
"Benar Nona. Hanya kalian yang di panggil tuan Laksamana" ucap Sony membenarkan kembali pertanyaan Lolita.
Membuat mereka saling menatap satu sama lain, merasa sedikit bingung kenapa hanya mereka berdua yang di panggil oleh tuan Laksamana sementara yang lainnya tidak.
"Kenapa hanya kami berdua yang di panggil?" ucap Lolita kembali bertanya, masih penasaran sebelum mendengarkan alasannya.
"Kalau untuk masalah itu saya tidak tahu. Saya kemari hanya untuk memberitahu dan membawa kalian ikut bersama saya untuk menemui tuan Laksamana" ucap Sony asisten pribadi tuan Laksamana.
"Apa kita bisa jalan sekarang?" lanjutnya bertanya pada Raja dan Lolita.
"Baiklah..." ucap Raja menanggapi ucapan asisten pribadi tuan Laksamana.
"Ya sudah, lebih baik kita ikuti dia dulu" lanjut Raja berbicara pada Lolita dan mengajaknya untuk lebih dulu mengikuti asisten pribadi tuan Laksamana.
"Baiklah kalau begitu... Mari!" ucap Lolita menanggapi ucapan Raja.
Kemudian mereka pun segera mengikuti asisten Sony tersebut hingga bertemu dengan tuan Laksamana dan istrinya tersebut.
"Selamat malam tuan Laksamana. Apa anda memanggil kami berdua" ucap Raja bertanya pada orangnya langsung.
"Benar... Silahkan kalian duduk dulu" ucap tuan Laksamana mempersilahkan duduk untuk mereka berdua.
Kemudian mereka pun mengikuti ucapannya tersebut.
"Perkenalkan ini istri saya, namanya Sri. Dan dialah yang memintaku untuk mengundang kalian makan malam bersama dengan kami" ucap tuan Laksamana memperkenalkan istrinya dan memberitahu siapa yang sebenarnya meminta mereka untuk datang ke meja kursi tersebut.
"Oh ya, terimakasih anda sudah mengundang kami ke kesini. Kami jadi tidak enak hati mengganggu acara makan malam tuan dan nyonya Laksamana" ucap Lolita berbasa-basi.
"Tidak apa-apa. Saya hanya terkesan melihat kalian berdua sepasang kekasih yang mengingatkanku pada waktu muda kami dulu. Dan ingin berbincang langsung dengan kalian" ucap nyonya Sri berkata jujur.
"Apa. Kekasih?" ucap Lolita pelan sambil menatap Raja sesaat, merasa terkejut dengan kesalah pahaman tersebut.
Namun sepertinya Raja tidak begitu memperdulikan hal tersebut. Dia nampak biasa saja dan tidak menanggapi begitu serius ucapan istri tuan Laksamana.
"Apa kalian keberatan?" tanya nyonya Sri pada Lolita dan Raja.
"Tapi nyonya kami Bu..." ucap Lolita hendak menjelaskan.
"Tentu saja kami tidak keberatan nyonya" ucap Raja mendahului ucapan Lolita.
Membuat Lolita kembali melihat Raja dengan perasaan terkejutnya. Lagi-lagi dia merasa bingung dengan pernyataan Raja yang membuatnya harus ikut berbohong pada orang lain yang menganggap mereka ada hubungan spesial.
"Orang ini kenapa, sih. Lagi-lagi aku jadi harus ikut berbohong. Apa segitu ngebetnya dia mau jadi kekasihku?" ucap Lolita dalam hati.
"Baguslah kalau begitu" ucap Nyonya Sri menanggapi ucapan Raja.
"Bagaimana dengan mu. Apa kamu merasa keberatan?" ucap nyonya Sri bertanya lagi pada Lolita.
"Oh.. ya" ucap Lolita sedikit terkejut setengah dirinya melamun sesaat.
"Ma.. maksud saya tidak apa-apa nyonya" lanjut Lolita sedikit terbata-bata, dan ikut kembali berbohong mengikuti Raja.
"Kalau begitu... Apa kalian sudah lama berpacaran?" ucap Nyonya Sri entah mengapa merasa penasaran dengan hubungan mereka berdua.
