Jodohku Ayah Sahabatku

Jodohku Ayah Sahabatku
Acara Peresmian


__ADS_3

"Tapi ingat... kalau masih pacaran Dady gak izinin kamu buat bermesra-mesraan. Harus setelah menikah. Mengerti!" ucap Alex pada anak perempuannya tersebut.


"Sudah-sudah... lebih baik kita mulai makan malamnya sekarang. Nanti keburu dingin, lagi" ucap Anita lebih memilih mengajak mereka memulai untuk makan malam bersama.


"Ayo sayang... kamu mau mama ambilkan apa, nak?" ucap Anita bertanya pada anak laki-lakinya.


"Mau itu mah" ucap Alexa mulai bersuara sambil menunjuk salah satu makanan kesukaannya.


"Curang... Aku juga mau diambilin sama mami kecilku" ucap Lolita mulai bersikap kekanak-kanakan pada Anita, tidak ingin menyia-nyiakan waktu bermanja-manjaan pada sahabatnya tersebut.


"Loli... kau ini kan sudah dewasa. Ambil sendiri makanannya" ucap Alex pada anak perempuannya tersebut.


"Yee... memangnya kenapa. Bukannya aku juga anak mami" ucap Lolita tidak perduli ucapan ayahnya tersebut.


"Aku juga kan ingin di manja" lanjut Lolita berbicara pada ayahnya tersebut.


"Baiklah... kalau begitu Daddy juga ingin diambilkan" ucap Alex tidak ingin kalah saing di manja dengan anak-anaknya tersebut.


"Tenang-tenang... Nanti kebagian semuanya. Kalian tenang saja, tidak usah ribut lagi. Mengerti!" ucap Anita mencoba menenangkan suami dan anak dewasa nya tersebut.


Namun Anita juga tidak merasa terganggu dengan hal tersebut, justru dia merasa senang melihat keakraban dan kedekatannya tersebut dengan keluarganya kini.


Meskipun terkadang harus melihat sikap mereka yang kekanak-kanakan untuk mendapatkan perhatian darinya.


Kemudian mereka pun segera memulai makan malamnya masing-masing.


Anita nampak terlihat tersenyum dan bahagia saat matanya mulai mengedarkan pandangannya pada masing-masing keluarga nya yang sedang fokus makan.


Dia merasa sangat bersyukur mendapatkan keluarga yang menerima dan begitu menyayanginya sepenuh hati.


Anita masih suka merasa tidak menyangka bahwa sahabatnya telah menjadi anaknya dan ayah dari sahabatnya telah menjadi jodohnya.


Meskipun jika di pikir-pikir hal tersebut terdengar dan terlihat aneh di anggap orang. Tapi yang jelas saat ini Anita sudah menemukan kebahagiaan dan orang-orang yang juga dia cintai sepenuh hatinya.


Sementara itu di apartemen Raja, lagi-lagi Raja harus merasakan kekosongan batin yang masih mengelilingi perasaannya.


Dia bersedih tapi dia juga tidak ingin orang lain tahu dengan kesedihannya tersebut. Dia ingin marah, tapi dia juga tidak berhak untuk memaki orang lain karena kemarahannya.


Yang bisa dia lakukan lagi-lagi dengan cara dia bermabuk-mabukkan. Namun kali ini dia tidak lagi pergi ke bar ataupun sejenisnya.


Dia hanya menghabiskan malamnya di apartemen sendiri dengan minum-minuman yang menemaninya.


Sesekali dia menyebut Anita dalam ketidaksadarannya karena terpengaruh minum-minuman tersebut.


Dia terus saja berkicau, kadang marah-marah sendiri berbicara sendiri untuk meluapkan perasaannya tersebut dalam kesendirian.


Betapa buruk perasaan Raja saat ini, dia sendiri tidak menyangka harus merasakan perasaan seburuk itu saat ini.


Padahal selama ini, dia slalu dapat mengatasi perasaannya sendiri. Tapi kali ini, minuman pun tidak dapat membantunya untuk lebih tenang lagi.


Hingga pagi pun menjelang, Raja kembali kesiangan untuk berangkat ke kantornya.


