Ketika Sang Bintang Playboy Jatuh Cinta (Caraku Mencintaimu)

Ketika Sang Bintang Playboy Jatuh Cinta (Caraku Mencintaimu)
Kamu cinta ku


__ADS_3

“perutku sakit!” ucap Aira singkat


Dalam sepersekian detik, Ryo langsung bangun dan duduk. ia memegang kedua bahu Aira, matanya masih merah tapi menggambarkan kepanikan.


Ryo meloncat turun dari ranjang, ia langsung berlari mengambil kunci mobil miliknya. Ia kembali mendekati Aira yang mematung melihatnya panik sendiri.


“ayo sayang!” Ucap Ryo berusaha pelan mendekati Aira ingin memasangkan sweater padanya. tapi Aira masih mematung kaku dengan wajah dingin.


“beib!” Ryo menatap Aira


“apa sakit banget?” tanya Ryo membelai rahang Aira lembut.


Aira masih menatap dingin tanpa berkedip pada sang suami.


“beib! Ayo!” Ryo menarik lembut lengan Aira tapi ia masih mode membeku dengan tatapan lekat pada sang suami.


“Beib tahan ya!” Ryo mendekat ingin merangkum tubuh itu dalam gendongannya tapi Aira menepis tangan Ryo.


“kok gak ngantuk lagi kamu?” tanya Aira dingin, sedingin tatapannya


Ryo mulai mencerna perubahan emosi Aira. Memang sejak ia hamil, Aira tak bisa di tebak, emosinya up and down dan membuat Ryo sering menahan dirinya. namun Ryo adalah seseorang yang memahami tentang itu. karena sejak mengetahui Aira hamil. Ia mulai belajar tentang kehamilan. Ia yang seorang dokter cepat mengerti ditambah dengan bimbingan seorang dokter kandungan yang sangat mengerti bagaimana psikis seorang ibu hamil.


“beib!” Ryo mulai mengerti jika istrinya kesal.


Yang membuat Aira kesal, ia begitu lapar, tapi ia takut untuk turun ke dapur di rumah besarnya. Malam itu Ryo tidak menyiapkan camilan untuk Aira seperti biasa karena terlalu lelah, sehingga membuat Aira yang selalu merasa lapar membangunkannya di tengah malam. Dan yang membuat Aira kesal, sudah lebih setengah jam ia membangunkan sang suami namun selalu saja Ryo kembali tertidur.


“beib kamu beneran sakit atau tidak?” tanya Ryo kini


“jadi kamu akan cepat bangun kalau aku sakit aja?” matanya mulai berkaca kaca


Ya tuhan! Benak Ryo meronta. Istrinya akan kembali ke mode merajuk lagi.


“tentu tidak begitu beib!” Ryo kembali mengusap pipi itu.


“lalu kenapa kamu sulit banget dibangunin?” kini air mata itu lolos


“iya iya.. maafin aku beib maafin aku.. aku terlalu lelah mungkin” senyumnya berusaha membujuk sang istri.


“kenapa akhir akhir ini semua orang mengabaikanku? Kamu selalu sibuk, Aina juga memilih pindah ke apartemen dari pada menemaniku, semua udah gak peduli dengan ku” tangisnya semakin menjadi.


Ryo menunduk sejenak dan kemudian membawa tubuh itu dalam pelukannya.


“beib.. maafin aku yah.. maafin aku.. aku akan selalu ada buat kamu .. heum?” bujuknya mengusap lembut puncak kepala dan pundak istrinya. Ryo kembali tersenyum menghadapi istrinya


Aira masih terisak di dalam pelukannya.


“ssssttt.. sudah beib.. ssstttt.. aku salah, aku minta maaf.. sstttt” menenangkan istrinya


Tak berapa lama tangis itu semakin menghilang. Ryo mencoba mengintip wajah istrinya yang terbenam di dadanya.


“aku lapar, dari tadi aku lapar!” gumam manja.


Ryo tersenyum dan ingin tertawa mendengar keluhan istrinya.


“tuh kan? Kamu menertawakanku” keluhnya lagi


“gak kok gak.. aku senang sayang, aku bahagia” ucap Ryo mengecup kembali kening dan puncak kepala sang istri.

__ADS_1


Sedang Aira hanya memukul manja dada bidang sang suami.


“ayo! Katanya lapar 'kan? makan disini apa ikut ke bawah?” tanya Ryo


“dibawah aja” jawabnya


Ryo ingin mengangkat tubuh sang istri yang kini semakin berat.


“Aku bisa jalan” ucapnya masih dengan wajah cemberut menolak Ryo


Ryo hanya tersenyum kemudian ia mencium punggung tangan sang istri.


Ryo menemani Aira menghabiskan roti isinya, matanya sangat mengantuk, beberapa kali ingin menguap, tapi terus ia tahan karena takut sang mood sang istri kembali berubah.


“enak?” tanya Ryo


“hem” senyum Aira cerah dengan mulut penuh, matanya berbinar, tak ada lagi sisa tangis beberapa puluh menit yang lalu. Ryo merasa lucu, ia seperti bersama seorang anak TK yang seketika bisa menangis dan tertawa meski hanya karena sebuah permen.


