
Sementara Alex yang terus-terusan mendengar kegaduhan dari kamar di sebelah nya yang merupakan kamar Lolita anaknya, merasa terganggu dan kesal, kemudian bangun dari tempat tidur untuk melihat keributan apa yang telah di buat oleh anaknya tersebut.
"Jam berapa ini. Kenapa jam segini masih pada ribut" ucap Alex kesal sambil melihat jam weker di samping tempat tidur.
"Lolita.." teriak Alex kesal masih di dalam kamar memanggil anaknya tersebut yang membuat Lolita dan Rio menghentikan perkelahiannya dan berpura-pura tidak ada masalah.
"Apa yang kamu lakukan, sayang. Kenapa harus teriak-teriak. Besok daddy ada meeting pagi-pagi, jadi Daddy harus istirahat sekarang" ucap Alex sambil menahan kekesalannya agar anaknya tidak tersinggung setelah berada di depan pintu kamar Lolita "dan kau Rio, sejak kapan kau berada disini. Apa kau berdebat lagi dengan ibu mu itu, sampai kau harus kabur ke rumah ku lagi" lanjut Alex meluapkan kekesalannya pada ponakannya tersebut "Ini sudah hampir tengah malam. Kenapa kau masih berada dikamar anakku, cepat kembali ke kamar tidur mu" marah Alex melampiaskan kekesalannya pada Rio lagi.
Rio yang mendengar nya hanya bisa pasrah dan menerima amukan pamannya tersebut, yang jelas-jelas anaknya lah yang teriak-teriak hingga membangunkan paman nya dari tidur, pikir Rio dalam otaknya.
"Baik paman. Maafkan aku" ucap Rio seolah-olah merasa bersalah menundukan kepalanya dan berlalu melewati pamannya. Tanpa Alex sadari Rio menjulurkan lidah mengejek di belakangnya merasa kesal dengan omelan pamannya tersebut yang tidak bisa dia balas.
Lolita yang melihat kelakuan kakak sepupunya hanya tersenyum menahan tawa takut ketahuan oleh daddy nya.
"Kalau begitu kamu cepat tidur juga ya sayang. Selamat tidur, sayang" ucap Alex manis pada anaknya sambil perlahan menutup pintu kamar Lolita, yang tanpa Alex sadari masih ada seseorang di dalam kamar anaknya.
Sementara Anita yang dari tadi di toilet tidak berani keluar. Hanya dapat berdiam diri dan mendengarkan perdebatan antara Lolita dan Rio, lalu sesaat kemudian harus mendengarkan omelan ayah sahabatnya, membuat Anita cukup lama berada di dalam toilet.
Baru setelah mendengar ayah sahabatnya tersebut keluar, Anita berani membuka pintu toilet dan keluar dari tempat persembunyiannya dan menghampiri Lolita.
"Lit, apa daddy mu sudah pergi" tanya Anita yang hanya menunjukan wajah nya di balik pintu toilet.
"Sudah. Kau bisa keluar sekarang" jawab Lolita dengan menyuruh sahabatnya keluar.
"Maafkan aku Lit. Gara-gara reaksiku yang berlebihan membuat daddy mu terbangun dan mengomeli kalian" ucap Anita merasa bersalah setelah keluar dari tempat persembunyiannya.
__ADS_1
"Apaan... Kenapa kau yang jadi merasa bersalah. Justru aku yang harusnya minta maaf, karena ulah kakak sepupu ku yang ceroboh itu, maen masuk sembarangan pasti membuat mu jadi lebih tidak nyaman disini. Maafkan kecerobohan nya ya, Nit" ucap Lolita dan meminta maaf atas kecerobohan saudara sepupunya tersebut.
"Tapi kau tidak apa-apa kan" tanya Lolita dengan keadaan sahabatnya sambil memastikan dengan menatapnya, yang dijawab Anita dengan gelengan tanda tidak ada masalah.
"Kalau begitu lebih baik sekarang kita tidur saja, biar besok aku yang akan melanjutkan nya. Lagi pula sekarang sudah tengah malam, dan kau juga harus istirahat" lanjut Lolita yang di jawab dengan anggukan tanda mengikuti ucapan sahabatnya.
Kemudian mereka pun mulai berbaring, Anita yang melihat sahabatnya belum di selimut segera ia menyelimuti Lolita penuh perhatian. Lolita yang menerima perhatian, walaupun hal sekecil itu merasa hati nya menghangat dan membuatnya tersenyum sambil menutup matanya perlahan menghadap Anita.
Anita yang masih menatap sahabatnya, terlihat sambil memikirkan sesuatu. Dia teringat suara ayah sahabatnya tadi yang tidak asing di telinganya. Suara nya sesaat mengingatkan Anita pada seseorang, namun dia merasa itu hanya kebetulan atau hanya imajinasinya saja.
Anita pun segera menutup mata dan ikut terlelap bersama sahabat nya yang sudah terlebih dahulu masuk kedalam mimpinya.