Selama beberapa hari ini dia terus melakukan hal yang sama. Membuat kedua orangtuanya merasa khawatir dengan apa yang terjadi pada anaknya tersebut.


Mereka memang tidak melihat secara langsung tapi para karyawan dan orang-orang yang pernah melihat Raja mabuk-mabukkan dan sering kesiangan masuk kerja, membuat nyonya Maia dan tuan Hartono mengetahuinya.


Hal tersebut membuat mereka meminta Raja untuk kembali ke rumah mereka dan mengatakan apa yang sebenarnya terjadi pada Raja.


Tapi sebelum itu, mereka harus menghadiri acara pesta peresmian pernikahan Alex dan Anita.


Acara tersebut di adakan di sebuah gedung mewah dan berkelas atas. Dan tidak sembarang orang dapat masuk ke acara tersebut.


Terlebih saat Alex mengingat pemberitahuan dari Rossa bahwa akan ada seseorang yang ingin melukai istrinya tersebut.


Tentu membuat Alex harus menambah pengawasan dan keamanan setempat.


Hal itu membuat orang-orang yang ingin menyakiti Anita menjadi sulit untuk dapat masuk ke acara tersebut.


Namun rupanya mereka tidak kehabisan akal, mereka membuat beberapa para undangan lain lumpuh dan berpura-pura menjadi mereka dengan mengambil undangan dan pakaian mereka.

__ADS_1


Hal tersebut di manfaatkan mereka untuk masuk ke gedung dan menyelinap masuk ke dalam acara tersebut.


Sementara itu Alex dan Anita sedang bersiap-siap dengan pakaiannya masing-masing.


Alex nampak terlihat tampan dan menawan dengan pakaian tuxedo pernikahannya yang nampak terlihat mahal dan berkelas. Meski di usianya yang sudah tidak muda lagi, tapi penampilan dan pakaian nya saat ini menambah kesan awet muda pada dirinya.


Sementara itu di ruangan lain, Anita terlihat sedang di rias. Dia juga nampak terlihat anggun dan cantik dengan gaun putih pernikahan yang tengah di kenakannya.


Riasannya yang tidak terlalu tebal, senada dengan pakaiannya yang nampak terlihat bersinar dan mengagumkan.


Anita begitu cantik dan mempesona dengan balutan gaun pernikahannya tersebut, membuat anak laki-laki yang melihatnya pun ikut bersuara memuji dirinya.


"Waahh... Mami cantik sekali" ucap Alexa yang memaksa masuk ingin bertemu dengan ibunya tersebut bersama dengan Lolita.


"Luar biasa... mami kecilku cantik sekali. Pantas saja Daddy ku tidak bisa hidup tanpamu" ucap Lolita ikut berbicara dan memuji sahabatnya tersebut sambil sedikit memeluknya dari belakang.


"Kalian bisa saja... Kau juga terlihat luar biasa hari ini" ucap Anita memuji balik anak perempuannya tersebut.


"Dan kamu sayang... kamu tampan sekali dengan pakaian tuxedo kecil ini. Siapa yang memilihkannya untuk mu?" lanjut Anita berbicara pada anak laki-lakinya tersebut dan bertanya sambil memangkunya sebentar lalu menciumnya sayang.


"Kak Loli yang memilihkannya dan memakaikannya pada ku, Mih" ucap Alexa menjawab pertanyaan ibunya tersebut.


"Tentu saja, siapa lagi kalau bukan aku yang memilihkannya untuk adik tampanku ini" ucap Lolita menanggapi ucapan adiknya tersebut.


"Apa kau sudah mengatakan terima kasih pada kakakmu?" ucap Anita pada anaknya tersebut.


"Hehehe... belum" ucap Alexa sambil tersenyum merasa malu belum mengatakan apa yang biasa ibunya ajarkan.


"Kalau begitu katakan sekarang pada kakak mu" ucap Anita pada anak laki-lakinya sambil menurunkannya dari pangkuan.


Lalu Alexa pun segera menghampiri Lolita dan untuk mengucapkan terimakasih.


Tapi langsung di tahan oleh Lolita dan membuat Alexa mematung di hadapannya.


"Tunggu..." ucap Lolita menghentikan langkah Alexa.


