Jodohku Ayah Sahabatku

Jodohku Ayah Sahabatku
Satu Kamar


__ADS_3

Kemudian warga pun terpaksa pergi meninggalkan rumah pak Lurah dengan masih meninggalkan pak Haji, pak Lurah dan Alex di ruangan tersebut.


Sementara itu anak buah Juragan Wiguna masih mencari keberadaan Jaka untuk membawanya ke hadapan juragan mereka.


Namun sebelum itu, terlihat Jaka baru sadar setelah dia di bawa para warga ke puskesmas setempat. Tapi tidak ada yang menemaninya hanya seorang hansip yang menunggunya di luar, di tugaskan para warga untuk menjaganya terlebih dahulu.


Sementara itu Alex mulai menggali informasi tentang masa lalu Anita dan keluarganya kepada pak Lurah.


"Terima kasih pak Lurah dan pak Haji telah mempercayai saya. Saya harap warga tidak akan mengungkit hal ini lagi, terutama untuk Anita. Saya pastikan Anita adalah gadis baik-baik yang tidak mungkin menodai nama baik kampungnya sendiri. Dan tadi itu murni kesalahpahaman semata" ucap Alex berterimakasih dan mendadak baik pada Anita dengan cara membelanya di depan pak Lurah juga pak Haji.


"Maaf, kalau boleh tahu apa yang sebenarnya terjadi pada neneknya Anita, pak Lurah?" lanjut Alex bertanya pada pak Lurah.


"Kalau menurut tetangga terdekatnya beliau meninggal kena serangan jantung saat di minta pindah sama juragan Wiguna, karena neneknya Anita tidak tahu kalau rumahnya telah di jual oleh anaknya sendiri, Jaka yang tadi di hajar Anita" ucap pak Lurah menjelaskan.


"Tapi kalau boleh tahu. Tuan ini sebenarnya siapanya nak Anita. Dan ada keperluan apa datang ke kampung ini?" lanjut pak Lurah penasaran, bertanya balik.


"Saya...." ucap Alex terlihat berpikir, merasa bingung memperkenalkan dirinya sebagai apa.


"Kebetulan saya tunangannya Anita, dan datang kesini memang untuk bertemu neneknya Anita untuk meminta restu pada beliau" ucap Alex berbohong dan terlihat meyakinkan, entah apa yang membuatnya berkata seperti itu.


Mungkin Alex takut pak Lurah dan pak Haji yang masih ada di situ merasa ragu kembali dan berpikir yang tidak-tidak lagi pada Anita.


Bagaimana tidak, siapa yang akan percaya jika ada bos dengan senang hati mengantarkan bawahannya sejauh ini dan pergi hanya berdua ke kampungnya, meskipun benar keadaannya.


"Syukurlah kalau begitu. Berarti apa yang tadi kami paksakan pada tuan dan Anita tidak sia-sia, kan?" ucap pak Lurah merasa bersyukur, karena apa yang tadi dia lakukan mengikuti kemauan warga sempat membuatnya merasa bersalah dan tidak bijak.


"I..iya pak Lurah. Tidak apa-apa" ucap Alex kembali berbohong, tapi tanpa di sadari pak lurah dan pak Haji, wajah Alex terlihat gugup dan terpaksa berkata seperti itu.


"Kalau begitu saya ikut senang mendengarnya. Saya juga mohon pada anda, untuk menjaga Anita dan membingbingnya dengan baik dan benar. Semoga kedepannya kalian menjadi keluarga yang sakinah, mawadah dan warahmah" ucap pak Lurah pada Alex.


"Itu benar, nak Alex. Bapak juga minta maaf atas nama warga kampung dan bapak sendiri. Karena telah menuduh kalian yang tidak-tidak dan menikahkan kalian dengan paksa seperti tadi. Tapi bagaimana pun juga, sekarang nak Anita sudah menjadi istri nak Alex. Bapak berharap nak Alex dapat menjaga nak Anita dengan baik dan tidak menyakiti hatinya" timpal pak Haji memberi tanggapannya dan meminta maaf.


Kemudian tiba-tiba terdengar suara Anita yang berteriak memanggil neneknya, Anita sudah sadar dari pingsan dan ingin segera melihat makam neneknya tersebut.


"Nenek..." teriak Anita dan bangun dari tidurnya dengan masih terlihat bersedih.