"Ya Tuhan.... Apa nyonya ini slalu sekepo ini dengan hubungan orang lain?" ucap Lolita dalam hati, merasa aneh ada orang sekepo itu dengan hubungan orang lain yang baru di lihat dan di kenalnya.
Lagi-lagi dia kesulitan untuk mencoba dan mencari alasan atau jawaban yang sama dengan Raja.
Tapi beruntung tuan Laksamana segera menegur dan menghentikan sikap istrinya tersebut dengan lembut dan baik.
Sehingga membuat nyonya Sri tidak merasa di permalukan oleh suaminya tersebut dan segera meminta maaf atas sikap penasarannya tersebut pada orang yang baru di kenalnya.
"Mami..." ucap tuan Laksamana menegur istri tercintanya tersebut supaya tidak terlalu kepo dengan hubungan orang lain.
"Maaf Pih... Habis mami suka penasaran dengan hubungan anak muda seperti mereka ini. Mami jadi suka ke inget waktu jaman muda kita dulu" ucap nyonya Sri sambil tersenyum pada suaminya tersebut.
"Maaf ya kalian berdua. Saya jadi terlalu berlebihan bertanya. Pada hal kita baru berkenalan" ucap nyonya Sri segera meminta maaf pada Raja dan Putri atas sikap yang terlalu kepo dengan hubungan mereka berdua.
__ADS_1
Padahal hubungan di antara Raja dan Lolita hanya sebatas kenal saja.
"Ya sudah kalau begitu. Mari kita makan!" ucap Nyonya Sri kembali sambil tersenyum dan dengan mengajak mereka makan malam bersama saat ini.
Kemudian mereka pun segera makan malam bersama dan sambil berbincang membicarakan hasil meeting tadi, perusahaan siapa yang akan mendapatkan kontrak besar tersebut.
Lalu setelah mereka selesai makan malam, tuan Laksamana segera melanjutkan ucapannya bahwa dari salah satu merekalah yang akan mendapatkan kontrak besar itu.
Mendengar hal tersebut tentu membuat Raja dan Lolita seketika merasa senang dan gembira.
Namun meskipun Raja merasa senang dan gembira telah masuk calon salah satu yang akan mendapatkan kontrak besar tersebut, nampak terlihat santai dan cool menanggapi pernyataan tuan Laksamana tersebut.
Berbeda dengan Lolita yang nampak terlihat merasa bahagia dan gembira dengan mendengar hal tersebut, meski pun masih menjadi calon pemenang nya.
"Dan untuk itu, bagaimana kalau kita tanding dansa. Jika di antara kalian gerakannya lebih bagus dari kami berdua dan istriku menyukainya. Maka dia yang akan memilih di antara kalian siapa yang berhak mendapatkan kontrak itu" ucap tuan Laksamana setelah mengatakan siapa yang berkesempatan mendapatkan kontrak tersebut.
"Tapi tuan, kita kan baru selesai makan. Apa tidak apa-apa jika kita langsung berdansa?" ucap Lolita sedikit ragu-ragu untuk mengatakan dan mengingatkan hal tersebut. Sambil hendak menolak.
Sementara itu di rumah, Anita dan Raja sudah sampai di rumah dari tadi. Dan kini mereka nampak sedang menikmati makan malam bertiga tanpa Lolita.
Membuat Alexa bertanya tentang kakak nya tersebut yang tidak makan malam dan tidak kelihatan batang hidungnya.
"Daddy... Kak Loli kemana. Kenapa dia tidak kelihatan dan tidak ikut makan malam bersama kita?" tanya Alexa pada ayahnya.
"Kak Loli sedang pergi ke luar kota sayang. Kemungkinan besok baru bisa pulang" ucap Alex menanggapi pertanyaan anak laki-lakinya tersebut.
"Kenapa... Apa kamu merindukan kakak mu?" ucap Alex balik bertanya.
"Iya Daddy" ucap Alexa jujur.
"Tidak apa-apa sayang. Besok kamu pasti akan bertemu lagi dengan kakak mu" ucap Alex pada anaknya.
Mendengar Lolita akan tidak akan pulang, membuat Lolita sedikit penasaran dan ikut bertanya pada Alex.
"Memangnya Lolita pergi kemana sayang. Kenapa aku tidak tahu?" ucap Anita bertanya pada Alex, merasa penasaran.
