Jodohku Ayah Sahabatku

Jodohku Ayah Sahabatku
Pulang


__ADS_3

Kemudian Alex pun masuk dan melihat ke adaan anaknya.


Mereka tidak terlihat saling bicara dan diam satu sama lain.


Alex hanya menatap anaknya di samping tempat tidur. Sementara Anita hanya bisa duduk di sopa sambil melihat ke arah Alex dan anaknya.


Hingga akhirnya Anita ketiduran di sopa tersebut.


Dan Alex yang menyadari hari semakin larut, melihat ke arah Anita dan mulai mendekatinya.


"Anita... kenapa kau masih saja mendiamkan aku. Bagaimana caranya agar kau bisa memaafkan aku supaya kita bisa berkumpul bersama" ucap Alex pelan di hadapan Anita yang sedang ketiduran.


"Kau tahu. Semenjak kepergian mu, Lolita jadi mengabaikan aku, mengacuhkan ku dan bahkan dia tidak mau berbicara dengan Daddynya sendiri. Aku seperti hidup sendirian di dunia ini. Tanpa kalian aku tidak yakin bisa hidup lebih lama lagi" lanjut Alex bercerita, tidak perduli Anita sedang tertidur.


Alex terlihat sedang menyibak rambut Anita yang menghalangi wajah cantiknya. Sesaat dia termenung sambil menatapnya.


"Kau semakin cantik saja, dan aku... sekarang semakin tua. Aku jadi tidak yakin, apa kau akan mencintaiku... " lirih Alex sambil menyeka kembali rambut Anita.


"Tapi... aku sangat mencintaimu, Anita. Selama ini aku telah salah menilai mu, maafkan aku. Aku tidak tahu harus bagaimana lagi supaya kamu benar-benar memaafkan aku" lanjut Alex berbicara pada Anita yang di anggapnya sudah tertidur pulas.


"Kalau kau dapat memaafkan aku. Aku tidak akan memaksamu lagi untuk hidup bersama ku dan aku akan menerima dengan siapapun kamu nantinya, asalkan kamu bahagia" ucap Alex kembali melupakan isi hatinya.


Namun sepertinya Alex merasa tidak percaya diri setelah dia menyadari bahwa semakin hari usia dan tubuhnya semakin tua di banding Anita saat ini.


Hingga akhirnya dia dapat berkata seperti itu, berbeda dengan sebelumnya yang sempat cemburu dan berniat tidak akan melepaskan Anita, saat tadi melihat Raja dan Anita yang terlihat akrab dan dekat.


Entah apa yang membuatnya menjadi tak percaya diri untuk bisa mendapatkan hati Anita.


Dan setelah dia berbicara pada Anita yang sedang tertidur, Alex pun segera beranjak dan pergi dari kamar tersebut tanpa berniat mengganggu tidur Anita atau pun sekedar pamit padanya.


Membuatnya terlihat tak bersemangat setelah diam-diam berbicara pada Anita.


Sementara itu, tiba-tiba Anita mulai membuka matanya pelan-pelan setelah menyadari Alex sudah pergi dari tempat tersebut.


"Kenapa dia tiba-tiba berbicara seperti itu. Apa dia sengaja mengatakannya karena dia tahu aku sedang pura-pura tertidur?" tanya Anita merasa heran dan terlihat menangis.


Entah apa yang membuatnya merasa sakit hati setelah mendengar Alex berbicara seperti itu.


"Apa hanya segitu usahanya untuk meyakinkan aku, bahwa dia benar-benar mencintai ku?" ucap Anita bertanya pada dirinya sendiri sambil tetap bersedih.


Anita itu benar-benar aneh, saat Alex berusaha meminta maaf dan meyakinkannya bahwa dia benar-benar mencintainya, Anita malah merasa ragu dan tidak ingin mendengar ucapannya.


Tapi saat mendengar Alex berniat ingin melepaskannya, kini Anita malah merasa sakit hati dan menangis tak jelas.