Ntah apa yang di rahasiakan Tuhan pada Anita yang membuat nya sampai saat ini belum menyadari siapa sebenarnya ayah sahabatnya tersebut.
Terdapat ruangan khusus fitnes yang Alex gunakan untuk dia berolahraga di lantai 1 di dekat kolam berenang.
Alex bangun dari tidurnya, menyikap selimut yang cukup tebal dari badannya. Memperlihatkan tubuh sixpack nya yang masih terjaga indah dipandang orang.
Dengan celana tidur panjangnya berwana hitam kotak-kotak menambah penampilannya terlihat seksi meski baru bangun dari tidurnya.
Terdapat air minum di samping tempat tidur nya yang siap untuk dia tuang kedalam gelas dan diminumnya. Itu adalah salah satu kebiasaan sehatnya untuk menjaga tubuh dan kulit tetap terhidrasi dengan baik.
Kemudian Alex melihat jam sudah menunjukan jam 4 pagi. Perlahan Alex mulai berdiri, berjalan menuju pintu dan keluar dari kamar nya. Menuruni tangga dan menuju tempat fitnes untuk dia berolahraga.
Di bukanya tempat tersebut yang memperlihatkan pemandangan indah di pagi hari, Alex segera mengirup udara segar tersebut tanpa menyia-nyiakan nya. Hal itu membuat Alex merasa tenang dan segar.
__ADS_1
Berbeda dengan sebagian orang yang merasa malas dan dingin jika harus terbangun di pagi hari apalagi jika harus keluar ruangan atau rumah. Tapi tidak dengan Alex, dia justru merasa senang, tenang dan damai terbangun di pagi hari yang sebagian orang saat itu masih terlelap dengan mimpi-mimpi dan selimut tebal mereka.
Setelah puas menikmati segar nya udara di pagi hari, kini Alex segera memulai aktivitas olahraga nya. Biasanya dia melakukan olahraga selama 1 jam dengan membaginya 2 kali yang di selang dengan istirahat selama beberapa menit.
Tiga puluh menit sudah berlalu, sementara dikamar anaknya Lolita, terlihat Anita telah terbangun.
Anita berniat untuk solat subuh, tapi dia ragu untuk membangunkan sahabatnya tersebut untuk solat bersama. Karena dia merasa tidak pernah melihat Lolita solat. Namun terakhir kali dia pernah solat di mushola rumah sahabatnya tersebut. Tapi Anita pikir mungkin itu di buat untuk para pekerja nya yang beragama Islam. Hingga akhirnya Anita memutuskan untuk pergi sendiri ke mushola tersebut yang berada di lantai 1.
Segera Anita bangkit dari kasur empuk milik sahabatnya tersebut. Perlahan dia mulai berjalan, takut membangunkan sahabatnya. Pelan-pelan dia membuka pintu kamar tersebut hingga keluar dan menuruni tangga menuju mushola.
Sementara itu, terlihat Alex sedang meregangkan otot-otot nya istirahat sejenak dan mulai meminum air putih yang berada tidak jauh dari jangkauan nya.
Dan di waktu yang bersamaan Anita telah selesai dari solat subuh nya. Namun pada saat dia hendak keatas naik tangga, tanpa di sengaja Anita melihat Alex yang sedang minum memunggungi Anita dari kejauhan, hanya terhalang oleh kaca besar yang tembus pandang.
Namun tampak jelas di mata Anita punggung Alex yang mengucurkan air keringat akibat olahraga yang telah di lakukan nya, namun hal itu nampak terlihat seksi di mata Anita sekaligus membuat jantung nya berdebar-debar tak menentu.
Meskipun wajah tampan Alex tak terlihat sama sekali, namun tubuh kekar yang memperlihatkan otot-otot nya saat minum sudah bisa membuat Anita terperangah dan sejenak mematung di buatnya.
Kemudian Anita tersadar saat dia teringat baru selesai solat sudah di suguhi pemandangan yang membuat hatinya menghangat dan berdebar-debar langsung mengucapkan "subhanallah....." ucapnya santai mengagumi dengan sedikit senyum dibibir nya, sejenak kemudian baru tersadar dan berkata berkali-kali "astagfirullah... astagfirullah... astagfirullah" sambil menutup mata dengan tangannya.
"Ya Allah... Ya Allah...maaf kan aku. Aku tidak sengaja melihatnya" ucap Anita sungguh-sungguh setelah menyadari kesalahannya.
"Baru selesai solat. Anita... Anita... seperti nya matamu harus di cuci lagi" lanjut gerutu pada dirinya sendiri, yang membuat suaranya samar-samar terdengar oleh Alex. Merasa ada seseorang dan hendak berbalik kebelakang memastikan perasaan nya, namun beruntung Anita sudah naik tangga yang terhalang dinding hingga Alex tak dapat melihatnya.
Di rasa tak melihat siapa-siapa, Alex segera kembali menuntaskan olahraga nya.
__ADS_1