Jodohku Ayah Sahabatku

Jodohku Ayah Sahabatku
Tiba-Tiba Menghilang


__ADS_3

Setelah itu, orang-orang mulai membicarakan Alex. Terlebih saat mereka mulai melihat beberapa orang yang tiba-tiba mengikuti Alexa kemana-mana.


Mereka merasa heran melihat Alexa yang di ikuti para bodyguard yang nampak terlihat protektif menjaga Alexa.


Ini pertama kalinya mereka melihat Alexa seperti itu.


"Alexa... mereka siapa?" tanya teman perempuan yang biasa bermain bersama Alexa.


"Hay Lisa" sapa Alexa pada teman perempuannya.


"Daddy bilang mereka para bodyguard yang akan selalu menjaga ku dari orang-orang jahat" ucap Alexa dengan polosnya.


"Daddy?. Apa kamu sudah bertemu dengan ayahmu?" tanya anak perempuan tersebut saat mendengar Alexa mengatakan Daddy padanya.


"Iya benar. Aku sudah bertemu dengan ayahku... Kata kak Loli aku harus memanggil ayah ku Daddy, katanya biar keren" ucap Alexa berterus terang.


"Wah... hebat. Kamu juga punya kakak?" ucap anak perempuan tersebut nampak antusias mendengar cerita Alexa.


"Tentu saja. Kakak ku juga cantik dan juga keren. Bahkan kami punya rumah yang sangat besar seperti istana" ucap Alexa membanggakan kakak perempuan dan rumah besarnya.


"Kau jangan berbohong. Mana mungkin ayahmu punya rumah sebesar itu. Kata ibu ku, kau itu anak haram yang di tinggalkan ayahmu sendiri. Jadi tidak mungkin ayahmu tiba-tiba datang dan membawa mu ke rumah besar" ucap anak laki-laki rese yang menyebalkan saat mendengar Alexa bercerita pada teman perempuannya.


"Dasar pembohong. Anak haram..." lanjut anak laki-laki tersebut berkata kasar. Entah didikan apa yang di ajarkan orang tuanya hingga anak sekecil tersebut dapat berkata kasar seperti itu pada temannya.


"Heh... bocah kecil apa yang kau katakan pada tuan muda kami. Dasar anak nakal, apa ibu mu tidak mengajarimu sopa nn santun?" ucap salah satu bodyguard yang merasa kesal mendengar perkataan anak kecil tersebut sambil memangku ke atas menakut-nakutinya.


Hingga membuat anak laki-laki tersebut menangis ketakutan memanggil-manggil ibunya.


"huaaaah... mamah... mamah... ada orang jahat" teriak dan menangis anak tersebut dengan histeris memanggil ibunya.


Membuat ibu-ibu yang sedang bergosip menunggu anaknya yang sedang bermain mendadak melihat ke arah anak tersebut.


Terlihat ibu-ibu yang merupakan orang tuanya bergegas menghampiri anaknya yang sedang di angkat ke atas oleh salah satu bodyguard Alex.


"Heh apa-apaan kau ini. Berani-beraninya menakut-nakuti anakku. Cepat turunkan anakku" ucap ibu-ibu dari anak laki-laki tersebut sambil mencoba memukul-mukul bodyguard Alex.

__ADS_1


"Oh jadi anda ibu anak nakal ini" ucap bodyguard tersebut tidak perduli dia di pukuli terus-terusan oleh ibu tersebut.


"Apa kau bilang, anak nakal?. Enak saja kalau kau bicara" ucap ibu tersebut tidak terima anaknya di bilang nakal sambil tetap terus memukul bodyguard tersebut.


Tiba-tiba Alex datang dan melihat situasi tersebut.


"Berhenti. Turunkan anak itu" ucap Alex saat melihat bodyguard nya sedang mengangkat anak orang lain hingga membuatnya menangis.


"Baik, tuan" ucap bodyguard langsung mengikuti perintah Alex dan menunduk cepat seperti robot sambil menurunkan anak tersebut.


"Apa yang kau lakukan. Kenapa membuat anaknya menangis?" ucap Alex dengan memasang wajah dinginnya.


"Maaf tuan, anak ini berbuat nakal dan berkata kasar pada..."


"Enak saja. Tidak mungkin anak ku berbuat nakal kalau tidak ada sebabnya" sela orang tua anak tersebut membela anaknya sebelum mendengar bodyguard tersebut berkata lebih lanjut.


"Benar itu mah. Aku tidak nakal, aku hanya berkata apa adanya. Alexa itu pembohong, dia bilang sudah bertemu dengan ayahnya dan dia juga bilang ayahnya punya rumah besar seperti istana. Jadi pasti Alexa sedang berbohong kan, mah?" ucap anak laki-laki tersebut membela diri dan mencari pembenaran dari ibunya.


"Itu benar sayang. Kau tidak salah" ucap ibu tersebut masih berbangga membela anaknya.


