
Saat Anita merasa kaget dan syok dengan apa yang terjadi. Anita segera masuk dan kembali ke dalam kamar tadi.
Anita merasa bingung dan serba salah, kenapa kejadiannya serba kebetulan.
Lama Anita di dalam kamar mencoba memahami apa yang sebenarnya terjadi.
Sembari mengingat-ingat semua kejadian saat pertama kali bertemu dan berkenalan dengan Alex sebagai ayahnya Lolita.
Namun sayangnya saat itu, baik Anita maupun Alex tidak pernah sadar kalau mereka sudah berkenalan tapi tidak saling mengenal wajah masing-masing.
Anita tidak menyangka selama ini dia telah membenci dan memusuhi ayah sahabatnya sendiri, yang tidak lain dan tidak bukan ialah Alexander Wijaya yang selama ini Anita kenal sebagai tua bangka pembawa sial bagi dirinya.
Sekarang Anita merasa bingung bagaimana nantinya dia akan bersikap pada Alex. Dia mulai merasa pusing sedikit setres memikirkan hal tersebut.
Kemudian terdengar suara pintu kamarnya di ketok.
"tok.. tok... tok" suara pintu diketok.
"Non ini Mbo... Boleh Mbo masuk?" tanya Mbo Inah di balik pintu.
"Masuk aja Mbo" ucap Anita membolehkan Mbo Inah masuk.
"Non tidak apa-apa, kan?" tanya Mbo Inah merasa khawatir, yang di jawab gelengan oleh Anita pelan.
"Lalu kenapa non tiba-tiba teriak tadi?" lanjut Mbo Inah sopan, kembali bertanya saat mengingat dan mendengar Anita tadi berteriak, tapi Anita tetap menggelengkan kepalanya.
Namun terlihat dari raut wajahnya yang terlihat setres dan bingung membuatnya nampak pucat. Dan hal itu terlihat oleh Mbo Inah.
"Tapi wajah non terlihat pucat. Apa non sakit?" tanya Mbo Inah saat menyadari raut wajah Anita.
"Aku baik-baik aja, Mbo" lirih Anita.
"Coba Mbo periksa" ucap Mbo Inah merasa khawatir sambil menyentuh pelipis Anita sesaat.
"Non Anita demam. Ya sudah, non istirahat dulu saja. Nanti Mbo bilangin tuan kalau non tidak bisa mengantarkan makan siang hari ini" ucap Mbo Inah lalu memberi tahu.
"Ja... jangan Mbo" ucap Anita terbata-bata menolak untuk Mbo Inah memberitahu tuannya.
"Ini hari pertama saya bekerja, nanti tuan tidak suka dan marah, kalau saya tidak bisa bekerja di hari pertama saya" ucap Anita.
Merasa tidak enak hati pada Mbo Inah, karena sebenarnya dia memang tidak kenapa-napa. Hanya terlalu syok menerima kenyataan yang ada, sehingga membuatnya merasa setres dan terlihat pucat dan panas.
__ADS_1
"Mbo tidak perlu khawatir. Ini hanya demam biasa. Saya hanya perlu istirahat sebentar. Nanti juga sembuh sendirinya" ucap Anita meyakinkan.
"Dan satu lagi Mbo. Mbo jangan memanggil saya non. Saya sekarang disini juga bekerja, sama seperti Mbo. Mbo panggil saya Anita saja, ya" pinta Anita pada Mbo Inah, yang dijawab anggukan olehnya.
"Ya sudah sekarang nak Anita istirahat saja dulu. Nanti kalau makanannya sudah siap Mbo panggil nak Anita lagi, untuk mengantarkan makan siang tuan Alex" ucap Mbo Inah lembut.
"Iya Mbo. Makasih" ucap Anita sambil sedikit tersenyum.
Beruntung Mbo Inah tidak terlalu banyak bertanya. Tidak terlalu kepo menanyakan bagaimana Anita bisa sampai bekerja sebagai asisten pribadinya tuan Alex di rumah tersebut.
Sementara Mbo Inah sendiri sudah tahu kalau Anita sebelumnya ialah teman anak majikannya.
Namun berbeda dengan beberapa pelayan wanita yang seusia dengan Anita. Mereka merasa iri dan tidak suka dengan kedatangannya.
Selain sebelumnya mereka tahu bahwa Anita teman anak majikannya, namun tiba-tiba mendadak menjadi asisten pribadi tuannya.
Tentu hal itu membuat mereka yang tidak suka dengan Anita semakin berburuk sangka padanya.
Terlebih saat mereka tahu siapa yang semalam di bopong oleh tuannya, ternyata Anita. Mereka berpikir Anita sengaja memanfaatkan keadaan dan situasi.
