Ketika Sang Bintang Playboy Jatuh Cinta (Caraku Mencintaimu)

Ketika Sang Bintang Playboy Jatuh Cinta (Caraku Mencintaimu)
Makan Malam


__ADS_3

Ryo kembali meneruskan perjalananya menuju ME. Bukan untuk melaksanakan job nya, namun hanya datang beberaa jam saja, sekedar ingin mengetahui keadaan ME.


“kapan loe tiba?” tanya Boman yang mengira Ryo berlibur.


“kemarin, dan gue masih sedikit capek” jawab Ryo


“tapi loe mulai balik hari ini kan?” tanya Boman


“gak.. gue Cuma mampir” jawabnya santai


“gue pikir loe dah siap kerja!” Boman kecewa


Ryo tesenyum melihat raut wajah Boman.


“aman aja kan gak ada gue?” tanyanya


“aman, tapi sepi” jawab Boman yang mengatakan sepi job


Ryo menyilangkan kedua tangannya menutup data, seperti seorang anak gadis yang takut diperkosa Boman


“gue bukan Bella kali ya.. maksud gue sepi Job oon!!” Boman kesal melihat kelakuan Ryo


Ryo tertawa mendengarnya.


“tawa loe semakin hari semakin mencurigakan” tatap Boman


“oya.. kemarin gue ke apartemen loe, kodenya loe ganti ya?” tanyanya


Ryo mencoba mengingat, seingat dia tak ada orang orang datang beberapa hari di tempat mereka.


“udah agak lama sih, bukan kemarin” jelas boman lagi


“iya, gue ganti, kenapa emangnya?” tanya Ryo


“loe main rahasia sekarang ma gue” keluh boman


“gue tinggal sama Aira sekarang! Jadi kalau loe mau ketemu gue hubungi aja gue, jangan ke apartemen!” ucap Ryo


Boman membuka mulutnya tak percaya apa yang ia dengar.


“gila loe! Pantes anak itu ngundurin diri” Boman mengingat lagi


“jaga omongan loe, anak itu anak itu, dia wanita gue!!” ucap Ryo dengan penekanan.


“wahh.. loe beneran berubah, bener kata Jordi, loe dah gak asik lagi” ucap Boman kecewa berdiri.


“tapi satu hal yang harus loe ingat, loe icon ME bukan Cuma Boys!” lanjut Boman


“itu Cuma bentar lagi!” Ryo juga berdiri


“sebaiknya loe kerja lebih giat buat cari pengganti gue!” Ryo menepuk bahu boman meninggalkannya.


“wahh.. loe beneran mau vacum nih?” tanya Boman


“yang bener.. gue beneran mau makan sekarang, laper” jawabnya menggoda boman


“heiiss.. dasar!” boman mengikutinya dan mereka makan siang bersama membahas beberapa hal tentang ME.


Ryo berjalan keluar meninggalkan gedung ME. Ia memasuki mobil Sportnya dengan langkah lelah. Yang tadinya hanya ingin mampir, ia malah di suguhkan banyak laporan yang harus ia tanda tangani.


Ponselnya kembali bergetar, panggilan masuk dari sang ibu.


“ya mah?” jawabnya


“kamu dimana?” tanya sang ibu


“di jalan!”


“sama Aira?” tanya ibunya lagi


“gak! Sendiri, kenapa mah?”


“baguslah.. mamah mau bicara, bisa kamu mampir ke rumah sakit?” pinta ibunya.


Pasti masalah konseling Aira! benak Ryo


“ok mah, Ryo kesana sekarang!” jawabnya membelokkan arah mobilnya menuju rumah sakit sang ibu.


Memang sejak kejadian mengerikan itu, Camila tak lagi membahas tentang pewarisan rumah sakit ke Ryo, dia pasrah dan berharap Rya bisa menggantikannya karen Ryo memang tak berminat untuk dunia medis lagi selain masalah medis sang istri.

__ADS_1


Camila menjelaskan pada Ryo perkembangan konseling yang dijalani Aira beberapa kali.


“gak ada kemajuan, karena Aira terlalu takut mengungkapkan kejadian sebenarnya yang menjadi pemicu” jelas sang Ibu


Ryo menghela nafas beberapa kali.


“seharusnya pada pertemuan ke empat Aira mulai pelan pelan membuka diri terhadap konselor, tapi dia seperti tak mau membuka mulutnya” jelas Camila lagi


Ryo memijat pelipisnya, terlalu banyak hal akhir akhir ini yang membebaninya.


“jika nanti Aira gak mau bicara, mamah terpaksa melakukan hipnoteraphi untuk mengetahui semua pemicunya” jelas Camila


“tapi apa gak ngaruh ke dia mah nantinya?” tanya Ryo lagi


“tergantung sebesar apa ketakutan dia”


“huh!” keluh Ryo, bukan mengeluh tentang Aira, tapi keluhan kekhawatiran pada istrinya.


