
Sementara itu, Alex dan Anita kini sedang berada di ruangan khusus untuk mengobati punggung Alex yang terkena tusukan pisau tadi.
Lalu tiba-tiba Lolita datang dan masuk ke ruangan tersebut untuk melihat keadaan ayahnya tersebut.
Lolita nampak terlihat khawatir dan sedikit menangis, takut terjadi sesuatu pada ayahnya tersebut.
"Daddy..." ucap Lolita sedikit berteriak dan menangis sambil berlari menghampiri ayahnya.
"Sayang, tenanglah. Daddy tidak apa-apa... Daddy baik-baik saja. Sudah kamu jangan menangis lagi" ucap Alex pada anaknya.
"Dimana adik mu?" ucap Alex pada Lolita, saat dia tidak melihat Alexa bersama dengan Lolita.
"Alexa aku titipkan pada Mbo Inah, Dad" ucap Lolita sambil sedikit menahan tangisnya.
"Baguslah kalau begitu... Ya sudah kamu jangan menangis lagi" ucap Alex pada anak perempuannya tersebut.
"Tapi kenapa Daddy bisa terluka seperti ini?" ucap Lolita bertanya pada ayahnya tersebut.
"Maafkan aku, Lolita. Gara-gara aku ayah mu jadi terluka seperti ini" ucap Anita, merasa bersalah dan menjawab pertanyaan Lolita untuk Alex.
Membuat Lolita mengarahkan pandangannya pada Anita. Namun Alex segera menghentikan ucapan Anita, tidak ingin membuat Anita bertambah merasa bersalah dan menyalahkan dirinya sendiri.
"Sudah sayang... ini semua bukan salah mu. Lebih baik sekarang kita kembali temui para tamu. Aku sudah tidak apa-apa" ucap Alex tidak ingin berlarut-larut melihat istri dan anaknya tersebut bersedih dan mengkhawatirkan keadaannya.
Kemudian mereka pun segera keluar dari ruangan tersebut dan kembali melihat para tamu.
Sementara itu Raja yang menunggu di luar dan menghindari pertemuannya dengan Alex dan Lolita segera bersembunyi di balik dinding hingga dia melihat Alex dan Anita pergi.
Kemudian dia segera menarik Lolita yang berada di belakang Alex dan Anita.
"Hey ... apa yang..." ucap Lolita hendak berteriak saat dirinya mulai merasa di tarik tanpa tahu siapa yang menarik nya.
"Kak Raja?" ucap Lolita saat melihat siapa yang telah menariknya.
"Sssutt..." ucap Raja berbisik-bisik pada Lolita, takut ketahuan Alex dan Anita.
"Maaf... aku membuatmu terkejut" ucap Raja meminta maaf.
__ADS_1
"Bagaimana keadaan ayahmu dan Anita?" lanjut Raja bertanya keadaan Alex dan Anita.
"Anita baik-baik saja... Tapi Daddy ku terkena tusukan pisau di bagian punggungnya" ucap Lolita nampak terlihat bersedih saat mengingat ayahnya terluka.
"Syukurlah kalau begitu" ucap Raja menanggapi ucapan Lolita tersebut. Namun membuatnya salah paham dengan ucapan Raja, di kiranya Raja mensyukuri kecelakaan yang terjadi pada ayahnya tersebut.
"Maksud kak Raja apa?" ucap Lolita bertanya dengan nada kesal dan salah pahamnya.
"Tit... tidak. Maksud ku tidak seperti itu. Kamu jangan salah paham dulu, Lolita" ucap Raja, bermaksud menjelaskan ucapannya tersebut.
"Sudahlah... Lebih baik aku menemui adikku saja" ucap Lolita sedikit tersinggung dan segera pergi untuk menemui adik laki-lakinya dan meninggalkan Raja di tempat.
Sementara itu, tuan Hartono dan nyonya Maia menghampiri Alex dan berniat melihat keadaannya tersebut yang sempat mendengar apa yang terjadi padanya.
Dan Raja yang di tinggal pergi Lolita begitu saja, hanya dapat menggeleng kepalanya merasa serba salah untuk memahami wanita yang tiba-tiba kembali kesal dan salah paham padanya.
Lalu beberapa saat kemudian, Raja pun segera beranjak dari tempatnya berdiri saat ini.