Dimana Lolita sebagai temannya Anita sedang pergi keluar negri dan Anita sengaja menggoda tuannya yang tidak lain dan tidak bukan ialah bapak temannya sendiri, pikir mereka tentang Anita.
Namun tentunya Alex tidak tahu hal itu.
Mbo Inah berniat untuk memanggil Anita dan menyuruhnya untuk makan terlebih dahulu sebelum mengantarkan makan siang ke kantor tuannya.
Namun sebelum menjalankan niatnya, Anita sudah berada di hadapannya saat Mbo Inah menyiapkan rantang berisi makan siang Alex.
"Ehh nak Anita. Baru saja Mbo mau manggil" ucap Mbo Inah saat Anita sudah berada di hadapannya di depan meja dapur.
"Bagaimana. Sudah mendingan?" lanjut Mbo Inah bertanya, mengingat terakhir kali meninggalkan Anita sedang kurang sehat.
"Sudah Mbo" ucap Anita menanggapinya.
"Oh iya... Apa makan siang tuan Alex sudah siap?" tanya Anita pada Mbo Inah.
"Sudah. Tapi nak Anita makan dulu, ya. Dari tadi pagi sepertinya belum makan" ucap Mbo Inah sambil menyuruh Anita untuk makan terlebih dahulu.
"Iya Mbo. Makasih" ucap Anita tersenyum simpul.
Kemudian Anita pun hendak makan terlebih dulu, mengingat dirinya memang belum sarapan dari tadi pagi.
__ADS_1
Lalu dua orang pelayan wanita tiba-tiba masuk ke dapur. Kemudian mulai nyinyir saat melihat Anita baru makan dua suapan.
"Iihh... lihat deh, Cha. Belum sehari kerja, udah bangun siang banget, udah gitu makan duluan dari kita" nyinyir Markonah alias Mawar pada temannya yang bernama Icha.
"Iya benar, War. Gak tau diri banget ya tu orang. Mentang-mentang tuan Alex bapak temennya" ucap Ichih alias Icha menanggapi teman nyinyir nya.
Sementara Anita yang mendengar nyinyiran tersebut membuatnya tiba-tiba merasa kenyang dan sedikit kesal.
Namun Anita tidak mau memperdebatkan hal itu. Dia segera pamit pada Mbo Inah tanpa menghabiskan makanannya terlebih dahulu.
Segera Anita membawa rantang makan siang untuk diantarkannya ke kantor Alex.
"Mbo saya pergi dulu, ya" ucap Anita pada Mbo Inah yang masih berada di sampingnya.
"Tapi nak, kamu belum menghabiskan makanannya" ucap Mbo Inah yang melihat makanan Anita belum habis.
"Maaf Mbo tapi saya sudah kenyang" ucap Anita merasa tidak enak hati, tapi dia lebih tidak enak jika harus mendengarkan nyinyiran para pelayan tersebut.
Anita pun segera pergi setelah berbicara pada Mbo Inah.
Sementara itu, Mbo Inah yang merasa heran dengan sikap para pelayan juniornya, juga ikut kesal mendengar nyinyiran mereka.
"Mulut kalian ini. Apa belum pernah di sekolahkan, hah" kesal Mbo Inah tapi masih dengan nada lembutnya.
"Yee... si Mbo ini. Mana ada mulut di sekolahin" seloroh Markonah alias Mawar melawan perkataan Mbo Inah.
"Hemhh..." Mbo Inah hanya berdehem dan menarik nafasnya lalu menggelengkan kepalanya merasa jengah dengan dua gadis di hadapannya tersebut.
Kemudian Mbo Inah pergi melanjutkan pekerjaannya yang lain.
Sementara Anita yang hendak mengantarkan makan siang Alex, merasa bingung. Dia belum sempat mengambil uang di tabungannya dan uang terakhir yang dia pegang sudah habis saat membayar makan nasi goreng semalam.
Lalu saat dia keluar dari rumah seorang sopir menghampirinya.
"Non Anita mau mengantarkan makan siang tuan, kan?" tanya sopir yang bernama pak Amin saat sudah berhadapan dengan Anita.
"Iya pak, kok tahu" ucap Anita lalu bertanya balik.
"Iya. Soalnya tadi tuan sudah menyuruh saya untuk antar jemput non ke kantor tuan. Mari saya antarkan non" ucap pak Amin menjelaskan lalu meminta Anita untuk masuk ke dalam mobil.
"Terima kasih, pak" ucap Anita menanggapinya.
__ADS_1
Membuat Anita merasa lega, tidak perlu lagi mengkhawatirkan bagaimana cara untuk sampai ke kantor Alex mengantarkan makan siangnya.
Kemudian mereka pun segera berangkat menuju ke kantor Alex.