
Setelah Lolita dan Anita pergi meninggalkan Rio sendiri, terlihat di dalam kamar tamu, Rio merasa gelisah dan bete. Dia hanya memainkan hp nya sesekali, menghilang kan kejenuhan nya sambil berbaring di kasur tempat dimana biasa dia menginap jika sedang di rumah pamannya.
Namun kali ini Rio tidak bisa tidur begitu saja, dia teringat dengan Anita yang menemani sepupunya tersebut. Rio merasa penasaran dengan apa yang mereka lakukan, terutama Rio ingin melihat Anita lagi dengan lebih lama.
Rio memang dikenal dengan lelaki playboy, bahkan Lolita sendiri sudah tahu dengan kelakuan kakak sepupunya tersebut. Lolita sudah sering menyindir atau sekedar memberitahu Rio untuk tidak terus-terusan mempermainkan para gadis, tapi Rio hanya menganggapnya sebagai angin lalu atau sekedar candaan Lolita terhadapnya.
Rio tidak pernah menganggap serius hubungan dengan para gadis yang sering mendekatinya, dia hanya menganggap mereka sebagai teman dekat saja. Meski ada beberapa dari mereka yang Rio beri status sebagai pacar atau kekasih tapi tidak dengan hatinya.
Dan meskipun Rio di kenal dengan playboy cap kadal nya, tapi dia tidak pernah memanfaatkan para gadis yang mendekatinya untuk bisa tidur dengan mereka sekalipun mereka yang mencoba merayu Rio.
Bahkan Dewi pun sudah sering merayu dan hampir menjebak Rio untuk masuk kedalam pelukannya dan tidur dengan nya, sehingga Dewi pikir bisa memiliki Rio seutuhnya. Namun karena Rio sudah sering mendapatkan gadis seperti Dewi dan sudah tahu dengan akal bulus nya, membuat Rio berhati-hati dan tidak segampang itu termakan oleh jebakan Dewi.
Meskipun Rio sudah tahu dengan sifat dan akal bulus Dewi, tapi Rio tetap mempertahankan nya hanya untuk membuatnya tidak terus-terusan mengejar Rio kemana-mana.
Hal itu yang tidak semua orang tahu dari Rio, mereka yang melihat dan berpikir Rio adalah seorang playboy, mereka pikir Rio pasti sudah melakukan hal-hal hubungan layaknya seperti sepasang suami istri terutama pikiran teman-teman segeng nya terhadap Rio.
Namun Rio tidak pernah ambil pusing, bagi nya selama dia tidak merugikan orang lain dan sekitarnya, hidup cukup di nikmati saja dan dijalani. Itulah prinsip hidup Rio, terutama dia sangat menyadari memiliki adik perempuan meskipun hanya sepupu. Tapi Rio sangat menyayangi adik sepupu nya tersebut.
Tidak ingin terjadi hal buruk menimpa adik perempuan satu-satunya, jika Rio sampai melakukan nya pada perempuan-perempuan lain, meskipun mereka yang menyodorkan diri pada Rio.
Lama Rio berpikir, berguling-guling di kasur mencoba menghilangkan kejenuhan dan rasa penasaran nya. Hingga akhirnya Rio memutuskan untuk melihat Anita dan Lolita ke kamarnya.
"Aduuh... kalau begini terus gue gak bisa tidur... tidur" ucap Rio berbicara sendiri "Gue penasaran, kira-kira sekarang mereka lagi pada ngapain ya. Udah pada tidur belum ya" tanya Rio pada dirinya sendiri "udalah dari pada gue penasaran terus dan gak bisa tidur, lebih baik gue cek keadaan mereka dulu aja" lanjut Rio yang memutuskan untuk melihat Anita dan Lolita.
__ADS_1
Sementara itu, di kamar Lolita. Anita terlihat sedang mengetik sesuatu di leptop sahabatnya, cukup lama dia berada di depan layar leptop tersebut. Lolita yang melihat jam di dinding kamarnya sudah menunjukan hampir jam 11 malam, Lolita pun segera menyuruh Anita untuk berhenti dulu dan mengganti pakaiannya dengan baju tidur yang Lolita miliki. Karena Lolita pikir pasti sahabatnya tersebut tidak membawa pakaian ganti karena buru-buru dia bawa ke rumahnya dan itu pasti membuat Anita tidak kepikiran untuk membawa baju ganti.
Meski awalnya Anita menolak untuk menggunakan baju tidur sahabatnya, namun seperti biasa Lolita memaksa hingga akhirnya Anita mau menggunakan nya.
"Nit udah dulu ngetik nya, udah hampir mau jam 11 malam. Kamu ganti dulu bajumu dengan baju tidur ku, pasti kamu juga gak bawa baju ganti kan, gara-gara aku tadi langsung bawa kamu kesini" ucap Lolita mengingat kan.
"Gak usah Lit, ini juga gak apa-apa. Aku masih bisa gunain ini sampai besok" tolak Anita sopan.