Dia segera kembali ke dalam acara tersebut, meski dirinya tidak begitu suka dengan acara-acara pesta tersebut.
Raja kembali sendiri dengan minuman di tangannya sambil melihat ke arah Alex dan Anita yang sedang berbicara dengan kedua orang tuanya.
Sementara itu, Lolita yang sedang mencari adik laki-lakinya merasa sedikit khawatir, takut terjadi sesuatu pada adiknya tersebut seperti yang di alami oleh ayahnya.
Dia segera memanggil-manggil Alexa dan Mbo Inah untuk melihat keadaan mereka berdua.
Hingga akhirnya dia menemukan mereka sedang berada di ruangan yang cukup jauh dari tempat pesta Alex dan Anita.
Rupanya Alexa tidak suka dengan keramaian, membuatnya mengajak Mbo Inah untuk menjauh dari acara pesta tersebut.
Meskipun acara pesta tersebut adalah acara ibu dan ayahnya, tapi hal tersebut membuatnya tidak nyaman dan bosan. Karena tidak ada teman seusianya yang dapat dia ajaknya main.
Kemudian Lolita segera menghampiri adiknya tersebut.
"Sayang... kenapa kamu malah main disini?" ucap Lolita bertanya pada adik laki-lakinya tersebut.
"Aku bosan, kak" ucap Alexa pada kakak perempuannya.
__ADS_1
"Tadi kak Loli kemana. Kenapa ninggalin aku" lanjut Alexa dan bertanya pada Lolita.
"Maaf sayang... Kak Loli lupa" ucap Lolita.
"Ya sudah sekarang kak Loli temenin kamu, ya" lanjut Lolita mencoba membujuk adiknya tersebut supaya tidak merasa bosan lagi.
Kemudian Lolita pun segera membawa Alexa bersamanya dengan di ikuti Mbo Inah di belakangnya.
Sementara itu, beberapa jam kemudian acara pun telah selesai dan orang-orang mulai kembali ke rumahnya masing-masing, termasuk Alex dan keluarganya.
Sesampainya di rumah Alex, Anita nampak sudah berganti pakaian dengan membawakan air hangat untuk mengompres luka Alex yang tadi sempat terkena tusukan senjata tajam.
Kemudian perlahan-lahan Anita mulai membantu Alex untuk membuka pakaiannya agar dapat di lihat kondisi lukanya tersebut.
Sesekali Alex nampak terlihat merintih, merasa perih di bagian luka saat Anita mulai mengoleskan salep luka di punggungnya tersebut.
Dan saat yang bersamaan Anita ikut merasa terluka dan merasa bersalah, mengingat apa yang terjadi pada Alex karena ulah pamannya.
Kemudian dengan perasaan bersalah dan sedikit menangis, Anita mulai berbicara dan kembali meminta maaf pada Alex atas apa yang telah dilakukan pamannya tersebut.
Dia tidak mengira bahwa pamannya akan melakukan hal tersebut setelah beberapa tahun berlalu.
Anita tidak mengerti, kenapa pamannya begitu jahat dan menginginkan dirinya untuk mati, seperti saat ini.
Namun Alex yang dapat memahami kekhawatiran dan kesedihannya, segera membuat Anita menghentikan tangisan rasa sedihnya dan segera menggoda untuk membuat Anita kembali tersenyum di hadapannya.
Sementara itu di kamar Lolita, dia nampak termenung dan terlihat sedang memikirkan sesuatu.
Namun entah apa yang di pikirkannya, tapi hal tersebut mampu membuat Lolita terlihat seperti orang gila yang nampak kadang-kadang tertawa, senang, bahagia juga terlihat kesal dan berbicara sendiri.
Lalu dalam kesendiriannya, tiba-tiba pintu kamar Lolita terbuka tanpa dia sadari.
Rupanya yang tengah masuk kedalam kamar Lolita adalah adik laki-lakinya.
Alexa merasa sedikit kesepian di kamarnya. Dia ingin bertemu dengan ayah dan ibunya sebelum dia tertidur malam ini.
Namun rupanya, Alexa juga tidak ingin membuat ayah dan ibunya merasa terganggu setelah pulang dari acara pesta resepsi pernikahan mereka.
__ADS_1
Hingga akhirnya Alexa lebih memilih untuk masuk ke kamar Lolita dan mengganggu kakak perempuannya tersebut.