
Sementara itu, Alex yang masih terdiam terlihat nampak senang dan terus menatap Anita yang terlihat begitu gembira bersama anaknya tersebut.
Hingga pada akhirnya mereka dipanggil sebagai pemenang dan menerima tropi kemenangan.
Namun sebelum itu, saat mereka hendak naik panggung, tanpa mereka ketahui rupanya para panitia sudah menyiapkan momen-momen mereka saat perlombaan sedang berlangsung.
Para panitia sengaja diam-diam mengambil momen-momen mereka untuk di abadikan dan di perlihatkan pada layar besar saat mereka berhasil memenangkan lomba tersebut dan saat mereka menerima piala tropi sebagai contoh keluarga bahagia.
Dan saat mereka menerima piala tropi di atas panggung dengan gembira, tiba-tiba tanpa sengaja Anita melihat ke belakang dan pas pada saat gambar dia sedang mencium Alex dengan romantis sedang di tayangkan di layar belakang.
Membuat para penonton yang melihatnya bertepuk tangan dan bersorak ikut senang melihat nya.
Namun berbeda dengan Anita yang tiba-tiba merasa sedikit malu dan tegang. Saat melihat foto Alex dan dirinya yang terlihat nampak begitu romantis dan bahagia juga saat dia dengan begitu gembira mencium pipi Alex.
"Ya Tuhan... kapan aku melakukannya. Kenapa aku bisa tiba-tiba menciumnya seperti itu?" ucap Anita dalam hati mendadak lupa dengan apa yang telah di lakukannya pada Alex tadi.
Sementara foto nya terpampang jelas di atas panggung.
"Aduuh... kenapa para panitia itu malah memperlihatkannya pada semua orang, dan kapan mereka mengambil gambar-gambar itu?" lanjut Anita dalam hati merasa terkejut dan tidak tahu, sambil berpura-pura tersenyum melakukan hal tersebut di depan banyak orang.
Sementara Alex dan anaknya terlihat nampak senang-senang saja saat melihat foto kegiatan mereka yang nampak harmonis dan bahagia di video gambar tersebut.
Kemudian setelah selesai acara tersebut, sejenak Alex dan Anita mengajak anaknya untuk bermain di taman.
Mereka nampak kembali romantis sebagai satu keluarga kecil yang terlihat harmonis.
Anita mulai mencoba menerima saat-saat dirinya sedang di dekati kembali oleh Alex.
Dan ntah apa yang membuatnya perlahan-lahan dapat kembali menerima pendekatan Alex tersebut.
Sementara itu Alexa yang melihat kedua orang tua nya terlihat bahagia ikut merasa senang dan gembira.
Kemudian Alexa berniat untuk membeli es krim untuk mereka. Diam-diam Alexa meninggalkan kedua orangtuanya berdua di taman.
"Anita... Apa kau senang hari ini?" ucap Alex mencoba bertanya sambil mereka berjalan pelan di taman tersebut.
"Ehmm... cukup lumayan senang. Asalkan melihat Alexa bahagia, tentu aku juga akan bahagia" ucap Anita mulai berkata jujur tentang perasaan nya.
"Bagaimana dengan anda?" ucap Anita balik bertanya.
"Sama... Asalkan melihat anakku bahagia. Aku pasti juga akan bahagia. Dan... " ucap Alex ikut-ikutan dengan alasan yang sama, namun saat hendak melanjutkan ucapannya Alex nampak menahannya terlebih dahulu.
"Dan apa?" tanya Anita merasa penasaran.
"Dan... kalau kau bahagia, aku juga akan bahagia" ucap Alex pelan tapi berterus terang.
__ADS_1
Membuat Anita nampak kembali terlihat malu-malu dan salah tingkah. Namun kali ini tidak membuatnya merasa tersinggung atau merasa harus ngomel-ngomel lagi pada Alex seperti sebelum-sebelumnya.
"Ah... " ucap Anita merasa malu dan merasa salah tingkah saat mendengar gombalan Alex tersebut.
