Jodohku Ayah Sahabatku

Jodohku Ayah Sahabatku
Merasa Bersalah


__ADS_3

Kemudian Anita pun segera bergegas mendatangi Lolita ke kafe Oww, beruntung teman-teman satu kerjaan dengan Anita dulu tidak ada yang memberi tahu Lolita bahwa sahabatnya itu sudah di pecat. Dan untuk kesekian kalinya Anita masih selamat.


Dengan terburu-buru, sampai didepan kafe Oww Anita bertemu dengan salah satu teman kerja nya yang sejenak menghentikan langkah Anita dan memberi tahu Anita bahwa sahabatnya yang sering nongkrong di kafe tersebut menanyakannya.


"Nita.. Kenapa kau terburu-buru begitu" ucap teman kerja nya dulu yang biasa di panggil Kak Adi oleh Anita "oh ya... Sahabatmu yang sering nungguin kamu, dari tadi nanyain terus tuh. Dia udah dari tadi nungguin. Apa kamu belum cerita sama dia kalau kamu udah di pecat dari kafe ini" lanjut Kak Adi ingin tahu, tapi segera Lolita melambaikan tangan nya saat melihat Anita berbicara dengan Kak Adi yang lumayan jauh dari tempatnya duduk hingga Anitapun tidak dapat menjawab pertanyaan seniornya tersebut. "maaf Kak Adi. Aku gak bisa jelasin sekarang. Lain kali aku ceritain ya" ucap Anita dengan suara ngos-ngosan nya yang di akibatkan buru-buru. Lalu segera Anita menghampiri Lolita.


"Hay Lit.. Kau sudah menunggu lama ya" ucap Anita sambil menggeser kursi untuk dia duduk dan cipika cipiki dengan sahabatnya tersebut.


"Kenapa kau begitu lama, kenapa harus kau lagi yang keluar membeli sesuatu. Aneh sekali" pikir Lolita pada Anita yang belum tahu alasan sebenarnya.


"Kau ini. Namanya juga pekerja, harus siaplah di suruh-suruh selama itu menyangkut kafe" ngeles Anita pada sahabatnya.


"Kalau begitu ini sudah waktunya kau pulang kan" tanya Lolita yang sudah hafal dengan jam kerja Anita "aku butuh bantuan mu untuk mengerjakan skripsi ku. Apa kau bisa membantu ku. Ya .. itu pun jika kau tidak cape setelah menyelesaikan kerjaan mu ini" lanjut Lolita sungguh-sungguh meminta bantuan Anita.


"Tentu saja bisa. Kan aku udah pernah bilang, kalau kau membutuhkan bantuan ku. Aku siap membantu mu kapanpun dan di mana pun" ucap Anita antusias membantu sahabatnya tersebut. "Kalau begitu kau ingin mengerjakan nya dimana" tanya Anita pada sahabatnya.


"Tentu saja di rumah ku" ucap Lolita pada sahabatnya yang membuat Anita merasa ragu-ragu.


"Ta.. tapi Lit. Bisakah kita tidak di rumah mu. Kau tahu sendiri aku paling tidak nyaman jika harus berada di tempat mewah seperti rumah mu itu" tolak Anita baik-baik pada sahabatnya tersebut, namun Lolita tetap memaksa untuk Anita ikut kerumahnya.

__ADS_1


"Tidak bisa Nita sayang..... Kau kan sudah pernah ke rumah ku waktu itu, dan kau juga tidak kenapa-kenapa kan. Lagi pula apa yang harus kau takuti" bujuk Lolita pada sahabatnya.


"Tapi kan saat itu kau sakit, jadi aku terpaksa harus ke rumah mu dan menginap di sana" elak Anita yang membuat Lolita pura-pura tersinggung.


"Oh... jadi begitu. Aku harus sakit dulu baru kau mau ke rumah ku dan menemaniku. Begitu"


"Tidak... tidak... Bukan itu maksud ku"


"Kalau begitu kau harus mau ke rumah ku untuk membantu ku menyelesaikan skripsi ku" Paksa Lolita pada sahabatnya


"Kau ini slalu saja memaksa" ucap Anita dengan bibir manyun nya merasa kalah, harus mengikuti keinginan sahabatnya tersebut.


"Kau sendiri yang bilang, mau membantuku. Kapanpun dan di manapun" sindir Lolita tegas seraya meledeknya dengan tersenyum.


"Nah.. Gitu dong. Tiban ke rumah ku doang mesti debat dulu" ucap Lolita senang sambil menggandeng sahabatnya, manja.


