Jodohku Ayah Sahabatku

Jodohku Ayah Sahabatku
Dugaan Lolita


__ADS_3

Kemudian Lolita segera masuk kedalam kamarnya. Namun sebelum itu, Mbo Inah mencegatnya dan bertanya pada Lolita.


"Non tunggu sebentar" teriak Mbo Inah saat melihat Lolita sudah berada di tengah tangga.


"Iya, kenapa Mbo?" tanya Lolita sambil berbalik dan menahan langkahnya.


"Itu non... Apa malam ini non mau makan malam di rumah atau di luar lagi" tanya Mbo Inah pada Lolita.


Mbo Inah merasa ragu untuk masak makan malam, selain tuannya tidak ada di rumah, Lolita juga sudah sering tidak makan malam di rumah lagi. Membuat Mbo Inah memberanikan diri untuk bertanya terlebih dahulu.


"Apa Daddy akan pulang Mbo?" tanya Lolita malah balik bertanya.


"Tidak tahu Non. Tapi tadi tuan telpon ke rumah, katanya bakal pulang telat dan nyuruh Mbo buat ngasih tahu Non Lolita" ucap Mbo Inah memberitahu.


"Apa Daddy bilang dia lagi dimana?"


"Tidak, Non"


"Ya sudah kalau begitu. Aku makan malam di rumah saja, Mbo" ucap Lolita seolah dia bersedia makan malam di rumah saat mengetahui Daddynya sedang tidak ada di rumah.


"Kalau begitu Mbo siap-siap dulu"


"Iya, Mbo"


Lolita pun segera melangkahkan kaki berjalan menuju kamar pribadinya.


Sementara Mbo Inah segera menuju dapur untuk menyiapkan masak makan malam.


"Bingung aku tuh. Sampai kapan Non Lolita akan mengabaikan ayahnya sendiri. Ini sudah bertahun-tahun semenjak nak Anita pergi dari rumah ini, Non Lolita jadi menjaga jarak dari ayahnya. Lama-lama, kasian juga tuan terus-terusan di abaikan anaknya sendiri" ucap Mbo Inah saat merasa nona mudanya bersedia makan malam di rumah setiap kali ayahnya sedang tidak berada di rumah.


Sambil menyiapkan bahan makanan untuk dia memasak.


"Memangnya Anita itu siapa, Mbo?" tanya seseorang yang sepertinya pelayan baru di rumah tersebut saat mendengar Mbo Inah berbicara seperti itu.


"Anita itu sahabatnya Non Lolita" jawab Mbo Inah memberitahu, tidak dapat menahan untuk bercerita tentang keluarga majikannya.

__ADS_1


"Tapi kenapa kepergiannya membuat tuan dan Lolita malah menjaga jarak?" tanya pelayan tersebut kembali penasaran.


"Sudah tidak perlu di lanjutkan lagi. Lebih baik kamu bantu Mbo untuk menyuci bahan-bahan itu" ucap Mbo Inah segera menghentikan topik pembicaraannya.


Mbo Inah mulai merasa dia keceplosan membicarakan keadaan tentang majikannya sendiri pada orang lain dan dia berpikir tidak baik juga membicarakan permasalahan yang sedang di hadapi tuannya tersebut.


Sementara itu Lolita yang keluar dari kamar mandinya terlihat sudah lebih segar dari sebelumnya setelah pulang bekerja.


Kemudian setelah selesai membersihkan diri entah mengapa membuatnya tiba-tiba ingin melihat album foto masa kecil keluarganya.


Dia merasa ada perasaan sesuatu yang membuatnya ingin membuka album foto masa lalu keluarganya.


Pelan-pelan dia mengambil album foto keluarga dan mulai melihatnya satu persatu. Dia terlihat tersenyum senang saat melihat beberapa foto yang terlihat lucu dimatanya.


Namun tidak sedikit membuatnya juga terlihat nampak bersedih dan kehilangan saat melihat foto orang-orang tersayangnya yang sudah satu persatu pergi untuk selama-lamanya.


Tapi saat melihat foto anak kecil di album itu membuatnya teringat sesuatu. Seolah dia merasa dejavu saat melihat foto anak kecil tersebut.


Tiba-tiba ingatannya memberikan bayangan saat dia bertemu dengan anak kecil yang tadi di lihatnya di rumah sakit.


"Loh.. kok foto masa kecil Daddy mirip dengan anak itu" ucap Lolita merasa bingung saat melihat foto di album tersebut dan mengingat pertemuannya dengan anak kecil tadi.


"Apa Daddy selama ini diam-diam telah menghamili wanita lain?" lanjut Lolita berpikir yang tidak-tidak tentang Daddynya.