“minum susunya beib” Ryo memberikan susu hamil hangat.


“mas.. aku kekanak kakanakan ya?” tanyanya


Ryo menggeleng. Karena kalau ia jujur ia yakin seratus persen air mata itu akan keluar lagi


“bohong!” ucap Aira


Ryo tersenyum membelai kembali pipi dan rahang hingga dagu Aira dengan lembut.


“istri tercintaku sedang hamil, emosinya turun naik, mana bisa ku katakan itu kekanak kanakan sayang” jawab Ryo menatapnya penuh kasih dan cinta. Ia mengecup kening Aira dengan lama. Aira mampu merasakan betapa besar cinta sang suami padanya. hingga matanya kembali basah. Tak terasa air mata itu menetes


“jangan menangis beib! Apa aku salah lagi?” tanya Ryo mengecup kedua mata Aira


“yang gak ku suka dari kamu, kalau senang itu nangis!” Ryo menyeka Aira mata istrinya.


“tapi kalau lagi ke puncak senang aku gak nangis, aku ngerang” godanya tersenyum


“jangan memancing sayang! Kalau gak mau kamu gak tidur” ancam Ryo


“ingat anak kamu kalau mau mengancamku” cubit Aira pada hidung Ryo


Mereka pun tertawa. Aira kembali melanjutkan tidurnya saat perutnya kenyang. Ia tersenyum memeluk lengan Ryo. sedang Ryo masih terjaga.


“kamu dunia ku, kamu nafas ku.. aku tak bisa hidup tanpa kamu beib” ucapnya membelai pipi sang istri yang semakin berisi. Semakin hari cintai itu semakin dalam, cinta yang mungkin hanya Ryo yang memilikinya.


Ryo bangun dan mencium perut Aira. Tapi saat ia mencium lagi, tendangan itu terasa.


“hai..” Ryo tersentak kaget bibirnya merasakan pergerakan di perut sang istri.


“hai.. anak papah.. belum tidur?” usap Ryo dan kembali mendapatkan gerakan itu.


Tak terasa air mata terasa dingin di pipinya. Tanpa sadar Ryo menangis merasakan keajaiban yang ada di hadapannya.


“terima kasih sayang, kamu telah hadir disini” ucapnya lagi kembali mencium


“papah sangat menanti kamu” kini gerakan itu semakin kuat hingga membuat Aira sedikit melenguh.


“ehhh!”

__ADS_1


“ssstttt... sssttt” Ryo mengusap pundak Aira. ia juga mengusap perut istrinya


“jangan nakal sayang... mamah baru aja tidur, kalau mamah bangun lagi... papa juga gak bisa tidur” bisik Ryo di perut Aira dengan senyum seakan ia benar benar berinteraksi dengan anaknya.


Usapan itu begitu lembut, membuat Aira kembali terlelap dengan nyenyak.


*


*


Pernikahan Handoko dan Nimas berlangsung hikmad, pernihakahan sederhana yang hanya mengundang sahabat sahabat dekat mereka saja. Acara itu pun hanya di adakan di halaman belakang rumah mereka. Acara sederhana namun penuh makna.


Kedua mempelai terus tersenyum bahagia. Kiky meneteskan air mata melihat sorot cinta dan bahagia sang ayah. Ia terharu, karena kini sang ayah terlihat begitu bahagia.


“sudah sayang!” usap Bams pada air mata yang siap lolos dan mencium punggung tangan Kiky.


“aku iri!” candanya berbisik pada Bams


“bentar lagi ya?” jawab Bams yang menganggap kata kata Kiky serius.


Kiky menahan tawa mendengar jawaban Bams.


“ekhmm!” suara dingin dari sang kakak


“Mas!” sapa Bams


“katanya bisa pegang janji.. cuih..” ejek Damar melirik Bams


Bams tersenyum


“bams pegang janji, Cuma gak kuat aja sama godaan aku” bela Kiky pada sang kekasih


“ini ni” Damar ingin mencubit gemas hidung Kiky tapi Kiky tahan.


“awas aja bikin make up ku rusak” ancamnya melotot pada sang kakak.


Bams terkekeh melihat mereka berdua.


“Mas, mana cewek kamu?” tanya Bams


“heh! Mana ada dia punya cewek, mana ada cewek yang mau ma orang banyak aturan gitu?” ejek Kiky


“mas masih cari yang sulit di dekati, bukan yang seneng nyerahin diri” bisiknya membalas Kiky


“issshhh!!” Kiky kesal


“Itu karena aku mencintai Bams dan aku ingin mengikat dia selamanya dengan ku” ucapnya berapi api dan memeluk lengan Bams mesra.


“iihhh! Dasar bucin” ejek Damar


“biarin .. wek! Dari pada jomblo ngenes!” Kiky menjulurkan lidahnya


Bams semakin tertawa melihat mereka.


“kita diliatin papah tuh!” ucap Damar tanpa menggerakkan bibirnya.


Sontak mereka semua memutar kepala ke arah Handoko dan Nimas yang menerima tamu mereka

__ADS_1


\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~


__ADS_2