Ketika Sang Bintang Playboy Jatuh Cinta (Caraku Mencintaimu)

Ketika Sang Bintang Playboy Jatuh Cinta (Caraku Mencintaimu)
Ancaman Kamu


__ADS_3

Ryo kembali ke apartemen. Ia menghabiskan hari libur ini bersama Aira. Dengan alasan tangannya sakit dan tak bisa melakukan apapun, Aira pun meladeni maunya Ryo. melayaninya sepanjang hari, bahkan saat makan pun Aira menyuapinya. Saat sore tiba, Aira meminta untuk pulang pada Ryo.


“apa kamu bilang?” Ryo merasa salah mendengar ucapan Aira.


“aku pulang dulu!” Aira mejawabnya jelas


Ryo menatapnya kecewa. Perdebatan pun dimulai, dan ketika Ryo sudah tak punya alasan menahan Aira...


“apa pernah kamu memahami ku ai?” Tatap Ryo kecewa dengannya


Aira hanya menatap balik


“apa pernah sekalipun kamu mengerti seperti apa aku menyayangi kamu?” ucapnya dalam dan menunduk


“bagaimana perasaan ku? Keinginanku membuat kamu nyaman? Keinginan ku buat kamu bahagia? Perasaanku yang sedih ketika melihat kamu capek? Ketakutanku akan hal seperti kemarin?”


Ryo mencoba membuka semua yang ada dihatinya


“apa pernah?” ia kembali menoleh pada Aira yang disampingnya


Aira hanya terdiam, Ryo benar. Ia selama ini selalu melawan hal itu, ia selalu melawan perasaannya untuk percaya betapa Ryo menyayanginya.


Aira menunduk berasa bersalah dengan semua itu.


“apa artinya aku bagi kamu?” tanya Ryo lagi


Aira hanya diam. Lama mereka dalam kesunyian, mereka hanya menelaah masing masing perasaan mereka.


“jawab ai!” ucap Ryo memecah kesunyian.


“apa yang akan terjadi antara kita?” tanya Aira balik


“seandainya aku bukan orang yang... mampu memahami semua itu?” lanjut Aira


Ryo kaget dengan jawaban Aira. ia tidak menyangka Aira justru menjawabnya dengan semua itu


“jadi kamu gak pernah  sama sekali?” lanjut Ryo bertanya kecewa


“ketakutan dan keraguan ku selalu menutupi pikiranku untuk berpikir hal itu” jawab Aira dengan mata berkaca kaca


“meski aku tau semua yang kamu lakukan untuk ku” jelasnya lagi


Ryo dibuat bingung oleh kata kata Aira yang seakan bertentangan


“untuk pertama kali aku mendapat bunga dari seseorang, untuk pertama kali ada seseorang yang mengkhawatirkan ku, untuk pertama kali aku merasa disayangi, dilindungi, dan dibuat bahagia... “Aira semakin berkaca kaca


“tapi setiap saat justru pikiran ku selalu melawan untuk mengatakan itu, karena aku takut” tolehnya pada Ryo yang menatapnya


“aku sangat takut ..” Aira matanya jatuh


“takut?” Ryo bingung


“hhmm..” jawab Aira lagi


“takut itu semua berakhir, dan aku akan sedih sendiri mengenangnya”


Ryo meraih tangan Aira dan menggenggamnya


“apa yang kamu takutkan gak akan pernah terjadi” Ryo meyakinkan


Aira mengangguk “aku percaya, tapi tetap saja aku gak mampu melawan ketakutanku” Aira menangis


Ryo memeluknya, tangisnya semakin pecah di pelukan kekasihnya.


“kamu tenang aja, semua ketakutan kamu gak akan pernah terjadi, aku akan buktikan seberapa besar aku mencintai kamu” ucap Ryo pada Aira dalam pelukannya


“aku sangat mencintai kamu... sangat” ucap Ryo memejamkan mata dan mempererat pelukannya pada Aira. ia seperti ingin memasukkan Aira kedalam hatinya, ingin selalu bersama dan membuatnya bahagia.


Ryo terus membelai rambut Aira, ia terus berusaha menenangkan cintanya.


Aira melepaskan pelukan Ryo. matanya sembab. Ryo menyeka air mata Aira. Ia mengecup mata Aira.


“aku tidak akan pernah membuat mata ini menangis! Itu janjiku” senyumnya pada Aira


Aira tersenyum mendengar rayuan Ryo yang sangat manis.


“meski pun bumi ini berakhir, aku gak akan pernah tinggalin kamu, meski kamu membenciku, aku akan tetap bertahan, karena aku mencintai kamu!” Ucapnya lagi


“dan aku akan terus mencintai kamu sampai nafas terakhirku” lanjutnya lagi


Aira mengangguk tersenyum, matanya yang sembab seakan menghilang saat ia tersenyum. Ryo pun memeluknya seolah mengatakan aku milikmu.


“jangan meragukan ku” ucap Aira melepas pelukan Ryo


Ryo tersenyum mengangguk. Ia hanya menatap Aira.


