
"Apa itu benar Raja?... Tapi sejak kapan kamu suka naik wahana permainan?" ucap nyonya Maia masih sedikit curiga dengan apa yang di ucapakan Lolita padanya.
Membuat Raja juga merasa kaget dan menatap Lolita dengan sedikit bingung.
"Se...sejak dia mengajakku main, Mi" ucap Raja dengan terbata-bata mencoba meyakinkan ibunya tersebut.
"Main?.." ucap nyonya Maia merasa bingung kembali.
"Main wahana, Mi. Memangnya mami pikir main apa?" ucap Raja di sampingnya.
"Ohh... Mami pikir...Ah sudahlah lupakan. Lalu sekarang apa hubungan kalian sebenarnya?" ucap nyonya Maia sambil bertanya kembali.
"Oh.. itu, tante. Di antara kami ti..." ucap Lolita menanggapi ucapan mami Raja dan hendak menjelaskan bahwa di antara mereka tidak ada hubungan apapun, selain hanya kenal dari sahabat mereka, yaitu Anita.
"Di..dia pacar ku, Mih" celetuk Raja mendahului penjelasan yang ingin di sampaikan Lolita pada ibunya tersebut.
"Apa?" ucap Lolita merasa terkejut dan bingung saat mendengar apa yang di katakan Raja pada ibunya.
Kemudian Raja segera berpindah tempat ke samping Lolita untuk berbisik kepadanya meminta bantuan untuk berbohong pada Mami nya.
"Apa kau serius Raja... Ini pacar yang kamu mau kenalin sama mami itu?" ucap nyonya Maia nampak terlihat senang mendengar anaknya memperkenalkan Lolita sebagai pacarnya.
"Tentu saja, Mih... Itu kan yang mami ingin kan datang kesini, untuk melihat calon mantu mami" ucap Raja meyakinkan ibunya.
Namun hal tersebut membuat Lolita seketika terdiam, mengedip-ngediokan mata dan merasa serba salah. Seolah apa yang terjadi saat ini adalah mimpi.
Dia tidak mengira datang ke apartemen untuk memberikan undangan pada Raja malah berakhir dengan kebohongan untuk menipu orang tua Raja.
"Ti.. tidak, Tante" ucap Lolita hendak kembali memberitahu yang sebenarnya pada nyonya Maia.
"Sayang... kau ini mau bicara apa pada Mami?" ucap Raja setelah dia tiba-tiba mencium Lolita di pipinya untuk membuat lolita terdiam dan tidak bicara yang sebenarnya pada ibunya.
"Kau sudah berbohong pada mami ku tadi. Dan sekarang kau harus membantuku untuk berpura-pura menjadi pacarku. Aku mohon bantu aku" ucap Raja berbisik-bisik di telinga Lolita sambil membawa paksa Lolita ke tempat yang cukup jauh dari ibunya, supaya tidak mendengar apa yang akan dia bicarakan dengan Lolita.
"Kak Raja apa yang kau lakukan. Tolong lepaskan aku" ucap Lolita sedikit kesal setelah Raja berhasil membawanya ke ruangan lain untuk menghindari ibunya.
"Aku akan melepaskan mu, tapi dengan syarat kau harus mau membantuku" ucap Raja sambil menutup mulut Lolita yang menurutnya terlalu berisik dan akan membuat maminya merasa curiga.
"Hemm... " ucap Lolita berdehem dengan mulut yang di bekap sambil menganggukkan kepalanya bertanda setuju dengan apa yang di katakan Raja padanya.
"Apa kau bersumpah?" ucap Raja memastikan kembali, yang di jawab anggukan kembali oleh Lolita.
Kemudian Raja pun perlahan melepaskan Lolita dari kungkungannya.
"Ihh... kak Raja apaan sih. Kenapa juga aku harus mengikuti ucapan, kak Raja" ucap Lolita merasa kesal setelah dirinya di lepaskan.
"Aku kesini tuh cuma ingin memberikan undangan ini" lanjut Lolita sambil mengambil undangan dari tasnya dan memberikannya pada Raja.
"Undangan resepsi pernikahan Anita?" ucap Raja saat melihat undangan resepsi pernikahan Anita dan Alex.