"Tapi... apa dia pergi sendiri?" ucap Anita kembali bertanya, merasa tidak tenang jika Lolita pergi jauh sendirian. Mengingat dia seorang perempuan dan pernah terjadi hal buruk padanya.
"Kamu tenang saja. Aku juga menyuruh Rafi untuk menemaninya pergi untuk memantau dan menjaga Lolita selama di sana" ucap Alex memberitahu.
"Syukurlah kalau begitu. Setidaknya aku bisa tenang ada orang yang menjaganya juga di sana" ucap Anita merasa sedikit tenang.
"Iya sayang... " ucap Alex menanggapi ucapan Anita.
"Sekarang lebih baik kamu habiskan makan malamnya, ya" lanjut Alex berbicara kembali.
Sementara itu di kapal, Raja dan Lolita sudah nampak bergandengan tangan untuk segera berdansa menemani tuan rumah yang meminta mereka untuk berdansa bersama.
Meski Lolita tadi sempat hendak menolaknya.
Tapi entah karena apa yang membuat Raja mencoba merayu Lolita untuk dapat mengikuti ajakan tuan Laksamana dan istri nya tersebut.
Hingga akhirnya Lolita pun ikut berdansa bersama mereka.
Ada beberapa orang juga yang ikut berdansa bersama mereka.
Tapi yang menjadi perhatian nyonya Sri adalah mereka berdua. Sepertinya dia sangat penasaran dan tertarik pada hubungan Lolita dan Raja.
Membuatnya senyam senyum sendiri setiap kali melihat Raja dan Lolita yang nampak romantis dan berjodoh, menurut penglihatan nyonya Sri.
Sementara tuan Laksamana yang melihat istrinya tersebut senyam senyum sendiri, tanpa melihat dan menatap wajahnya. Membuatnya merasa sedikit aneh dan mulai melihat kearah mana istrinya memandang.
"Sepertinya mami senang sekali melihat mereka. Sampai-sampai papi tidak di perhatikan" ucap tuan Laksamana menyindir istrinya tersebut sambil tetap berdansa bersama istrinya tersebut.
"Ah.. papi. Maafin mami" ucap nyonya Sri menanggapi tuan Laksamana sambil tetap tersenyum dan kembali fokus memandangnya.
"Mami juga gak tahu... Rasanya mami senang saja melihat mereka berdua. Dan yang seperti mami katakan tadi, mereka mengingatkan mami pada waktu kita muda dulu" ucap nyonya Sri memberi alasan.
__ADS_1
"Apa papi tidak suka karena mami memperhatikan mereka terus?" ucap nyonya Sri bertanya pada suaminya tersebut, takut menyinggung perasaannya.
"Tentu saja papi tidak suka, karena mami terus memperhatikan mereka. Tapi papi juga ikut merasa senang karena mami terlihat senang dan tersenyum terus dari tadi" ucap tuan Laksamana berkata jujur, namun tidak dengan perasaan emosi ataupun marah.
Membuat istrinya merasa tenang dan kembali bahagia mendengar ucapan suaminya tersebut lalu segera memeluk suaminya tersebut.
"Terima kasih, pih. Mami sangat mencintai papi" ucap nyonya Sri merasa sangat bahagia di cintai oleh suaminya tersebut dan segera memeluknya.
"Papi juga. Maafin papih jarang menghabiskan waktu bersama mamih" ucap tuan Laksamana, mengingatkannya pada waktu yang jarang dia lakukan bersama istrinya tersebut sambil membalas pelukannya nyonya Sri.
Sementara itu, Raja dan Lolita yang dari tadi pabaliut berdansa membuat mereka saling mengejek satu sama lain karena tidak bisa mengikuti permainan dansa yang lain.
"Heh.. kau ini bisa berdansa atau tidak, sih?" ucap Raja pelan bertanya dan sedikit kesal dengan Lolita.
"Aku bisa... Kau nya saja yang tidak bisa mengikuti langkahku" ucap Lolita, tidak ingin mengakui bahwa sebenarnya dia tidak bisa berdansa.
"Dasar bodoh... Apa kau tidak bisa membedakan menari di club dengan dansa seperti mereka?" ucap Raja masih mencoba memelankan suaranya dengan tetap memasang wajah dinginnya.