"Ya Allah.... sebenarnya kenapa dengan hatiku ini. Saat dia menyatakan cintanya pada ku, aku tak menghiraukannya. Tapi kenapa saat dia berniat ingin menyerah dan membiarkan aku dengan orang lain, kenapa hati ini terasa sakit sekali?" ucap Anita merasa galau.

__ADS_1


Seminggu kemudian.....


Alexa sudah mulai membaik. Ini saatnya untuk Anita membawanya pulang ke tempat tinggalnya.


Namun pada saat Anita sedang membereskan pakaiannya, tiba-tiba Alexa menanyakan ayah dan kakaknya, yaitu Alex dan Lolita.


Selama beberapa hari ini Alex dan Lolita setiap hari mengunjungi Alexa meski pada awalnya seringkali mendapat penolakan dari Anita.


Namun mengingat Alexa yang mulai tertarik dan sering menanyakan mereka terus menerus membuat Anita akhirnya membiarkan mereka untuk berkunjung.


Seperti saat ini Alexa kembali menanyakan Alex dan Lolita.


"Mah... apa kita akan pulang?" tanya Alexa saat melihat ibunya mulai merapikan barang bawaannya.


"Iya sayang, hari ini kita akan pulang. Apa kamu senang?" ucap Anita dan sedikit bertanya balik.


"Iya Mah. Aku seneng banget" ucap Alexa penuh antusias untuk pulang.


"Berarti kita akan pulang ke rumah Daddy dan Kak Lolita, kan?" lanjut Alexa dengan senangnya, mengira akan pulang ke rumah Alex.


Membuat Anita sesaat terdiam dan menghentikan gerakannya saat mendengar ucapan anaknya tersebut.


"Tapi kenapa mereka belum datang dan menjemput kita, mah. Apa mereka tidak tahu kalau hari ini kita pulang?" ucap Alexa kembali membuat Anita merasa bingung untuk menjawabnya.


Sementara Anita memang sengaja tidak memberitahu mereka bahwa Alexa hari ini sudah bisa di bawa pulang.


"Memangnya kenapa, mah?. Daddy bilang kita boleh pulang ke rumahnya. Kata Kak Loli juga disana banyak mainan bagus-bagus dan aku boleh memainkannya" ucap Alexa mengatakan apa yang telah di dengar dari Alex juga Lolita dan tanpa Anita tahu sebelumnya.


"Sayang... Kalau kita lebih lama lagi disini, bagaimana nanti sekolah mu?" ucap Anita mencoba membujuk anaknya.


"Tapi Mah...." ucap Alexa terlihat menunduk merasa sedih.


"Tidak masalah, kau bisa pindah dan bersekolah disini" ucap Lolita yang tiba-tiba masuk dan berkata pada adiknya tersebut sambil menghampirinya.


"Kak Loli?. hore.... Kak Loli datang. Apa Kak Loli akan menjemput ku?" ucap Alexa terlihat senang dan antusias saat melihat kakak perempuannya tersebut.


"Tentu saja sayang. Bagaimana mungkin tidak. Kakak sangat merindukan mu" ucap Lolita sambil sesaat memeluk adik laki-laki tampannya itu yang sekarang ini menjadi kesayangannya.


"Apa Daddy juga akan menjemput kita?" ucap Alexa sambil menengadah menatap Lolita mencari jawaban kedatangan ayahnya.


"Emhh... Apa kau ingin Daddy menjemput mu juga?" tanya Lolita ingin tahu perasaan Alexa untuk ayahnya tersebut.


"Tentu saja. Bukan kah dia juga Daddy ku, seharusnya dia ikut menjemput ku" ucap Alexa pada Lolita.


"Kalau begitu ayo kita telpon Daddy" ucap Lolita mengajak Alexa.

__ADS_1


"Yee... " seru Alexa merasa senang.


"Tidak Loli.... Cukup. Tolong..., Alexa tidak akan pergi kemana-mana selain pulang ke rumah kami yang dulu" ucap Anita sambil menghentikan Lolita untuk tidak menelpon Alex.


"Tapi Nita. Memangnya kenapa. Alexa kan juga anak Daddy dan kamu juga masih istrinya Daddy kan?. Jadi kalian berhak tinggal di rumah kami" ucap Lolita pada Anita.


