Ketika Sang Bintang Playboy Jatuh Cinta (Caraku Mencintaimu)

Ketika Sang Bintang Playboy Jatuh Cinta (Caraku Mencintaimu)
Ketika Sang bintang Playboy jatuh Cinta (END)


__ADS_3

Untuk kakak semua yang ku sayangi... 


Sebelum membaca episode terakhir ini.. saya ingin mengucapkan.. 


Terima kasih telah menemani saya selama menulis novel ini hingga mampu menyelesaikannya meski dengan penuh perjuangan. 


Terima kasih saya sampaikan pada Novel Toon yang mau menerima karya receh saya dan menerbitkannya. 


Terima kasih Pada kakak kakak semua yang selalu setia mendukung novel ini. memberikan Like, Vote, Komentar, Gift dan kritikan. 


Mohon maaf jika selama ini interaksi saya dan kakak ada yang menyinggung perasaan dan hati. saya berharap kakak semua memiliki hati seluas samudra sehingga memaafkan semua kesalahan dan kekurangan saya selama ini. 


*Untuk sekedar pengingat dan permintaan kecil. Saya kembali menerbitkan Novel Baru dengan Judul*Imitasi Dua Hati


Mungkin sudi jika mampir sejenak dan memberi masukan untuk novel terbaru saya. 


Sekali lagi saya ucapkan terima kasih untuk kakak semua. 


Salam


Hafila_Asda


*Happy Reading


Sebuah resepsi yang bertabur Selebriti, wartawan dan pengusaha sedang berlangsung di sebuah gedung termahal di ibukota. Pernikahan yang disebut terbesar adalah pernikahan Bams dan Kiky yang bertabur kemewahan.


Bams ingin menghadirkan pesta terbaik untuk Kiky meski Kiky beberapa kali menolaknya.


“gila! Gak rugi Kiky nunggu Bams segini lamanya” ucap Ryo memasuki aula pernikahan yang disulap bak sebuah istana. Lengkap dengan kolam buatan yang tertutup kaca dan lampu.


Bams dan Kiky memasuki aula disambut dengan kemeriahan. Senyum Kiky terus mengambang menggambarkan kebahagiaan dihatinya. Tak lupa sang kakak yang tak kalah tampan yang mengikuti mereka.


Publik hanya mengetahui jika Damar adalah saudara tiri dari pernikahan Handoko dan ibunya. Meski Handoko ingin mengumumkan status sebenarnya Damar, namun ia menolak. Bukan tak ingin ia diakui, tapi imbas gosip dan isu yang ia takutkan akan membuat sang bunda dan adik merasa tak nyaman bahkan mungkin tersakiti.


Aira menghadiri pernikahan Bams dengan berut yang super besar. Ia bersikeras datang meski Ryo melarang. Ia justru seperti icon utama yang lebih disorot dibanding mempelai pengantin saat memasuki tempat itu bersama sang suami.


'Istri Ryo yang jarang terlihat justru datang ke acara pernikahan sahabat Ryo dengan perut besar'


Sorot kamera, blitzt dan yang berbau berita merubung membuat semua pengawal seakan kewalahan menghalau mereka.


“Tak tanggung tanggung, sang nona dikawal puluhan pengawal, sepertinya Ryo mempersiapkan kedatangan istrinya ke pesta sang sahabat” berita itu muncul di acara live sebuah televisi.



Iya! Aira memang dikawal banyak pengawal. Bukan dari Ryo saja, tapi pengawalan ketat justru dari Hendrawan, ia tak membiarkan keselamatan Pewaris utama itu terlalaikan.


“mas, kok banyak banget pengawalnya?” tanya Aira


“Anak buah Ken Cuma empat beib” ucap Ryo berusaha melindungi sang istri yang berjalan memasuki aula.


“terus mereka siapa?” tanya Aira.


Ryo hanya menggidikkan bahunya dan menggandeng sang istri.


“kamu gak ‘papa beib?” tanya Ryo yang masih memperhatikan langkah sang istri saat sesi mengucapkan selamat pada mempelai.