"Tuh kan mulai deh, mesti debat dulu... udah ya gak ada penolakan. Aku siapin dulu baju nya. Bentar ya" maksa Lolita pada sahabatnya, sambil melangkah menuju rak baju tempat berbagi baju mewah dan perhiasan yang dia simpan.
"Ta.. tapi Lit" Anita mencoba menolak kembali.
"Suuuut.... gak ada tapi-tapian. Ok" ucap Lolita setelah menemukan baju ganti untuk sahabat nya sambil menutup mulutnya dengan satu jari, tanda tak ada perdebatan lagi "ini baju nya, kamu ganti. Tapi kamu gantinya disini aja ya. Gak apa-apa kan. Toilet nya aku pake dulu, udah kebelet banget, nih" lanjut Lolita dengan meninggalkan Anita sendiri, yang tiba-tiba merasa sakit perut dan langsung masuk kedalam toilet.
Namun Anita mencoba menghampiri toilet yang ada Lolita di dalamnya seraya berkata di depan pintu nya "Lit, apa kau yakin tidak masalah ganti baju disini. Aku merasa ragu"
"Ten.. tu saja yakin" jawab Lolita sambil ngeden buang air besar tanpa rasa malu pada sahabatnya yang mendengar.
"Litaa... kamu lagi buang air besar ya. Sampe ngeden begitu" tanya Anita penasaran.
"ii...Iyya Nit. Sakit perut nih" jawab Lolita sambil ngeden yang ke dua kalinya.
"iiihh... dasar jorok. Ku pikir gadis kaya, manja seperti mu kalau buang air besar bakalan jaga image" ucap Anita pada sahabatnya.
__ADS_1
"Kau ini. Memangnya apa hubungannya kaya atau tidak. Kalau udah diii..uujung sama saja rasanya... Lega" seloroh Lolita sambil masih ngeden untuk kesekian kalinya dengan di akhiri perasaan lega mengeluarkan isi dalam perut nya.
"Apa kau sudah ganti bajumu" tanya Lolita pada sahabatnya.
"Iya..ini aku baru mau menggantinya" jawab Anita sambil hendak mengganti pakaiannya.
Namun pada saat yang bersamaan, saat Anita hendak membuka pakaian atasnya tiba-tiba Rio membuka pintu kamar Lolita tanpa mengetuk nya terlebih dahulu yang membuat Anita kaget dan sontak berteriak sambil menutupi dadanya dengan baju yang belum dia gunakan seutuhnya, begitupun dengan Rio yang sama-sama kaget saat melihat reaksi Anita dan ikut berteriak.
Lolita yang sudah selesai dari hajatnya dan sedang mencuci tangan ikut kaget dan segera keluar mengecek keadaan sahabatnya tersebut yang sudah ada di depan pintu kamar toilet hendak masuk menghindari tatapan Rio padanya.
Lolita yang melihat keadaan pakaian sahabatnya belum lengkap langsung menutupi tubuh Anita dengan badan nya dan segera memasukan Anita ke dalam toilet. Kemudian berteriak, menghampiri, memukul dan mengomeli sepupunya tersebut hingga membuat Alex yang sedang tidur terbangun dan kesal.
"Kak Rio....." teriak Lolita, menghampiri dan memukulnya dengan guling saat berpikir sepupunya tersebut sudah melihat tubuh sahabatnya.
"Tu tunggu dulu, Lit" ucap Rio sambil menahan pukulan sepupunya dengan kedua tangan "Kak Rio gak lihat apa-apa. Kak Rio sumpah. Tadi kak Rio pikir kalian lagi ngerjain tugas, makanya kak Rio gak ketuk pintu dulu. Tapi serius Kak Rio langsung tutup mata. Kak Rio gak lihat apa-apa. Kak Rio minta maaf" ucap Rio menjelaskan hingga membuat Lolita menghentikan pukulannya.
"Lagian kak Rio kenapa maen buka-buka aja. Kak Rio sengaja kan ngambil kesempatan dalam kesempitan. Tadi kan aku udah bilang, kak Rio gak boleh ikut masuk kamar aku" kesal Anita pada Kakak sepupunya yang dipikirnya sengaja mengambil kesempatan pada sahabatnya.
"Bukan begitu Lit. Tadi Kak Rio merasa bosan dan sendirian, jadi kak Rio putuskan untuk kesini lihat ke adaan kalian. Siapa tahu kak Rio bisa ikut nimbrung. Tapi taunya kak Rio gak sengaja lihat sahabat mu itu sedang berganti pakaian" sangkal Rio panjang lebar dengan diakhiri keceplosan yang di sengaja untuk membuat sepupunya tersebut merasa kesal lagi.
"Tuh kan... Kak Rio sengaja melihat dan mengambil kesempatan" omel Lolita pada Rio sambil memukulnya kembali.
Namun sebenarnya Rio memang tidak melihat apa-apa karna saat membuka pintu Anita repleks menutup tubuh bagian atas nya, hanya karena saat Anita tahu yang membuka pintu adalah Rio yang notabennya laki-laki tentu membuat Anita kaget dan berteriak, merasa malu karena pakaian nya belum lengkap seutuhnya.
__ADS_1