Ketika Sang Bintang Playboy Jatuh Cinta (Caraku Mencintaimu)

Ketika Sang Bintang Playboy Jatuh Cinta (Caraku Mencintaimu)
Malam panas Ryo dan Aira


__ADS_3

Ada sesuatu yang akhirnya lepas dari sesaknya dada Ryo yang selama ini ia tahan saat mendengar Aira mengatakan itu. Ryo mendekatkan wajahnya mencoba meraih bibir Aira degan bibirnya, Aira pun memejamkan mata ketika bibir Ryo mulai menyentuh bibirnya, Ciuman yang akhirnya Ryo berikan untuk Aira setelah sekian lama. Ciuman yang mengatakan aku mencintaimu. Ciuman itu pun sangat lama. Saat Ciuman Ryo mulai panas dan menuntut, Aira pun melepaskan diri.


“Ryo..!” ucapnya melepaskan ciuman Ryo


Ryo hanya menurut. Ia tidak ingin Aira merasa terbebani dengan hal itu. Ia menyeka Air mata yang masih basah di wajah Aira.


“jangan menangis lagi” ucapnya dan kembali mendekatkan wajahnya, kembali melummat bibir itu. Ciuman itu semakin dalam dan dalam, ciuman yang mulai terasa memanaskan kembali gaiirahnya. Tapi Aira melepas kembali ciuman Ryo dan mendorong tubuh Ryo pelan.


“udah malam” ucapnya dengan nafas menderu


“huh...” Ryo menghela nafas berat. ia ingin menghabiskan malam bersama Aira, tapi gadis itu justru menahan dirinya.


Ryo menatap bibir Aira lama, ia ingin menciumnya lagi, tapi Aira menahan. Ia hanya menggeleng. Ryo menelah ludahnya berat. mencoba menurunkan tensi gairah dalam dirinya, bagaimana pun ia telah lama berpuasa.


“biarkan aku disini!” pintanya pada Aira dengan mata memelas dan nafas yang tak teratur.


Aira kembali menggeleng, wajahnya merona karena ciuman itu. Ia semakin cantik, dada Ryo semakin bergemuruh melihat itu. Rasanya tidak mungkin untuk Ryo pulang saat itu.


“aku ingin bersama kamu malam ini” pinta Ryo terus menatap bibir basah Aira, gairahnya sudah merasuki tubuhnya.


“nanti ...” jawab Aira tersenyum seakan tak berdosa


“aku bakalan gak bisa tidur Ai” keluhnya dengan wajah kecewa dan memelas.


“nanti ya..” pinta Aira lagi


Ryo hanya tersenyum di tahan, ia menyadari dirinya yang berpikir panas malam itu. dan ia dihukum oleh Aira. Ryo mengambil minumnya dan tersenyum sendiri. Aira berusaha menahan tawa melihat Ryo seperti itu.


-------------


Ryo benar benar tidak bisa memejamkan mata, posisinya yang digantung Aira malam ini membuat matanya sulit terpejam. Ia memandang wajah cintanya yang hanya ada di ponselnya. Ia terus tersenyum berusaha menyadarkan diri. Ia memandang kamar itu kembali, ia teringat ketika ia masih SMP disana.


Ryo berusaha mengalihkan pikirannya, tapi tetap saja ciuman Aira yang terus menari di kepalanya. Entah kenapa, setiap setelah bersama Aira, Ryo sulit melupakan moment bersamanya. Tidak seperti gadis lain yang ia kencani, dimana setelah mereka kembali dari rutinitas cinta, Ryo bahkan langsung melupakan mereka.


Ia keluar dari kamarnya dan mengambil minuman dingin di kulkas. Ia berjalan ke arah kolam renang yang sangat besar. Ia berjalan mengelilingi kolam itu beberapa kali. Ia terus berjalan. Pikiranya tetap saja tidak tenang, ia tidak memiliki rasa kantuk sama sekali.


Saat sang ayah bangun dan mengambil minum, ia sangat kaget melihat pintu belakang terbuka, ia melihat ada bayangan seseorang di tepi kolam renang yang berjalan mengelilingi kolam. Ia tersenyum ketika melihat seorang lelaki yang memegang minuman dingin mengenakan piyama biru malam dan memakai sendal anti slip rumahan yang sangat terlihat galau. Iya, Dia putranya, Ryo.



“gak bisa tidur?” tanya sang ayah yang muncul dari pintu


Ryo tersenyum menggeleng.