__ADS_1


Bagaimana tidak, sepatu Aira tampak sangat dipaksa karena kakinya yang membengkak.


“mas .. jangan over deh! Tuh diliatin orang orang” Aira risih


“suami kamu khawatir beib.. lagian aku gak peduli sama orang orang” jawabnya membelai puncak kepala istrinya


Ryo terus memperhatikan antrian panjang menuju sang mempelai. Ia semakin khawatir dengan sang istri yang membawa perut besarnya.


Saat mereka sampai di atas dan mengucapkan selamat pada Bams dan Kiky. Kiky dan Ryo melirik saat Aira mengucapkan selamat pada Bams. Entah mengapa, mereka berdua masih saja menaruh rasa curiga pada pasangan mereka, meski keduanya telah menyatakan betapa besarnya cinta mereka pada pasangan masing masing.


“kamu gak papa Ai? Seharusnya gak usah dipaksa datang” ucap Bams menyambut tangan Aira dan ucapan selamat dari mereka berdua


“bukannya seneng aku datang, malah mau ngusir aku” ucapnya kesal pada Bams dan membuat mereka berempat tertawa.


“ya udah beib, jangan lama lama, yang lain juga mau ucapin tuh” ucap Ryo berusaha membawa sang istri turun.


Sejak tadi Ryo terus mengkhawatirkan Aira yang lama berdiri.


“nona!” sapa Hendrawan menunduk ketika Aira berbaur dengan para tamu.


Sapaan Handoko Membuat semua mata yang sedari tadi sudah memperhatikan Aira kembali  enasaran. Menyaksikan Seorang Hendrawan Rasoeka menunduk hormat dan menyebutnya nona pada wanita yang disebut sebut istri Ryo Boys.


“om!” sapa Ryo  sedang Aira hanya menjawabnya dengan kata yang sama.


Setelah sekian bulan, Akhirnya Hendrawan bisa mendekat pada Aira. meski masih belum membahas peralihan posisinya karena dilarang Ryo karena kondisi Aira yang masih rentan, tapi ia terus mencoba mendekat dan berkomunikasi dengan kakak beradik penguasa Ai & Din corp tersebut.


Hendrawan akhirnya melakukan pendekatan kekeluargaan dengan alasan lebih ingin mengenal sang Nona. Sesekali Rasoeka datang ke rumah mereka. ia juga sering membawa beberapa berkas untuk Aira pelajari, namun Aira terus menolak.


Aira yang awalnya kesal dan menolak lelaki paruh baya itu, akhirnya luluh. Bujukan Ryo untuk menerimanya membuat Aira mampu membuka diri. Perlahan Dia menerima Hendrawan sebagai seorang keluarga baginya. .


Sedang mendekati Aina, Hendrawan melakukannya melalu caranya sendiri. Ia meminta anak buahnya untuk mengadakan kontrak cathering dengan cafe milik Bams dalam jumlah besar. Hal itu membuat Aina sering berkunjung ke kantor salah satu anak perusahaan Ai & Din yang tak ia ketahui.


“sepertinya sebentar lagi Tuan dan nona akan di panggil Ayah dan Ibu” ucap Hendrawan yang melihat perut Aira yang memang tinggal menunggu hari.


“udah gak sabar Om.. tapi khawatirnya juga luar biasa” jawab Ryo.


Bisik bisik mulai terdengar.


Siapa sebenarnya istri Ryo?


Kenapa ia menyebut Hendrawan dengan sebutan Om?


Apa dia ponakan penguasa Ai & Din?


Suara suara itu mulai tak nyaman terdengar di telinga Aira. ditambah lagi Hendrawan memberikan hadiah khusus untuk Bams dan Kiky atas nama Aira dan Aina sebuah apartemen eksklusif di salah satu gedung apartemen milik Ai & Din. Itu pun dengan persetujuan Aira dan tentu dengan bujukan Ryo karena ia hanya menjawab


"Terserah kalian, itu bukan milikku" 


“mas sesek banget” ucapnya mengeluh pada sepatu yang semakin terpaksa karena pembengkakan pada Kakinya.


