Jodohku Ayah Sahabatku

Jodohku Ayah Sahabatku
Akhirnya Aku Menemukanmu


__ADS_3

Sementara itu, Alex yang sudah ada di dalam kamarnya merasa teringat sesuatu.


Dia teringat pada Anita yang beberapa minggu ini sudah tidak bisa di hubungi. Setelah terakhir kali Anita mengantar makanan padanya dan membuatnya merasa kesal lagi.


Semenjak itu Anita sulit di hubungi dan tidak pernah mengangkat ataupun membalas pesan dari Alex, meskipun dengan pesan bernada ancaman.


Kini Alex semakin membenci dan berpikir Anita telah menipunya setelah apa yang telah di berikan Alex padanya dan apa yang sudah di janjikan Anita padanya.


Bagi Alex uang 100 juta tidak ada apa-apa nya, tapi kata-kata yang sudah di janjikan oleh Anita tidak bisa dia lupakan begitu saja.


Ucapan yang selama ini Alex pegang, kini membuatnya berpikir Anita sama saja dengan perempuan-perempuan lain yang sering menggodanya bermulut manis tapi hanya untuk mendapatkan uang darinya.


"Dasar gadis penipu. Aku pikir kau akan menepati janji mu untuk mengikuti kata-kata ku setelah kau mendapatkan uang itu" ucap Alex pada hpnya menatap pesan yang belum sama sekali di balas oleh Anita.


"Ternyata kau sama saja dengan perempuan-perempuan lainnya yang hanya menginginkan uangku saja" lanjut Alex berbicara sendiri dengan senyum menyeringai.


"Dasar gadis licik. Kau pikir aku akan membiarkan mu begitu saja... Baiklah nikmati hari-hari mu itu sebelum aku melakukan sesuatu yang membuat hari-hari mu lebih berat lagi" ucapnya sedikit menakutkan.


Sebenarnya bukan maksud Anita untuk tidak menghiraukan Alex dan menjauh dari tanggungjawabnya untuk menepati janji yang sudah di katakan nya.


Namun karena dia merasa Alex hanya ingin mempermainkannya dan mungkin akan seenaknya menyuruh dia datang atau pergi, sementara Anita sedang fokus menghadapi ujian skripsinya saat itu.


Hingga membuat Anita berpikir untuk tidak menghiraukannya dulu dan berpikir dia pasti akan membayar hutangnya pada Alex meskipun dia sendiri belum mendapatkan pekerjaan sama sekali untuk membayar hutangnya.


Keesokan paginya, Anita mendapat telpon dari seseorang yang mengatakan bahwa Anita telah di terima di salah satu hotel yang cukup ternama di kota tersebut.


Mendengar hal itu tentu membuat Anita merasa senang dan bahagia bahkan dia sampai berteriak kegirangan.


Akhirnya setelah beberapa minggu menganggur dan mencari-cari pekerjaan Anita mendapatkannya pula, begitu pikir Anita.


Tanpa membuang-buang waktu lagi, Anita segera bersiap-siap untuk berangkat ke tempat kerjaannya. Dimana Anita di suruh datang pukul 09:00 pagi dan bisa langsung bekerja setelah kemarin melakukan interview.


meskipun pekerjaannya hanya sebagai cleaning servis, tapi itu sudah membuat Anita merasa senang.


Anita pikir sambil menunggu wisuda dan mendapatkan ijazah nya kenapa tidak dia melakukan pekerjaan tersebut.


Setelah Anita siap dengan pakaian rapinya, Anita segera keluar dan mengunci pintu kosannya.


Segera Anita memesan ojon (Ojek Online) yang akan menjemput dan mengantarkannya. Karena Anita pikir ini adalah hari pertama nya bekerja jadi dia terpaksa memesan ojon, tidak mau sampai terlambat.


Kemudian, tidak lama setelah memesan. Datang seseorang dengan seragam khasnya warna hijau menghampiri Anita.

