
Kemudian setelah Alex berhasil melakukan aksinya pada Anita dengan melakukan gempurannya beberapa kali hingga meninggal noda merah darah.
Dan efek obat di rasa sudah lama menghilang, segera Alex membawa Anita ke kamar tidurnya setelah selesai membersihkan diri masing-masing dan meletakan Anita di atas kusarnya.
Tapi rupanya setelah efek obat tersebut menghilang, kini efek menatap terus Anita dan efek candu Anita yang telah Alex rasakan, kembali membuatnya ingin melakukannya lagi dan lagi.
Terlebih setelah mengingat Anita sudah sah menjadi istrinya. Membuatnya sesaat merasa tidak ada beban untuk tidak melakukannya. Dan juga tidak ada penolakan dari Anita saat hendak melakukannya.
Hingga akhirnya terjadi untuk kesekian kalinya mereka melakukan hal tersebut saat benih-benih cinta mulai ikut tumbuh di hati mereka berdua sedikit demi sedikit.
Sampai pagi menjelang, Alex yang biasanya sudah terbangun lebih pagi dan awal. Kini mendadak menjadi pemalas saat melihat Anita sudah berada di sampingnya.
Alex mulai menatap wajah Anita dengan intens dengan senyuman bahagianya, sambil menyentuh-nyentuh wajah Anita dengan jarinya.
Dia tidak lupa dengan apa yang telah dilakukannya tadi malam pada Anita. Entah kenapa hal itu malah membuatnya merasa senang dan bahagia.
Sementara itu Anita juga mulai terbangun dari tidurnya ikut menatap Alex yang juga sedang menatap wajahnya.
Anita juga ikut merasa senang dan bahagia, entah sejak kapan perasaan itu menyelinap masuk kedalam hatinya.
Tapi saat dia mengingat sesuatu yang tidak seharusnya terjadi di antara mereka, membuat Anita dalam sekejap tiba-tiba menendang tubuh Alex untuk tidak mendekati dirinya.
"Hay... istriku sayang" sapa Alex mendadak lembut dan juga dengan senyum mesranya saat melihat Anita membuka mata di depan wajahnya sambil masih tiduran.
Anita yang melihat dan mendengar Alex berbicara mesra seperti itu, tentu membuatnya berbunga-bunga dan seolah masih tidak percaya dengan apa yang tengah di alaminya.
"Istri?. Apa aku tidak salah dengar dia memanggil ku istrinya. Dan lihat tatapannya membuatku deg-degan saja. Apa aku sedang bermimpi atau aku sedang berhalusinasi dengan sikapnya yang tiba-tiba lembut seperti sekarang ini?" ucap Anita dalam hati, merasa tidak percaya dengan apa yang tengah terjadi.
"Bagaimana mungkin seorang duda dingin, pemarah dan menyebalkan seperti tuan Alexander Wijaya ini, bapak dari sahabatku tiba-tiba mendadak lembut seperti ini?" lanjut Anita berbicara dalam hati mencoba meyakinkan logikanya.
"Tapi tunggu... Bapak dari sahabatku?... Lolita?" ucap Anita dalam hati mendadak kaget dan bingung saat mengingat sahabatnya Lolita.
"Tidaakkk... " teriak Anita sambil tiba-tiba mendorong Alex dari hadapannya.
Membuat Alex berguling dan jatuh dari atas kasurnya sendiri. Dan ikut merasa bingung dengan apa yang di lakukan Anita yang tiba-tiba menendang tubuhnya.
__ADS_1
"Hey kau.. ada apa denganmu. Kenapa tiba-tiba mendorongku seperti ini?" ucap Alex dengan terduduk sambil menahan sakit akibat jatuh dari atas kasurnya.
Sementara Anita yang tidak berniat untuk menjawab pertanyaan Alex segera beranjak dari tidurnya dan menyeret selimut yang dia gunakan untuk menutupi tubuhnya sendiri.
Tidak perduli Alex jatuh di lantai dengan dia yang terlihat setengah telanjang dari atas kasurnya.
Anita segera hendak pergi ke kamar mandi sambil menyeret selimut tersebut namun baru Anita menginjakkan kakinya, tiba-tiba dia mendadak merasa ada yang ngilu dan sakit saat kakinya memaksakan untuk terus melangkah ke dalam kamar mandi.
Hingga akhirnya Anita masa bodo dengan apa yang sedang di rasakannya. Cepat-cepat dia berjalan sambil memunguti pakaiannya.
"Aduuh... kenapa ngilu sekali. Sakiit" ucap Anita setelah mandi dan mengenakan pakaiannya di dalam kamar mandi.
Kemudian dia segera membuka pintu kamar mandi tersebut sambil celingak-celinguk, takut ada Alex di luar kamar mandi. Lalu dia segera bergegas ke kamarnya sendiri.
"Ya Tuhan... kenapa aku bisa melakukan hal itu dengannya. Bagaimana nanti kalau Lolita sampai tahu" ucap Anita berbicara sendiri merasa takut kalau sampai sahabatnya tahu dan salah paham padanya.