“terus aku boleh pulang?” ucap Aira tiba tiba


“ahhh...” keluh Ryo


“kamu paling senang ngehancurin suasana romantis yang ku buat” ia memalingkan wajah ke depan


Aira terkekeh mendengar itu


“jangan sedih lagi ..hmm?” cubitnya lagi pada pipi Aira


“Boleh gak?” lanjut Aira


“ya jelas gak beib...!” tatapnya serius


“aku  hanya gak mau kesannya aku tinggal disini” jelas Aira lagi


“gak akan ada yang protes juga kok” jawab Ryo santai

__ADS_1


“tapi kan tetap aja gak enak, kita Cuma pacaran, dan tinggal satu atap, seolah olah...” Aira mengatakan semua ketidak nyamanannya


“kamu mau kita nikah?” ucap Ryo seperti tanpa beban


“hei,... hati hati sama omongan kamu” ejek Aira


“kenapa?” Ryo bertanya karena baginya hal itu memang bukan hal mustahil


“jangan mengucapkan sesuatu yang serius tanpa berpikir” jawab Aira berdiri


“mau kemana?” tahan Ryo


“pulang sayang!” jawab Aira manja


Ini pertama kalinya Aira mengucap sayang padanya. Ryo seperti kehilangan kendali dalam dirinya mendengar itu. entah kenapa, kata kata barusan begitu indah.


“coba kamu ulangi?” Ryo memintanya lagi


“pulang” jawab Aira


“bukan bukan, bukan seperti itu... seperti tadi!” pinta Ryo


Aira hanya tertawa melihat reaksi kekasihnya.


“kalo kamu ngelarang aku pulang, aku nginap diluar aja” jawabnya lagi


“aku ikut” jawab Ryo lagi


“ya gak bisa..”jawab Aira lagi


“huh..!” Ryo terus mengeluh


“saat ini kalau kamu gak disini, aku sangat khawatir, aku gak tau apa orang orang itu akan balik lagi menyerang kamu atau gak” jelasnya


“aku tau kamu khawatir” jawab Aira


“ya sudah kalau kamu tau.. tinggal disini”


“gak bisa, aku gak bisa tinggal sama kamu disini” ucap Aira


“ok kalau gitu, kamu tinggal disini, aku akan nginap di tempat Bams” ucapnya lagi


Aira kemudian berpikir. Ia mengingat kata kata ayah Ryo tadi siang


“Bams masih diluar kota” jawabnya lagi


“aa.. bener” Ryo baru mengingat


“kamu beneran pengen aku tinggal disini?” tatap Aira menggoda


Ryo melihat tatapan Aira yang menggodanya tersenyum “ehhmmm!!” ia mengiyakan tersenyum semangat.


“kalau gitu kamu pulang!” sahut Aira


“pulang?” tanyanya lagi


“ehe.. pulang ke rumah orang tua kamu!” jawab Aira


Ryo terdiam


“kenapa?” Aira melihat perubahan mood Ryo yang drastis


“aku gak mau pulang!” jawabnya dengan kesal


“baru beberapa detik lalu kamu bilang semuanya, tapi baru ku minta itu kamu langsung nolak” jawab Aira seolah mengejek semua ucapan janji manis Ryo


“kamu minta apapun aku pasti turutin, bahkan kamu minta nyawaku pun aku berikan, tapi gak yang satu itu” jelasnya


“ya sudah, aku gak bisa paksa kamu” senyum Aira dan ingin pergi


“tunggu ai..” Ryo menahannya lagi


“aku gak bisa tinggal disini sama kamu” ucap Aira dengan senyuman kecewa


Saat ini Ryo seperti simalakama. Ia berpikir lagi menanggapi permintaan Aira.


“its ok.. aku ngerti kok” ucap Aira lagi seolah memahami Ryo mengijinkan ia pulang


Ryo menghela nafas berat


“aku pulang! Tapi kamu harus janji tetap tinggal disini..ok?” jawabnya pada permintaan Aira


Aira tersenyum. Dan Ryo pun tersenyum


Selesai makan malam, Ryo malas beranjak dari tempatnya.


“aku siapin pakaian kamu dulu” ucap Aira yang serius mengusirnya


“pakaian?” Ryo kaget mendengar ucapan Aira


“ehhe..” ia mengiyakan


“kamu pasti gak punya pakaian disana ‘kan?” jawabnya lagi


Ryo tersenyum kecut.


“aku kan bisa pulang buat ganti?” Jawab Ryo


Memang jarak rumah Ryo dan apartemennya sangat dekat. Hanya membutuhkan 20 menit perjalanan


“atau kamu ingin aku pulang?” tatapnya manja pada Ryo yang berdiri lemas


Ia tersenyum sabar, seolah mengerti ancaman Aira padanya.

