
Sementara itu, Anita yang tiba-tiba video call nya di tutup begitu saja, membuatnya merasa aneh dan bingung dengan sikap sahabatnya tersebut.
Apalagi saar mengingat Raja yang sedang bersamanya saat ini.
"Loh... kok di tutup video call nya" ucap Anita merasa bingung saat panggilan video call nya tiba-tiba di tutup.
"Apa dia benar-benar sedang bersama Raja?" lanjut Anita berbicara sendiri saat mengingat-ngingat apa yang di lihatnya barusan.
Sementara itu, Alex yang melihat istrinya terlihat aneh dan kebingungan segera menghampiri Anita dan bertanya padanya.
"Sayang... kenapa kau bingung begitu?. Apa Lolita baik-baik saja?" tanya Alex sambil memeluk istrinya tersebut dari belakang Anita.
"Sayang... jangan begini. Nanti Alexa dapat melihat kita" ucap Anita sedikit sedikit pelan, khawatir anak laki-lakinya tersebut dapat melihat ayahnya yang sedang menggodanya mesra.
"Tidak apa-apa. Lagian Alexa sedang fokus dengan mainan barunya" ucap Alex tidak perduli, sambil tetap menggoda Anita dengan mencium-ciumi leher jenjang istrinya tersebut.
Beruntung Alexa memang sedang fokus dengan mainan barunya tanpa memperdulikan apa yang sedang di lakukan kedua orang tuanya itu.
Kemudian Alex kembali fokus dan bertanya dengan pertanyaan yang sama pada istrinya tersebut.
"Kau belum menjawab pertanyaan ku tadi. Bagaimana.... apa Lolita baik-baik saja?" ucap Alex dan bertanya kembali.
"Iya sayang... anak perempuan mu itu baik-baik saja. Dan dia juga sedang ber... " ucap Anita pada Alex sambil membalikan badannya untuk menatap suaminya secara langsung. Tapi ucapannya tiba-tiba terhenti saat ingin mengatakan bahwa Lolita sedang bersama Raja.
"Kenapa berhenti?..." ucap Alex merasa sedikit penasaran kenapa istrinya tersebut tidak melanjutkan kalimatnya.
Namun beruntung Alex tidak begitu kepo dengan apa yang ingin di katakan Anita padanya. Sehingga apapun yang di jelaskan Anita padanya, Alex percaya begitu saja.
"Ah.. iya maaf sayang. Maksud ku, dia juga sedang memesan minuman untuk ku" ucap Lolita setelah beberapa saat terdiam setelah memikirkan perlu tidaknya dia mengatakan bahwa Lolita sedang bersama Raja sebelum dia mendapatkan konfirmasi dari Lolita sendiri untuk mengatakannya.
Sementara itu, Lolita yang sudah mencatat minuman milk shake apa saja yang dia akan bawa ke rumah segera memberikan catatannya pada pelayan kafe tersebut.
Kemudian dia mulai kembali berbicara dengan Raja. Meskipun dia sendiri sebenarnya bingung harus berbicara apa dengannya.
"Oh iya... Apa kak Raja mau pesan juga?" tanya Lolita pada Raja sebelum dia benar-benar memberikan catatan pesanannya pada pelayan kafe.
"Kopi capuccino hangat saja" ucap Raja dengan terpaksa, meskipun sebenarnya dia sudah sempat minuman beberapa kali sebelum bertemu dengan Lolita.
Tapi demi alasan supaya dapat lebih lama berdekatan dengan Lolita, Raja pun menundukkan Rasa gengsinya.
"Oh iya, apa kamu sedang menunggu seseorang di sini?" ucap Raja berbasa basi, namun terkesan ingin tahu dengan apa yang ingin di lakukan Lolita di kafe tersebut.
"Ah... Tidak. Aku hanya mampir untuk membeli minuman favorit ku saja" ucap Lolita berterus terang.