"Kau boleh berterimakasih tapi dengan mencium pipiku dulu" lanjut Lolita berbicara sambil menyamakan tubuhnya dan menunjukan pipi mulusnya pada adiknya tersebut untuk di cium sayang.


"Baiklah kalau begitu, sekarang kita kembali dulu. Biarkan mami mu menyelesaikan penampilan dan riasannya, oke" ucap Lolita pada adiknya sambil menggandeng tangan Alexa untuk di bawa pergi dari ruangan Anita.


"Oke kak Loli" ucap Alexa pada kakaknya.


"Dah mami..." lanjut Alexa pamitan keluar pada ibunya tersebut.


Kemudian Lolita pun segera membawa adik laki-lakinya keluar dari ruangan tersebut.


Sementara itu, melihat Lolita begitu menyayangi anaknya, membuat Anita merasa tersentuh dan sedikit meneteskan air matanya merasa senang dan terharu.


Kemudian dengan cepat segera menghapus air matanya tersebut dan membiarkan MUA kembali melakukan tugasnya lagi.


Sementara itu di tempat acara dan pesta, sudah banyak para undangan yang datang untuk menghadiri acara tersebut.


Mereka nampak masih terlihat sibuk dengan orang-orang terdekat dan orang-orang yang saling di kenalnya.


Mereka saling menyapa satu sama lain dan mengobrol sambil menunggu ke datangan tuan rumah tersebut.


Sementara itu di sudut ruangan sudah ada Raja yang sedang menunggu acara tersebut untuk melihat pernikahan Anita dan Alex.


Meskipun Raja masih belum bisa melupakan Anita dari hati sepenuhnya. Tapi cepat atau lambat dia juga mulai menyadari bahwa dirinya harus segera melupakan Anita dan menerima kenyataan tersebut.


Dan untuk itu, dia tetap harus menghadiri dan memberi restu pada Anita dan juga Alex.


Sementara itu Lolita yang tengah keluar dari ruangan Anita dan pergi melihat para undangan yang sudah datang, tanpa sengaja dia melihat ke arah Raja.


Sebelumnya dia mengira bahwa Raja tidak akan datang ke acara peresmian pernikahan Anita dan ayahnya. Tapi tidak di sangka ternyata Raja berani dan sanggup melihat mereka meresmikan pernikahan dan mengumumkannya, pikir Lolita untuk Raja.


Kemudian Lolita berniat untuk menghampiri Raja dan berbicara padanya. Tapi sebelum itu, Lolita menitipkan terlebih dahulu adik laki-lakinya tersebut pada Mbo Inah yang juga ikut hadir dalam acara tersebut.


"Mbo aku titip Alexa dulu, ya" ucap Lolita pada Mbo Inah.

__ADS_1


"Iya, non. Baik" ucap Mbo Inah.


"Sayang kamu jangan pergi kemana-mana, ya. Kamu sama Mbo Inah dulu, nanti kakak kembali. Oke" ucap Lolita pada adiknya.


Kemudian Lolita pun pergi setelah adiknya tersebut mengangguk menanggapi ucapannya.


Lalu setelah Lolita pergi dan berhadapan dengan Raja, dia pun mulai menyelutuk pada Raja.


"Aku pikir kau tidak akan datang ke acara ini?" ucap Lolita tanpa berbasa basi, saat dirinya sudah berada di hadapan Raja.


"Kau?" ucap Raja saat melihat Lolita di hadapannya.


Kemudian Raja kembali diam dan berniat tidak ingin menghiraukan Lolita yang sedang mengganggunya.


"Tidak ku sangka, ternyata kamu kuat juga ya, melihat orang yang pernah di cintai bersanding dengan orang lain" ucap Lolita sengaja mengganggu Raja dan memanas-manasinya.


Sementara Raja yang mendengar hal tersebut hanya bisa terdiam dan mencoba memahami setiap perkataan Lolita padanya.


Lalu sesaat kemudian Raja mulai menanggapi ucapan Lolita padanya.


"Kenapa?. Apa kau ingin melihat aku membawa Anita dan membuat ayah tersayang mu itu struk?" ucap Raja menanggapi ucapan Lolita.


Dan seketika itu juga, membuat Lolita membelototkan matanya, merasa tersinggung dengan apa yang di ucapakan Raja padanya.