Sementara itu Alex yang juga sudah selesai membersihkan diri dan sudah bersiap-siap kembali lagi untuk pulang, segera dia mengetuk pintu kamar Anita.
"Anita sayang... apa kau baik-baik saja?" tanya Alex setelah mengetuk pintu kamar Anita dan kembali mendadak berkata lembut dan mesra lagi.
"Apa karena dia menginginkan hal yang seperti semalam lagi?" ucap nya sambil melihat ke tubuhnya sendiri, berpikir Alex berubah drastis karena hal itu.
"Tidak... aku tidak akan terpengaruh dengan sok lembut dan perhatiannya itu" ucap Anita sambil memeluk tubuhnya erat seolah dia tidak ingin Alex menyentuhnya lagi.
"Enak saja. Dia sok baik pasti karena ada maunya. Tapi bagaimana ini, kalau dia sampai menggunakan alasan karena aku sudah sah menjadi istrinya, apa yang harus aku lakukan nanti" lanjut Anita merasa bingung juga.
"Sayang... kenapa tidak membuka pintunya. Kau tidak apa-apa, kan?" ucap Alex di balik pintu kamar Anita.
"Sayang... sayang. Dasar duda karatan, setelah mendapatkan yang dia mau baru dia bersikap sok romantis dan baik padaku" ucap Anita masih belum beranjak dari tempat duduknya.
"Tapi jangan pikir dia akan mendapatkannya lagi dariku. Tidak akan... tidak akan ku berikan" lanjut Anita masih tidak yakin dengan perasaannya sendiri dan dengan sikap Alex yang mendadak sok romantis padanya.
Kemudian Anita pun segera beranjak dari tempat duduknya dan langsung membuka pintu kamarnya untuk Alex. Meskipun saat dia beranjak masih ada yang terasa sakit di antara kedua kakinya.
"Aww... kenapa masih terasa ngilu begini" ucap Anita saat dia beranjak dan mulai melangkahkan kakinya.
__ADS_1
"Aduuh... menyebalkan sekali" kesal Anita.
"Iya, tuan. Aku baik-baik saja" ucap Anita setelah membukakan pintunya untuk Alex.
"Apa kau yakin?" ucap Alex perhatian yang di jawab anggukan oleh Anita.
"Kalau begitu ayo kita sarapan pagi dulu. Setelah itu kita bisa pulang kembali atau mungkin kau ingin jalan-jalan dulu setelah ini?" lanjut Alex bersikap baik.
"Tit..tidak tuan. Tidak usah. Lebih baik kita langsung pulang saja" ucap Anita sedikit terbata-bata merasa takut kalau semakin berlama-lama berduaan dengan Alex.
"Yasudah kalau begitu, ayo kita sarapan!" ucap Alex kembali mengajak Anita sarapan.
"Aww.. " lirih Anita yang terdengar oleh Alex saat Anita mulai melangkahkan kakinya untuk mengikuti Alex.
"Apa kau masih merasa ngilu?" tanya Alex memastikan, saat dia mendengar dan melihat kaki Anita.
Dan tentunya Alex sudah paham dan mengerti dengan apa yang tengah Anita rasakan saat ini.
Bagaimana tidak, hal itu juga yang membuat Alex tiba-tiba berubah drastis.
Saat mengetahui Anita masih virgin dan tentu hal itu membuatnya sudah paham bahwa Anita pasti sedang merasa sakit dan ngilu setelah apa yang dilakukannya tadi malam pada Anita.
Kemudian tiba-tiba Alex menggendongnya dengan pelan agar Anita bisa sampai dan langsung duduk di meja makan yang sebenarnya masih bisa Anita lakukan sendiri untuk jalan ke tempat tersebut.
Namun Alex yang mulai perhatian dan perduli pada Anita tidak memperdulikan hal itu. Justru dia sengaja melakukannya supaya bisa menjadi alasan agar dia dapat menggendong Anita di pelukannya.
Meski Anita sempat menolak Alex dan meminta untuk menurunkannya saja dan berjalan sendiri. Tapi Alex tidak mau mendengarnya.
Kemudian mereka pun segera makan sarapan pagi dengan Alex yang terlihat begitu perhatian dan memanjakan Anita. Sementara Anita hanya bisa pasrah dan sedikit menatap aneh menerima perlakuan Alex yang di luar dugaannya.
Alex begitu terlihat senang dan bahagia saat dia menunjukkan perhatiannya, meski hanya dengan hal-hal kecil seperti menyuapi Anita saat sarapan berlangsung.
Namun diam-diam hal itu membuat Anita merasa terkesan, terlebih saat dia melihat senyuman Alex yang dia rasa terlihat tulus dan tampan yang belum pernah dia lihat sebelumnya dari Alex.
Hingga akhirnya mereka habiskan waktu tersebut dengan indah dan damai, tidak lagi berdebat seperti yang sering mereka lakukan sebelum-sebelumnya.
__ADS_1