"Berarti sebelum-sebelumnya kamu sering datang ke kafe ini?" ucap Raja kembali bertanya.
"Tentu saja. Apa kak Raja sering ke kafe ini juga?" ucap Lolita balik bertanya.
"Ah.. tidak juga. Kebetulan tadi aku ada meeting disini. Dan... saat aku mau pergi, tanpa sengaja aku melihat mu masuk kesini. Jadi... sebagai partner bisnis perusahaan mu, tentu saja aku harus menyapa mu, bukan?" ucap Raja namun sedikit berpura-pura membawa nama perusahaan Lolita untuk menyapa dirinya.
Meskipun sebenarnya Raja hanya ingin berdekatan dengannya setelah akhir-akhir ini dia slalu kepikiran Lolita.
Namun Lolita yang mendengar alasan Raja tersebut diam-diam membuat Lolita sedikit kecewa.
Lolita berpikir bahwa Raja menyapa dirinya hanya karena sebagia partner bisnis perusahaannya saja.
Namun bagaimana pun juga Lolita masih sedikit merasa senang dapat melihat dan mengobrol dengan Raja meski hanya sebentar.
Kemudian setelah mereka selesai mengobrol sebentar dan kembali hendak pulang ke tempatnya masing-masing, di parkiran mobil tiba-tiba mereka bertemu dengan nyonya Maia yang datang entah dari mana.
"Eh... sayang kalian berdua habis jalan bareng, ya" ucap nyonya Maia yang tiba-tiba datang menghampiri mereka berdua saat Raja mengantar Lolita ke depan mobil miliknya.
"Mami?" ucap Raja.
__ADS_1
"Tante?" ucap Lolita berbarengan saat melihat nyonya Maia di hadapannya.
"Kalian pasti kaget, kan?" ucap nyonya Maia dengan sedikit senyuman.
"Mami kok bisa ada disini?" tanya Raja penasaran.
"Iya... mami habis ketemu temen lama disini. Dan gak sengaja lihat kalian pas mami mau pulang" ucap nyonya Maia memberi alasan.
"Terus sekarang kalian mau kemana?" lanjut nyonya Maia bertanya, merasa penasaran dengan apa yang akan Raja dan Lolita lakukan selanjutnya.
Nyonya Maia masih berpikir bahwa mereka berdua masih pacaran dan hendak jalan bareng kembali.
Namun Raja yang sudah menceritakan semuanya pada Lolita hendak mengatakan pula yang sebenarnya pada ibunya tersebut.
"Mami cukup... Raja sama Lolita tidak akan pergi kemana-mana dan kami juga tidak pac..." ucap Raja berbicara pada ibunya dan hendak mengatakan bahwa di antara dirinya dan Lolita tidak pacaran.
Namun hal tersebut segera di potong oleh Lolita. Dan entah alasan apa yang membuat Lolita tiba-tiba menghentikan Raja untuk berbicara jujur pada nyonya Maya.
"I..iya Tante.... kami tidak akan kemana-mana. Kami hanya akan pulang kembali" ucap Lolita sedikit terbata-bata dan memotong ucapan Raja.
"Apa Tante juga akan pulang?" lanjut Lolita berpura-pura bertanya dan mengalihkan pembicaraan.
Hal tersebut tentu membuat Raja merasa sedikit bingung dan terdiam sesaat saat melihat apa yang tengah dilakukan Lolita saat itu.
Dia yang tadinya ingin berkata jujur dan ingin memberitahu ibunya bahwa Raja sudah tahu apa yang sebenarnya kedua orang tuanya rencanakan untuk nya.
Kemudian mereka pun pada akhirnya pulang bersama. Dan Lolita yang tadinya hendak pergi dengan mobil pribadinya, dengan terpaksa dia harus ikut ke mobil milik Raja supaya nyonya Maia tidak curiga dengan hubungan mereka berdua.