"Iya, dan resepsinya minggu depan" ucap Lolita dan memberitahu kapan pelaksanaannya.
"Aku sudah memberikan undangan itu, dan sekarang aku mau pulang" lanjut Lolita dengan raut wajah kesalnya dan hendak pergi meninggalkan Raja.
"Tunggu... Kau tidak bisa pulang begitu saja" ucap Raja sambil menghentikan langkah Lolita dengan menggenggam tangannya cepat.
"Tidak bisa.. aku mau pulang. Dan aku tidak mau mengikuti ucapan kak Raja untuk membohongi tante" ucap Lolita bersikeras untuk menolak permintaan Raja padanya.
"Baiklah... " ucap Raja sambil melepaskan tangan Lolita.
__ADS_1
Dan Lolita hendak melangkah meninggalkan Raja kembali.
Namun di saat dia hendak benar-benar ingin pergi meninggalkan Raja di tempat, tiba-tiba Raja kembali berbicara dan sukses membuat Lolita tidak dapat melangkahkan kakinya keluar ruangan tersebut.
"Tapi... jika kau pergi dan tidak ingin membantuku, maka aku akan mengacaukan pesta pernikahan Anita dengan ayahmu itu" ucap Raja kembali, dan berhasil menghentikan langkah Lolita.
"Maksud kamu apa?" ucap Lolita setelah kembali dan berhadapan dengan Raja sambil menyilangkan kedua tangannya di dada.
"Aku tahu, kau pasti tahukan kalau aku jatuh cinta pada sahabat mu itu, Anita" ucap Raja sambil mendekatkan wajahnya di telinga Lolita.
"Dan jika aku mau, aku bisa membuat ayahmu dan Anita berpisah kembali" lanjut Raja menakut-nakuti Lolita untuk memisahkan orang-orang yang di sayanginya tersebut.
"Kamu.." ucap Lolita merasa sediki marah, tidak percaya bahwa Raja akan dapat melakukan apa yang dikatakannya tersebut.
"Terserah kamu.. Aku mengenalkan Anita sebagai calon istri ku atau... kamu yang akan berpura-pura menjadi pacarku" ucap Raja kembali menakut-nakuti Lolita dan berusaha meyakinkannya supaya mau membantu untuk menjadi pacar bohongan nya.
"Baiklah... Aku akan membantu mu. Tapi... awas saja kalau sampai kamu berani mengganggu hubungan Anita dan daddy ku lagi" ucap Lolita dengan terpaksa sambil menunjuk wajah Raja dan dengan nada ancaman.
"Nah, begitu kan lebih baik" ucap Raja pada Lolita sambil dengan sedikit tersenyum merasa berhasil menakut-nakuti Lolita untuk memisahkan orang-orang tersayangnya.
Sementara itu, nyonya Maia yang menunggu di ruang tamu merasa curiga dan sedikit kesal menunggu terlalu lama Lolita dan anaknya tersebut.
"Mereka sedang apa, sih. Kok lama banget di dalam kamar. Apa mereka tidak menganggap ku ada disini?" ucap nyonya Maia mulai kesal dan uring-uringan sendiri.
"Apa jangan-jangan Raja sedang membohongi ku, dan meminta wanita itu untuk menjadi pacar bohongannya?. Seperti di film-film itu" lanjut nyonya Maia berbicara sendiri dan mulai menerka-nerka, merasa curiga.
"Sudahlah... lebih baik aku samperin dan menanyakannya langsung pada mereka" ucap nyonya Maia sambil berdiri dan melangkah menuju kamar anaknya.
"Sayang... Raja... Kenapa kalian belum keluar juga. Cepat keluar... tidak baik anak laki-laki dan perempuan berada dalam satu ruangan sebelum menikah" ucap nyonya Maia setelah berada di depan kamar anaknya tersebut.
"I.. iya mi, sebentar" ucap Raja menanggapi ucapan ibunya dari dalam kamar.
"sebenarnya apa yang kamu bicarakan dengan pacar mu itu. Kenapa harus menghindari mami dan masuk ke dalam kamar?" ucap nyonya Maia merasa sedikit aneh dengan sikap anak nya tersebut yang tiba-tiba membawa masuk perempuan kedalam kamar dan menghindari dirinya.
