikan langkah pelayan tersebut.


"Tunggu. Satu lagi. Nanti kalau Ayah mencari ku, katakan aku di atas sedang menemui teman lamaku. Kau mengerti" ucap Raja mengintruksikan pada pelayannya.


"Iya tuan. Mengerti" ucap pelayan tersebut.


"Bagus. Sekarang kau boleh pergi" ucap Raja pada pelayannya.

__ADS_1


Sementara Anita terlihat diam dan masih berdiri sambil memperhatikan Raja yang dari tadi tidak membiarkan Anita untuk pergi.


__ADS_2