“jika itu harus dilakukan, Ryo harus mendampinginya”


“gak bisa, pasien harus menghadapinya sendiri, lagian itu akan memunculkan simpatik kamu pada pasien, kamu tau aturan itu kan?” jelas sang ibu


“tapi mah.. Ryo gak mungkin biarin Aira sendiri.. gimana jika ia kaya kemarin?” Ryo mengingatkan ibunya akan kejadian malam di kediaman meraka.


“tapi kamu hanya sebagai pendamping, bukan sebagai dokter ya?” pinta sang ibu.


Ryo mengangguk setuju.


“baiklah, nanti akan mamah jadwal ulang untuk selanjutnya” Camila mengakhiri obrolan mereka


“baik mah!” Ryo mengerti kesibukan sang ibu


Sekembalinya dari Rumah sakit, Ryo berhenti sejenak di sebuah taman kota. Ia merenung sendiri di dalam mobil.


Jam tujuh malam, Ryo memasuki apartemen. Ia tak melihat sang istri berada disana.


“sayang kamu dimana?” panggilnya


Tapi terlihat pintu ajaib terbuka. Ia pun mengerti jika Aira berada di sebelah. Ia pun beranjak ke kamar mandi bersiap diri untuk acara khusus malam ini. ya! Makan malam romantis pertama mereka.


Ryo mengenakan setelah dan terlihat begitu tampan. Sedang Aira belum juga kembali ke tempatnya. Ryo mendatangi Aira di apartemen sebelah. Sedikit rasa khawatir terselubung di hati karena sang istri belum juga kembali ke kamar mereka.


Ia berjalan menuju kamar, tapi Aira keburu keluar dengan mengenakan dress selutut berwarna hitam dengan lengan setali. Ia begitu anggun dan cantik dengan membiarkan rambut terurai. Mata Ryo seakan tak bisa berkedip dengan kecantikan sang istri.


“aku terlihat aneh?” tanyanya


“kamu sangat cantik beib” Ryo mendekat.


Detak jantungnya tak beraturan, ia kembali jatuh cinta dan jatuh cinta pada sosok yang sekarang ia sebut bidadari hatinya.


“kamu sangat cantik” kembali ucapan itu terdengar ketika Ryo melangkah menipiskan jarak antara mereka.


“terima kasih sayang, kamu juga sangat tampan malam ini” jawab Aira tersenyum yang justru membuat kecantikannya semakin terpancar.


Melihat kecantikan sang istri, ia melupakan semua hari beratnya hari ini. Baginya saat ini adalah sebuah keindahan yang dipersembahkan tuhan padanya.


“aku tak akan pernah bisa keluar dari pusaran cinta kamu yang sekarang telah menelanku seutuhnya” ucap Ryo dengan rayuan gombal


“gombalan kamu semakin manis” jawab Aira.


Ryo meraih pinggang Aira hingga tak ada jarak diantara mereka, perlahan Ryo meraih bibir Aira dengan bibirnya, namun Aira menahan dengan telunjuk.


“tidak sayangku.. aku sudah berdandan lama, dan aku tidak ingin kau merusaknya” ucapnya seakan puitis alasan ia takut bau jengkol yang ia makan tadi siang tercium Ryo.


Ryo terkekeh, mengecup telunjuk Aira di bibirnya


“hanya satu kecupan sayang!”


Dan Ryo berhasil mendaratkan bibirnya di bibir Aira. Saat ciuman makin mengesap, Aira menyudahinya dengan senyuman manis.


“gak bau?” tanya Aira yang membuat Ryo tertawa


“gak.. manis malah!” jawabnya menggeleng


“wah,, permen tadi efektif juga” senyumnya dimana tubuhnya masih menempel di Ryo.


“jadi kamu sembunyi disini karena bau itu?” tanya Ryo


“hem!” Aira mengangguk, Ryo kembali tertawa

__ADS_1


“karena aku tau, kalau kamu datang kamu langsung melahap ku” jelasnya


“lagi!” pinta Ryo ingin mencium


“kalau gitu kita makan malam di rumah aja” ucap Aira dengan nada mengancam jika Ryo meminta lebih


Ryo menurunkan senyumnya dan melepas tangan yang melingkar di pinggang Aira.


“ayo! Nanti terlalu malam” menautkan jemari tangannya dengan jemari Aira membuatnya tersenyum ditahan melihat Ryo yang terancam.


“pakai ini!” Ryo memberikan sebuah cadar hitam cantik bersulam burung merak yang cantik.


Ryo memakaikan jaket coat panjang dengan tudung untuk Aira. Membuat wajah Aira tertutup sempurna.


Berjalan keluar menuju lift dengan senyuman dan sejenak mereka saling berciuman di dalam lift.


“aku mencinta kamu” ucap Ryo mengusap bibir Aira dengan jempolnya disambut dengan senyuman malu malu Aira. kemudian Aira membenahi cadarnya.


Mobil meluncur dengan tenang dengan pengawalan yang tak jauh dari mereka. Ini pertama kali mereka keluar secara terbuka.


Iring iringan mobil memasuki area private parking gedung dimana mereka akan makan malam. Beberapa kali Aira menghela nafas gugup, tak bisa ia pungkiri, jantungnya saat ini seakan akan ingin melompat keluar.