__ADS_1


"Abang ojon, ya?" tanyanya memastikan saat motor nya berhenti di hadapan Anita.


"Bukan Neng. Nama saya Nanang" celetuk Abang tersebut yang di kiranya menyebut nama.


"Maksud saya, Abang ojek online kan?" ucap Anita menjelaskan.


"Oh... ya iya atuh neng. Ini udah jelas begini seragam saya. Tapi neng, lain kali jangan bilang ojon tapi ojol" ucap Abang ojek sambil menjelaskan.


"Iya bang maaf. Kalau gitu berangkat sekarang ya bang" ucap Anita dengan tersenyum dan meminta maaf, kemudian langsung mengajak berangkat Abang ojol yang di jawab dengan anggukan.


Sementara itu, terlihat Alex sedang mengobrol dengan kliennya di dalam mobil sambil menuju perusahaannya.


Tiba-tiba di tengah pembicaraannya di telpon, Alex melihat seorang gadis yang selama ini dia cari-cari yaitu Anita.


Tanpa di sengaja Alex melihat Anita sedang berada di atas sebuah motor di samping mobilnya berhenti, saat lampu merah menyala.


Anita yang tidak menyadarinya, hanya terdiam sambil sesekali melihat jam di tangannya merasa aman, masih banyak waktu.


Sementara Alex yang sedang menerima telpon menghentikan obrolannya kemudian berkata "tunggu. Nanti kita bicarakan lagi" ucap Alex tegas pada orang di ujung telpon, namun masih terlihat berwibawa, sambil tetap fokus menatap Anita agar tidak lepas dari pandangannya.


Kemudian Alex segera menelpon sekertaris pribadinya dan bertanya "Rafi, apa pagi ini ada meeting?" ucap Alex santai namun tegas dengan tetap tidak mengalihkan pandangannya dari Anita.


Jadi Alex bisa pergi sebentar dan berpikir untuk mengikuti kemana Anita akan pergi.


Dengan senyum menyeringai nya Alex berkata setelah menutup telpon dari Rafi "Hehmm... akhirnya aku menemukan mu. Kali ini kau tidak akan bisa lepas dari ku, gadis kecil" lirih Alex tanpa terdengar oleh sopirnya.


Kemudian lampu hijau menyala, itu artinya kendaraan sudah bisa jalan kembali.


Alex yang melihat motor Anita lebih dulu melaju, segera menyuruh sopirnya untuk mengikuti motor tersebut.


"ikuti motor itu dan jangan sampai kehilangan jejaknya" perintah Alex pada sopirnya yang di jawab anggukan, terlihat dari kaca spion mobil.


Beberapa menit sudah berlalu, Alex terus mengikuti Anita. Hingga akhirnya Anita berhenti di salah satu hotel yang Alex sendiri cukup tahu tentang hotel tersebut.


"Oh.. jadi.. rupanya kau bekerja disini" pikir Alex setelah menebak dari apa yang di pakai Anita.


Kemudian Alex segera menyuruh sopirnya untuk kembali jalan menuju perusahaannya, setelah tahu Anita bekerja dimana.


Sementara itu, Anita yang sudah sampai tujuan segera memberikan ongkos dan mengucapkan terimakasih pada Abang ojol, lalu berjalan masuk dan bertanya menanyakan ruang HRD.


Dibawanya Anita oleh seseorang, atas suruhan HRD mengantarkannya ke suatu ruangan.

__ADS_1


Setelah Anita masuk dan memperkenalkan diri atas izin HRD. Kemudian Anita diberitahu apa saja yang harus dia kerjakan selama bekerja di tempat tersebut.


Hingga akhirnya HRD mengizinkan Anita keluar dan mulai bekerja di hari itu.


Siang harinya Anita sudah mulai bekerja dan siang itu waktunya Anita untuk beristirahat.


Disaat waktu yang sama setelah menyelesaikan tugasnya terdengar suara hp di saku celana Anita.