"Dan bukan kah mamah juga yang bilang padaku kalau Alexa itu anak haram yang tidak punya ayah, kan?" ucap kembali anak tersebut, tidak tahu kalau dirinya sedang mempermalukan ibunya sendiri dengan berkata seperti itu.


"Sudah cukup, sayang. Kau terlalu banyak bicara" ucap ibu tersebut menghentikan anaknya pelan, mulai merasa malu melihat ibu-ibu lain menatapnya dengan tatapan mengintimidasi setelah mendengar anaknya sendiri berkata seperti itu.


"Dan siapa kau sebenarnya. Kenapa membuat anakku menangis ketakutan seperti tadi?" lanjut ibu tersebut berbicara pada bodyguard Alex dengan nada marah nya.


"Cukup... Mana anakku sekarang?" ucap Alex tidak tahan mendengar ibu tersebut terlebih setelah mendengar sendiri anaknya di hina seperti itu.


"Maaf tuan. Tuan muda ada di..." ucap bodyguard hendak memberi tahu Alexa ada di mana, namun saat melihat ke arah yang tadi ada Alexa sudah tidak ada.


"Cepat cari anakku sampai ketemu" ucap Alex nampak terlihat marah saat mengetahui anaknya sudah tidak ada.


Sementara itu, ibu-ibu yang tadi membela anaknya nampak terkejut dan kaget setelah mengetahui orang yang sedang terlihat marah tersebut adalah ayah dari anak yang selama ini dia pandang rendah.


Dan dia mulai menyadari bahwa ayah Alexa sepertinya bukan orang sembarangan. Membuat nya tiba-tiba merasa ketakutan dan ngeri.

__ADS_1


"Dan kau... Jangan bicara apa-apa lagi tentang anakku ataupun Anita. Aku adalah ayahnya Alexa dan suami sah Anita. Dan ajarkan anak mu itu sopan santun dengan benar" lanjut Alex berkata dengan nada sinis dan dinginnya, namun mampu membuat ibu-ibu tersebut tiba-tiba bergidik ngeri dan terdiam.


Kemudian Alex perlahan segera ikut mencari anak laki-laki nya tersebut setelah dia berbicara.


Alex mulai merasa khawatir dan terus mencari-cari keberadaan Alexa di mana.


Namun para bodyguard yang dari tadi mengikutinya belum juga dapat menemukan anaknya.


Hingga tiba-tiba ibu guru yang baik hati melihat Alex yang sedang terlihat khawatir mencari-cari seseorang.


"Ada apa ini tuan. Kenapa anda terlihat khawatir seperti itu?" tanya ibu guru merasa penasaran.


Tapi Alex yang sedang merasa kebingungan anaknya ada di mana, seolah tidak memperdulikan ucapan ibu guru tersebut dan terus mencari keberadaan anaknya.


Kemudian ibu guru mencoba bertanya pada ibu-ibu orang tua murid yang berada di tempat.


"Sebenarnya ada apa ini. Kenapa tuan Alexander Wijaya dan para bodyguard nya seperti sedang mencari seseorang?" tanya Bu guru pada orang tua murid.


"Apa, Bu guru?. Alexander Wijaya?" pekik ibu-ibu anak nakal tadi merasa kaget saat mendengar nama Alexander Wijaya dengan lengkap.


"Maksud Bu guru. Pria berambut putih itu tuan Alexander Wijaya pemilik perusahaan Alexander.Corp?" tanyanya lebih lanjut memastikan apa yang di ragukannya.


"Sepertinya begitu. Kalau menurut pak kepala sekolah yang saya dengar papa papa. Apa anda mengenalnya?" ucap ibu guru dan kembali bertanya.


"Ah.. tit..tidak Bu" ucap ibu-ibu tersebut mengelak namun nampak terlihat menyembunyikan sesuatu tanpa ibu guru sadari.


"Tapi apa anda tahu, kenapa tuan Alexander dan para bodyguard nya sedang mencari seseorang?" tanya Bu guru pada ibu-ibu tersebut.


"Did..dia sedang mencari anaknya yang tiba-tiba menghilang" ucap ibu-ibu tersebut yang tadi membela anaknya.


Kemudian ibu guru segera menghampiri Alex kembali, sepertinya dia mengetahui keberadaan Alexa yang selama ini dia tahu muridnya tersebut suka bersembunyi dimana.


Sementara itu, ibu-ibu yang tadi membela anaknya merasa ketakutan.


"Aduuh bagaimana ini. Kenapa bisa kebetulan begini. Kalau tuan Alexander Wijaya sampai tahu kalau suami ku bekerja di perusahaannya, habis lah aku" ucap ibu-ibu tersebut dalam hati.

__ADS_1


"Tapi sepertinya dia juga tidak akan tahu yang mana suamiku. Sebelum aku berurusan lebih lanjut dan dia tidak terima dengan perlakuan anakku terhadap anaknya, lebih baik aku kabur saja sekarang" lanjut ibu-ibu tersebut dalam pikirannya.


"Ayo sayang... lebih baik kita segera pulang saja" ucap ibu-ibu tersebut mengajak anaknya untuk buru-buru pergi.


__ADS_2