Sementara itu, Alex yang sudah di rumah mencari-cari anak kesayangan nya. Merasa sudah kangen dan rindu karena jarang nya pertemuan diantara mereka. Alex yang sering sibuk dan hampir setiap hari harus keluar kota atau keluar negri untuk mengurus segala sesuatu mengenai pekerjaan dan perusahaannya. Sementara, jika Alex sudah pulang lebih dulu di rumah, Terkadang Lolita yang masih di luar rumah bersama sahabat atau teman-teman nya.


Alex yang merasa anaknya masih belum pulang juga, dia memutuskan untuk lebih dulu membersihkan diri sebelum bertemu dengan anak kesayangan nya tersebut.

__ADS_1


Sementara ditempat lain, tepatnya di sebuah mobil merah mewah yang sedang melaju di kecepatan rata-rata, terlihat Lolita dan Anita sedang berbincang-bincang mengenai apa yang selanjutnya akan mereka lakukan setelah Lulus Kuliah.


Lolita yang sedang menyetir sambil sesekali melihat ke arah Anita "Nit... seperti nya setelah aku lulus nanti, aku akan melanjutkan S2 ku di luar negeri" ucap Lolita pada sahabatnya.


"Bagus dong kalau begitu" ucap Anita ikut senang mendengar nya.


"Kalau kamu sendiri bagaimana. Setelah lulus nanti" tanya Lolita penasaran


"Ntah lah... Aku belum tahu" ucap Anita biasa saja, sesaat kemudian berkata lagi "Tapi sepertinya aku ingin mencoba mencari pekerjaan lain, seperti di sebuah perusahaan mungkin" lanjut Anita dengan apa yang ada di pikirannya.


"Ide yang bagus. Bagaimana kalau aku coba rekomendasikan kamu ke Daddy ku, biar kamu bisa bekerja di perusahaan Daddy. Jadi kamu gak perlu cape-cape lagi interview sana sini" ucap Lolita Antusias


"Ja.. jangan Lit. Aku gak mau ngerepotin kamu apalagi kalau harus bawa-bawa Daddy kamu. Aku ingin menjalani proses nya, melewati suka duka nya mencari pekerjaan. Dengan begitu aku bisa merasakan sulitnya mencari pekerjaan itu seperti apa. Dan nantinya aku dapat menghargai pekerjaan ku sendiri" ucap Anita panjang lebar membuat Lolita yang mendengar nya merasa salut dengan sahabatnya tersebut.


"Kau ini memang gadis mandiri yang tangguh, Nit. Tidak salah aku menjadikan mu sahabat karibku" ucap Lolita memuji sahabatnya dengan senyuman manisnya. "Tapi, kalau kau menemukan kesulitan, jangan pernah ragu untuk menghubungi ku. Ok" lanjut Lolita memperingati, yang hanya di balas anggukan oleh Anita, tanda mengerti.


Sementara itu, Alex yang sudah selesai dengan mandinya, segera turun kebawah untuk makan malam. Namun anaknya belum terlihat juga hingga akhirnya Alex bertanya pada pelayannya yang terlihat lebih tua darinya yang biasa Alex panggil dengan sebutan Mbo Inah "Mbo.. Lolita kok belum pulang juga" ucap Alex pada Mbo Inah yang sedang menyiapkan makanan di meja "bukankah harusnya dari tadi sore dia sudah pulang dari kuliahnya" lanjut Alex ingin tahu.


"Maaf tuan. Mbo kurang tahu" ucap Mbo Inah sopan, sesaat kemudian mengingat sesuatu "tapi seperti nya kalau yang Mbo denger dan Mbo lihat akhir-akhir ini non Lolita sedang sibuk mengerjakan skripsi nya. Mungkin Non Lolita sedang mengerjakan nya bareng temen-temen nya" lanjut Mbo Inah menerka-nerka setelah mengingat nya, membuat Alex yang mendengar nya merasa bersalah karena tentang hal skripsi anaknya saja dia sampai tidak tahu dan belum pernah dia tanya kan langsung atau sekedar menanyakan bagaimana tentang kuliahnya.

__ADS_1


"Apa tuan perlu yang lainnya" tanya Mbo Inah membuyarkan lamunan Alex.


"Eummh ... tidak Mbo. Ini sudah cukup" jawab Alex yang terlihat linglung setelah mendengarkan penuturan Mbo Inah, merasa bersalah pada anaknya yang kurang perhatian darinya, terutama sebagai Deddy nya.


__ADS_2