"Aku sudah bilang Lita. Aku tidak ingin berhubungan dengan kalian lagi. Aku mohon, mengerti lah" pekik Anita terlihat terbawa emosi hingga membuat Alexa yang melihat perdebatan mereka mendadak syok dan perlahan kambuh merasa sakit di kepalanya.


"Tapi, Nita. Bagaimana dengan Alexa?. Dia pasti membutuhkan kasih sayang ayahnya juga. Apa kamu tidak melihatnya?" ucap Lolita tidak ingin mengalah dan saat menunjuk ke arah Alexa, mereka melihat Alexa tengah kesakitan dan tiba-tiba pingsan.


Kemudian Alex pun tiba-tiba datang dan melihat hal tersebut.


Membuat Anita dan Lolita menjadi panik dan menghentikan perdebatan mereka.


Sementara itu Alex segera menghampiri anaknya dan menggendong Alexa.


"Apa yang tengah kalian lakukan sebenarnya. Kenapa Alexa tiba-tiba pingsan begini " ucap Alex saat melihat Anita dan Lolita terlihat panik tanpa cepat-cepat memanggil Dokter.


"Loli... cepat panggil Dokter" ucap Alex tanpa berniat mendengarkan penjelasan mereka terlebih dahulu dan lebih memilih menyuruh Lolita memanggil Dokter.


"Bab..baik, Dad" ucap Lolita terbata-bata merasa khawatir dan segera beranjak berlari memanggil Dokter dan suster.


Sementara Anita terlihat menangis dan mencoba menyadarkan anaknya.


"Sayang bangunlah. Kamu kenapa?" ucap Anita terlihat khawatir dan bersedih setelah Alex menggendong dan menempatkan Alexa di atas ranjangnya yang baru sesaat dia tinggalkan.


"Sebenarnya apa yang kalian lakukan tadi. Kenapa Alexa bisa sampai seperti ini lagi. Kamu ini sebagai ibunya kenapa ceroboh sekali. Sudah berkali-kali kamu membuatnya terus-terusan berakhir di atas ranjang ini" ucap Alex nampak terlihat marah terlebih saat mengingat anaknya yang sudah beberapa kali berakhir di atas ranjang rumah sakit karena kecerobohan Anita, kesal Alex saat mengingatnya.


Membuat Anita kembali merasa bersalah dan lagi-lagi dia harus menyesali perbuatannya.


Kemudian Lolita pun datang dengan membawa Dokter dan Suster.


"Itu Dok. Cepat tolong periksa keadaan adik saya Dok" ucap Lolita masih nampak terlihat panik.


Lalu Dokter pun segera menghampiri ranjang Alexa dan segera memeriksanya.


Setelah selesai di periksa, Dokter berkata pada mereka tentang keadaan Alexa yang belum pulih sepenuhnya.


"Tuan, nyonya. Apa tadi di antara kalian ada perdebatan?" tanya Dokter memastikan apa yang telah di diagnosanya pada Alexa.


"Ada apa memangnya, Dok?" tanya Alex setelah menatap Anita dan Lolita bergantian.


"Begini tuan. Untuk saat ini pasien memang di perbolehkan untuk pulang. Tapi dengan syarat, dia tidak boleh mendengar keributan ataupun perdebatan lainnya. Karena benturan dan luka operasi di kepalanya mengakibatkan sebagian syarafnya masih lemah dan akan membuatnya mengalami rasa sakit jika dia merasa syok atau melihat sesuatu yang mengganggu pemikirannya. Dia akan mengalami hal yang serupa lagi seperti ini" ucap Dokter panjang lebar menjelaskannya.


"Baiklah, Dok. Tapi apa dia perlu di rawat lagi?" ucap Alex dan kembali bertanya.

__ADS_1


"Tidak perlu, tuan. Yang penting yang baru saja saya katakan jangan sampai terulang lagi. Dan pasien dapat di bawa pulang ke rumah" ucap Dokter kembali memberitahu Alex.


__ADS_2