Jodohku Ayah Sahabatku

Jodohku Ayah Sahabatku
Terus Menatap


__ADS_3

Kemudian mereka berempat pun masuk kedalam restoran dan memesan makanannya masing-masing.


Setelah berada di dalam restoran dan duduk di kursi masing-masing. Rio terlihat masih kesal dengan raut wajah yang tak bisa di sembunyikan.


Selain karena tadi hampir berkelahi, Rio juga merasa kalah saing dengan Raja. Melihat interaksi Anita dan Raja yang terlihat begitu akrab, membuatnya merasa bertambah kesal.


Namun semua itu tidak memudarkan semangat Rio untuk tetap mendekati Anita.


Sementara Lolita yang melihat Rio terus menatap kearah Raja dengan wajah tidak sukanya merasa tidak enak hati dan segera menyenggolnya untuk bersikap biasa saja.


"Apa sih, Lit?. Nyenggol-nyenggol mulu" tanya Rio dengan nada kesalnya saat merasakan senggolan Lolita yang terus-terusan menyenggol tangannya.


"Iihh... apa sih. Siapa juga yang nyenggol situ" ucap Lolita berbohong.


"Makanya jangan ngelamun aja" lanjut Lolita memberi tahu.


"Ah... siapa juga yang ngelamun. Orang jelas-jelas tadi kamu nyenggol-nyenggol tanganku" ujar Rio tak terima.


"Udah cukup... kalian ini ribut mulu kaya 🐶 dan 😾" ucap Anita sopan mencoba meredam perdebatan antara kedua sodara tersebut.


"Lebih baik kita makan dulu aja. ya" lanjut Anita saat makanannya sudah datang dan sedang di hidangkan.


Melihat Anita yang sudah mulai berbicara padanya, seketika Rio langsung tersenyum dan mendadak bersemangat kembali, terlebih saat Anita menatapnya dengan senyuman manisnya. Membuat Rio gr dan merasa berbunga-bunga.


Sementara Lolita yang melihat perubahan drastis kakak sepupunya tersebut merasa heran dan berkata dalam hati.


"Dasar playboy cap kadal. Baru di kasih senyuman begitu aja sudah tiba-tiba berubah drastis. Pake nyengir segala lagi. Tadi aja kesel, marah-marah.. huuh" gerutu Lolita dalam hati.


Kemudian mereka pun mulai menyantap hidangan yang sudah tersedia di meja makan tersebut. Sambil bercerita dan bercanda tawa bersama.


Meskipun awalnya Rio merasa tidak suka dengan kehadiran Raja, namun setelah saling bicara dan sedikit mengenal satu sama lain, Sedikit banyak Rio mulai menerima kehadiran Raja. Walaupun tetap merasa, Raja adalah saingan terberatnya untuk mendapatkan cintanya Anita.


Sebagai playboy dan laki-laki yang berpengalaman, Rio tentu tahu dari gelagat dan cara bicara yang di tunjukan Raja pada Anita. Hal itu tentu bukan hanya sekedar perhatian teman terhadap teman wanitanya. Rio merasa bahwa Raja juga ada hati pada Anita, baik Raja menyadarinya ataupun tanpa dia sadari.


Itu sebabnya Rio masih menganggap Raja adalah saingan terberatnya.


Kemudian setelah menyelesaikan makan siang bersama dan saling berbicara satu sama lain.

__ADS_1


Anita kembali memulai pembicaraan. Menanyakan apa yang selanjutnya mereka akan lakukan atau mungkin hendak ingin pergi ke suatu tempat.


"Ok... sekarang kita sudah selesai makan siang. Selanjutnya kita mau pergi kemana, nih?" tanya Anita ingin tahu apa yang akan mereka lakukan selanjutnya.


"Mmh.. Entahlah. Aku ikut kalian saja" ucap Raja kalem, merasa bingung mau melakukan apa selanjutnya.


"Enaknya ngapain, ya?" celetuk Lolita menanggapinya.


"Pake bingung segala... Kita nonton lah. Kalau udah di mall begini dan perut udah kenyang, ya enaknya nonton di bioskop" pekik Rio memberi ide.


Padahal sebenarnya, Rio sengaja memilih nonton di bioskop agar bisa lama-lama menatap Anita lebih dekat. Apalagi di kegelapan dan dapat berlama-lama duduk di samping Anita, akal-akalan Rio diam-diam.


"Boleh juga, tuh" ucap Lolita menyetujui.


"Kayaknya seru" timpal Anita ikut mendukung sambil melihat ke arah Raja.


Sementara Raja hanya mengangguk dan tersenyum tipis tanda ikut-ikut saja apa yang mereka ingin lakukan selanjutnya.


"Ok... kalau begitu semua sudah setuju untuk nonton di bioskop bareng-bareng. Ayok... waktunya kita beli tiket filmnya" pekik Rio antusias sambil menepuk tangannya merasa beruntung.


"Oh iya bener juga, ya" ucap Rio menyetujuinya


"Mau nonton apa, nih?. Yang bentar lagi tayang tinggal film horor sama romantis" tanya Lolita sambil tetap menatap layar hpnya.


"Aku terserah kamu aja, Lit" ucap Anita pada sahabatnya.


"Udah film romantis aja!" pinta Rio sungguh-sungguh.


Bukan karena Rio suka dengan film-film romantis tapi dia memang tidak suka film horor karena dia sebenarnya seorang penakut.