Dan tanpa banyak bicara lagi, mobil Raja pun segera melaju setelah mereka masuk kedalam mobilnya.
Beberapa bulan kemudian Raja pun kembali mengajak Lolita berbicara serius setelah diantara mereka berdua sudah sering bertemu dan jalan bersama.
Raja hendak mencaritahu apa yang sebenarnya Lolita rasakan untuknya.
Selama beberapa bulan mereka sering bertemu dan jalan bareng. Raja mulai menyadari bahwa dirinya sudah jatuh cinta pada Lolita.
Dan setelah melihat sikap dan tingkah Lolita yang di nilainya mulai terbuka dan nyaman dengannya, Raja hendak mengatakan apa yang sebenarnya dia rasakan untuk Lolita.
Terlepas dia harus menerima dengan segala resiko untuk kedua kalinya di tolak oleh orang yang di cintai dan dua orang wanita yang berbeda.
Raja sudah menguatkan hati dan menyiapkan segala resikonya nanti.
Meski pun sebenarnya dia agak sedikit berat jika nantinya dia harus mengambil hati Alex yang masih terlihat tidak merestui dirinya.
Namun sebelum itu terjadi, yang penting saat ini untuk Raja, Dia dapat mengetahui perasaan dan isi hati Lolita dari mulutnya sendiri.
Setelah beberapa hari Raja menyiapkan momen dan tempat indah untuk mengutarakan perasaan dan cintanya, juga meyakinkan dirinya sendiri untuk segera meminang Lolita apapun yang terjadi nantinya.
Dan tibalah saat-saat yang di tunggu-tunggu oleh Raja dan juga Lolita.
Di sebuah gedung mewah dan tempat yang sudah di siapkan dengan detailnya, Raja sedang menunggu kedatangan Lolita.
Tempat tersebut sudah di booking oleh Raja untuk mereka berdua.
Dia ingin suasana damai dan tenang, demi untuk mendengar dengan jelas apa yang akan di katakan Lolita nantinya.
Beberapa menit kemudian, orang yang di tunggu pun dapat.
Dengan gaun indah dan menawannya, Lolita pun mulai berjalan dengan perasaan sedikit gugup dan sedikit bertanya-tanya dalam hati saat melihat ke sekeliling tidak ada orang lain selain mereka berdua di tempat tersebut.
Meski Lolita sudah menyadari perasaan apa yang sebenarnya dia rasakan untuk Raja, tapi dia juga tidak ingin bersangka-sangka bahwa saat ini Raja akan menyatakan perasaan dan cintanya.
Kemudian setelah Lolita berada di hadapan Raja dan terlihat sedikit malu-malu, begitu pun Raja yang nampak terpesona dengan penampilan Lolita saat ini, membuat Raja nampak terlihat mematung dan terus menatap Lolita dengan senyum senangnya.
__ADS_1
Dan setelah dia sadar, Raja pun terlihat sedikit malu dengan apa yang telah terjadi padanya.
Lalu mereka berdua pun saling menyapa satu sama lain.
Namun lucunya, meski mereka berdua sudah saling mengenal dan sudah sering jalan berdua selama beberapa bulan ini.
Nampak di keduanya terlihat seperti orang yang baru pertama kali bertemu dan makan malam bersama.
Kemudian setelah mereka kembali merasa tenang dan tidak canggung lagi, Lolita dan Raja segera menikmati hidangan makan malam terlebih dahulu sambil mengobrol santai.
Dan setelah beberapa lama mereka berdua mengonbrol dan menghabiskan makan malamnya.
Kini saatnya Raja mulai mengumpulkan kembali keberaniannya untuk menyatakan perasaan cintanya terhadap orang yang kini sedang berada di hadapannya tersebut.
"Mmh... Lolita..." ucap Raja menyebut nama orang yang ingin segera di milikinya.