“kamu gak papa?” tanya Ryo menggenggam tangan sang istri erat


Aira mengangguk, meski jelas terlihat keringat di atas pelipisnya.


“tenang aja... gak akan ada yang ngenalin kita kok” ucapnya meyakinkan mengusap keringat sang istri dan kembali diiringi anggukan Aira


Ryo membuka pintu mobil untuk Aira, perlahan kaki Aira keluar dan dengan hembusan nafas besar ia mampu keluar sempurna dari mobil.


Ia berjalan menunduk menggandeng lengan Ryo dan tangan Ryo melapisnya.


Dua orang bodyguard telah menunggu mereka di samping lift. Aira dan Ryo memasuki lift hanya berdua, sedang pengawal mereka hanya berdiri disana menunduk hormat. Ryo merangkul pinggang Aira dan satu tangannya masuk ke dalam saku celana.


“kamu sangat tampan sayang” ucap Aira


“apa kamu baru menyadarinya?” canda Ryo mengecup sejenak puncak kepala Aira.


Ting!


Pintu lilft terbuka, mereka menuju sky lounge yang telah disiapkan sempurna malam itu. Tak ada seorang pun disana. Hanya mereka berdua angin malam. Ryo melepaskan coat Aira dan melepas cadarnya. Aira tertegun dengan pemandangan malam yang begitu indah dari atas gedung. Ia berjalan menuju pagar kaca pingggiran gedung, diikuti Ryo yang kemudian meletakkan tangannya di pinggang sang istri.


“pemandangan disini sangat indah!” gumam Aira



“kamu suka sayang?” tanya Ryo lembut melingkarkan tangannya lebih erat di pinggang Aira, sedang Aira bergelayut manja di dada Ryo.


“hem”


Tak ada perasaan lain saat itu selain debaran cinta dan pancaran kasih sayang, hati mereka terasa dipenuhi dengan sebutan gelora manisnya kehidupan. Dunia yang seakan hanya mereka berdua yang memiliki. Semua keindahan malam yang terpantul dari manik mata mereka.


“beib... aku bahagia!” bisik Ryo ditelinga Aira


Gambaran kesempurnaan kebahagiaan menghapus semua ketakutan, gugup dan masalalu yang bersarang di pikiran Aira. baginya saat ini hanya dia dan Ryo, lelaki yang telah mengisi seluruh hatinya, seluruh jiwa dan juga merangkul sempurna raganya.


“aku juga sangat, sayang!” balas Aira memutar kepalanya mengecup sejenak bibir Ryo. Ciuman yang menghadirkan kehangatan, hanya ciuman menggambarkan cinta saat itu, bukan ciuman yang panas dan menuntut. Pandangan lelaki itu telah menghanyutkan semua pikiran Aira membawanya seakan di awan dan menuju surgawi. Berharap melupakan bumi yang berpenghuni. Mengharap hanya mereka berdua yang menikmati.


Malam ini untuk pertama kali mereka malam romantis berdua, mereka tak mengetahui sesibuk apa orang orang yang mengurus semuanya untuk malam sempurna yang diinginkan Ryo, mendadak menutup resto hanya untuk makan malam romantis sang tuan muda cukup melelahkan bagi mereka yang mendapat tugas dadakan hari itu.


Terdengar sebuah troli makanan memasuki tempat itu, Aira masih bersandar santai menikmati pemandangan malam dari sana menoleh pada mereka yang menyajikan makan malam.


“apa mereka orang yang bisa dipercaya?” tanya Aira


“tenang saja! Mereka orang orang pilihan Om Haris” jelas Ryo melepas jasnya untuk diletakkan di pundak Aira karena merasakan udara dingin mengelus kulit punggung sang istri.


Setelah tim itu pergi, Ryo mengajak Aira masuk dan menikmati makan malam. Ada buket bunga mawar merah terletak disebuah troli dan sebuah kotak beludru berwarna biru.


Ryo memberikan bunga pada Aira dan mengambil kotak tersebut. Menunjukkan pada Aira sebuah kalung cantik bertahta berlian yang berkilau sangat indah. Ryo memasang kalung indah di leher Aira dan langsung mengecup tekuk belakang leher istrinya yang jauh lebih indah baginya dibanding kalung berlian. Aira menoleh padanya


“terima kasih sayang!” senyumnya memegang kalungnya dan menjatuhkan ciuman di bibir Ryo.


“Aku akan beri kamu kalung tiap hari, jika kamu selalu seperti ini” ucap Ryo setelah melepas ciuman nakal Aira yang memulai ciuman mereka.


\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~


Kehidupan Ryo yang manis seakan tak memiliki sedikit pun kerikil. Kecapan pengantin baru yang mereka nikmati akan membuat semua tragedi menjadi begitu pahit ketika satu per satu rahasia terungkap. Percintaan, persahabatan, persaudaraan, kekeluargaan, semua akan menjadi pertaruhan kepercayaan saat cinta dipertanyakan kembali dalam sebuah curat marutnya hubungan di masa kelam.


Jangan lupa tinggalkan jejak ya... love you!

__ADS_1


__ADS_2