
Beberapa hari ini mereka tidur di kamar apartemen Aira. Aira yang merasakan perubahan sikap Ryo sejak bertemu om Haris pun tak ingin bertanya. Ia takut pertanyaannya justru akan menambah kegamangan sang suami.
Pukul menunjukkan 00:20 dini hari. Ryo masih belum bisa memejamkan matanya, lelah setelah percintaan mereka yang beberapa kali tak mampu membuat matanya terlelap. Tubuh lelahnya telah dikalahkan oleh pikiran yang terus berbicara, hingga membuat matanya terus terbuka.
“seperti inikah ketakutan kamu selama ini?” gumam Ryo yang duduk bersandar pada sandaran ranjang menatap wajah sang istri yang terlelap di bawah balutan selimut.
Tuhan.. tolong tutup rahasia ini selamanya darinya! benak Ryo
Tik tok tik tok tik tok
Detak jam semakin terdengar pertanda malam semakin menjauh. Ryo kembali membelai pipi sang istri. Ia membaringkan tubuhnya dan membawa tubuh sang istri ke dalam pelukan. Mencoba melawan dirinya sendiri agar bisa terlelap. Entah berapa lama hingga akhirnya ia mampu menuju alam mimpi.
****
Selesai makan siang, Aira tak bisa lagi menahan dirinya. ia ingin bertanya karena Ryo semakin diam beberapa hari ini.
“sayang.. sini deh!” panggil Aira manja agar Ryo duduk di sofa.
Ryo mengecup puncak kepalanya dan duduk di sampingnya. Aira menggeser tubuhnya meminta Ryo berbaring di pangkuannya. Ia membelai puncak kepala Ryo dan mengecup keningnya sebentar.
“ada apa?” tanya Aira lembut.
“ada apa apanya?” tanya Ryo balik
“aku tau.. pasti ada sesuatu yang kamu sembunyikan dari ku” tebak Aira
“kamu selalu curiga sama aku beib” jawab Ryo
“aku istri kamu sekarang, jadi aku sangat tahu ada apa dengan suamiku sayang” ia menatap Ryo penuh pengertian dan cinta sambil membelai puncak kepala sang suami. Sedang tangannya menggenggam erat jemari Ryo.
“ada apa?” tanya Aira lagi karena Ryo hanya menatapnya dalam diam.
“aku malas kerja!” jawab Ryo berdalih
“bohong!” jawab Aira
“apa yang dikatakan Om Haris sampai bikin kamu kaya gini?” tanya Aira
Ryo memutar matanya mencoba mencari jawaban yang tepat mengusir kecurigaan sang istri tercinta.
“hmmm..” tatap Aira semakin curiga
“Om Haris memintaku mundur dari dunia intertain” ucapnya sembarangan
“kok gitu?”
“iya.. dia bilang .. aku seharusnya mulai fokus ke perusahaan kakek atau rumah sakit” ucapnya
“tapi kamu sangat mencintai duniamu sekarang” belai Aira
“hemmm” Ryo mengiyakan
“gak usah dipikir ya.. bilang aja ke beliau.. kamu masih ingin jadi penyanyi” ucap Aira
“hemm” jawabnya seadanya
“jadi karena itu kamu galau beberapa hari ini?” tanya Aira kurang yakin dengan penjelasan Ryo
“iya.. karena aku terus mencoba berpikir” jelasnya dengan senyum terpaksa
“bukannya tadi kamu bilang .. kamu tinggal bilang sama om Haris kamu masih ingin di dunia entertain?”
“iya, mungkin itu yang akan aku katakan ke dia” ucap Ryo
__ADS_1
“ya sudah .. berarti masalah selesai, jadi jangan dipikir lagi ya?” Aira kembali membelai mesra puncak kepala Ryo
“hemm” jawab Ryo
“apa yang harus ku lakukan agar kamu bisa melupakan masalah itu?”
“tetap disampingku, tetap mencintaiku, jangan mempunyai niat meninggalkanku” Ryo mempererat genggaman tangannya
“itu udah jelas sayang” kecup Aira pada kening Ryo
“jika sesuatu terjadi.. misalkan kita menemukan kejadian di masalalu yang menyakitkan.. apa kamu akan meninggalkan ku?” tanya Ryo
“mungkin!” jawab Aira santai ingin menggoda sang suami
“apa beib?” Ryo langsung bangun dan duduk bersila menghadap ke Aira
Aira sedikit kaget melihat reaksi Ryo yang serius menanggapi godaannya, menurutnya itu sangat berlebihan.
“jadi kamu akan ninggalin aku?” tatap Ryo cemas
Aira meletakkan tangannya di pipi Ryo dan tersenyum
“kamu kenapa gini? Lebay kamu kumat deh” godanya
“serius beib.. serius sayang.. kamu gak akan ninggalin aku kan?” tanya Ryo menggenggam tangan Aira yang tadi membelainya.
“enggak kok.. aku gak akan ninggalin kamu.. kamu tenang aja” ucap Aira mengerutkan kening
Ryo menarik Aira dalam pelukaannya, Aira mampu merasakan detak jantung Ryo yang begitu cepat.
Apa sebegitu takutnya kamu ku tinggalin? Benak Aira dalam pelukan Ryo
“jangan pernah tinggalin aku.. kamu udah janji lho ya..” ucap Ryo memejamkan mata memeluk erat Aira.