"Al... lexa, mana ya?" ucap Anita tiba-tiba mencari anaknya mencoba mengalihkan situasi tersebut.
Namun rupanya, Alexa benar-benar tidak ada di samping mereka.
"Tuan... Alexa kemana?" ucap Anita kembali merasa khawatir saat Alexa tidak dalam pantauan nya.
Namun tiba-tiba, Alexa datang sambil berlari dan membawa sesuatu di tangannya.
"Mama... aku disini mah" ucap Alexa sambil berlari dan berteriak memanggil ibunya.
"Sayang... kamu dari mana saja. Kenapa tidak bilang kalau mau pergi kemana-mana?" ucap Anita sedikit merasa kesal dan khawatir pada anaknya tersebut.
"Iya mah... maaf. Aku hanya ingin membelikan eskrim ini untuk kalian" ucap Alexa sambil menunjukkan eskrim yang di bawanya.
"Hari ini cuaca lumayan panas, jadi Lexa pikir kalian juga pasti akan suka eskrim ini" lanjut Alexa sambil memegang eskrim tersebut di tangannya.
"Kamu dapat eskrim dari mana. Dan apa kamu sudah membayar nya?" ucap Anita pada Alexa dan sedikit bertanya dari mana dia mendapatkan uangnya.
Karena yang Anita tahu, dia tidak pernah memberikan uang pada anaknya supaya tidak jajan sembarangan dan lebih memilih untuk memberi bekal makanan langsung dari rumah.
"Mama tenang saja. Daddy kan sering memberiku uang jajan. Tapi aku selalu menyimpannya dan menabungkannya. Dan aku juga masih ingat mama melarang ku untuk tidak jajan di sekolah. Tapi sekarang aku ingin membelikan kalian eskrim ini karena kalian sudah menemaniku hari ini" ucap Alexa memberitahu ibunya.
Membuat Anita yang mendengar ucapan anaknya tersebut sedikit terharu karena anaknya begitu mendambakan kehadiran kedua orang tuanya bersama-sama hingga anaknya begitu senang dan membelikan eskrim sebagai tanda terima kasihnya pada kehadiran kedua orangtuanya tersebut.
"Tentu saja boleh. Sini biar Daddy yang duluan memakannya" ucap Alex tidak ingin mengecewakan anak laki-lakinya tersebut, sambil mengambil eskrim dari tangan anaknya.
"Ya Tuhan... Maafkan mama, nak. Rupanya kamu begitu senang sekali dengan kehadiran kami berdua" ucap Anita dalam hati, merasa dirinya sedikit egois dan membiarkan anaknya selama ini hidup tanpa kehadiran sosok ayah nya.
"Sayang... apa kamu hanya akan menatap eskrim pemberian anakmu itu?" ucap Alex pada Anita yang masih nampak terlihat melamun menatap eskrim tersebut, dan sengaja memanggil Anita dengan sebutan sayang karena merasa ada Alexa di hadapannya.
"Kalau kamu tidak mau, biar aku saja yang makan eskrimnya" ucap Alex kembali berbicara dan segera mengambil eskrim kedua dari tangan anaknya tersebut.
Membuat Anita kembali tersadar dari lamunannya dan hendak segera mengambil eskrim yang tadi di berikan padanya dari tangan Alex.
Namun Alex tidak langsung memberikan eskrimnya, dia sengaja mengerjai Anita dan membuatnya harus bersusah payah terlebih dahulu untuk mengambil eskrim tersebut dari tangannya.
"Enak saja, kembalikan... kembalikan eskrim itu. Eskrim itu kan sudah di belikan untuk ku" ucap Anita pada Alex, sambil berusaha mengambil eskrimnya dari tangan Alex yang di pegang nya, sengaja Alex di kiri dan ke kanan mengindari tangkapan Anita.
"Salah sendiri... Kenapa tadi malah membiarkan dan hanya menatap eskrim ini" ucap Alex menggoda istrinya tersebut.