__ADS_1


“ayo, kita packing beib!” ucap Ryo mengajak Aira pada ruang gantinya


Ryo mengeluarkan tas kecil untuk beberapa pakaiannya


“aku bawa beberapa potong aja, lagian ntar kalau ngantar kamu pulang aku sekalian ambil lagi” jelas Ryo memasukkan pakaiannya


Saat Aira merapikan baju baju Ryo. ia mendekat dan memeluk Aira dari belakang


“plisss... jangan usir aku!” bisiknya manja


“aku gak ngusir.. aku Cuma ingin punya pacar yang gak ngelupain siapa dirinya” jawab Aira lagi


“aku bener bener pengen sama kamu malam ini” keluh Ryo


Aira menggenggam erat tangan Ryo yang melingkar diperutnya.


“beneran pulang ya..!” Aira memperingatkan Ryo saat di pintu keluar.


Ryo hanya menanggapinya dengan senyuman. Ia berniat akan tinggal di hotel malam ini. Ia mungkin akan membohongi Aira


“kalau besok ada berita kamu tinggal di hotel, aku langsung pulang, dan aku gak akan balik kesini” ancamnya


Ryo kaget mendengar ucapan Aira


“ntar kita vicall” lanjutnya lagi mengingatkan Ryo dia tidak main main dan akan melakukan video call


Ryo tertawa sendiri mengingat itu saat di perjalanan pulang menuju rumah yang tak pernah ia datangi bertahun tahun.


Sangat berat rasanya Ryo memasuki halaman rumah itu. Ayahnya sangat kaget mendengar putranya yang berada dirumah. Ia membatalkan pertemuan malam itu dan meminta supirnya untuk memutar balik mobil.


Ayahnya tersenyum mendengar semua itu. padahal baru tadi siang ia meminta Aira untuk membujuk Ryo pulang. Malam ini Ryo pun sudah berada dirumah mereka. ayahnya benar benar bangga pada Aira, dan satu hal yang ia mengerti, Gadis itu adalah titik mati untuk putranya.


Sang ayah mengajak Ryo untuk ngobrol sementara bibi mempersiapkan kamarnya.


Ryo menceritakan perjalanan karirnya. Sang ayah tidak menyinggung sama sekali masalah rumah sakit yang akan ia warisi. Ia tahu bahwa putranya tidak menyukai membahas hal itu.


“kayanya kamu happy banget hari ini?” ayahnya selalu menganggap Ryo anak kecil yang dulu ia gendong.


“karena bisa pulang?” tanyanya lagi


“mungkin pah” jawabnya tersenyum bangga dan mengambil cangkir teh yang terletak disana


“atau ... lagi jatuh cinta?” tanya sang ayah lagi mengejek


“mungkin juga pah” jawab Ryo dan tertawa bersama sang ayah


Ibunya yang melihat itu tersenyum senang, meski mereka belum bisa berkomunikasi.


“siapa gadis gak beruntung itu?” ejek ayahnya


“pah...” Ryo mengeluh manja mendengar ejekan sang ayah dan sang ayah tak henti hentinya tertawa.


Saat mereka asyik mengobrol, Tiba tiba pesan panggilan video dari Aira.


“bentar pah!” Ryo pergi untuk menjawabnya


“salam ya” jawab sang ayah tertawa


Ryo membiarkan Aira menunggu, ia tersenyum sendiri sebelum menjawab panggilannya


“hai..” Aira tersenyum manja di tempat tidur


“aku di hotel” jawab Ryo


Aira kehilangan senyumnya seketika. Melihat itu Ryo tertawa terbahak.


Belum pernah Aira melihat dia tertawa seperti itu, mungkin karena Ryo akhirnya mampu melepas rindunya pada Rumah.


“aku di rumah beib” ucap Ryo kemudian sambil menaiki tangga


Melihat itu Aira percaya dia berada dirumah


“gak percaya!” ucapnya cemberut


Saat itu Ryo memasuki kamarnya yang hampir selesai disiapkan sang bibi


“tuh ada bibi yang masih nyiapin kamarku” Ryo menunjukan bibi yang sibuk


Aira tersenyum melihat kelakuan cintanya


“kangen ya?” Ryo menggodanya


Aira hanya mengangguk tersenyum.


“aku kesana ya?” godanya lagi


Aira langsung cemberut manja. Ryo kembali tertawa melihat kelakuan Aira yang akhir akhir ini sangat manja padanya.


“belum ngantuk?” Tanya Ryo perhatian


“belum” jawab Aira


Ryo menceritakan barusan ia ngobrol dengan sang ayah. Mendengar itu Aira menguap beberapa kali. Ia berpura pura sangat mengantuk saat itu. Ryo tersenyum melihat cintanya yang terlihat imut malam itu.


“kalo mimpi buruk, telpon aku ya?” ucapnya sebelum menutup panggilan


“i love you!” ucap Ryo


Aira menutup, ia berharap Ryo memiliki waktu bersama keluarganya. Ia mulai melelapkan diri, tidur dalam ketengan dan cinta dari sang kekasih


\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~


Terima kasih ya gift, like dan komentarnya.. 

__ADS_1


love you all


__ADS_2