Mencoba memperlihatkan pada Lolita, bagaimana orang-orang di sekitarnya berdansa dengan benar.
Beruntung orang lain tidak begitu memperhatikan mereka. Selain nyonya Sri yang kembali tersenyum saat melihat tingkah laku Lolita yang terlihat lucu di matanya.
Membuat Raja terpaksa harus tersenyum saat matanya bertemu menatap nyonya Sri.
Kemudian Raja segera menarik tubuh Lolita untuk menghindari kecurigaan nyonya Sri.
"Apa yang kau lakukan. Kenapa memeluk ku seperti ini" ucap Lolita merasa terkejut saat dirinya tiba-tiba di tarik ke dalam dekapan Raja.
"Diamlah!.. Nyonya Sri sedang melihat ke arah kita" ucap Raja memberitahu Lolita sambil tetap memeluknya.
"Memangnya kenapa kalau dia melihat ke arah kita?" ucap Lolita merasa tidak perduli dengan hal tersebut.
"Kau ini... Apa kau tidak ingin mendapatkan kontrak bisnis itu?" ucap Raja mengingatkan.
Membuat Lolita kembali berubah pikiran dan hendak mengikuti ucapan Raja.
Merasa sikap Lolita kembali tenang, membuat Raja hendak mengajari Lolita dan menyuruhnya untuk mengikuti langkahnya.
"Sekarang lebih baik kau ikuti gerakan ku. Jangan membuat ku malu" ucap Raja pada Lolita dengan nada sinisnya.
"Kau..." ucap Lolita hendak marah dan tidak terima Raja berbicara seperti itu pada nya.
"Sudahlah.. tidak perlu marah seperti itu padaku. Kecuali jika kau ingin memberikan kontrak itu padaku, dengan sikap mu yang seperti ini?" ucap Raja mengingatkan kembali masalah kontrak besar tersebut.
"iishh... Baiklah. Lalu sekarang aku harus bagaimana?" ucap Lolita meski dengan raut wajah kesalnya, merasa tidak terima jika Raja yang akan mendapatkan kontrak bisnis itu dengan mudahnya.
Meski sebenarnya Raja bisa saja membiarkan Lolita bergerak semaunya sendiri untuk mendapatkan kontrak tersebut. Tapi entah mengapa Raja juga merasa tidak tega melihatnya sempat di tatap aneh oleh orang lain karena tidak dapat berdansa dengan benar.
Hingga akhirnya dia memutuskan untuk kembali berdansa dengan benar bersama Lolita sambil mengajarinya.
"Sekarang taruh tangan kiri mu di pundak ku. Dan tangan kanan mu menggenggam tangan ku seperti ini. Lalu kakimu pastikan mengikuti langkah ku, seperti ini" ucap Raja mengajari Lolita berdansa dadakan, meski raut wajah Lolita nampak terlihat masih ragu dan sedikit aneh kembali berdetakan sambil menggenggam tangan Raja.
Namun mau tidak mau Lolita tetap mengikuti instruksi Raja tersebut, hingga membuatnya dapat mengikuti langkah Raja.
Dan untuk beberapa waktu mereka dapat bekerjasama dan menikmati dansa mereka.
Hingga membuat mereka terlihat seperti sepasang kekasih sungguhan.
Sementara itu di rumah, Alex dan Anita nampak menikmati kebersamaan mereka menemani Alexa di kamarnya hingga dia akan tertidur lelap.
Namun kasur Alexa yang menjadi nampak terlihat kecil dan terlalu pas di tempati tiga orang sekaligus, membuat mereka harus saling berdekatan dan berdesak-desakkan.
Dan Alex yang tidak ingin pergi, membuatnya harus rela merasa tidak nyaman tidak dapat bergerak bebas, apalagi dia harus bersabar karena Anita sedang tidak dapat dia jangkau, terhalang oleh Alexa yang berada di tengah di antara mereka berdua.
Alexa yang ingin di bacakan dongeng oleh mereka berdua, dengan senang hati mereka saling bergantian membacakan dongeng yang diinginkan Alexa.
Mereka nampak tertawa bersama-sama dan menghabiskan malam bertiga. Hingga akhirnya Alexapun tertidur lelap.
__ADS_1