Jodohku Ayah Sahabatku

Jodohku Ayah Sahabatku
Mengajaknya Makan Malam


__ADS_3

Kemudian setelah Raja beranjak dari tempat duduknya dan berpamitan pada Alex, dia pun segera di antarkan oleh Alex untuk keluar dari ruangannya.


Namun pada saat Anita hendak masuk ke ruangan Alex, setelah Anita melewati kejudesan Sonia yang tidak pernah suka melihatnya datang mengantarkan makan siang tuannya.


Tiba-tiba secara bersamaan Raja keluar dan tanpa sengaja menabrak tubuh Anita yang terlihat lebih kecil dan pendek darinya.


Membuat Raja spontan menarik Anita yang terpental dan hendak terjatuh di hadapannya.


Sementara Alex yang tadi berada di sampingnya dan melihat hal tersebut tiba-tiba membuat matanya terbelalak, melotot merasa tak terima dengan apa yang sedang di lihatnya saat ini.


Terlebih saat melihat Raja yang masih tak bergeming memandang Anita di pelukannya saat tadi dia berhasil menarik Anita yang hendak terjatuh.


Dan tanpa berbasa basi lagi, Alex segera memisahkan mereka dan menarik tubuh Anita dari pelukan Raja.


Hal itu tentu saja membuat Alex kepanasan, tidak mungkin dia sanggup melihat mereka berdua dalam posisi berpelukan meskipun hal tersebut tidak sengaja mereka lakukan di hadapan Alex langsung.


"Sudah... hentikan saling menatapnya" pekik Alex merasa kesal melihat mereka berdua terlihat romantis di hadapannya langsung.


"Sayang, kenapa kau datang lebih cepat dari biasanya?. Apa kau merindukanku?" tanya Alex sengaja berbicara seperti itu di hadapan Raja sambil menarik Anita dan menatapnya langsung.


Seolah Alex sedang memberitahu, bahwa Anita adalah wanita miliknya.


Sementara itu, Raja yang melihat Alex bersikap kekanak-kanakan, membuatnya mengernyitkan dahinya.


Namun dia kembali tersenyum saat melihat Anita berada di hadapannya. Dia mulai merasa senang setelah beberapa waktu tidak melihat Anita ataupun mendengar kabar darinya.


Kemudian Raja mulai berbicara pada Anita, meminta maaf dan menanyakan kabarnya. Membuat Raja yang tadinya hendak pergi, menjadi sedikit berlama-lama untuk saekedar berbasa-basi dengan Anita.


"Ah iya, maafkan aku Nit. Hampir saja aku membuatmu terjatuh" ucap Raja meminta maaf pada Anita, tidak perduli dengan Alex yang terlihat kesal dan berada di samping Anita.


"Oh iya bagaimana kabarmu. Sepertinya kita sudah lama tidak bertemu. Apa kau baik-baik saja?" ucap Raja pada Anita sambil mengulurkan tangannya.


"Aku baik-baik saja, Za. Bagaimana dengan mu?" ucap Anita dan berbalik bertanya.


"Aku baik. Tapi ngomong-ngomong kenapa kau bisa ada disini?" ucap Raja dan kembali bertanya, merasa heran bagaimana Anita bisa berada di kantor Alex.


"Ehemm..." Alex berdehem mulai tidak sabaran melihat interaksi mereka.

__ADS_1


"Maaf tuan Raja, tapi sepertinya anda lupa. Dia ini kekasihku jadi sudah sewajarnya dia berada di kantorku" ucap Alex dengan bangga meskipun dia belum berani menyebut Anita sebagai istri sahnya.


Dan tanpa sadar membuat Anita menatap Alex sejenak merasa sedikit tidak senang saat Alex hanya menganggapnya sebagai kekasih tanpa menyebutnya istri pada Raja.


Membuat Anita kembali berpikir bahwa Alex tidak sungguh-sungguh menganggapnya sebagai istri sahnya.


"Jadi... bisakah anda membiarkan kami berdua saja" lanjut Alex pada Raja, dengan kata lain sengaja meminta Raja dengan senyuman naifnya untuk segera pergi meninggalkan dia dan Anita berdua.


Kemudian dengan sangat terpaksa Raja pun harus segera pergi meninggalkan Anita bersama Alex.


Tapi hal itu tidak membuat Raja patah semangat untuk tetap mengejar cinta Anita. Selama dia belum melihat cincin pernikahan di jari manis Anita dan belum mendengar pernikahannya.


Selama itu pula Raja akan tetap berusaha membuat Anita luluh dan jatuh cinta padanya.


Namun kali ini dia harus sedikit bersabar melihat usaha Alex yang terus-terusan mendapatkan perhatian dari Anita.


"Baiklah kalau begitu, maaf kan saya tuan Alex telah mengganggu waktu kalian berdua" ucap Raja pada Alex.


"Kalau begitu, Anita aku pergi dulu" lanjut Raja bicara pada Anita dan tiba-tiba memeluknya sebagai tanda berpamitan.