“Panas pah” keluhnya lagi


“ac nya rusak?” tanya sang ayah


“AC Ryo yang rusak” jawabnya lagi

__ADS_1


“wahhh...” papahnya menelaah putranya


“siapa namanya?” tanya sang ayah lagi


Ryo mengernyitkan keningnya saat minum dan melihat ke arah sang ayah


“yang bikin gak bisa tidur?” lanjut ayahnya


Ryo tertawa mendengar itu


“Aira” jawabnya singkat


“namanya Aira pah” jelasnya lagi


“papah jadi penasaran!” ayahnya pura pura


“Ryo gak normal lagi sekarang, mungkin perlu ke psikiater, pikiran Ryo semua isinya dia” jelas Ryo


“hhmmm....” sang ayah pura pura berpikir


“mau obat tidur? Papah punya dikamar” beritahu sang ayah


“no thanks, masih bisa diatasin kok pah” jawabnya


“papah gak bisa nememin ya?” sang ayah memegang bahu Ryo dan berlalu dari sana


Ryo hanya menanggapinya dengan senyuman


Ryo tidak menyadari kalau waktu sudah menunjukan pukul tiga pagi. Ia kembali ke kamar dan mencoba melelapkan diri di tengah kegalauan malam panasnya. Dan setelah beberapa lama, akhirnya ia pun tertidur.


***


Pagi itu Aira menunggu Ryo untuk sarapan. Ia membuat sarapan spesial, berharap Ryo akan menyukai atau memberi komentar pada masakannya.


Saat ia akan menghubungi Ryo, ia mengambil ponsel. Ternyata ada pesan dari Ryo dan ia melihat pesan itu dikirim pada pukul 2 dini hari.


Aira berpikir kembali untuk menanyakan apakah Ryo akan sarapan bersama di tempatnya.


Dia pasti masih tidur benak Aira melihat pesan itu.


Ia berpikir jika Ryo sekarang pasti masih tertidur nyenyak. Tapi akhirnya Aira menigirm pesan menanyakan apakah mereka akan sarapan bersama. Lama Aira menunggu, tapi pesan itu belum juga dilihat oleh Ryo. Akhirnya ia menikmati sarapan itu sendiri. ia pun berangkat kerja dengan kerinduan.


Saat memasuki halaman ME, tidak ada satu wartawan pun disana. Ternyata malam itu Bams mengkonfirmasi siapa wanita itu. ia mengatakan dengan terbuka tentang hubunganya dengan Kiky, putri sang pemilik raja mall di negara itu.


ME pun terasa lebih nyaman. Aira pun merasa senang, akhirnya identitasnya tidak terungkap.


Ia mengirim pesan pada Bams untuk menanyakan kabarnya, dan komunikasi dengan Bams hari itu pun tersambung lagi. Bams mengatakan ia bisa bekerja lagi seperti biasa, dan meminta Aira untuk datang malam ini.


Aira mengingat kata kata Ryo yang tidak akan pulang malam ini karena pemotretan. Ia pun mengiyakan untuk pergi ke tempat Bams malam itu. Aira ingin mengembalikan kunci milik Bams dan akan mengatakan akan berhenti dari pekerjaan 'cleaning service'. Ia memutuskan untuk menyerahkan dan mempercayakan dirinya pada Ryo.

__ADS_1


Senja menyelimuti hari, Aira pun pergi ke tempat Bams. Bams yang menunggunya dari sore tampak antusias.


“malam ini mungkin malam terakhir aku kerja sama kamu” ucap Aira


Bams kaget mendengar ucapan Aira.


“nanti aku jelasin” ucapnya dengan senang


“wahh.. padahal aku udah beli mesin pembuat Roti” Jawab Bams kecewa


“pembuat Roti?”


“iya.. aku ingin kita bikin roti kemarin waktu kita liat di tv” Bams menunjukan alat pembuat Roti yang ia pesan


“oo iya..” Aira antusias


Bams tersenyum melihat itu


“kita bikin sekarang aja” jawab Aira


“ok!” Bams mengiyakan


Aira merebus air sesuai resep tuntunan. Aira tertawa melihat Bams yang wajahnya ada noda tepung. Wajah Bams sangat ceria, jauh berbeda saat ia bersama Kiky.


“masukin tepungnya!” suruh Aira pada Bams


Saat memasukkan tepung yang diminta Aira, tiba tiba pengocok yang dipegang Aira miring, tepung pun menghambur keluar, Aira seperti badut yang badannya penuh dengan tepung. Bams sampai tak bisa menahan tawanya.


“makanya jangan ngejek orang, kamu sekarang lebih parah dari aku” ejeknya


Aira tertawa sangat lepas, ia bahkan mengakak.


“air panasnya.. “ pinta Aira untuk step selanjutnya


“udah didiamkan?” Tanya Aira lagi


“udah” jawab Bams sebagai assisten koki


Tiba tiba Bams menumpahkan air sekaligus, dan percikan air panas itu mengenai Aira.


“Aw panas!!” Sontak Aira menghindar, tapi air itu sudah mengenai tangannya


\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~


Terima kasih udah baca..


Pease buat baca untuk tinggalkan like dan komentarnya ya..


makasih juga buat yang sudi kasih secangkir kopi, rose atau yang lainnya.. 

__ADS_1


Love you all


__ADS_2