Dilihatnya hp dan nama kontak yang berasal dari nomor sahabatnya yaitu Lolita. Segera Anita mengangkat dan menerima panggilan tersebut.


"Hallo Lit..." ucap Anita menyapa terlebih dahulu.


"Hallo honey... Kau kemana saja akhir-akhir ini. Mentang-mentang udah kelar kuliah sampe lupa sama sahabat sendiri" manja dan rengek Lolita pada sahabatnya.


"Bukan begitu beb. Kamu kan tahu sendiri. Beberapa minggu ini kita sibuk nyelesein dan ngadepin skripsi bareng. Sementara itu aku gak kerja sama sekali, dan sekarang tabunganku udah mulai menipis jadi semenjak selesai sidang skripsi aku nyoba nyari kerjaan kemana-mana. Maaf ya beb" jelas Anita panjang lebar pada sahabatnya, yang di akhiri kata maaf karena merasa bersalah tidak bisa meluangkan waktunya untuk sekedar maen atau minum kopi bersama.


"Kenapa kamu gak bilang dari awal, Nit. Aku bisa bantu kamu buat nyariin kerjaan. Kalau perlu, aku bisa minta Daddy buat nerima kamu kerja di kantornya" ucap Lolita sungguh-sungguh, namun hal itu sudah pasti di tolak Anita.


Itu sebabnya Anita tidak mengatakan lebih awal pada Lolita, bahwa dia ingin segera mencari pekerjaan. Sudah pasti Lolita akan menyuruhnya untuk bekerja di tempat perusahaan ayahnya. Dan Anita tidak mau merepotkan sahabatnya tersebut.


"Enggak Lit. Aku kan sudah pernah bilang, aku gak mau ngerepotin kamu. Aku... " ucapan Anita terhenti saat Lolita sudah tahu apa yang akan di ucapkan sahabatnya tersebut dan mengulang kalimat yang pernah di ucapkan Anita padanya.


"Aku ingin menjalani proses nya, melewati suka dukanya mencari pekerjaan. Dengan begitu aku bisa merasakan sulitnya mencari pekerjaan itu seperti apa. Dan nantinya aku dapat menghargai pekerjaan ku sendiri. Itu kan yang kamu mau bilang?" ucap Lolita jelas dan lancar apa yang pernah di dengar nya dari sahabatnya tersebut.


"Lita.... Kau sampai hafal apa yang pernah aku katakan pada mu" pekik Anita saat mendengar kalimat yang ingin di katakannya sama persis.


"Sudah lupakan. Kamu jangan mengalihkan pembicaraan. Memang apa salahnya kalau kamu menerima pekerjaan dari Daddy ku, Nit" ucap Lolita sedikit kesal karena niat membantu sahabatnya selalu di tolak Anita.


"Lit, jangan kesal begitu dong. Ok...aku minta maaf. Aku enggak bermaksud untuk menolak setiap bantuan kamu. Aku hanya... tidak ingin merepotkan mu"


"Tuh kan bilang begitu lagi. Sebenarnya kamu ini, nganggap aku sahabatmu apa bukan sih" pekik Lolita tambah kesal, membuat Anita merasa serba salah untuk mengatakan sesuatu.


"Aduuhh... kenapa kamu jadi marah begini, Lit. Aku minta maaf, bukannya aku nolak.... Tapi aku udah dapet pekerjaan"


"Benarkah?" pekik Lolita memastikan, membuatnya sedikit lebih tenang saat mendengar Anita sudah mendapatkan pekerjaannya.


"Kalau itu benar. Kamu harus menteraktirku. Tapi kamu tenang saja, yang bayar tetap aku" ucap Lolita


"Tapi, Lit. Bagaimana bisa begitu" ucap Anita hendak menolak


"Udah... gak ada tapi-tapian dan gak ada penolakan. Kalau kamu masih ngeyel. Aku bakalan marah beneran loh, ya" paksa Lolita tidak ingin di bantah.

__ADS_1


__ADS_2