"Aku harap kita bisa bertemu lagi setelah ini" ucap Raja sambil tetap memeluknya. Membuat Anita merasa kaget dan juga Alex yang terlihat mulai marah dengan sikap Raja yang tiba-tiba kembali berani memeluk istri sahnya tersebut.


Sementara Anita yang melihat reaksi Alex yang sedang memanas dan mulai bertanya keadaannya, segera kembali ke mode lembutnya. Alex tidak ingin Anita melihatnya seperti orang jahat dan pemarah lagi.


Seperti yang pernah Anita katakan padanya, bahwa dirinya seorang yang pemarah dan menyebalkan.


Dan itu sebabnya Alex mulai bersikap lembut dan manis di depan Anita demi untuk mengambil hatinya.


"Tuan, apa anda baik-baik saja?" tanya Anita saat melihat wajah Alex yang terlihat ingin marah pada Raja.


"Hah... ya aku baik-baik saja" ucap Alex sambil mencoba menenangkan perasaan kesalnya.


"Lebih baik kita masuk dan duduk dulu" lanjut Alex mengajak Anita untuk duduk di atas sofa yang tadi di gunakannya untuk menerima tamu.


Kemudian mereka pun segera melangkahkan kaki dan hendak duduk di atas sofa tersebut.


Namun sebelum itu Alex meminta Anita untuk pindah posisi, karena yang dia ingat posisi duduk yang hendak Anita gunakan sekarang adalah bekas duduk Raja yang tadi dia tempati.

__ADS_1


Dan hal itu membuat Alex merasa tidak suka, dia seolah mengingat tempat duduk itu adalah Raja yang akan membuatnya terlihat Anita sedang duduk di atas pangkuan Raja.


Anita yang bingung hanya diam saja dan menuruti keingan Alex yang membuatnya merasa aneh saat melihat sikap Alex tersebut.


"Tunggu, tunggu, tunggu. Kau jangan duduk disitu. Lebih baik kau duduk di sini saja" ucap Alex, cepat-cepat menghentikan Anita yang hendak duduk di atas sofa tersebut dan memintanya untuk duduk di atas sofa tempat duduk dia sebelumnya.


Kemudian Anita pun dengan wajah bingungnya pelan-pelan bertukar tempat duduk dengan Alex.


"Nah... begitu lebih baik" ucap Alex dengan senyum senangnya setelah melihat Anita menuruti keinginannya yang aneh tersebut.


"Oh iya, ini tuan saya bawakan makan siang favorit tuan. Di habiskan, ya" ucap Anita sambil membuka rantang stainless makan siang Alex di atas meja tersebut.


"Tentu saja. Pasti aku akan menghabiskannya, kau tenang saja" ucap Alex tidak ingin mengecewakan gadis pujaan hatinya yang entah dari kapan menjadi ratu dalam hatinya.


Kemudian Alex pun segera melahap makan siang buatan Anita yang sekarang menjadi menu favoritnya. Dengan pelan-pelan dan santai Alex mulai menikmati makanan tersebut.


Seolah tidak ingin Anita buru-buru pergi dari hadapannya, Alex sengaja memperlambat kunyahannya supaya dia dapat melihat Anita lebih lama lagi di kantornya.


Sementara itu, Anita yang tanpa sadar ikut merasa senang juga, diam-diam dia memperhatikan Alex yang sedang makan d


siang dengan senyuman manis yang dia miliki.


Entah mengapa berlama-lama melihat Alex seperti itu membuatnya merasa bahagia dan damai di hatinya.


Kemudian diam-diam Alex juga mencuri pandang melihat Anita.


Dan di saat yang bersamaan mereka berdua saling memandang satu sama lain. Namun malah membuat keduanya malu-malu kucing dan salah tingkah. Hingga membuat Alex tanpa sengaja tersedak makanan yang sedang dia makan.


Anita yang merasa khawatir segera menuangkan air minum dan memberikannya pada Alex, yang tadi juga sudah di sediakan Anita di atas meja tersebut.


"Tuan, minumlah..... Hati-hati minumnya, pelan-pelan" ucap Anita sambil memberikan air minum tersebut.


"Apa anda sudah agak mendingan?" tanya Anita saat menerima gelas dari tangan Alex.


"Terimakasih, aku sudah agak mendingan"


Kemudian Alex pun kembali melanjutkan makan siang dan menghabiskan makanannya.

__ADS_1


Lalu setelah itu, Alex mulai berbicara pada Anita, mengatakan niatnya tadi pada Anita untuk mengajaknya makan malam nanti seperti yang telah dia rencanakan tadi sebelum Anita datang.


Beruntung Anita menyetujui ajakan Alex tersebut. Meski awalnya Anita merasa ragu dan keberatan. Tapi karena Alex berusaha memintanya dengan tulus, membuat Anita menjadi luluh dan bersedia makan malam bedua dengan Alex.


__ADS_2