"Anita, kamu tidak apa-apa kan?" ucap Alex saat sudah berada di sampingnya.

__ADS_1


"Mana nenek. Aku ingin bertemu dengan nenekku " ucap Anita saat sudah bangun dari tidurnya, berharap neneknya masih ada di dunia ini, dengan masih terisak menangis.


"Anita tenanglah. Kamu harus bisa menerima kenyataan ini. Beliau sudah tenang di alamnya. Kamu jangan bersedih lagi seperti ini. Apa kamu tidak ingin melihat nenek mu tenang" ucap Alex mencoba menenangkan Anita.


Kemudian perlahan Anita mulai sesenggukan menahan tangisnya.


"Tapi aku ingin bertemu dengan nenekku" ucap Anita sambil menahan tangisnya.


"Kalau begitu, kita bisa ke makam nenek mu. Dan kalau kamu mau kita bisa berangkat sekarang" ucap Alex mendadak lembut dan perhatian pada Anita, dan langsung mengajak Anita ke makam setelah dia melihatnya sedikit tenang.


Kemudian Anita pun mengangguk mau, dan mereka pun segera beranjak untuk pergi ke makam nenek Anita dengan di antar pak Lurah dan juga pak Haji.


Setelah sampai di makam neneknya, Anita kembali menangis lagi. Dia tidak bisa menahan tangisnya, meski dia sudah berusaha untuk tidak menangis lagi, namun apa daya hati tidak bisa di bohongi.


"Nenek, Anita sudah pulang. Tapi kenapa nenek tidak menunggu Anita. Kenapa nenek malah pergi dan meninggalkan Anita sendiri di dunia ini" ucap Anita sambil terus menangis lagi.


"Nenek maafkan Anita. Anita tidak dapat membawa nenek pergi waktu itu. Anita membiarkan nenek sendiri disini. Anita menyesal, Anita minta maaf, nek" lanjut Anita merasa menyesal telah membiarkan neneknya tidak ikut kabur bersamanya saat itu.


Meskipun kepergian Anita atas perintah neneknya sendiri yang menyuruhnya untuk segera pergi dari kampungnya. Namun tetap saja membuat Anita merasa menyesal telah meninggalkannya sendiri bersama pamannya yang jahat itu.


Kemudian Alex yang mendengar tangis pilu Anita, kembali merasa iba dan tak berdaya melihatnya.


"Nak Anita, sudah jangan menangis lagi. Lebih baik nak Anita doakan neneknya, agar beliau bisa damai dan tenang disisi-Nya. Tidak baik berlama-lama terus menangisi kepergiannya. Meskipun agama memperbolehkan kita untuk bersedih" ucap pak Haji mencoba menenangkan Anita supaya tidak berlarut-larut dalam kesedihannya.


Kemudian mereka pun berdoa bersama, meski Anita masih terlihat bersedih dan menangis.


Lalu malam pun tiba, dan pak Lurah menyarankan untuk menginap lebih dulu di rumahnya. Setidaknya sampai pagi menjelang. Sementara itu pak Haji pamit pulang kembali ke rumahnya.


"Nak Alex dan Nak Anita, lebih baik kalian menginap dulu di rumah bapak. Setidaknya sampai besok pagi. Kalian juga pasti lelah setelah melewati hari ini, dan juga bapak lihat pasti kalian juga belum makan dari tadi pagi, bukan" ucap pak Lurah menawarkan mereka untuk menginap terlebih dahulu.


"Mari kita makan malam dulu. Istri bapak sudah menyiapkannya dari tadi. Ayo, silahkan" lanjut pak Lurah mengajak mereka untuk makan malam.


Kemudian mereka pun makan malam bersama. Meski diam-diam Alex masih memperhatikan Anita, yang mana Anita masih terlihat murung dan bersedih, terlihat tidak ada semangat untuk sekedar makan.


Setelah itu Anita segera ke kamar yang telah di sediakan istri pak Lurah untuk di tempati Anita dan Alex.


Karena pak Lurah berpikir mereka sudah menikah, jadi dia menyuruh istrinya untuk menyiapkan hanya satu kamar saja di rumah tersebut.

__ADS_1


Namun Alex yang merasa bingung dan serba salah untuk masuk ke kamar yang telah di sediakan pak Lurah untuknya dan juga Anita, lebih memilih untuk keluar lebih dulu dan mencoba menikmati suasana malam di kampung tersebut.