"Kau!" ucap Lolita sambil membelototkan mata dan menggigit bibirnya merasa kesal dan tersinggung dengan Raja.


Tapi karena terlalu banyak orang dan tidak ingin membuat kegaduhan di acara ayahnya tersebut, akhirnya Lolita kembali menarik nafas dan mencoba menenangkan dirinya sendiri.


"Kenapa kau diam?. Apa kau takut aku akan benar-benar membawa Anita atau... kau takut aku akan membuat ayahmu itu struk.. hah?" ucap Raja sambil melangkahkan kakinya mendekati Lolita hingga dia membuat Lolita tertahan di dinding untuk menghindari langkah Raja.


Membuat mereka terlihat begitu dekat dan sedikit intim. Beruntung tidak ada orang yang memperhatikan mereka dalam keadaan tersebut.


Hingga akhirnya suara MC yang memimpin acara tersebut terdengar dan membuat Lolita spontan mendorong Raja dari hadapannya.


Sambil mendengarkan suara MC yang meminta semua tamu undangan bersiap menyambut tuan rumah yang akan segera hadir di tengah para undangan tersebut.


Kemudian para undangan pun segera bersiap untuk melihat calon mempelai laki-laki yang lebih dulu hadir di antara mereka.


Sebagian para tamu undangan khususnya wanita mulai terpesona melihat ketampanan Alex yang masih awet muda. Membuat sebagian wanita merasa iri dengan Anita.


Mereka nampak terkagum-kagum melihat Alex yang sedang melangkah menuju kursi meja untuk menunggu kehadiran Anita yang sebentar lagi juga akan di panggil oleh MC nya.


Beberapa menit kemudian, MC pun mulai memanggil mempelai wanita untuk hadir di samping pengantin laki-laki.


Sementara itu, Lolita dan Raja nampak terlihat melupakan apa yang sedang terjadi pada mereka dan lebih memfokuskan untuk melihat pengantin yang sudah hadir.


Para tamu kembali terkagum-kagum saat melihat Anita yang sudah menampakkan diri di depan banyak orang.


Sama seperti Alex, Anita pun mendapat perhatian dan sanjungan dari para tamu yang hadir dalam acara tersebut.


Anita terlihat begitu cantik, anggun dan mempesona saat kakinya membawa untuk menghampiri Alex.


Sementara Alex terlihat begitu senang dan tersenyum bahagia saat dia mulai menatap istrinya penuh cinta di depan banyak orang.


Alex begitu terpesona dan membuatnya tidak dapat menurunkan bibir senyum nya tersebut.


Sementara itu, di tempat lain seseorang sedang kembali merencanakan sesuatu untuk menyakiti Anita.


Dia nampak menajamkan matanya saat dia berhasil masuk dan melihat Anita langsung di hadapannya. Namun meskipun begitu orang tersebut tidak dapat menjangkau Anita di tengah orang banyak.


Apalagi untuk melakukan sesuatu yang akan menyakiti Anita. Dan untuk itu dia harus kembali menahan dirinya sesaat untuk bersabar dengan apa yang ingin di lakukannya pada Anita


Sementara itu Anita terus berjalan menghampiri Alex yang tengah menunggu di sebuah meja khusus yang akan membawa mereka pada satu ikatan resmi dan panjang.


Dan saat Anita sudah sampai di hadapannya, Alex segera menjulurkan tangan dan mendudukkan Anita di samping kursinya untuk kembali mengingat Anita dengan kalimat janji suci atau ijab qobul di depan para undangan dan meresmikan pernikahan mereka di hadapan banyak orang penting.


Mereka nampak terlihat tersenyum dan memancarkan aura kebahagiaan yang membuat sebagian orang dapat iri melihatnya.


Orang-orang nampak khidmat dan fokus menatap mereka untuk mendengarkan Alex mengatakan kalimat ijab qobulnya di depan para tamu.

__ADS_1


Meskipun Alex sudah pernah mengucapkan ijab qobul untuk Anita, tapi berbeda dengan saat ini.


Dia tanpa ragu dan tanpa beban Alex mengucapkannya dengan rasa bangga dan bahagia untuk mengucapkan kalimat ijab qobul tersebut.


__ADS_2