
Mendengar ucapan bosnya seperti itu, membuat Rafi menelan salipanya cepat. Sesaat membuat Rafi berpikir telah salah memberikan minum pada Anita dan telah membuat bosnya cemburu tanpa sengaja.
"Ba..baik tuan" ucap Rafi gelagapan.
Mobil pun segera meluncur dan pergi hendak mengantarkan Anita pulang ke kosannya.
Sementara itu, Anita yang mendengar kata-kata kasar dari Alex tidak kalah kesal dan emosi. Membuat Anita tidak bisa diam begitu saja.
"Cukup tuan. Kalau tuan tidak berniat mengantar saya. Kenapa tadi tuan tidak membiarkan saya untuk pergi bersama Raja" kesal Anita pada Raja.
"Ya karena aku tidak suka kau pergi dengannya" celetuk Raja keceplosan terlalu emosi mengingat Anita dekat dengan pria lain.
"Maksud tuan apa?" tanya Anita penasaran, karena kata-kata Alex yang membuat orang mendengarnya sedikit ambigu, termasuk Rafi yang mendengarnya. Seolah tuannya tersebut memberitahu bahwa dia merasa cemburu Anita dekat dengan pria lain.
"Ma... maksudku. Aku tidak suka kau pergi dengannya karena aku tahu kau pasti mengincar harta Raja, kan. Dan Raja itu juga anak partner bisnisku. Jadi aku tidak mau kau sampai memanfaatkannya" ucap Alex gelagapan saat menyadari ucapannya yang terkesan sedang cemburu.
Namun Alex memberi penjelasan yang malah menyudutkan Anita sebagai gadis matre yang hanya mengincar harta orang-orang kaya yang dekat dengannya. Agar orang yang mendengarnya tidak salah paham dengan ucapannya tadi tapi membuat Anita malah menjadi bertambah kesal dan marah pada Alex.
"Tuan..." pekik Anita saat Alex terus menuduhnya wanita matre "kenapa kau terus menuduhku seperti itu. Aku memang sudah meminjam uang dari anda dan belum membayarnya. Tapi bukan berarti anda seenaknya menuduhku seperti itu" marah Anita tidak terima di tuduh terus seperti itu oleh Alex.
"Heehh... berani-beraninya kau melotot dan berbicara dengan nada seperti itu padaku" marah Alex tidak terima juga dengan sikap Anita padanya sambil menunjuk-nunjuk Anita dan mendekati Anita sampai jarak di antara mereka hanya tinggal sedikit.
"Kenapa. Apa tuan mau memukulku?" tantang Anita tidak ada rasa takut-takutnya pada Alex.
Sementara itu di belakang kemudi, Rafi merasa bingung dan serba salah ingin menghentikan perdebatan mereka, mendengar bos dan wanitanya malah berkelahi seperti anak kecil di dalam mobil.
Kemudian di tengah jalan tiba-tiba ada polisi tidur yang cukup banyak saat memasuki perumahan menuju kosannya Anita.
__ADS_1
Dan saat bersamaan membuat Anita dan Alex tidak dapat menyeimbangkan tubuh mereka sendiri.
Tiba-tiba di polisi tidur pertama Alex terpental dan menghimpit tubuh Anita ke sisi jendela mobil. Kemudian Anita yang menerima hal itu membuatnya berteriak, histeris dan segera mendorong Alex.
Lalu di polisi tidur kedua, malah Anita yang tiba-tiba terpental dan menindih tubuh Alex yang belum sempat bangun saat tadi Anita mendorongnya. Anita terus saja berteriak setiap kali tubuhnya berhimpitan dengan Alex.
Sementara Alex yang terkena himpitan Anita dan terus mendengarnya berteriak dan masih dalam posisi terlentang dengan mobil yang masih belum juga terasa lancar berjalan. Membuatnya merasa kesal dan memaki Rafi yang menuduhnya tidak bisa mengemudi dengan benar.
"Rafi.... apa kau tidak bisa mengemudi dengan benar. Kenapa jalannya seperti ini. Cepat berhenti" pekik Alex merasa kesal dan sejenak kemudian memerintahkan Rafi untuk segera berhenti berkendara, untuk membenarkan posisinya yang masih tertindih oleh Anita.
"Maaf tuan. Jalanannya cukup banyak dengan polisi tidur. Apa anda baik-baik saja, tuan" ucap Rafi menjelaskan dan sedikit bertanya dengan keadaan bosnya tersebut.
Namun sebenarnya Rafi malah tersenyum geli, saat melihat bos dan wanitanya terlihat seperti tumpang tindih saat tadi masih dalam perjalanan, tanpa sengaja mengecek ke adaan bosnya dari kaca spion.