"Haduuhh bagaimana ini. Bagaimana bisa aku satu kamar dengan dia"ucap Alex dalam hati sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal saat berada di depan pintu kamar tersebut sambil mondar mandir merasa bingung.


"Tapi kalau tidak masuk, aku takut pak lurah akan curiga dan mulai bertanya-tanya lagi" lanjut Alex berbicara sendiri.


"Ah sudahlah... lebih baik aku keluar dulu sebentar" ucap Alex lebih memilih untuk duduk terlebih dahulu di kursi teras rumah pak Lurah.


Kemudian setelah beberapa saat menikmati suasana malam di kampung tersebut, membuatnya sedikit tentram dan damai saat melihat ke adaan kampung tersebut di malam hari.


Namun tiba-tiba datang pak Lurah dan menegurnya.


"Loh... kok na Alex masih ada di luar, sedang apa. Kenapa tidak menyusul nak Anita, dia kan sudah menjadi istri nak Alex sekarang. Apa nak Alex masih merasa ragu kalau sekarang nak Anita sudah menjadi istrinya?" tanya pak Lurah bertubi-tubi hingga membuat Alex belum sempat untuk menjawabnya satupun.


"Tidak pak Lurah, bukan seperti itu. Saya hanya sedang menikmati suasana malam di kampung ini. Ternyata kalau sudah malam begini, rasanya adem, tentram dan sejuk begini" ucap Alex mengatakan apa yang sedang dia rasakan saat ini, membuat pak Lurah yang mendengarnya ikutan duduk di kursi teras di sebrang Alex.


"Itu benar nak Alex. Kalau malam memang disini terasa adem tentram" ucap pak Lurah menanggapinya.


"Oh iya pak Lurah, kalau boleh saya tahu. Tadi saya lihat saat mau ke makam sepertinya ada bangunan sekolah yang sedang di renovasi tapi masih banyak anak yang masih sekolah" ucap Alex penasaran dengan apa yang tadi di lihatnya.


"Oh itu. Iya memang benar, sekolah itu memang sedang di renovasi tapi terhambat kendala uang. Sudah beberapa bulan ini tidak bisa di lanjutkan, sementara anak-anak tidak ada tempat mengungsi untuk mereka tetap belajar. Jadi kami memutuskan untuk tetap menggunakan bangunan itu sebagai tempat anak-anak terus belajar meskipun keadaannya seperti tadi yang mungkin sudah nak Alex lihat sendiri keadaannya seperti apa" ucap pak Lurah menjelaskannya pajang lebar.


Hingga akhirnya pak Lurah menyuruh Alex untuk segera menyusul Anita sebagai istrinya kini, di karenakan jam sudah hampir tengah malam.


"Ya sudah kalau begitu. Nak Alex cepat masuk kamar susul istrinya, ini sudah tengah malam waktunya nak Alex istirahat. Tidak baik meninggalkan istri sendirian" ucap pak Lurah menyuruh Alex untuk segera ke kamarnya.


"Bab.... baik pak Lurah. Kalau begitu saya permisi masuk dulu" ucap Alex gelagapan, merasa serba salah jika harus melihat Anita di satu kamar yang sama.


Kemudian Alex pun terpaksa masuk ke dalam rumah, dan sesaat berdiri di depan pintu kamar yang sedang Anita tempati saat ini.


Lalu tiba-tiba pak Lurah pun menyusul masuk rumah, dan sejenak melihat Alex yang terdiam sesaat di depan pintu kamar. Membuat Alex tersenyum canggung saat melihat pak Lurah menatapnya untuk segera masuk kedalam kamar yang ada Anita nya.


Kemudian Alex terpaksa membuka pintu kamar tersebut dan melihat Anita sedang tertidur pulas.


Namun melihat tempatnya yang begitu kecil dengan tempat tidur hanya ada satu-satunya dan juga di rasa sempit, membuat Alex serba salah untuk tidur di samping Anita.


Tapi karena dia sendiri juga sudah merasa lelah dan ingin cepat istirahat, terpaksa dia tidur di samping Anita. Beruntung Anita sedang membelakanginya sehingga dia bisa diam-diam mengambil sedikit tempat tidur tersebut.

__ADS_1


Hingga akhirnya mereka pun tertidur dalam satu ranjang meskipun dalam keadaan saling membelakangi satu sama lain.


__ADS_2