“jadi itu sebabnya pesan pesan Bams kamu sembunyikan di HP ku?” tanya Aira masih dalam pelukan Ryo
“sayang...” lepas Ryo pada pelukannya dan menatap Aira dengan mata memelas seperti kucing yang lapar ditambah dengan senyum super manis yang bisa ia tampilkan
“kamu masih cemburu dengan Bams?” tanya Aira lagi menyipitkan matanya
Ryo menggigit kedua bibirnya
“hem?” tanya Aira semakin menyipitkan matanya
Ia mengangguk kecil mengiyakan pertanyaan Aira
Aira membuka mulutnya sedikit seakan tak percaya.
“kok bisa kamu cemburu sama Bams, dia sahabat kamu dan juga sahabat aku, lagian Bams juga tau kalau aku mencintai kamu, dia juga mencintai Kiky” jelas Aira
Karena kamu gak tau perasaan Bams yang sebenarnya! Benak Ryo menatap Aira lekat
“kok diam?” tanya Aira memiringkan wajahnya menatap wajah sang suami
Cup
Ryo mengecup cepat bibir Aira
“biar gak nanya lagi!” ucapnya tersenyum
“iishhh...” tangan Aira ingin mencubit perut Ryo tapi dengan sigap Ryo menahannya
“jangan KDRT sayang!” ucapnya sambil tertawa menahan tangan Aira, sedang Aira terus mencoba melawan sambil tertawa.
__ADS_1
“sini kamu.. sini kamu” Aira terus saja mencoba melepaskan tangannya dan Ryo semakin tertawa. Aira senang melihat tawa Ryo. kini suaminya tak lagi suntuk.
Aira menempelkan bibirnya di bibir Ryo yang membuat tangan Ryo melepaskan tangannya dan menarik tekuk Aira mempererat ciuman mereka, dan saat itu tangan Aira mencubit pinggang Ryo.
Ryo tertawa meringis di tengah ciumannya dan Aira tersenyum menang melepas ciumannya
“curang!” ucap Ryo
“aku tau titik lemah kamu sayang!” ucap Aira manja dan menggoda.
-------------
Di Kediaman Utama Handoko
Kiky terbaring sakit, ia sudah beberapa hari tidak makan, ayahnya sangat khawatir dengan kondisi putrinya yang kini terbaring lemah hanya dibantu selang infus. Tiga hari yang lalu Kiky ditemukan oleh asistennya dalam kondisi lemah. Tapi ia bersikeras tak ingin ke rumah sakit. Hingga akhirnya Handoko memaksanya pulang ke rumah mereka.
“sayang makanlah sedikit saja” pinta sang ayah
“gak selera pah” jawabnya malas kembali memutar tubuhnya membelakangi sang ayah
“sayang kamu harus makan!” ayahnya semakin cemas
Handoko mengetahui jika putrinya seperti itu karena seorang artis yang menjadi kekasihnya selama bertahun tahun. Karena setiap kali mereka bertengkar, Kiky akan drop karena ia seperti orang mogok makan.
“apa kalian bertengkar lagi?” tanya sang ayah
Kiky hanya menggeleng
“Kiky Cuma capek pah” ucapnya kemudian memejamkan mata.
“ya sudah.. buburnya papah bawa turun ya.. sudah dingin, nanti kalau kamu mau biar dipanasin lagi sama bibi” Ayahnya keluar dari kamar
Tuhan, aku mohon! jangan biarkan kejadian di masa lalu terjadi lagi! Benak Handoko yang mengingatkan dia pada kejadian buruk dimasa masa lalu.
Flshback on
Saat itu sang adik mencintai Haris yang hanya seorang asisten sahabat ayahnya. Handoko menentang keras hubungan yang sebenarnya dimana adiknyalah yang mengejar Haris.
Handoko menemui Haris dan memintanya untuk tak lagi berhubungan dengan sang adik. Haris yang dianggap bukan siapa siapa pun sadar diri dan akhirnya mengakhiri hubungan mereka. Tapi tak terduga, adik Handoko justru menjadi sangat terpukul setelah kejadian itu. Mentalnya seakan jatuh.
Apalagi ditambah berita pernikahan Haris tersebar. Ia menjadi setengah gila dan harus dirawat di rumah sakit jiwa. Saat itu dia dilarikan ke luar negeri untuk perawatan dan melupakan Haris.
Sejak kejadian itu, Handoko menjadi terpukul dan menyesali dirinya. Meski sang adik sembuh dan kembali normal. Tapi hal itu menjadi pelajaran berharga untuknya. Itu sebabnya saat Kiky mencintai Bams, Handoko tetap mendukung dan tak pernah menentangnya.
Flashback off
Kiky menarik selimutnya, ia kembali menatap ponsel, membuka semua pesan yang ia kirim pada Bams seminggu ini. Ratusan pesan sudah ia kirim, permintaan maaf, permohonan, pengungkapan, pertanyaan dan semuanya, tapi tetap saja tak ada balasan dari Bams. dan Kiky pun hanya bisa kembali menangis.
‘aku mohon jangan tinggalkan aku...’ kembali permohonan itu terkirim
‘maafin aku, aku janji gak akan mengeluh lagi’ pesan itu kembali Kiky kirim
Sedang Bams hanya menatap pesan itu masuk dari atas layar ponselnya, dia hanya memejamkan mata.
Ting tong ting tong
Suara bell apartemen Bams terus berbunyi. Bams melihat jam menunjukkan pukul 09:30
malam
“siapa sih malam malam gini?” gumam Bams berjalan menuju pintu
\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~
__ADS_1
Buat yang baca mohon tinggalkan jejaknya ya..
Makasih, Love you all