"Wah.. bagaimana ibumu bisa tahu?" ucap Lolita merasa heran sambil tetap menatap Raja.
"Luar biasa, ibu mu benar-benar hebat, dia bisa mengetahui akal bulus anak nya sendiri" lanjut Lolita berbicara sambil sedikit menyindir Raja.
"Diam kau, jangan banyak bicara" ucap Raja merasa kesal pada Lolita.
"Tidak bisa.. Ibu mu sudah curiga dan tahu. Kalau begitu aku tidak jadi membantu mu" ucap Lolita tidak ingin diam begitu saja.
"Kau..." ucap Raja pada Lolita dengan menampakkan wajah marahnya.
"Kenapa?... Jangan memasang wajah seperti itu. Aku tidak takut..." ucap Lolita tidak ingin kalah debat dan tidak merasa takut pada Raja, sambil kembali mencoba untuk pergi dari kamar tersebut.
Tapi lagi-lagi Raja segera menarik tangannya dan menempelkan tubuh Anita pada dinding samping pintu, saat Lolita hendak membuka pintu kamar.
Raja tidak segan-segan lagi untuk membuat Lolita supaya benar-benar mau membantunya, dia melakukan cara apapun agar Lolita menurut padanya.
"Lepaskan aku, kalau tidak aku akan berteriak dan mami mu itu akan tahu kalau kamu telah membohonginya" ucap Lolita pada Raja saat tubuhnya mulai di tempelkan ke tembok dengan di tahan oleh Raja.
Dengan mata yang dia tutup rapat dan merasa tidak nyaman karena Raja menekan tubuhnya sambil bertelanjang dada.
Entah Raja sadar atau tidak, bahwa dirinya dari tadi berbicara dengan Lolita tanpa berpakaian dengan baik dan benar setelah keluar dari kamar mandi tadi.
Tentu hal itu membuat Lolita benar-benar tidak nyaman, terlebih dengan posisi saat ini yang membuatnya tidak dapat bergerak sama sekali.
"Apa kau yakin, kau tidak akan membantuku?" ucap Raja dengan tawa jahatnya sambil terus menakut-nakuti Lolita untuk berbuat sesuatu yang lebih padanya.
__ADS_1
"Baiklah... baik aku akan membantu mu. Tapi lepaskan dulu aku" ucap Lolita kembali menerima tawaran Raja.
"Tapi kau tidak bisa di percaya. Dari tadi kau bilang akan membantuku tapi beberapa saat kemudian kau berubah pikiran lagi" ucap Raja merasa tidak percaya dengan omongan Lolita yang terus membohonginya.
"Tidak... kali ini aku serius. Aku janji, aku akan membantu mu. Tapi... cepat lepaskan aku dulu" ucap Lolita sambil tetap menutup matanya, tidak ingin menatap tubuh Raja yang bertelanjang dada di hadapannya.
Sementara itu, nyonya Maia masih berada di depan pintu kamar tersebut. Dia sudah mulai tidak sabar menunggu anaknya keluar dengan membawa seorang wanita ke dalamnya.
"Kenapa mereka belum keluar juga. Sebenarnya apa yang mereka lakukan di dalam. Membuat ku berpikir yang tidak-tidak saja" ucap nyonya Maia berbicara sendiri di depan pintu kamar anaknya.
"Lebih baik aku buka sendiri saja" lanjut nyonya Maia berbicara sambil memegang gagang pintu dan hendak membukanya.
"Sepertinya tidak dikunci, baguslah kalau begitu" ucap nyonya Maia.
Namun saat Raja mulai mendengar pintu kamarnya hendak di buka dan tahu siapa yang akan membuka pintu tersebut dia tidak langsung melepaskan Lolita dan malah tiba-tiba mencium bibir Lolita.
Hal tersebut dia lakukan untuk meyakinkan ibunya bahwa di antara mereka memang ada hubungan spesial, setelah tadi dia mendengar ibunya meragukan hubungan di antara mereka.
Dan tepat saat ibunya membuka pintu, Raja melakukan hal tersebut pada Lolita.