"Iihh Daddy.... pantas saja selama bertahun-tahun ini dia tidak menemukan Anita. Rupanya Daddy malah sibuk dengan wanita lain" ucap Lolita terlihat kesal mengira Daddynya tengah berhubungan dengan wanita selain Anita hingga melahirkan anak yang begitu mirip dengan Daddynya saat masih kecil.


Membuat Lolita tidak habis pikir dengan Daddynya tersebut.


Tapi tiba-tiba sesaat kemudian ingatannya kembali teringat pada pertemuannya dengan Raja. Yang mana Raja adalah orang yang kemungkinan dekat dan masih berhubungan baik dengan Anita.


"Tapi... tunggu dulu. Tadi aku juga bertemu dengan kak Raja teman baiknya Anita di rumah sakit itu.... Apa jangan-jangan hal ini ada hubungannya dengan Anita?" ucap Lolita dari tadi berbicara sendiri di dalam kamarnya. Menduga-duga apa yang sedang sebenarnya terjadi.


"Kalau begitu aku harus mencari tahu siapa sebenarnya anak itu" ucap Lolita berpikir seperti itu.


"Tapi sebelum itu aku harus memastikan dulu wajah anak itu dengan foto ini. Jika ingatanku benar dan foto ini benar-benar mirip dengan anak itu. Kemungkinan apa yang aku duga, Kak Raja sedang mengantar anaknya Anita dari Daddy. Dan kalau itu benar, berarti Anita sedang berada di rumah sakit dan anak itu adalah adikku" kembali Lolita menduga-duga, terlihat senyuman di akhir kalimatnya.

__ADS_1


Merasa senang saat tiba-tiba dia menduga anak tersebut adalah anak dari ayahnya sendiri.


"Tapi bagaimana aku mengetahui kebenarannya?" lanjut Lolita merasa bingung untuk mencaritahu kebenaran dugaannya tersebut.


"Ahhh... lebih baik besok aku pergi ke rumah sakit itu lagi, untuk mencaritahu kebenarannya"


Sementara itu di rumah sakit, Anita sudah keluar dari dalam toiletnya. Dia hendak kembali ke kamar anaknya.


Namun saat dia melihat ke dalam kamar tersebut, sudah tidak ada siapa-siapa di kamar itu.


Dia mulai merasa panik kembali saat mendapati anaknya tidak ada di tempat. Rupanya dia lupa kalau anaknya harus segera di operasi kembali setelah tadi dia berbicara dengan Alex.


"Ya Tuhan... apa dia sudah di bawa ke ruang operasi bersama tuan Alex?" tanya Anita pada dirinya sendiri saat dia mulai menyadarinya.


Kemudian tanpa berlama-lama lagi, Anita segera keluar lagi dan menyusul anaknya tersebut.


Saat dia berlari untuk menghampiri ruangan anaknya saat ini, tiba-tiba dia melihat Alex dengan seorang Dokter sedang menandatangani sesuatu.


"Apa yang sedang anda lakukan?" ucap Anita saat sudah berada di hadapan Alex dan Dokter tersebut.


Namun Alex tidak langsung menanggapi pertanyaan Anita. Dia masih menandatangani surat tersebut lalu setelah itu memberikan surat tersebut pada Dokter dan menyuruhnya pergi.


"Tuan, saya bertanya apa yang sedang anda lakukan dengan Dokter itu?" tanya Anita tidak sabaran, dia merasa curiga bahwa Alex tengah menandatangani surat pertanggung jawaban operasi anaknya.


"Tenanglah Anita... Aku hanya menandatangani surat operasi pertanggung jawaban anak kita" ucap Alex tanpa rasa beban sama sekali, setelah dia menyuruh Dokter tersebut pergi.


"Apa?" pekik Anita merasa kaget.


"Kenapa anda lancang sekali melakukannya. Itu hak saya sebagai ibunya" lanjut Anita merasa tidak terima hak sebagai ibunya di ambil paksa oleh Alex.


"Tapi aku juga berhak sebagai ayahnya" ucap Alex tidak perduli dengan perkataan Anita.


"Apa kau ingin membuat anak kita kembali kritis seperti tadi karena menunggumu berlama-lama?" lanjut Alex membuat Anita lagi-lagi terdiam kembali merasa bersalah sebagai ibunya Alexa.


Dan ekspresi raut wajah Anita yang mendadak berubah, hal itu terlihat oleh Alex. Kemudian dia pun segera meminta maaf pada Anita, karena telah membuatnya tersinggung.

__ADS_1


"Maafkan aku Anita. Aku melakukannya hanya untuk anak kita. Supaya dia cepat-cepat di tangani dan dioperasi dengan baik. Aku harap kamu tidak tersinggung" ucap Alex mencoba menenangkan Anita.


__ADS_2