“ayo duduk dulu!” ajak Ryo berusaha mencari kursi kosong untuk sang Istri.


Hendrawan mengikuti mereka dan seorang anak buahnya menunjukkan sebuah meja di pojokan.


Aira duduk dan Ryo melepaskan sepatunya. Ia pun meminta Syen untuk mengambil sendal di mobil mereka. tak berapa lama Syen datang membawa sandal bulu yang sangat nyaman

__ADS_1



Ryo kembali berlutut memasang sandal itu untuk sang istri. Meski Syen berada disana, tapi ia tetap melakukannya sendiri.


“nyaman beib?” tanyanya


“heum” senyumnya pada sang suami.


“Oke! Sekarang mau mau makan apa?” tanya Ryo lagi


Satu persatu Aira menyebut makanan yang ia inginkan. Dan dengan sabarnya Ryo mendampinginya. Sesekali Ryo justru menyuapi sang istri meski sering Aira tahan.


“lihat kakak kamu Re? Bucinnya ditunjukin banget sama semua orang” ucap Aina yang melihat sang kakak ipar memperlakukan kakaknya seperti seorang ratu padahal disana ada Syen yang berdiri siap melayaninya.


“iya, dari dulu ia gak sungkan nunjukin bucinnya” jawab Ryo


“padahal dia lho dulu dikenal sebagai bintang casanova, playboy tingkat dewa” ucap Aina lagi


“dan begitulah sudah ketika sang bintang Playboy jatuh cinta, dia melupakan bintangnya, bahkan melupakan jati dirinya, dia hanya akan menjadi budak cintanya” Rya tersenyum melihat sang kakak yang masih sibuk melayani sang istri.


“tuh yang di singgasana juga bucin” tunjuk Rya


“Bams? masa? gak kok!”  Jawab Aina yang mengenal Bams yang jarang menunjukkan perasaannya pada Kiky


“Kiky! dari dulu dia budaknya Bams” ucapnya tersenyum


“masa sih?”


“iya! Kalau yang itu playboy bucin, yang itu CEO bucin” ucapnya tertawa


“aku senang Ni gak pernah sedih lagi, dia juga sekarang hampir gak pernah kumat, kalau mau kumat kakak pasti bisa menanganinya" Ucap Aina menatap sang kakak yang sedang tertawa bersama sang suami, entah apa yang dikatakan Ryo tapi binar matanya memang menunjukkan betapa bahagia dia saat itu.


"sekarang pas hamil gini,  dia malah sangat manja, aku sampai hampir gak kenal ni lagi, dia aneh, kata kakak itu bawaan bayi” ucapnya tersenyum


“aku memilih tinggal di apartemen dari pada ngeliat itu tiap hari” lanjut Aina


“kalau pagi dia cerewet gak ketolongan, Di.. makan.. Di.. itu gak cocok.. Di .. ahhh tanya aja Kakak, tapi karena dia bucin jadi mungkin gak masalah buat dia!!” ucap Aina menggeleng menceritakan Aira pada Rya yang membuat Rya tertawa.


Rya dan Aina memang kini saling akrab, sejak kenal pertama saat makan malam saat Aira mengajak Aina ke rumah mertuanya, mereka menjadi teman. Sama sama sibuk dengan kehidupan karir mereka dan disaat selang mereka keluar bersama dan menjadi teman baik.


“selamat malam!” sapa seorang lelaki dewasa yang tampan.


Aina dan Rya menoleh pada sumber suara yang jelas menyapa mereka.


“Akhirnya kita bertemu lagi” ucap lelaki tersebut menatap Aina lekat


Mata mereka bertemu. Sorot mata itu bersirobok. Aina mengenali manik mata itu. Begitu pula lelaki yang dari tadi mendengarkan obrolan mereka.


“kak roti!” gumam Aina mengenali mata itu.


“Adik!” jawabnya tersenyum


TAMAT!


\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~`

__ADS_1


Sampai ketemu di IMITASI DUA HATI


\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~


__ADS_2