Membuat mata Lolita seketika terbelalak menerima ciuman dadakan tersebut dan tangannya seolah meminta tolong pada ibunya Raja untuk melepaskan dirinya dari perbuatan anaknya tersebut.
Melihat hal tersebut tentu membuat nyonya Maia juga ikut terkejut dan segera memukul Raja atas apa yang tengah di lakukannya pada seorang wanita yang belum di nikahinya di dalam kamar berduaan.
"Raja... Apa yang kau lakukan. Dasar anak nakal. Cepat lepaskan dia..." ucap nyonya Maia sambil memukul anaknya tersebut.
Kemudian Raja pun segera melepaskannya dan Lolita segera menghampiri nyonya Maia untuk bersembunyi di belakang punggungnya sambil menangis seperti anak kecil.
"Tante... Tolong aku" ucap Lolita sambil menangis di belakang punggung nyonya Maia.
"Ampun Mi... Maafkan aku, Mi. Aku lupa ada mami disini" ucap Raja sambil menghindari pukulan ibunya tersebut.
"Apa kamu bilang... Jadi maksud kamu kalau mami gak ada disini, kamu juga akan melakukannya, begitu?" ucap nyonya Maia tambah marah.
"Enggak, Mi. Enggak gitu" ucap Raja mencoba memberi pengertian pada ibunya.
"Lihat dirimu itu, dari tadi tidak pakai baju. Apa kau sengaja ingin menggoda pacarmu ini, hah?" ucap nyonya Maia sambil tetap memukul anaknya tersebut dan memberitahu Raja bahwa dia dari tadi tidak mengenakan pakaian dengan lengkap dan benar.
"Maaf, Mih. Aku lupa.." ucap Raja sambil menutup tubuhnya dengan tangan, baru sadar kalau dari tadi dia tidak mengenakan pakaian.
Kemudian nyonya Maia pun menghentikan pukulannya dan segera membawa Lolita keluar dari kamar anaknya tersebut.
"Ayo sayang.. Sekarang kita keluar dulu, biarkan dia berpakaian dulu dengan benar" ucap nyonya Maia pada Lolita sambil membawanya pergi keluar.
Lolita pun mengikutinya dengan di gandeng sambil tetap menangis merasa di lecehkan.
Sementara itu Raja segera berpakaian lengkap setelah mereka berdua keluar dari kamarnya.
Dia berharap ibunya akan percaya bahwa diantara dirinya dan Lolita ada hubungan yang terjalin.
"Sayang... maafkan anak tante, ya. Kamu jangan menangis lagi. Nanti tante akan memberitahu Raja dan menghukumnya" ucap nyonya Maia atas apa yang di lakukan anaknya tersebut.
"Kamu jangan marah. Tolong maklumin anak tante, ya. Dia baru pertama kali pacaran, jadi mungkin dia juga baru pertama kali melakukannya" ucap nyonya Maia yang baru pertama kali tahu anaknya berpacaran dan melihat sendiri mencium seorang wanita hingga menangis di hadapannya
"Apa maksud Tante pertama kalinya?. Ini kedua kalinya dia tiba-tiba mencium ku. Waktu itu di hadapan banyak orang dan sekarang di hadapan, Tante.... Aku kan jadi malu, Tante..." ucap Lolita sambil menangis seperti anak kecil di hadapan nyonya Maia tanpa perduli lagi rasa malu yang ia rasakan.
"Apa dua kali?" ucap nyonya Maia merasa terkejut mendengar hal tersebut.
"Ya Tuhan... Aku tidak menyangka Raja dapat melakukannya, bahkan di depan banyak orang. Tapi baguslah, berarti mereka berdua memiliki hubungan yang spesial" ucap nyonya Maia dalam hati.
__ADS_1
"Aku pikir tadi mereka berpura-pura pacaran dan ingin membohongiku... Kalau begitu aku harus cepat-cepat membuat mereka segera menikah" lanjut nyonya Maia dalam hati.
"Sudah sayang... tenanglah. Tante pastikan Raja akan mendapatkan hukumannya. Sekarang kamu jangan menangis lagi, ya" ucap nyonya Maia mencoba menenangkan.