Orang-orang hanya mengenalnya sebagai playboy penakluk wanita. Tapi kalau sekalinya di ajak nonton film horor pasti dia menolak dengan seribu alasan.


Itu sebabnya setiap kali Lolita mengajaknya menonton film horor pasti ada saja alasan. Tidak seperti Daddynya Lolita yang waktu itu pernah di ajaknya nonton horor bareng Anita juga. Seolah daddynya mati rasa, tidak ada takut-takutnya sama sekali. Tapi gak tahu kalau saat itu Rio sudah mengenal Anita.


Kemudian mereka pun bangkit dari tempat duduknya masing-masing setelah Raja membayarkan makanan tersebut.


Lalu mereka segera menuju tempat bioskop, namun sebelum itu terlebih dahulu Rio membeli cemilan dan minuman dengan di temani Raja. Meskipun sebelumnya mereka sudah makan siang, tapi untuk jaga-jaga dirasa perlu juga untuk membelinya.

__ADS_1


Sambil menunggu filmnya di mulai, Rio dan Raja sudah membeli dan membawa popcorn dan minuman yang masing-masing membaginya dengan Lolita dan Anita.


Kemudian terdengar suara pengumuman pintu teater yang mereka pilih sudah di buka. Beruntung mereka sudah mendapatkan cemilannya sebelum mereka masuk ke tempat pemutaran film tersebut.


Lalu segera mereka mulai jalan dan memasuki ruangannya.


Mereka duduk di tengah-tengah samping atas yang tempat duduknya pas untuk muat empat orang.


Namun sebelum mereka duduk, Rio meminta Raja untuk duduk lebih dulu. Niatnya agar Raja duduk paling ujung dan kemudian berniat menyuruh adik sepupunya untuk duduk disampingnya agar sisanya bisa dia duduki berdampingan dengan Anita. Sehingga Rio berpikir bisa sesaat menjauhkan Raja dari Anita dan sementara dirinya bisa dekat-dekat dengan gadis yang di sukainya.


Namun sebelum dia dapat menyuruh adik sepupunya untuk segera duduk di samping Raja, tanpa Rio sadari Anita sudah lebih dulu mengikuti Raja dan duduk di sampingnya.


Kemudian di ikuti dengan Lolita yang duduk di samping Anita. Sementara Rio yang bengong melihatnya hendak meminta Lolita untuk pindah, menukarnya dengan tempat duduk yang akan dia gunakan.


Namun Lolita sudah menebak apa yang tengah di rencanakan kakak sepupunya tersebut. Lolita menolak untuk pindah dan tidak mau menukar tempat duduknya dengan Rio, sambil Lolita menjulurkan lidahnya saat Rio memaksanya untuk pindah.


Sementara lampu sudah mulai di matikan dan orang-orang sudah mulai memasuki ruangan tersebut.


Dengan terpaksa dan hati yang kesal akhirnya Rio duduk di samping Lolita yang menghalanginya untuk dekat-dekat dengan Anita.


Sambil Rio duduk dan melihat Lolita dengan kesal, tidak mau mengalah. Dengan bibir manyunnya, Rio meluapkan kekesalannya pada popcorn yang di bawanya. Seolah popcorn itu adalah adik sepupunya yang ngeselin, dengan cepat menggigit popcorn tersebut sambil sengaja memperlihatkannya pada Lolita, supaya tahu bahwa dia sedang kesal pada adik sepupunya tersebut.


Namun Lolita tidak perduli dengan apa yang di tunjukan kakak sepupunya itu. Lolita pura-pura mengabaikannya dan fokus pada film yang sesaat lagi akan segera di mulai.


Film pun dimulai, namun selama setengah jam Rio terlihat begitu kesal dan menahannya, tanpa perduli dengan film yang sedang berlangsung. Dia merasa bete karena rencananya gagal untuk bisa lebih dekat dan berlama-lama melihat Anita.


Namun sepertinya Dewi keberuntungan berpihak pada Rio. Sesaat kemudian Lolita merasa ingin pipis dan terpaksa izin ke toilet sendiri.


Dan hal itu di manfaatkan oleh Rio untuk segera menduduki tempat duduk yang sebelumnya di duduki oleh adik sepupunya tersebut. Sehingga membuatnya bisa lebih dekat dengan Anita.


Setelah Lolita kembali dan melihat kakak sepupunya sudah menempati tempat duduknya, sesaat Lolita tidak dapat menerimanya dan menarik Rio, memaksanya untuk segera pindah dari tempat duduknya.


Namun Rio yang bersikeras tidak mau pindah dan orang-orang sudah mulai terganggu dan meneriaki Lolita karena sedikit menghalangi pandangan mereka. Akhirnya dengan terpaksa, gantian Lolita yang kesal dan duduk di kursi yang tadi Rio tempati.


Sementara itu Rio merasa senang dan kembali bersemangat lagi, setelah dengan leluasa melihat Anita dari jarak dekat dan dapat berlama-lama menatapnya sesuka hati. Dan tidak perduli dengan adik sepupunya yang terlihat manyun dan kesal padanya.


Selama satu jam lebih Rio terus memperhatikan Anita dengan senyumannya. Tidak perduli Anita terlihat risih di tatap terus olehnya, apalagi perduli dengan orang sekitarnya. Sementara Lolita dan Raja yang sekilas melihatnya hanya geleng-geleng kepala dan membiarkan Rio seperti itu sampai filmnya selesai.

__ADS_1


__ADS_2