"iya..." ucap Lolita sambil memberanikan diri untuk menatap Raja lebih lama lagi.
"Apa kau tahu kenapa aku mengajak mu makan malam seperti ini?" ucap Raja bertanya, sedikit berbasa basi.
"Mmmh... tidak" ucap Lolita, sedikit ragu dan menggelengkan kepalanya pelan.
"Sebenarnya... aku ingin mengatakan sesuatu pada mu" ucap Raja berusaha mengatakan apa yang sebenarnya ingin dia katakan.
"Iyah... katakanlah" ucap Lolita, membuatnya penasaran.
"Aku... aku... " ucap Raja masih merasa ragu dan membuat Lolita diam-diam berharap-harap cemas.
"Selama ini... apa kau tahu, selama ini aku sudah mulai jatuh cinta pada mu" lanjut Raja berbicara.
Mendengar hal tersebut, tentu membuat Lolita merasa berbunga-bunga dan pastinya bahagia.
Namun dia masih belum dapat berkata apa-apa, sebelum dia mendengar lebih lanjut dengan apa yang akan di ucapkan Raja padanya.
"Lolita... Aku mencintaimu. Apa kau... apa kau juga merasakan hal yang sama dengan ku?" ucap Raja menyatakan perasaannya dan mulai bertanya hal yang sama pada Lolita.
Dan dengan perasaan harap-harap cemasnya, Raja memberanikan diri untuk terus menatap Lolita meski dilihatnya raut wajah Lolita yang nampak terlihat bahagia dan terharu.
Namun Raja ingin mendengar secara langsung bahwa Lolita menyatakan perasaannya juga dari bibirnya.
"Iyah... aku juga sama... aku juga mencintaimu" ucap Lolita dengan perasaan lega dan air mata bahagianya.
"Apa kau serius, Lolita ?" ucap Raja memastikan kembali. Dia masih merasa sedikit ragu meski dengan raut wajah bahagia yang tidak bisa dia sembunyikan.
Dan Lolita pun menjawab kembali dengan anggukan kepala nya.
Melihat hal tersebut, Raja kembali merasa bahagia berkali-kali lipat. Dan tanpa berlama-lama lagi, Raja pun tidak ingin membuang-buang kesempatan tersebut untuk sekalian melamar Lolita dan memberikan cincin berlian kepadanya.
Dan di waktu yang bersamaan Raja pun melamar Lolita, dan tentunya dengan senang hati Lolita pun menerimanya.
Raut wajah mereka berdua tampak bahagia dan tidak dapat di sembunyikan.
Dan pada akhirnya mereka pun menikah dan hidup bahagia. Meskipun untuk menuju kursi pernikahan sempat ada penentangan dan rintangan dari Alex.
Tapi setelah mereka berdua berusaha dan berjuang bersama untuk membuat hati Alex luluh dan menerima Raja sebagai menantunya, mereka pun akhirnya berhasil menuju pelaminan dan mendapatkan restu orang tua Lolita.
Dan seperti anak dan sahabatnya tersebut, Anita pun mendapatkan kebahagiaannya bersama Alex dan juga anak laki-lakinya.
Mereka hidup bahagia dengan keluarga kecilnya masing-masing.
Meskipun harus berbeda jarak dan tempat di antara mereka. Tapi doa dan kebahagiaan untuk masing-masing slalu mereka panjatkan dan di jaga dengan sebaik mungkin.
"TAMAT"
__ADS_1
Terima kasih untuk para reader yang slalu setia atau yang masih dan sering menunggu kelanjutan cerita ini, sekali lagi saya ucapkan terimakasih banyak dan terima kasih yang sebesar-besarnya.
Dan maaf jika selama ini kurang memuaskan dalam memberikan cerita dan sering membuat lama menunggu... Tapi saya benar-benar ucapkan terima kasih banyak... Dan mudah-mudahan setelah ini saya dapat melanjutkan karya tulis saya lainnya....