Lalu saat mobilnya sudah berhenti terlebih dahulu. Alex melihat Anita masih berada di atasnya perutnya, kemudian dia berkata pada Anita.
"Hey.... nona. Apa kau masih ingin terus menindih ku seperti ini" kelakar Alex pada Anita. Tentu hal itu membuat Anita terperanjat, kaget dan tanpa sengaja salah satu tangannya menekan junior Alex.
"Aaaahhh.... " teriak Alex saat juniornya terasa sakit terjepit tangan Anita.
"Aaaahhhh...." Anita ikut berteriak saat menyadari sesuatu telah di sentuhnya.
"Cacing, ular, kadal.... tidak...iihhh" lanjut Anita seolah merasa jijik sambil berusaha mengusap-usap cepat tangannya yang tadi tanpa sengaja menekan keras junior Alex.
Sementara itu, Rafi yang ikutan kaget karena mendengar mereka berteriak tanpa sengaja melihat Anita menekan junior bosnya. Lalu secara spontan tertawa kembali sambil menutup mulutnya takut ketahuan bos karena diam-diam telah menertawakan bosnya tersebut.
Lalu Alex yang sudah kembali duduk dengan benar, masih terlihat kesakitan yang nampak dari wajahnya sambil memegang juniornya agar tidak terlalu sakit.
__ADS_1
"Dasar gadis ceroboh. Apa kau sengaja menyentuhnya, hah....?" kesal Alex pada Anita karena masih terasa ngilu.
"Ma..maf. Aku tidak sengaja" lirih Anita merasa bersalah tanpa melihat ke arah Alex yang masih meredakan rasa sakit juniornya dengan memalingkan wajahnya menatap ke luar jendela, menutupi rasa malunya pada Alex.
"Sudahlah... kau ini slalu saja membuatku emosi dan marah-marah" pekik Alex pada Anita.
"Rafi cepat jalan. Dan segera antarkan gadis ceroboh ini ke tempat tinggalnya" lanjut Alex, sedikit melampiaskan kekesalannya pada Rafi.
Sementara Anita yang tidak terima mendengar Alex terus memanggilnya gadis ceroboh hendak ingin berdebat kembali. Namun mengingat hal tadi yang telah menyakiti junior Alex, kembali Anita mengurungkan niatnya dan mencoba menerima umpatan Alex terhadapnya. Meski masih terlihat kekesalan di wajah Anita dengan bibir manyunnya.
"Ba..baik tuan" ucap Rafi gelagapan saat mendengar bosnya kembali memerintahnya dengan marah-marah.
Lalu Rafi pun segera melajukan mobil dan mengantarkan Anita ke tempat tinggalnya yang beberapa menit lagi sampai pada tujuannya.
Sementara itu terlihat Alex dan Anita tidak lagi cekcok ataupun berdebat kembali seperti tadi. Dua-duanya terlihat diam, namun dengan wajah yang masing-masing masih menampakkan kekesalannya karena hal tadi.
Setelah beberapa menit dalam kebisuan, akhirnya mobil tersebut sudah sampai di tempat tinggal Anita yang dari tadi sudah di infokannya pada Rafi.
Namun saat mobilnya sudah berhenti, kini Anita merasa kikuk dan malu hanya untuk mengucapkan terimakasih pada Alex. Hingga akhirnya dengan malu-malu Anita keluar dan mengucapkan terimakasih, namun bukan pada Alex melainkan pada Rafi.
"Kita sudah sampai nona" ucap Rafi memberi tahu.
Kemudian sesaat Anita berpikir dan malu-malu lalu perlahan membuka pintu mobil dan berkata "Terima kasih" ucap Anita yang tadinya ingin berterima kasih pada Alex namun saat Alex memalingkan wajah dan tidak menatapnya akhirnya Anita mengucapkannya dan menatap ke arah Rafi "terima kasih tuan Rafi sudah mengantar saya sampai sini" lanjut Anita mengucapkannya pada Rafi.
"i..iya sama-sama nona" ucap Rafi terbata-bata sambil sesaat melihat bosnya yang tiba-tiba terlihat murka kembali saat Anita hanya mengucapkan terimakasih padanya.
Kemudian Anita pun menutup pintu mobil tersebut dan berlalu pergi masuk kedalam kosannya.
__ADS_1
Sementara Alex yang merasa tidak di hargai kembali menggerutu dan berbicara pada Rafi.
"Apa-apaan dia itu, tidak sopan, sama sekali tidak menghargaiku. Kenapa dia malah berterimakasih hanya padamu, Rafi. Sebenarnya siapa yang punya mobil ini?" kesal Alex saat Anita sudah berlalu pergi.