"Sini kembalikan!" ucap Anita meminta eskrim nya sambil berjinjit yang kini Alex bergantian menaruh eskrim tersebut di atas kepalanya sendiri.
__ADS_1
Membuat mereka terlihat saling bermain merebutkan eskrim pemberian anaknya tersebut.
Sementara itu, diam-diam Alex menikmati kejailannya tersebut menggoda Anita.
"Ya ... ayo mah terus ambil mah. Jangan biarkan Daddy mengambilnya, mah" ucap Alexa menyemangati ibunya untuk mendapatkan eskrim dari tangan ayahnya.
Membuat Alexa nampak terlihat senang melihat kedua orang tuanya yang sedang saling merebutkan eskrim pemberiannya tersebut.
Membuat Anita juga nampak terlihat hendak memeluk Alex dalam mengambil dan merebut eskrimnya kembali.
Mereka nampak terlihat seperti anak kecil yang memperebutkan mainannya.
Namun kali ini, entah sengaja atau tidak tiba-tiba Anita hendak terpeleset dan tidak sengaja bibirnya malah menabrak wajah Alex saat dia terus berusaha mengambil eskrimnya yang terus di halang-halangi oleh Alex.
Membuat keduanya saling menatap satu sama lain dengan sangat dekat. Tiba-tiba di keduanya merasa hati mereka berdebar bersamaan.
Mereka masih nampak terlihat berpelukan, saat Alex dengan mudahnya menahan tubuh Anita yang hendak terjatuh di dadanya.
Dan Alexa yang melihat adegan romantis ayah dan ibunya tersebut segera berpura-pura menutup matanya dan berbalik arah meninggalkan mereka kembali berduaan.
"Opss... Aku tidak melihat nya. Daddy dan mama lanjutkan saja, aku akan mengambil eskrim ku sendiri" ucap Alexa saat melihat kedua orangtuanya terlihat romantis, dan segera pergi dengan alasan mengambil eskrim untuknya sendiri.
"Ehh .. tunggu... jangan pergi" teriak Anita pada anaknya meminta untuk tidak meninggalkannya.
"Aduuh... dasar anak kurang ajar. Dia malah meninggalkanku seperti ini" ucap Anita dalam hati, merasa tidak nyaman saat dirinya lagi-lagi di tinggal berduaan dengan Alex oleh anaknya. Terlebih saat ini dalam posisi yang sangat-sangat tidak nyaman menurutnya.
"Tuan.. bisa tolong lepaskan aku sekarang" ucap Anita pada Alex yang saat ini masih menatap dan menahannya untuk tidak jatuh.
Kemudian Alex pun tersadar, dan segera melepaskan Anita dari pelukannya.
Lalu diapun segera memberikan eskrim nya tersebut pada Anita.
"Maafkan aku..." ucap Alex meminta maaf.
"Ini eskrim milik mu" lanjut Alex berbicara sambil memberikan eskrim tersebut yang sudah mulai meleleh di dalam plastik.
"Yah... eskrim nya udah mulai meleleh.. Ini semua gara-gara anda, tahu. Sekarang bagaimana aku memakannya" ucap Anita nampak terlihat kesal dan bete pada Alex.
"Sudah... tidak perlu bersedih. Nanti biar aku yang ganti. Kalau perlu ku belikan dengan gerobak-gerobaknya" ucap Alex berniat menggantinya, namun dengan tingkah sombongnya.
Membuat Anita bertambah kesal dan segera berlari mencari anaknya tersebut tanpa menanggapi ucapan Alex tersebut.
"Lah... kok dia malah pergi. Apa yang salah dengan ucapan ku" ucap Alex merasa tidak sadar kalau ucapannya sedikit menyinggung perasaan Anita.
"Dasar... benar-benar perempuan yang aneh" lanjut Alex berbicara sendiri.
__ADS_1
Kemudian Alex pun segera menyusul mereka berdua dan berlari menghampiri mereka.